WAWASAN ASIS

Aplikasi Laporan Keuangan Yayasan untuk Banyak Unit Sekolah

Aplikasi laporan keuangan yayasan untuk banyak unit: struktur akun seragam, alur dari unit ke yayasan, format ISAK 35, dan kriteria memilih.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Panduan

Aplikasi laporan keuangan yayasan untuk banyak unit membantu pengurus melihat kondisi keuangan seluruh sekolah di bawah naungannya, dari TK, SD, SMP, sampai SMA atau pesantren, dalam satu gambaran yang seragam. Tanpa sistem yang sama, setiap unit memakai format sendiri, dan bendahara yayasan menghabiskan berminggu-minggu menyamakan istilah, mencocokkan angka, dan menyusun ulang laporan. Kuncinya ada pada tiga hal: struktur akun yang seragam di semua unit, alur pencatatan dan verifikasi yang jelas, serta format laporan akhir yang sesuai standar akuntansi untuk entitas nonlaba. Panduan ini membahas ketiganya, lengkap dengan contoh dan kriteria memilih aplikasi.

Masalah khas yayasan dengan banyak unit

Pengurus yayasan pendidikan sering menghadapi pola yang sama:

  • Unit TK mencatat di buku kas, SD memakai lembar kerja, SMP memakai aplikasi lain.
  • Nama akun berbeda: satu unit menulis "uang gedung", unit lain "dana pengembangan".
  • Laporan bulanan datang terlambat dan dalam bentuk berbeda.
  • Sulit membedakan dana BOS, dana dari orang tua, dan dana yayasan sendiri.
  • Saat audit atau rapat pembina, data harus dikumpulkan ulang dari awal.

Akibatnya, keputusan penting seperti menaikkan honor guru, membangun ruang kelas, atau memberi keringanan biaya diambil tanpa gambaran keuangan yang utuh.

Fondasi 1: Struktur akun yang seragam

Sebelum memilih aplikasi, yayasan perlu menetapkan bagan akun (chart of accounts) yang berlaku untuk semua unit. Contoh sederhana:

Kelompok Contoh akun Catatan
Pendapatan dari orang tua SPP, uang kegiatan, uang pangkal Pisahkan per jenis
Pendapatan dari pemerintah Dana BOS, bantuan lain Dicatat terpisah karena ada aturan penggunaan
Pendapatan lain Donasi, hibah, usaha unit Tandai bila ada pembatasan dari pemberi
Beban pegawai Gaji, honor, tunjangan Termasuk kewajiban pajak
Beban operasional Listrik, air, internet, ATK
Beban kegiatan Kegiatan murid, lomba
Aset Kas, bank, piutang SPP, peralatan, bangunan

Setiap unit memakai akun yang sama, boleh menambah sub-akun bila perlu. Dengan begitu, laporan seluruh unit bisa dijumlahkan tanpa diterjemahkan ulang.

Fondasi 2: Alur dari unit ke yayasan

Tahap Pelaku Kegiatan
Pencatatan harian Bendahara unit Mencatat penerimaan dan pengeluaran dengan bukti
Verifikasi Bendahara unit dan Kepala Sekolah Mencocokkan dengan mutasi rekening dan kas fisik
Laporan bulanan Bendahara unit Menyampaikan ringkasan ke yayasan
Peninjauan Bendahara yayasan Memeriksa kewajaran, menanyakan selisih
Laporan tahunan Bendahara yayasan Menyusun laporan keuangan yayasan
Pengesahan Pengurus dan pembina Menyetujui dan menindaklanjuti

Penerimaan dari orang tua sebaiknya masuk ke rekening resmi atas nama yayasan atau unit, bukan rekening pribadi. Bila orang tua mentransfer, bukti bayar diunggah dan bendahara memverifikasi. Pembayaran tunai dicatat pada hari yang sama.

Fondasi 3: Format laporan entitas nonlaba

Yayasan pendidikan umumnya menyusun laporan keuangan dengan merujuk ISAK 35 (sejak penomoran ulang SAK 1 Januari 2024 menjadi ISAK 335) tentang Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Nonlaba dari Ikatan Akuntan Indonesia. Komponen laporannya secara umum meliputi:

  1. Laporan posisi keuangan: aset, liabilitas, dan aset neto.
  2. Laporan penghasilan komprehensif: pendapatan dan beban dalam satu periode.
  3. Laporan perubahan aset neto: perubahan aset neto tanpa pembatasan dan dengan pembatasan dari pemberi sumber daya.
  4. Laporan arus kas.
  5. Catatan atas laporan keuangan.

Konsep pembatasan ini penting bagi yayasan pendidikan. Donasi yang ditujukan khusus, misalnya untuk pembangunan masjid sekolah atau beasiswa, harus dipisahkan dari dana yang bebas digunakan. Untuk penerapan yang tepat, konsultasikan dengan akuntan dan rujuk standar akuntansi terbaru dari IAI.

Laporan pajak yayasan juga perlu diperhatikan, misalnya pemotongan PPh 21 atas gaji pegawai. Bahasannya ada di artikel pajak sekolah swasta dan yayasan.

Contoh ringkasan bulanan per unit

Unit Penerimaan Pengeluaran Saldo akhir Piutang SPP
TK Rp42.000.000 Rp38.500.000 Rp15.200.000 Rp3.100.000
SD Rp128.000.000 Rp119.000.000 Rp46.800.000 Rp11.500.000
SMP Rp96.000.000 Rp101.000.000 Rp22.300.000 Rp9.800.000

Angka di atas fiktif. Dari ringkasan ini, pengurus bisa langsung melihat bahwa pengeluaran SMP bulan ini melebihi penerimaan dan piutang SPP SD perlu perhatian. Ringkasan seperti ini yang seharusnya tersedia setiap bulan tanpa menunggu kompilasi manual. Format laporan unit ke yayasan dibahas lebih rinci di laporan keuangan sekolah untuk yayasan.

Memisahkan dana BOS dari dana yayasan

Dana BOS punya aturan penggunaan dan pelaporan sendiri. Juknis BOSP 2026 mengacu pada Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026, termasuk batas penggunaan untuk honor yang berbeda antara sekolah negeri dan swasta. Pencatatan dana BOS sebaiknya terpisah dalam akun tersendiri, dengan RKAS dan SPJ yang mengikuti juknis, agar tidak tercampur dengan dana dari orang tua atau yayasan.

Kriteria memilih aplikasi laporan keuangan yayasan

Pertanyaan Jawaban yang sebaiknya
Apakah yayasan bisa melihat semua unit dari satu akun? Ya
Apakah setiap unit hanya melihat datanya sendiri? Ya, akses sesuai peran
Apakah tagihan, kas, RKAS, dan SPJ ada di satu sistem? Ya, agar tidak diketik ulang
Apakah pembayaran masuk langsung ke rekening sekolah? Ya, tanpa potongan dari penyedia
Apakah biaya dihitung per murid? Sebaiknya per lembaga
Apakah data bisa diekspor untuk akuntan? Bisa
Apakah data dijual atau dipakai untuk iklan? Tidak

Langkah implementasi bertahap

Memasang aplikasi laporan keuangan yayasan sekaligus di semua unit berisiko membingungkan bendahara. Lakukan bertahap.

  1. Tetapkan bagan akun yayasan dan sosialisasikan ke semua bendahara unit.
  2. Mulai dari satu unit sebagai percontohan selama satu sampai dua bulan.
  3. Seragamkan jadwal tutup buku bulanan, misalnya tanggal 5 bulan berikutnya.
  4. Perluas ke unit lain.
  5. Gunakan data setahun penuh sebagai dasar laporan keuangan tahunan dan perencanaan anggaran berikutnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa fungsi utama aplikasi laporan keuangan yayasan?

Menyatukan pencatatan keuangan seluruh unit dengan struktur yang seragam, sehingga yayasan bisa melihat kondisi setiap unit dan keseluruhan tanpa kompilasi manual.

Standar apa yang dipakai untuk laporan keuangan yayasan pendidikan?

Yayasan sebagai entitas nonlaba umumnya merujuk ISAK 35 dari Ikatan Akuntan Indonesia. Konsultasikan penerapannya dengan akuntan dan rujuk standar terbaru.

Apakah dana BOS boleh dicampur dengan dana yayasan?

Sebaiknya tidak. Dana BOS dicatat terpisah karena memiliki aturan penggunaan dan pelaporan sendiri sesuai juknis yang berlaku.

Bagaimana bila unit memakai format berbeda selama ini?

Tetapkan bagan akun yang seragam, lalu pindahkan pencatatan secara bertahap mulai awal bulan atau awal tahun buku agar saldo awal jelas.

Apakah pengurus yayasan perlu akses ke setiap transaksi?

Pengurus biasanya cukup melihat ringkasan dan laporan, sementara bendahara yayasan dapat menelusuri rincian bila ada selisih.

ASIS: Keuangan Semua Unit Tercatat dengan Cara yang Sama

Akar masalah laporan keuangan yayasan adalah pencatatan yang berbeda-beda di setiap unit. Setiap bulan bendahara yayasan harus menerjemahkan dan mengetik ulang, sehingga laporan selalu terlambat dan keputusan diambil dengan data yang sudah basi.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Modul keuangan ASIS mencakup tagihan, tabungan, kas, RKAS, dan SPJ, sedangkan modul penggajian membantu mencatat gaji pegawai. Orang tua mentransfer langsung ke rekening sekolah dan mengunggah bukti bayar, Bendahara memverifikasi, dan tidak ada potongan biaya transaksi dari ASIS. Melalui Ruang Yayasan, pengurus dapat memantau unit-unit di bawah naungannya, sementara setiap unit hanya melihat datanya sendiri sesuai peran.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Pelajari pengelolaan banyak unit di artikel aplikasi yayasan pendidikan dan mulai di asis.id.

Sumber: Implementasi ISAK 35 pada yayasan pendidikan, Digilib UIN Sunan Gunung Djati; IAI, Perubahan Penomoran PSAK dan ISAK

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.