WAWASAN ASIS

Asesmen Sumatif: Langkah Menyusun, Bentuk, dan Contohnya

Asesmen sumatif langkah demi langkah: memilih tujuan yang diukur, menentukan bentuk tes atau nontes, menyusun instrumen, mengolah hasil, dan tindak lanjutnya.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

Asesmen sumatif adalah penilaian untuk mengetahui capaian murid terhadap tujuan pembelajaran setelah satu lingkup materi atau di akhir semester dan tahun pelajaran. Hasilnya dipakai sebagai dasar pengolahan nilai rapor dan keputusan tindak lanjut seperti remedial atau pengayaan. Di Kurikulum Merdeka, bentuknya tidak harus tes tertulis; praktik, proyek, produk, dan portofolio juga bisa dipakai, asalkan sesuai dengan tujuan yang diukur.

Artikel ini memandu langkah menyusun penilaian akhir lingkup materi maupun akhir semester, memilih bentuk yang tepat, contoh instrumen, pengolahan hasil, dan kesalahan yang perlu dihindari. Untuk perbedaannya dengan formatif, baca "Asesmen Formatif dan Sumatif: Perbedaan dan Contohnya", dan untuk istilah akhir semester, baca "ASAS ASAT PAS PAT: Arti dan Bedanya untuk Guru".

Dua jenis asesmen sumatif menurut waktu pelaksanaan

Jenis Kapan Cakupan Contoh
Sumatif lingkup materi Setelah satu atau beberapa tujuan pembelajaran Sempit, mendalam Tes bab pecahan, praktik membuat teks prosedur
Sumatif akhir semester/tahun Akhir semester atau tahun pelajaran Luas, beberapa lingkup materi Tes tertulis gabungan, proyek akhir

Ketentuan pelaksanaan, termasuk apakah sumatif akhir semester wajib, mengikuti kebijakan satuan pendidikan dan panduan penilaian terbaru dari kementerian.

Langkah 1: tentukan tujuan yang diukur

Mulailah dari tujuan pembelajaran, bukan dari soal. Tanyakan: "Murid seharusnya bisa melakukan apa?" Contoh untuk Matematika kelas VII:

  • Murid dapat membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat.
  • Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan operasi bilangan bulat.

Sesuaikan tujuan dengan CP resmi terbaru dan ATP sekolah.

Langkah 2: pilih bentuk yang sesuai

Kata kerja dalam tujuan pembelajaran menentukan bentuk asesmen.

Jika tujuannya... Bentuk yang cocok Contoh
Mengingat, memahami konsep Tes tertulis pilihan ganda, isian Menentukan hasil operasi bilangan bulat
Menerapkan, menganalisis Soal uraian berbasis kasus Menghitung suhu di beberapa kota dari data
Melakukan keterampilan Tes praktik dengan rubrik Praktikum mengukur massa jenis
Menghasilkan karya Proyek atau produk Membuat poster kampanye hemat air
Menunjukkan perkembangan Portofolio Kumpulan tulisan selama satu semester
Berkomunikasi lisan Presentasi atau wawancara Presentasi hasil pengamatan

Satu lingkup materi bisa memakai lebih dari satu bentuk, misalnya tes tertulis untuk konsep dan praktik untuk keterampilan.

Langkah 3: susun kisi-kisi

Kisi-kisi menjaga agar soal mewakili tujuan secara seimbang.

Tujuan pembelajaran Indikator soal Level kognitif Bentuk Nomor soal
Membandingkan bilangan bulat Mengurutkan lima suhu kota dari terendah Memahami PG 1–3
Operasi bilangan bulat Menghitung selisih suhu siang dan malam Menerapkan Isian 4–6
Masalah kontekstual Menentukan kedalaman penyelam setelah naik-turun Menalar Uraian 7–8

Panduan lengkap menyusun kisi-kisi ada di "Cara Membuat Kisi-Kisi Soal Asesmen Sumatif yang Benar".

Langkah 4: susun instrumen dan pedoman penskoran

Contoh soal uraian dengan pedoman

Soal: Seorang penyelam berada di kedalaman 12 meter di bawah permukaan laut. Ia naik 5 meter, lalu turun lagi 8 meter. Di kedalaman berapa ia sekarang? Tuliskan langkahmu.

Kriteria Skor
Menuliskan model: -12 + 5 - 8 2
Menghitung dengan benar: -15 1
Menyimpulkan: 15 meter di bawah permukaan laut 1
Total 4

Contoh rubrik praktik (IPA, mengukur massa jenis)

Aspek 1 2 3 4
Menggunakan alat ukur Belum tepat Tepat dengan bantuan Tepat mandiri Tepat dan membantu teman
Mencatat data Tidak lengkap Lengkap, belum rapi Lengkap dan rapi Lengkap, rapi, bersatuan
Menarik kesimpulan Tidak sesuai data Sebagian sesuai Sesuai data Sesuai dan memberi alasan

Langkah 5: laksanakan dengan adil

  • Beri tahu murid lingkup materi dan bentuk asesmen sebelumnya.
  • Sediakan waktu yang cukup, terutama untuk soal uraian.
  • Berikan akomodasi bagi murid berkebutuhan khusus sesuai kebutuhannya.
  • Untuk ujian berbasis komputer, pastikan perangkat dan jaringan sudah diuji.

Langkah 6: olah hasil dan tindak lanjuti

  1. Hitung skor dan ubah ke nilai sesuai pedoman sekolah.
  2. Bandingkan dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan sekolah.
  3. Analisis butir sederhana: soal mana yang paling banyak salah? Apakah soalnya bermasalah atau materinya belum dikuasai?
  4. Tentukan tindak lanjut: remedial bagi yang belum mencapai, pengayaan bagi yang sudah.
  5. Masukkan ke pengolahan nilai rapor sesuai kebijakan sekolah.

Cara mengolah nilai sumatif menjadi nilai rapor dibahas di "Cara Mengolah Nilai Rapor Kurikulum Merdeka dari Sumatif".

Kesalahan yang sering terjadi

  • Soal disusun dulu, tujuan dicocokkan belakangan.
  • Semua tujuan diukur dengan pilihan ganda, termasuk keterampilan.
  • Tidak ada pedoman penskoran untuk soal uraian, sehingga penilaian tidak konsisten.
  • Hasil hanya dijadikan angka, tanpa analisis dan tindak lanjut.
  • Remedial berupa soal yang sama persis tanpa pembelajaran ulang.

Checklist guru

  • Tujuan pembelajaran yang diukur sudah ditetapkan.
  • Bentuk asesmen sesuai kata kerja tujuan.
  • Kisi-kisi disusun dan seimbang.
  • Pedoman penskoran atau rubrik tersedia.
  • Murid diberi tahu lingkup dan bentuk asesmen.
  • Analisis butir sederhana dilakukan.
  • Remedial dan pengayaan dijadwalkan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah penilaian akhir harus selalu berupa tes tertulis?

Tidak. Bentuknya disesuaikan dengan tujuan pembelajaran: praktik, proyek, produk, portofolio, atau presentasi juga bisa dipakai.

Berapa kali penilaian lingkup materi dilakukan dalam satu semester?

Tergantung jumlah lingkup materi dan kebijakan sekolah. Yang penting, setiap tujuan pembelajaran utama punya bukti capaian.

Apa beda remedial dan pengayaan?

Remedial untuk murid yang belum mencapai tujuan, berupa pembelajaran ulang lalu penilaian ulang. Pengayaan untuk murid yang sudah mencapai, berupa pendalaman atau perluasan.

Bolehkah soal dibuat dengan bantuan AI?

Boleh sebagai bantuan, tetapi setiap soal wajib ditinjau guru untuk kebenaran isi, kesesuaian dengan tujuan, dan bahasa yang tepat.

Bagaimana menilai murid berkebutuhan khusus?

Berikan akomodasi sesuai kebutuhan, misalnya waktu tambahan, soal dibacakan, atau bentuk berbeda, dengan tetap mengacu pada tujuan dalam program pembelajaran individualnya.

ASIS: Dari Kisi-Kisi sampai Rapor tanpa Mengetik Ulang

Penilaian akhir sering memakan waktu bukan karena menyusun soalnya, melainkan karena pekerjaan sesudahnya: mengoreksi, merekap, menghitung, lalu mengetik ulang ke rapor.

ASIS menyediakan bank soal dengan bantuan AI yang setiap soalnya wajib ditinjau guru, CBT dengan paket soal, token, dan proktor, serta ujian kertas dengan lembar jawaban ber-QR. Hasil asesmen masuk ke pengolahan nilai dan mengalir ke e-Rapor Kurikulum Merdeka, sehingga wali kelas tidak merekap ulang. Analisis hasil membantu guru melihat soal mana yang paling banyak salah sebagai dasar remedial.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS, tersedia untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.