WAWASAN ASIS

Bahasa Inggris Mata Pelajaran SD: Ketentuan dan Persiapan

Bahasa Inggris mata pelajaran SD: gambaran ketentuan dalam Kurikulum Merdeka, apa yang perlu disiapkan sekolah, kompetensi guru, contoh kegiatan, dan asesmen.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

Bahasa Inggris mata pelajaran SD kembali menjadi perhatian karena pemerintah mendorong pengenalan bahasa Inggris sejak sekolah dasar dalam Kurikulum Merdeka. Statusnya, apakah pilihan atau wajib, serta tahapan penerapannya ditetapkan melalui regulasi struktur kurikulum dan kebijakan Kemendikdasmen yang dapat diperbarui. Karena itu, sekolah perlu memantau ketentuan terbaru sambil menyiapkan hal yang pasti dibutuhkan: guru yang siap mengajar, jadwal, perangkat ajar yang sesuai usia, dan asesmen yang menyenangkan. Artikel ini membahas gambaran ketentuan, persiapan sekolah dan guru, contoh kegiatan per fase, serta kesalahan yang perlu dihindari.

Gambaran ketentuan

Dalam Kurikulum Merdeka, Bahasa Inggris di SD memiliki capaian pembelajaran tersendiri yang dibagi per fase, yaitu fase A (kelas 1–2), fase B (kelas 3–4), dan fase C (kelas 5–6). Pemerintah juga telah menyampaikan rencana penguatan bahasa Inggris di SD secara bertahap.

Hal yang perlu dipastikan sekolah melalui dokumen resmi terbaru:

  • status Bahasa Inggris di SD dalam struktur kurikulum yang berlaku,
  • kelas mana yang mulai menerapkan dan sejak tahun ajaran kapan,
  • alokasi jam pelajaran,
  • kualifikasi guru yang mengajar.

Bila belum ada ketentuan baru yang berlaku di sekolah Bapak/Ibu, gunakan regulasi struktur kurikulum yang berlaku saat ini dan edaran dinas pendidikan setempat. Jangan berpatokan pada kabar di media sosial.

Mengapa anak SD belajar bahasa Inggris

Terlepas dari status bahasa inggris mata pelajaran SD di sekolah Bapak/Ibu, manfaat pengenalannya sejak dini cukup jelas.

Usia SD adalah masa yang baik untuk mengenal bunyi dan pola bahasa baru. Tujuannya bukan membuat anak fasih dalam satu tahun, melainkan:

  • menumbuhkan rasa senang dan percaya diri memakai bahasa Inggris,
  • mengenal kosakata dan ungkapan sehari-hari,
  • membiasakan mendengar dan mengucapkan,
  • menyiapkan fondasi untuk jenjang SMP.

Persiapan sekolah

1. Petakan guru

Tidak semua SD punya guru berlatar pendidikan bahasa Inggris. Petakan pilihan yang realistis:

Pilihan Kelebihan Tantangan
Guru bahasa Inggris khusus Kompetensi bahasa kuat Sulit didapat, biaya honor
Guru kelas yang mendapat pelatihan Mengenal murid dengan baik Perlu peningkatan kompetensi bahasa
Berbagi guru antarsekolah dalam gugus Efisien Jadwal perlu dikoordinasikan

Pilihan akhir harus sesuai ketentuan kualifikasi yang berlaku.

2. Atur jadwal

Pelajaran bahasa untuk anak lebih efektif dalam sesi pendek dan sering. Bila alokasi memungkinkan, dua sesi pendek per minggu lebih baik daripada satu sesi panjang. Letakkan di jam ketika anak masih segar.

3. Siapkan sumber belajar

  • Buku teks dari pemerintah yang tersedia di perpustakaan digital resmi.
  • Kartu gambar (flashcard) buatan sendiri.
  • Lagu dan cerita bergambar sederhana.
  • Benda nyata di kelas sebagai media.
  • Pojok baca dengan buku cerita berbahasa Inggris tingkat awal.

Kompetensi guru yang perlu dikembangkan

Guru SD yang mengajar bahasa Inggris tidak harus sempurna, tetapi perlu:

  1. Pelafalan yang cukup jelas untuk kosakata dan ungkapan dasar.
  2. Bahasa kelas sederhana, seperti "Good morning, class", "Please sit down", "Listen and repeat", "Well done".
  3. Teknik mengajar anak, seperti Total Physical Response (merespons perintah dengan gerakan), lagu, dan permainan.
  4. Kemampuan merancang asesmen yang sesuai usia.
  5. Kepercayaan diri, termasuk berani belajar bersama murid.

Guru dapat belajar dari komunitas belajar guru, pelatihan daring, dan kegiatan KKG. Lihat juga komunitas belajar guru.

Contoh kegiatan per fase

Fase A (kelas 1–2)

  • Tema: salam, warna, angka 1–10, anggota keluarga, hewan.
  • Kegiatan: lagu sambil bergerak, permainan "Simon says", menunjuk gambar sesuai kata yang disebut guru.
  • Fokus: menyimak dan berbicara, belum menulis kalimat.

Fase B (kelas 3–4)

  • Tema: benda di kelas, makanan, hobi, hari dan bulan.
  • Kegiatan: dialog pendek berpasangan, bermain peran berbelanja di "toko kelas", membaca kata dan kalimat pendek bergambar.
  • Fokus: mulai membaca dan menulis kata sederhana.

Fase C (kelas 5–6)

  • Tema: rutinitas harian, deskripsi orang dan tempat, petunjuk arah.
  • Kegiatan: menulis kalimat sederhana tentang diri sendiri, membuat poster kelas, presentasi singkat "My Favorite Food".
  • Fokus: kalimat sederhana lisan dan tulisan.

Contoh rencana satu pertemuan (Fase B, tema makanan)

Tahap Kegiatan Waktu
Pembuka Salam dan lagu tentang makanan 5 menit
Pengenalan Guru menunjukkan kartu gambar makanan, murid menirukan 10 menit
Latihan Permainan "Pass the card": murid menyebut nama makanan pada kartu 10 menit
Produksi Dialog berpasangan "Do you like...?" "Yes, I do / No, I don't" 10 menit
Penutup Murid menyebut satu makanan favorit dalam kalimat 5 menit

Asesmen yang sesuai usia

Asesmen di SD sebaiknya menyenangkan dan tidak menakutkan.

  • Pengamatan saat bernyanyi, bermain, dan berdialog.
  • Ceklis kosakata yang sudah dikenali.
  • Tugas lisan seperti memperkenalkan diri.
  • Produk sederhana seperti kartu ucapan atau poster.
  • Portofolio hasil karya selama semester.

Hindari tes tertulis panjang untuk kelas awal. Deskripsi capaian di rapor lebih bermakna daripada angka saja.

Kesalahan yang perlu dihindari

Langsung menulis dan menghafal tata bahasa. Anak belajar bahasa dari mendengar dan berbicara.

Guru terlalu banyak memakai bahasa Indonesia. Gunakan bahasa kelas sederhana secara konsisten.

Materi tidak dekat dengan anak. Kosakata dari lingkungan anak lebih mudah diingat.

Takut salah. Guru dan murid boleh salah. Suasana yang aman membuat murid berani mencoba.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah bahasa inggris mata pelajaran SD sudah wajib?

Status dan tahapan penerapannya ditetapkan melalui regulasi struktur kurikulum dan kebijakan Kemendikdasmen. Rujuk ketentuan terbaru dan edaran dinas pendidikan setempat.

Siapa yang boleh mengajar Bahasa Inggris di SD?

Kualifikasi guru mengikuti ketentuan yang berlaku. Dalam praktik, sekolah memakai guru khusus, guru kelas yang terlatih, atau berbagi guru dalam gugus.

Mulai kelas berapa anak belajar bahasa Inggris?

Capaian pembelajaran Bahasa Inggris SD disusun untuk fase A sampai C. Kelas yang menerapkan mengikuti ketentuan dan kebijakan sekolah.

Apa saja sumber belajar yang murah?

Buku teks pemerintah di perpustakaan digital, kartu gambar buatan sendiri, lagu, dan benda nyata di kelas.

Bagaimana menilai kemampuan bahasa Inggris anak SD?

Gunakan pengamatan, ceklis, tugas lisan, dan portofolio. Utamakan deskripsi perkembangan daripada angka semata.

ASIS: Sumber Belajar dan Nilai Bahasa Inggris dalam Satu Tempat

Sekolah yang mulai mengajarkan bahasa Inggris sering kekurangan bahan dan waktu. Guru mencari buku dan lagu di banyak tempat, mencatat nilai lisan di kertas, lalu menyalinnya ke rapor. Untuk guru kelas yang merangkap, beban ini terasa berat.

ASIS menyediakan Pustaka berisi buku pelajaran pemerintah yang bisa dibuka murid dan guru, Studio dengan beragam jenis aktivitas interaktif untuk latihan kosakata, serta perangkat ajar Kurikulum Merdeka untuk menyusun rencana pertemuan. Nilai dan catatan perkembangan masuk ke e-Rapor Kurikulum Merdeka tanpa diketik ulang, dan guru dapat mengikuti kursus daring di Akademi ASIS.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.