WAWASAN ASIS

Cara Membuat Soal Pilihan Ganda Kompleks yang Valid

Panduan membuat soal pilihan ganda kompleks yang valid: bentuk, langkah menyusun, aturan penskoran, contoh soal, dan daftar telaah sebelum diujikan.

Tim Wawasan ASIS Ditinjau oleh Tim Konten ASIS Kurikulum & Pembelajaran
Ilustrasi guru menyusun soal pilihan ganda kompleks di meja kerja dengan tumpukan kertas soal dan gelembung jawaban

Soal pilihan ganda kompleks adalah soal yang meminta murid memilih lebih dari satu jawaban benar, atau menentukan benar/salah, setuju/tidak setuju, untuk beberapa pernyataan sekaligus. Bentuk ini makin sering dipakai sejak asesmen nasional dan TKA memakai variasi pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, dan soal kategori. Masalahnya, banyak soal yang terlihat kompleks padahal hanya pilihan ganda biasa yang dipecah, sehingga tidak mengukur penalaran.

Panduan ini menjelaskan bentuk-bentuk soal pilihan ganda kompleks, tujuh langkah menyusunnya, cara penskoran yang adil, contoh soal untuk SD dan SMP, serta daftar telaah sebelum soal masuk ujian.

Ilustrasi lembar jawaban ujian dengan beberapa kotak centang terisi, pensil dan penghapus di atas meja

Dua bentuk yang paling umum

Bentuk Cara menjawab Cocok untuk
Jawaban benar lebih dari satu (MCMA) Mencentang semua pilihan yang benar Mengidentifikasi ciri, sebab, atau contoh
Kategori (benar/salah, ya/tidak) Memilih kategori untuk tiap pernyataan dalam tabel Menilai kebenaran beberapa simpulan dari satu stimulus

Keduanya berbeda dari pilihan ganda biasa karena murid harus menimbang setiap pilihan secara mandiri. Peluang menebak juga jauh lebih kecil.

Kapan memakai bentuk ini

Pakai soal pilihan ganda kompleks bila kompetensi yang diukur memang punya beberapa jawaban benar, misalnya:

  • menentukan semua faktor yang memengaruhi suatu peristiwa,
  • memilih simpulan yang didukung data pada tabel atau grafik,
  • mengidentifikasi ciri-ciri teks, bangun datar, atau makhluk hidup.

Jangan memakainya untuk fakta tunggal ("ibu kota provinsi"). Itu hanya membuat soal lebih panjang tanpa menambah mutu.

Tujuh langkah menyusun soal

  1. Tentukan tujuan pembelajaran dan level kognitif. Tuliskan kata kerja operasionalnya, misalnya "menganalisis informasi dalam tabel".
  2. Siapkan stimulus yang bermakna. Teks pendek, tabel, grafik, atau gambar yang dekat dengan kehidupan murid. Stimulus harus benar-benar diperlukan untuk menjawab.
  3. Tulis pokok soal yang jelas. Sebutkan secara tegas: "Pilih semua jawaban yang benar" atau "Tentukan benar atau salah untuk setiap pernyataan."
  4. Susun 4–5 pernyataan atau pilihan. Panjang dan struktur kalimatnya setara agar kunci tidak terlihat dari bentuknya.
  5. Atur jumlah kunci. Untuk MCMA, minimal dua kunci dan sebaiknya bukan semua pilihan. Variasikan jumlah kunci antarsoal.
  6. Buat pengecoh yang masuk akal. Ambil dari miskonsepsi yang sering muncul di kelas. Prinsipnya sama dengan yang dibahas di "Menulis Pengecoh Pilihan Ganda yang Efektif".
  7. Tetapkan aturan skor sebelum ujian. Tulis di kartu soal, bukan diputuskan setelah hasil keluar.

Contoh soal SD (IPAS kelas 5)

Stimulus: Tabel suhu dan curah hujan sebuah kota selama empat bulan.

Bulan Suhu rata-rata Curah hujan
Januari 26°C Tinggi
April 27°C Sedang
Juli 28°C Rendah
Oktober 27°C Sedang

Pokok soal: Berdasarkan tabel, tentukan benar atau salah setiap pernyataan berikut.

Pernyataan Benar Salah
Curah hujan tertinggi terjadi pada Januari.
Suhu pada Juli lebih rendah daripada Januari.
April dan Oktober memiliki curah hujan yang sama.
Suhu rata-rata selalu naik dari Januari ke Oktober.

Kunci: Benar, Salah, Benar, Salah. Pernyataan keempat menguji ketelitian membaca data, karena suhu turun dari Juli ke Oktober.

Contoh soal SMP (Bahasa Indonesia)

Stimulus: Paragraf pendek tentang kegiatan bank sampah di sebuah sekolah.

Pokok soal: Pilih semua pernyataan yang sesuai dengan isi paragraf.

  • A. Bank sampah dikelola oleh murid kelas VIII.
  • B. Sampah plastik ditimbang setiap Jumat.
  • C. Hasil penjualan dipakai untuk membeli buku perpustakaan.
  • D. Semua sekolah di kecamatan itu memiliki bank sampah.

Bila paragraf mendukung A, B, dan C, maka kunci adalah A, B, C. Pilihan D adalah pengecoh generalisasi berlebihan, kesalahan yang sering dilakukan murid saat membaca.

Aturan penskoran yang adil

Model Cara Kelebihan Kekurangan
Dikotomus Skor 1 hanya jika semua benar Sederhana, tegas Murid yang hampir benar mendapat 0
Parsial Skor per pernyataan yang benar Lebih informatif Perlu aturan untuk pilihan salah
Parsial dengan batas Misal 4 benar = 2, 3 benar = 1, lainnya 0 Seimbang Perlu dijelaskan sejak awal

Untuk penilaian harian, model parsial memberi informasi diagnosis yang lebih kaya. Untuk ujian sumatif, pilih satu model dan pakai konsisten di semua soal sejenis.

Daftar telaah sebelum diujikan

  • Stimulus benar-benar dibutuhkan untuk menjawab.
  • Petunjuk "pilih semua yang benar" atau "benar/salah" tertulis jelas.
  • Setiap pernyataan bisa dinilai benar atau salah tanpa ragu.
  • Tidak ada pernyataan yang saling bergantung.
  • Jumlah kunci bervariasi antarsoal.
  • Panjang pilihan setara.
  • Bahasa sesuai usia murid.
  • Aturan skor tertulis di kartu soal.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Semua pilihan adalah kunci, sehingga murid yang asal mencentang semua mendapat nilai penuh.
  • Pernyataan memakai kata mutlak ("selalu", "tidak pernah") hanya pada pengecoh.
  • Stimulus terlalu panjang dan menguji kecepatan membaca, bukan kompetensi.
  • Penskoran diputuskan setelah ujian karena nilainya terlalu rendah.

Setelah ujian, periksa hasilnya dengan analisis butir. Soal yang hampir semua murid salah pada satu pernyataan biasanya punya pernyataan yang ambigu.

Variasi per jenjang

  • SD kelas rendah: stimulus gambar, dua sampai tiga pernyataan benar/salah, bahasa sangat sederhana.
  • SD kelas tinggi: tabel atau teks pendek, empat pernyataan, mulai dikenalkan bentuk MCMA.
  • SMP: stimulus berupa grafik, infografis, atau teks argumentasi; pernyataan menuntut simpulan.
  • SMA/SMK: stimulus dari kasus nyata atau data penelitian sederhana; pernyataan menguji evaluasi dan penalaran.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu soal pilihan ganda kompleks?

Soal yang jawabannya lebih dari satu, atau yang meminta murid menentukan benar/salah untuk beberapa pernyataan dari satu stimulus.

Berapa jumlah pilihan yang ideal?

Empat sampai lima pilihan atau pernyataan. Lebih dari itu membuat soal terlalu panjang bagi murid SD.

Apakah boleh semua pilihan menjadi kunci?

Sebaiknya tidak, terutama dengan penskoran dikotomus, karena murid bisa mendapat nilai penuh hanya dengan mencentang semua.

Bagaimana cara menilai jawaban yang sebagian benar?

Pakai penskoran parsial yang ditetapkan sejak awal, misalnya skor per pernyataan atau skor bertingkat berdasarkan jumlah pernyataan yang benar.

Apakah soal ini cocok untuk kelas rendah?

Bisa, dengan stimulus bergambar dan dua sampai tiga pernyataan saja. Bentuk benar/salah biasanya lebih mudah dipahami murid kelas rendah daripada MCMA.

ASIS: Bank Soal yang Ditinjau Guru dan Dianalisis Otomatis

Menyusun soal pilihan ganda kompleks memakan waktu, dan sering kali soal yang sudah dibuat hilang di folder laptop. Setelah ujian, guru jarang sempat memeriksa pernyataan mana yang ambigu.

ASIS menyediakan bank soal dengan bantuan AI untuk menyusun draf, yang wajib ditinjau dan diperbaiki guru sebelum dipakai. Soal tersimpan rapi, bisa dipakai ulang untuk CBT yang dikerjakan murid di HP atau ujian kertas dengan lembar jawaban ber-QR, dan hasilnya langsung masuk analisis butir soal otomatis. Bank soal komunitas juga membantu guru saling berbagi soal yang sudah teruji.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

Sumber: Kompas TV, bentuk soal TKA SD/MI dan SMP/MTs.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.