WAWASAN ASIS

Contoh Jadwal Pemeliharaan Sarpras Sekolah Satu Tahun

Contoh jadwal pemeliharaan sarpras sekolah harian, bulanan, semesteran, dan tahunan, lengkap dengan format kartu, penanggung jawab, dan cara mencatatnya.

Tim Wawasan ASIS Ditinjau oleh Tim Konten ASIS Administrasi Sekolah
Ilustrasi petugas memeriksa bangku kelas dan jendela dengan perkakas, kalender besar, jadwal pemeliharaan sarpras sekolah

Jadwal pemeliharaan sarpras adalah daftar kegiatan perawatan sarana dan prasarana sekolah yang disusun berdasarkan frekuensi, lengkap dengan penanggung jawab dan cara pencatatannya. Tujuannya sederhana: kerusakan ditemukan saat masih kecil dan murah, bukan saat atap sudah bocor di musim hujan atau proyektor mati di hari ujian.

Di bawah ini ada contoh jadwal yang bisa langsung disesuaikan: pemeliharaan harian, mingguan, bulanan, semesteran, dan tahunan, ditambah format kartu pemeliharaan, contoh anggaran, dan kesalahan yang sering terjadi.

Ilustrasi petugas mencatat kondisi meja kursi di papan klip sambil membawa tangga kecil dan kotak perkakas di koridor sekolah

Tiga jenis pemeliharaan

Jenis Pengertian Contoh
Rutin (preventif) Perawatan terjadwal agar barang tetap berfungsi Membersihkan filter AC, mengecek APAR
Berkala Pemeriksaan menyeluruh pada waktu tertentu Mengecek atap sebelum musim hujan
Perbaikan (korektif) Tindakan setelah ada kerusakan Mengganti stopkontak yang rusak

Jadwal yang baik memperbanyak pemeliharaan rutin agar perbaikan darurat makin jarang.

Contoh jadwal pemeliharaan harian dan mingguan

Frekuensi Kegiatan Penanggung jawab
Harian Membersihkan ruang kelas, toilet, dan halaman Petugas kebersihan, piket kelas
Harian Mematikan listrik, kipas, dan AC setelah jam pelajaran Wali kelas, penjaga sekolah
Harian Mengecek keran air dan tempat cuci tangan Penjaga sekolah
Mingguan Membersihkan talang dan saluran air Penjaga sekolah
Mingguan Mengecek lampu kelas dan koridor Penjaga sekolah
Mingguan Membersihkan komputer lab dan perangkat proyektor Laboran atau teknisi

Contoh jadwal bulanan

Kegiatan Penanggung jawab Catatan
Mengecek kondisi meja dan kursi per kelas Wali kelas melapor, petugas sarpras memeriksa Catat yang goyah atau patah
Membersihkan filter AC Petugas sarpras atau teknisi Lebih sering bila berdebu
Mengecek tekanan dan masa berlaku APAR Petugas sarpras Catat di label APAR
Menguras dan membersihkan bak atau tandon air Penjaga sekolah Cegah jentik nyamuk
Mengecek perangkat jaringan dan internet Operator atau teknisi Uji kecepatan di beberapa ruang
Mengecek kotak P3K dan perlengkapan UKS Guru pembina UKS Ganti yang kedaluwarsa

Contoh jadwal semesteran dan tahunan

Waktu Kegiatan Penanggung jawab
Awal semester ganjil (Juli) Cek menyeluruh ruang kelas sebelum murid masuk Wakasek sarpras
September–Oktober Cek atap, talang, dan plafon sebelum musim hujan Wakasek sarpras, tukang
Desember Servis AC dan genset bila ada Teknisi
Awal semester genap (Januari) Inventarisasi kondisi barang semester ganjil Pengelola barang
Maret–April Pengecatan ringan dan perbaikan pintu atau jendela Wakasek sarpras
Juni (libur kenaikan) Perbaikan besar, servis instalasi listrik Wakasek sarpras, teknisi
Juni Penghapusan barang rusak berat sesuai prosedur Kepala Sekolah, pengelola barang

Musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia dimulai sekitar Oktober–November, tetapi sesuaikan dengan kondisi daerah dan informasi resmi BMKG.

Format kartu pemeliharaan barang

Setiap barang penting, misalnya AC, proyektor, komputer lab, pompa air, dan genset, sebaiknya punya kartu sendiri.

Kolom Contoh isi
Nama barang dan kode inventaris AC Ruang Guru, kode 02.06.xx
Lokasi Ruang Guru
Tanggal pemeliharaan 12 Oktober 2026
Jenis kegiatan Cuci filter dan cek freon
Kondisi sebelum Dingin kurang maksimal
Kondisi sesudah Normal
Biaya Rp150.000
Pelaksana Teknisi rekanan
Paraf pemeriksa Wakasek sarpras

Kartu ini menjadi bukti saat menyusun laporan dan saat memutuskan apakah barang masih layak diperbaiki atau sebaiknya diganti.

Alur laporan kerusakan

  1. Guru atau murid melapor kerusakan kepada wali kelas atau petugas sarpras.
  2. Petugas sarpras memeriksa dan mencatat tingkat kerusakan: ringan, sedang, berat.
  3. Kerusakan ringan langsung diperbaiki petugas.
  4. Kerusakan sedang dan berat diajukan ke Kepala Sekolah dengan perkiraan biaya.
  5. Setelah diperbaiki, hasilnya dicatat di kartu pemeliharaan.
  6. Pelapor diberi tahu bahwa kerusakan sudah ditangani.

Langkah terakhir sering dilupakan, padahal itu yang membuat guru mau terus melapor.

Anggaran pemeliharaan

Biaya pemeliharaan perlu masuk RKAS sejak awal tahun. Contoh ilustrasi pembagian di SMP dengan 18 rombel:

Pos Perkiraan per tahun (ilustrasi)
Bahan kebersihan dan perlengkapan Rp6.000.000
Servis AC dan elektronik Rp4.500.000
Perbaikan ringan perabot Rp5.000.000
Perawatan atap, talang, dan pengecatan Rp10.000.000
Isi ulang APAR Rp1.500.000

Angka di atas hanya contoh. Bila memakai dana BOSP, rujuk juknis BOSP terbaru (Permendikdasmen 8/2026) untuk komponen pemeliharaan sarana dan prasarana yang diperbolehkan beserta batasannya.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Jadwal disusun di awal tahun, lalu tidak pernah dibuka lagi.
  • Pemeliharaan hanya dilakukan saat ada kerusakan.
  • Tidak ada kartu per barang, sehingga riwayat servis hilang.
  • Laporan kerusakan disampaikan lisan dan terlupakan.
  • Anggaran pemeliharaan tidak dipisah dari belanja lain di RKAS.

Cara menyusun jadwal pemeliharaan sarpras sendiri

Contoh di atas perlu disesuaikan dengan kondisi tiap sekolah. Lima langkah menyusun jadwal pemeliharaan sarpras:

  1. Inventarisasi. Daftar semua ruang dan barang penting beserta kondisinya saat ini.
  2. Kelompokkan per frekuensi. Tentukan mana yang perlu dirawat harian, mingguan, bulanan, dan seterusnya, berdasarkan petunjuk pabrik dan pengalaman.
  3. Tetapkan penanggung jawab. Satu nama untuk setiap kegiatan, bukan "semua warga sekolah".
  4. Masukkan ke kalender sekolah. Sesuaikan dengan jadwal ujian, libur, dan musim hujan.
  5. Tinjau setiap semester. Tambahkan barang baru dan hapus yang sudah tidak dipakai.

Sekolah kecil cukup memulai dengan jadwal pemeliharaan sarpras satu halaman yang ditempel di ruang TU, lalu memperluasnya bertahap.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa isi jadwal pemeliharaan sarpras?

Daftar kegiatan perawatan per frekuensi (harian, mingguan, bulanan, semesteran, tahunan), barang atau ruang yang dirawat, penanggung jawab, dan cara pencatatannya.

Siapa yang menyusun jadwal pemeliharaan sarpras?

Wakasek sarpras atau petugas yang ditunjuk Kepala Sekolah, bersama pengelola barang dan penjaga sekolah.

Kapan waktu terbaik untuk perbaikan besar?

Saat libur semester atau kenaikan kelas, agar tidak mengganggu pembelajaran.

Apakah perlu kartu pemeliharaan untuk semua barang?

Tidak. Cukup untuk barang bernilai tinggi atau yang sering dirawat, seperti AC, komputer, proyektor, pompa air, dan genset.

Bagaimana melibatkan murid?

Lewat piket kelas dan kebiasaan melapor kerusakan. Murid yang merasa ikut merawat biasanya lebih menjaga fasilitas.

ASIS: Sarpras yang Riwayatnya Tidak Hilang

Masalah pemeliharaan di banyak sekolah bukan tidak ada niat, tetapi tidak ada jejak. Laporan kerusakan lewat pesan pribadi, riwayat servis di buku petugas yang sudah pensiun, dan data aset di Dapodik tidak pernah diperbarui sesuai kondisi nyata.

ASIS punya modul sarana prasarana dan peminjaman aset untuk mencatat data barang, kondisi, dan riwayat perbaikannya di satu tempat. Biaya pemeliharaan bisa dihubungkan dengan RKAS dan kas sekolah, sehingga Kepala Sekolah melihat realisasinya tanpa menunggu laporan akhir tahun. Penjaga sekolah dan petugas patroli juga bisa mencatat temuan lewat modul buku tamu dan patroli.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.