WAWASAN ASIS

Aplikasi Akademik Madrasah: Kebutuhan Khas MI, MTs, MA

Aplikasi akademik madrasah harus memahami mapel PAI dan Bahasa Arab, tahfidz, KMA kurikulum terbaru, data EMIS, dan RDM. Ini kriteria dan daftar ceknya.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Madrasah

Aplikasi akademik madrasah tidak cukup hanya menyalin aplikasi untuk sekolah umum. Madrasah memiliki struktur mapel yang lebih padat dengan rumpun Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab, sering menambahkan program tahfidz, memakai EMIS sebagai sumber data resmi, dan sebagian menyusun rapor dengan RDM. Aplikasi yang tidak memahami kekhasan ini akan membuat operator dan guru bekerja dua kali. Artikel ini membahas kebutuhan akademik khas madrasah, kriteria memilih aplikasi akademik madrasah, dan daftar cek untuk operator.

Kebutuhan akademik yang khas di madrasah

Struktur mapel yang lebih banyak

Di MI, MTs, dan MA, rumpun PAI biasanya dipecah menjadi Al-Qur'an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, dan Sejarah Kebudayaan Islam, ditambah Bahasa Arab. Struktur kurikulum madrasah kini mengacu pada KMA 450/2024 yang diubah KMA 1503/2025. Aplikasi harus bisa mengikuti struktur ini, termasuk bila madrasah menambahkan muatan lokal seperti Aswaja atau kitab tertentu.

Jadwal yang padat

Dengan mapel lebih banyak dan guru yang sering mengajar di dua madrasah, jadwal pelajaran rawan bentrok. Penyusunan jadwal manual bisa memakan waktu berhari-hari.

Program tahfidz dan keagamaan

Banyak madrasah memiliki target hafalan, misalnya juz 30 untuk MI atau beberapa juz untuk MTs. Setoran hafalan perlu dicatat rutin, bukan hanya di akhir semester. Kegiatan seperti salat duha berjamaah dan pembiasaan juga sering dicatat.

Data resmi dari EMIS

EMIS adalah sumber data resmi madrasah. Aplikasi akademik sebaiknya bisa memakai file ekspor EMIS sebagai data awal agar operator tidak mengetik ulang.

Rapor dan RDM

Sebagian madrasah memakai RDM (Rapor Digital Madrasah). Aplikasi akademik harus jelas posisinya: apakah menggantikan, melengkapi, atau berdampingan dengan RDM. Pembahasan RDM ada di artikel "Rapor Digital Madrasah RDM: Fitur dan Cara Kerjanya".

Kurikulum Berbasis Cinta

Kemenag mengembangkan Kurikulum Berbasis Cinta dengan nilai Panca Cinta: cinta Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air. Perangkat ajar madrasah dapat memuat nilai-nilai ini. Contohnya dibahas di artikel "Panca Cinta Modul Ajar Madrasah".

Kriteria memilih aplikasi akademik madrasah

Kriteria Mengapa penting di madrasah
Struktur mapel fleksibel Mengikuti KMA dan muatan lokal madrasah
Generator jadwal tanpa bentrok Mapel banyak, guru sering mengajar di dua tempat
Impor file ekspor EMIS Data awal tanpa ketik ulang
Modul tahfidz Setoran hafalan tercatat rutin
Presensi harian dan per mapel Kehadiran di mapel agama dan umum sama terpantau
Rapor sesuai ketentuan Selaras dengan kebijakan Kemenag
Posisi jelas terhadap RDM Tidak ada pekerjaan ganda
Jadwal salat dan bel Pembiasaan ibadah terjadwal
Biaya per lembaga Madrasah swasta kecil tetap terjangkau

Contoh alur akademik di MTs

Contoh di sebuah MTs swasta di Kabupaten Cirebon dengan 9 rombel:

  1. Awal tahun: operator mengimpor file ekspor EMIS, lalu menyesuaikan rombel kelas VII hingga IX.
  2. Minggu pertama: wakamad kurikulum memasukkan tugas mengajar, termasuk guru Fikih yang juga mengajar di MI sebelah pada hari Selasa dan Kamis. Generator jadwal menyusun jadwal tanpa bentrok.
  3. Setiap hari: guru mencatat presensi per mapel dan jurnal mengajar. Bel dan jadwal salat tampil di layar TV informasi.
  4. Setiap pekan: guru tahfidz mencatat setoran hafalan setiap murid.
  5. Setelah asesmen: guru mengisi nilai dari ponsel.
  6. Akhir semester: wali kelas menyusun rapor. Bila madrasah memakai RDM, data dikelola sesuai ketentuan RDM.

Posisi aplikasi akademik terhadap aplikasi Kemenag

Agar tidak terjadi salah paham, bedakan fungsi masing-masing:

Aplikasi Fungsi utama
EMIS Pendataan resmi lembaga, murid, dan GTK
RDM Rapor digital madrasah sesuai ketentuan Kemenag
Aplikasi akademik madrasah Pengelolaan harian: jadwal, presensi, jurnal, nilai, tahfidz, komunikasi

Aplikasi akademik yang baik memakai data EMIS lewat impor file ekspor, tanpa meminta akun EMIS, dan tidak mengklaim mengirim data otomatis ke sistem Kemenag.

Kesalahan yang sering terjadi

Memakai struktur mapel sekolah umum. Mapel PAI digabung menjadi satu, rapor tidak sesuai.

Tahfidz dicatat terpisah di buku. Setoran tidak terlihat oleh wali kelas dan orang tua.

Data EMIS diketik ulang. Membuang waktu dan menambah peluang salah.

RDM dan aplikasi lain diisi ganda tanpa rencana. Guru mengisi nilai di dua tempat. Tentukan alurnya sejak awal semester.

Daftar cek untuk operator madrasah

  • Struktur mapel sesuai KMA terbaru dan muatan lokal madrasah.
  • File ekspor EMIS bisa diimpor sebagai data awal.
  • Jadwal bisa disusun tanpa bentrok untuk guru yang mengajar di dua madrasah.
  • Tahfidz tercatat per murid dan bisa dilihat orang tua.
  • Presensi harian dan per mapel tersedia.
  • Alur rapor dan RDM sudah disepakati.
  • Biaya per lembaga, bukan per murid.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah aplikasi akademik madrasah menggantikan EMIS?

Tidak. EMIS tetap untuk pendataan resmi. Aplikasi akademik dipakai untuk pengelolaan harian dan bisa memakai file ekspor EMIS sebagai data awal.

Apakah RDM masih perlu dipakai?

Ikuti ketentuan Kemenag dan kebijakan madrasah. Aplikasi akademik dapat berdampingan dengan RDM, dan madrasah yang membutuhkan hosting RDM bisa memilih layanan yang menyediakannya.

Bagaimana mencatat hafalan murid?

Gunakan modul tahfidz yang mencatat setoran per murid, sehingga guru, wali kelas, dan orang tua melihat perkembangan yang sama.

Apakah cocok untuk madrasah diniyah?

Madrasah diniyah memiliki kebutuhan berbeda dengan madrasah formal. Aplikasi seperti Basmalah dirancang khusus untuk madrasah diniyah, pesantren, dan TPQ.

Bagaimana dengan madrasah yang sangat kecil?

Pilih aplikasi dengan biaya per lembaga dan modul yang bisa diaktifkan seperlunya, sehingga madrasah kecil tidak membayar fitur yang tidak dipakai.

ASIS: Alur Akademik Madrasah dari EMIS sampai Rapor

Akar masalah akademik di madrasah adalah aplikasi yang tidak memahami kekhasannya. Mapel agama tidak terakomodasi, tahfidz dicatat di buku, dan data EMIS diketik ulang.

ASIS mendukung madrasah dengan impor file ekspor EMIS, generator jadwal tanpa bentrok, presensi per mapel, jurnal mengajar, modul tahfidz, layar TV informasi dengan bel dan jadwal salat, serta e-Rapor Kurikulum Merdeka. Madrasah yang memakai RDM bisa memilih hosting RDM di paket ASIS Pro. Data dicatat sekali dan dipakai berkali-kali, dengan biaya per lembaga, bukan per murid.

ASIS gratis untuk semua sekolah dan madrasah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.