SIM MA: Modul Penting dan Prioritas Penerapan di Aliyah
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Baru mendengar aplikasi ASIS? Penjelasan singkat untuk kepala sekolah: masalah yang diselesaikan, apa yang berubah bagi guru, biaya, dan 30 hari pertama.
Aplikasi ASIS adalah platform manajemen sekolah yang membantu Kepala Sekolah, guru, TU, dan Bendahara bekerja dari satu sumber data, lalu menyampaikan kabar ke orang tua tanpa biaya per pesan. Paket dasarnya Rp0 untuk semua sekolah. Artikel ini ditulis untuk Bapak/Ibu Kepala Sekolah yang baru mendengar nama ASIS, mungkin dari rekan di MKKS, KKKS, atau grup pengawas, dan ingin jawaban cepat atas lima pertanyaan: masalah apa yang diselesaikan, apa yang berubah bagi guru, berapa biayanya, apa risikonya, dan bagaimana memulai.
Coba ingat rapat dinas terakhir. Berapa lama TU menyiapkan rekap kehadiran murid? Berapa kali wali kelas diminta mengirim data yang sebenarnya sudah pernah dikirim?
Masalah yang paling sering kami temui di sekolah:
ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Data murid yang diimpor sekali dipakai untuk presensi, nilai, keuangan, BK, dan kabar ke orang tua.
Perubahan terbesar bukan pada banyaknya pekerjaan baru, tetapi pada hilangnya pekerjaan ganda.
| Peran | Sebelum | Sesudah memakai ASIS |
|---|---|---|
| Wali kelas | Rekap presensi manual tiap bulan | Rekap tersedia setiap saat dari pindai QR atau pengenalan wajah |
| Guru mapel | Nilai dari buku ke lembar kerja ke rapor | Nilai diisi sekali, mengalir ke e-Rapor Kurikulum Merdeka |
| TU/operator | Mengetik data murid berulang | Impor dari file ekspor Dapodik/EMIS |
| Bendahara | Mencocokkan bukti transfer di grup | Orang tua unggah bukti bayar, Bendahara memverifikasi |
| Kepala Sekolah | Menunggu laporan | Melihat Dashboard Goal per peran |
Setiap orang hanya melihat menu yang relevan dengan perannya. ASIS punya 45 peran, dan satu guru bisa memegang beberapa peran sekaligus, misalnya guru IPS yang juga Wakasek Kurikulum.
Paket dasar ASIS Rp0 per tahun dan sudah berisi semua aplikasi: asis.id, ASIS Mobile, Pustaka, dan Studio, ditambah subdomain situs sekolah. Biaya paket berbayar dihitung per tahun per lembaga, bukan per murid:
Sebagai pembanding, banyak aplikasi lain menghitung biaya per murid. Sebagai ilustrasi, biaya Rp5.000–Rp15.000 per murid per bulan untuk sekolah 400 murid berarti Rp24 juta–Rp72 juta per tahun. Dengan model per lembaga, angka itu tidak ikut naik saat jumlah murid bertambah.
Kepala Sekolah yang bijak selalu menanyakan risiko. Berikut tiga yang paling sering muncul, beserta jawabannya.
ASIS tidak menjual data sekolah dan tidak menampilkan iklan. Akses dibatasi per peran, sehingga catatan BK, misalnya, tidak terbuka untuk semua guru.
Ini wajar. Mulailah dari satu fitur yang paling terasa manfaatnya, biasanya presensi. Akademi ASIS menyediakan kursus daring untuk guru dan pengguna, dan forum ASIS menjadi tempat bertanya sesama pengguna.
ASIS tidak menggantikan Dapodik atau EMIS. Sekolah mengimpor file ekspor yang sudah dimiliki; ASIS tidak terhubung langsung dan tidak mengirim data balik. Pelaporan resmi tetap dilakukan di sistem pemerintah.
Kami menyarankan pola 30 hari yang sederhana.
Setelah fondasi kuat, modul lain seperti keuangan, jurnal mengajar, CBT, atau SPMB online bisa diaktifkan bertahap. Langkah teknis rinci tersedia di Panduan ASIS di asis.id.
Ibu Ratna (fiktif), Kepala SD di Kabupaten Banyumas, memulai aplikasi ASIS dengan presensi pindai QR. Dalam sebulan, wali kelas tidak lagi merekap kehadiran di akhir bulan. Semester berikutnya, sekolah menambah e-Rapor dan tagihan komite dengan unggah bukti bayar. Situs sekolah dibuat dengan subdomain gratis agar pengumuman SPMB punya rumah resmi.
Kuncinya bukan memakai semua fitur, tetapi memakai beberapa fitur dengan konsisten.
Agar harapan sekolah tepat, ada beberapa hal yang sebaiknya dipahami sebelum memulai:
Dengan memahami batasan ini, sekolah bisa menyusun rencana yang realistis dan tidak kecewa di tengah jalan.
Untuk gambaran lengkap seluruh ekosistem, baca juga "ASIS Aplikasi Sekolah: 4 Aplikasi, 1 Akun, Satu Visi" dan "Aplikasi Sekolah Gratis: Apa yang Didapat dan Jebakannya".
Bisa. ASIS dipakai SD hingga SMA/SMK, madrasah, dan sekolah swasta. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah yang juga gratis.
Tidak perlu server sendiri. ASIS berbasis web di asis.id dan ASIS Mobile di Android, sehingga cukup perangkat yang sudah ada dan koneksi internet.
Bila data murid sudah diimpor dan rombel rapi, presensi umumnya bisa diuji pada pekan yang sama.
Agar menerima notifikasi gratis, orang tua perlu masuk ke ASIS Mobile. Pengumuman massal juga bisa dikirim lewat WhatsApp.
Biasanya operator atau admin sekolah mengatur peran setiap pengguna atas persetujuan Kepala Sekolah.
Kepala Sekolah sering memimpin dengan informasi yang terlambat karena data harus dikumpulkan dulu dari banyak meja. Akibatnya, keputusan tentang murid, guru, dan anggaran diambil ketika masalah sudah membesar.
ASIS dibangun agar data mengalir sejak dicatat: presensi dari pindai QR atau pengenalan wajah, nilai yang langsung menuju e-Rapor, bukti bayar yang diverifikasi Bendahara, dan target per peran di Dashboard Goal. Notifikasi ke orang tua gratis tanpa batas dengan jam tenang, sehingga kabar sampai tanpa menambah biaya sekolah.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mencoba di asis.id.
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.