SIM MA: Modul Penting dan Prioritas Penerapan di Aliyah
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Capaian pembelajaran dibaca per fase dan elemen. Panduan guru membedah kalimat CP, memetakan fase ke kelas, dan menurunkannya menjadi tujuan pembelajaran.
Capaian pembelajaran (CP) adalah rumusan kompetensi yang harus dicapai murid di akhir setiap fase. CP ditetapkan pemerintah dan menjadi titik awal semua perencanaan: dari CP guru menurunkan tujuan pembelajaran, menyusun alur, lalu merancang modul ajar dan asesmen. Masalahnya, kalimat capaian pembelajaran sering panjang dan padat sehingga sulit dipecah. Panduan ini menunjukkan cara membaca CP secara sistematis, memetakan fase ke kelas, membedah satu paragraf CP menjadi bagian-bagian kecil, dan menurunkannya menjadi tujuan pembelajaran.
Catatan penting: CP dapat diperbarui. Contoh dalam artikel ini disederhanakan untuk latihan. Selalu sesuaikan dengan CP resmi terbaru yang diterbitkan Kemendikdasmen, atau untuk madrasah, ketentuan Kementerian Agama.
CP disusun per fase, bukan per kelas. Satu fase umumnya mencakup dua atau tiga tahun.
| Fase | Jenjang dan kelas |
|---|---|
| Fondasi | PAUD |
| A | SD kelas 1–2 |
| B | SD kelas 3–4 |
| C | SD kelas 5–6 |
| D | SMP kelas 7–9 |
| E | SMA/SMK kelas 10 |
| F | SMA/SMK kelas 11–12 |
Untuk SLB, fase ditentukan berdasarkan kemampuan murid, bukan semata usia atau kelas.
Karena satu fase mencakup beberapa kelas, guru di kelas yang sama dalam satu fase perlu berkoordinasi: bagian CP mana yang dicapai di kelas 7, mana di kelas 8, dan mana di kelas 9.
Dokumen CP setiap mata pelajaran biasanya memuat rasional, tujuan mata pelajaran, karakteristik, lalu capaian per fase yang dibagi ke dalam elemen. Elemen adalah ranah atau aspek kemampuan dalam mata pelajaran, misalnya dalam Bahasa Indonesia ada menyimak, membaca dan memirsa, berbicara dan mempresentasikan, serta menulis.
Saat membaca, guru cukup fokus pada dua bagian: capaian per fase dan capaian per elemen di fase yang ia ajar. Bagian rasional dan karakteristik dibaca sekali untuk memahami arah mata pelajaran.
Gunakan empat stabilo atau empat kolom untuk memecah kalimat CP:
Misalkan sebuah kalimat CP berbunyi: "Murid mampu menganalisis informasi dari teks eksposisi untuk menyimpulkan gagasan utama dan menyajikannya kembali secara lisan dan tulis."
| Bagian | Isi |
|---|---|
| Kompetensi | menganalisis, menyimpulkan, menyajikan kembali |
| Konten | informasi dan gagasan utama |
| Konteks | teks eksposisi, lisan dan tulis |
| Tingkat kedalaman | (tidak eksplisit, ditentukan dari fase) |
Dari satu kalimat ini terlihat ada tiga kompetensi berbeda. Masing-masing bisa menjadi satu atau lebih tujuan pembelajaran.
Setelah dibedah, setiap kombinasi kompetensi dan konten dirumuskan menjadi tujuan pembelajaran (TP) yang lebih kecil dan bisa dicapai dalam beberapa pertemuan.
Contoh turunan dari kalimat di atas:
Perhatikan urutannya: dari yang paling dasar (mengidentifikasi) ke yang lebih kompleks (mempresentasikan). Urutan ini nanti menjadi bahan alur tujuan pembelajaran.
Untuk cara merumuskan TP yang lebih rinci, baca "Tujuan Pembelajaran: Cara Merumuskan dan Contohnya". Untuk daftar kata kerja, lihat "Kata Kerja Operasional Taksonomi Bloom untuk Menulis TP".
Gunakan format sederhana ini saat rapat guru mata pelajaran di awal tahun:
| Elemen | Kalimat CP (ringkas) | Kompetensi | Konten | Kelas yang menargetkan | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|
| Membaca dan memirsa | ... | ... | ... | Kelas 7 semester 1 | ... |
| Menulis | ... | ... | ... | Kelas 7–8 | ... |
Lembar ini memastikan seluruh CP di satu fase terbagi habis ke kelas-kelas dalam fase tersebut.
CP adalah target akhir fase yang ditetapkan pemerintah. TP adalah target yang lebih kecil, dirumuskan guru atau satuan pendidikan, untuk mencapai CP secara bertahap.
Tidak. CP ditetapkan pemerintah. Guru dan sekolah menurunkannya menjadi TP dan alur yang sesuai konteks murid.
Lakukan asesmen diagnostik di awal, lalu rancang pembelajaran yang menjembatani. Pendekatan seperti mengajar sesuai tingkat kemampuan membantu dalam situasi ini.
Melalui kanal resmi Kemendikdasmen, seperti laman kurikulum dan platform guru. Madrasah merujuk ketentuan Kementerian Agama untuk mata pelajaran khas madrasah.
Tidak harus. Yang penting seluruh elemen tercapai di akhir fase sesuai pembagian yang disepakati antarkelas.
Tantangan guru setelah membaca CP adalah menjaga benang merahnya: TP yang dirumuskan di awal tahun sering tidak lagi terlihat saat menyusun modul ajar, apalagi saat mengolah nilai rapor.
ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka untuk menyusun dan menyalin modul ajar, bank soal yang membantu menyiapkan asesmen dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, dan e-Rapor Kurikulum Merdeka yang memakai nilai dari guru mapel. Guru tetap yang membaca CP dan merumuskan TP; ASIS membantu menyimpan dan menghubungkan hasil kerja itu. Pustaka menyediakan buku pelajaran pemerintah sebagai rujukan.
ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data tidak dijual. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id dan buka pustaka.asis.id.
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.