WAWASAN ASIS

Alternatif Google Classroom untuk Sekolah, atau Pelengkap?

Alternatif Google Classroom untuk sekolah: perbandingan per Oktober 2026 dan cara memakai ASIS sebagai pelengkap untuk administrasi, rapor, dan LMS.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Perbandingan

Banyak kepala sekolah mencari alternatif Google Classroom untuk sekolah ketika menyadari bahwa kelas daring saja tidak menyelesaikan urusan presensi, rapor, tagihan, dan data murid. Jawaban jujurnya: Google Classroom adalah alat pembelajaran yang sangat baik, dan sebagian besar sekolah tidak perlu menggantinya. Yang dibutuhkan biasanya pelengkap untuk administrasi sekolah. Halaman ini membandingkan keduanya per Oktober 2026 dan menunjukkan cara memakainya berdampingan.

Mengenal Google Classroom

Google Classroom adalah layanan kelas daring dari Google. Fungsinya berpusat pada pembelajaran: guru membuat kelas, membagikan tugas, menilai tugas, dan berkomunikasi dengan murid. Classroom terintegrasi dengan Google Meet, Forms, dan Drive, serta tanpa iklan.

Dari sisi biaya, per Oktober 2026 Google Workspace for Education Fundamentals, yang mencakup Classroom, gratis untuk institusi yang memenuhi syarat. Edisi Education Plus tersedia lewat tim penjualan Google, dan ada add-on Google AI Pro for Education.

Classroom tersedia di web, Android, dan iOS. Di Indonesia, banyak guru dan murid sudah memiliki akun belajar.id yang diluncurkan Kemendikbud, sehingga Classroom sangat dikenal di sekolah.

Untuk siapa Classroom paling cocok

Classroom cocok untuk semua guru yang ingin membagikan materi dan tugas secara daring, terutama sekolah yang sudah memakai Google Workspace for Education.

Mengapa sekolah mencari alternatif

Alasan sekolah jarang karena Classroom kurang baik sebagai kelas daring. Alasannya biasanya karena cakupan:

  • Data induk murid dan rombel tidak dikelola di Classroom.
  • e-Rapor harus disusun di aplikasi lain, sehingga nilai tugas dari Classroom perlu dipindahkan.
  • Presensi gerbang dan presensi pegawai tidak tersedia.
  • Keuangan sekolah seperti tagihan, tabungan, dan RKAS berada di luar cakupan.
  • SPMB atau penerimaan murid baru tidak ditangani.

Akibatnya, operator dan wali kelas memegang Classroom, Excel presensi, aplikasi rapor, dan buku kas sekaligus.

ASIS: pelengkap, bukan pesaing

Bagi sekolah yang sedang mencari alternatif Google Classroom untuk sekolah, kami menyarankan cara pandang lain: tetap pakai Classroom bila guru sudah nyaman, lalu tambahkan ASIS untuk administrasi dan pembelajaran yang terhubung dengan data sekolah.

ASIS menyatukan empat aplikasi dalam satu akun: asis.id (web), ASIS Mobile (Android), Pustaka (buku pelajaran pemerintah BSE/SIBI), dan Studio (9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif). Yang dilengkapi ASIS:

  • Administrasi: data induk dari impor file ekspor Dapodik/EMIS, generator jadwal tanpa bentrok, presensi murid dan pegawai lewat pindai QR atau pengenalan wajah, presensi per mapel, jurnal mengajar.
  • Penilaian dan rapor: e-Rapor Kurikulum Merdeka, bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, CBT dan ujian kertas.
  • Pembelajaran: tugas online, perangkat ajar Kurikulum Merdeka, flashcard dan kuis langsung, Pustaka, dan Studio.
  • Sekolah: keuangan (tagihan, tabungan, kas, RKAS, SPJ), SPMB online, layanan BK, dan pengumuman ke orang tua.

Guru dan staf bisa masuk ASIS dengan akun Google. Paket ASIS Rp0 mencakup semua aplikasi, sehingga sekolah tidak menambah biaya untuk memakai keduanya.

Tabel perbandingan per Oktober 2026

Aspek Google Classroom ASIS
Fokus utama Kelas daring (LMS) Manajemen sekolah + pembelajaran
Biaya Gratis (Education Fundamentals, institusi memenuhi syarat) Rp0 untuk semua aplikasi
Tugas dan nilai tugas Ada Ada (tugas online)
Data induk murid Tidak ada Ada (impor file Dapodik/EMIS)
e-Rapor Tidak ada e-Rapor Kurikulum Merdeka
Presensi gerbang dan pegawai Tidak ada QR atau pengenalan wajah
Keuangan sekolah Tidak ada Tagihan, tabungan, kas, RKAS, SPJ
SPMB Tidak ada SPMB online
Iklan Tanpa iklan Tanpa iklan, data tidak dijual
Platform Web, Android, iOS Web, Android (iOS segera menyusul)

Data dapat berubah; hubungi kami bila ada koreksi.

Kapan Google Classroom tetap pilihan utama

Untuk kelas daring, Classroom sering menjadi pilihan yang tepat bila:

  • guru dan murid sudah terbiasa dengan akun belajar.id dan ekosistem Google;
  • pembelajaran banyak memakai Google Meet, Forms, dan Drive;
  • murid dan orang tua memakai iPhone, karena Classroom tersedia di iOS sementara ASIS Mobile baru di Android (versi iOS segera menyusul);
  • sekolah sudah berlangganan Education Plus atau add-on AI dari Google.

Dalam situasi ini, tidak ada alasan memaksa guru pindah. Biarkan Classroom menjadi ruang kelas daring, dan ASIS menjadi tulang punggung administrasi.

Cara memakai keduanya berdampingan

  1. Bagi peran dengan jelas. Classroom untuk materi dan diskusi kelas; ASIS untuk data murid, presensi, rapor, dan keuangan.
  2. Impor data induk ke ASIS dari file ekspor Dapodik atau EMIS. ASIS tidak terhubung langsung ke Dapodik/EMIS dan tidak mengirim data balik.
  3. Rekap nilai tugas Classroom ke Excel di akhir lingkup materi, lalu masukkan ke e-Rapor ASIS.
  4. Pindahkan pengumuman resmi ke ASIS, agar orang tua menerima notifikasi aplikasi gratis tanpa batas dengan jam tenang.
  5. Coba fitur pembelajaran ASIS secara bertahap, misalnya lab interaktif Studio untuk IPA, tanpa meninggalkan Classroom.

Contoh satu minggu di sebuah SMP

Gambaran berikut membantu sekolah yang menimbang alternatif Google Classroom untuk sekolah melihat pembagian kerja nyata. Senin pagi, murid SMP memindai QR presensi di gerbang, dan orang tua menerima notifikasi kehadiran dari ASIS. Di kelas, Bu Rina, guru IPA, membagikan materi dan tugas lewat Classroom seperti biasa, lalu memakai lab interaktif Studio untuk praktik rangkaian listrik.

Rabu, wali kelas mencatat perkembangan murid di profil murid ASIS. Jumat, Bendahara memverifikasi bukti bayar SPP yang diunggah orang tua. Di akhir semester, nilai direkap ke e-Rapor Kurikulum Merdeka di ASIS, sementara Classroom tetap menyimpan jejak tugas harian.

Setiap aplikasi mengerjakan bagian terbaiknya, dan tidak ada yang mencatat hal yang sama dua kali.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah Google Classroom gratis untuk sekolah?

Per Oktober 2026, Google Workspace for Education Fundamentals yang mencakup Classroom gratis untuk institusi yang memenuhi syarat. Education Plus tersedia lewat tim penjualan Google.

Apa alternatif Google Classroom untuk sekolah yang juga mengurus rapor?

ASIS menyediakan tugas online sekaligus e-Rapor Kurikulum Merdeka, presensi, data induk, dan keuangan di paket Rp0. Banyak sekolah memakainya berdampingan dengan Classroom.

Apakah sekolah harus berhenti memakai Classroom bila memakai ASIS?

Tidak. Keduanya bisa dipakai bersamaan. Classroom untuk kelas daring, ASIS untuk administrasi dan pembelajaran yang terhubung dengan data sekolah.

Apakah guru bisa masuk ASIS dengan akun Google?

Bisa. ASIS mendukung masuk dengan akun Google, selain OTP WhatsApp atau SMS.

Apakah ASIS punya fitur ujian daring?

Ada. ASIS menyediakan CBT dengan paket soal, token, proktor, dan tryout, serta ujian kertas dengan lembar jawaban ber-QR.

ASIS: Kelas Daring Tetap Jalan, Administrasi Ikut Rapi

Akar masalahnya bukan pada alat kelas daring, melainkan pada data sekolah yang tersebar di banyak tempat. Nilai ada di satu aplikasi, presensi di Excel, tagihan di buku kas, dan rapor disusun ulang setiap semester.

ASIS berpegang pada prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Data murid diimpor sekali, lalu dipakai presensi, tugas online, CBT, e-Rapor Kurikulum Merdeka, dan tagihan. Classroom tetap menjadi ruang belajar daring yang disukai guru, sementara ASIS merapikan semua yang ada di sekelilingnya.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

Sumber: Google for Education, perbandingan edisi; Bantuan Google Classroom; Medcom.id, peluncuran akun belajar.id, diakses 18 Oktober 2026.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.