SIM MA: Modul Penting dan Prioritas Penerapan di Aliyah
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Cara membuat kisi-kisi soal asesmen sumatif Kurikulum Merdeka: komponen, langkah dari TP ke indikator, contoh tabel terisi, dan sebaran level kognitif.
Cara membuat kisi-kisi soal yang benar dimulai dari tujuan pembelajaran (TP) yang akan diukur, lalu diturunkan menjadi indikator soal yang spesifik, ditentukan level kognitif dan bentuk soalnya, kemudian dihitung sebaran jumlah butirnya. Kisi-kisi adalah "denah" asesmen sumatif: tanpa denah, soal cenderung menumpuk di materi yang mudah dibuat dan mengabaikan materi penting. Panduan ini membahas komponen kisi-kisi, enam langkah penyusunan, contoh tabel terisi untuk SD dan SMP, serta kesalahan yang paling sering ditemukan saat telaah soal.
Kisi-kisi memastikan soal yang ditulis benar-benar mengukur capaian yang diajarkan. Fungsinya:
Kisi-kisi juga melindungi murid. Soal yang disusun dari kisi-kisi yang baik lebih adil karena mengukur hal yang memang dipelajari.
Format kisi-kisi bisa berbeda antarsekolah, tetapi komponen intinya sama.
| Komponen | Isi | Catatan |
|---|---|---|
| Identitas | Satuan pendidikan, mapel, fase/kelas, semester, bentuk asesmen | Ditulis di kepala tabel |
| Capaian atau elemen | Elemen CP yang diukur | Ambil dari CP mapel |
| Tujuan pembelajaran | TP yang sudah diajarkan | Sesuai ATP sekolah |
| Materi | Pokok materi singkat | Dua sampai lima kata |
| Indikator soal | Perilaku yang dapat diukur | Satu indikator untuk satu butir |
| Level kognitif | Pemahaman, penerapan, penalaran | Bisa memakai pengelompokan lain yang disepakati |
| Bentuk soal | Pilihan ganda, PG kompleks, menjodohkan, isian, uraian | Sesuaikan dengan indikator |
| Nomor soal | Nomor butir di naskah | Memudahkan telaah |
Tentukan apakah asesmen ini sumatif lingkup materi, akhir semester, atau akhir tahun. Daftar TP yang sudah benar-benar diajarkan, bukan yang direncanakan.
Tidak semua TP sama luasnya. Bobot bisa didasarkan pada jumlah pertemuan, tingkat kepentingan, atau keluasan materi. Contoh: TP yang diajarkan enam pertemuan mendapat porsi soal lebih banyak daripada TP yang diajarkan dua pertemuan.
Indikator yang baik memuat stimulus atau konteks, kata kerja operasional yang dapat diukur, dan materi. Pola yang sering dipakai: "Disajikan [stimulus], murid dapat [kata kerja] [materi]."
Contoh lemah: "Murid memahami pecahan." Contoh baik: "Disajikan gambar pizza yang dipotong menjadi delapan bagian, murid dapat menentukan pecahan bagian yang sudah dimakan."
Atur sebaran level agar asesmen mengukur lebih dari hafalan. Komposisi umum yang dipakai banyak sekolah sebagai titik awal:
| Level | Ciri soal | Proporsi awal |
|---|---|---|
| Pemahaman | Mengenali, menjelaskan, mengklasifikasi | 30–40% |
| Penerapan | Menggunakan konsep pada situasi baru | 40–50% |
| Penalaran | Menganalisis, menyimpulkan, mengevaluasi | 15–25% |
Proporsi ini bukan aturan baku. Sesuaikan dengan karakter mapel dan murid. Bahasan level lebih rinci ada di artikel level kognitif soal.
Indikator "menjelaskan alasan" lebih cocok diukur dengan uraian singkat. Indikator "menentukan" bisa dengan pilihan ganda. Jangan memaksakan semua indikator ke pilihan ganda hanya karena mudah dikoreksi.
Kalikan bobot TP dengan total butir. Misalnya total 30 soal dan TP 1 berbobot 30%, maka TP 1 mendapat 9 soal. Setelah itu, susun nomor soal secara acak level, jangan semua soal sulit di akhir.
Identitas: Matematika, Fase B, kelas 4, sumatif lingkup materi Pecahan, 10 soal.
| No | Tujuan pembelajaran | Indikator soal | Level | Bentuk | No soal |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengenal pecahan sebagai bagian dari keseluruhan | Disajikan gambar bangun yang diarsir, murid dapat menuliskan pecahannya | Pemahaman | PG | 1, 2 |
| 2 | Membandingkan pecahan | Disajikan dua pecahan berpenyebut sama, murid dapat menentukan yang lebih besar | Pemahaman | PG | 3 |
| 3 | Membandingkan pecahan | Disajikan cerita pembagian kue dua keluarga, murid dapat menentukan siapa yang mendapat bagian lebih banyak | Penerapan | PG | 4, 5 |
| 4 | Pecahan senilai | Disajikan pecahan, murid dapat menentukan pecahan senilai | Penerapan | Isian | 6, 7 |
| 5 | Menyelesaikan masalah pecahan | Disajikan cerita tali yang dipotong, murid dapat menghitung sisa tali | Penerapan | Uraian | 8 |
| 6 | Menyelesaikan masalah pecahan | Disajikan klaim teman tentang pecahan, murid dapat menilai benar atau salah dan memberi alasan | Penalaran | Uraian | 9, 10 |
Identitas: IPA, Fase D, sumatif lingkup materi Gerak dan Gaya, 5 dari 25 soal ditampilkan.
| No | Indikator soal | Level | Bentuk |
|---|---|---|---|
| 1 | Disajikan grafik jarak terhadap waktu, murid dapat menentukan jenis gerak benda | Pemahaman | PG |
| 2 | Disajikan data jarak dan waktu sepeda, murid dapat menghitung kelajuan rata-rata | Penerapan | PG |
| 3 | Disajikan gambar dua gaya pada balok, murid dapat menentukan resultan gaya | Penerapan | Isian |
| 4 | Disajikan situasi penumpang terdorong saat bus mengerem, murid dapat menjelaskan dengan hukum Newton | Penalaran | Uraian |
| 5 | Disajikan rancangan percobaan, murid dapat mengidentifikasi variabel bebas dan terikat | Penalaran | PG kompleks |
Indikator sama dengan TP. Indikator harus lebih spesifik dan menyebut stimulus.
Kata kerja tidak terukur. "Memahami", "mengetahui", dan "menghayati" sulit diukur dalam satu butir.
Semua soal level pemahaman. Murid hanya diuji hafalan.
Kisi-kisi dibuat setelah soal. Ini membalik fungsi kisi-kisi dan membuat sebaran materi tidak terkendali.
Tidak mencantumkan nomor soal. Penelaah sulit mencocokkan indikator dengan butir.
Kisi-kisi adalah keseluruhan tabel perencanaan asesmen. Indikator soal adalah salah satu kolom di dalamnya yang menjelaskan perilaku yang diukur oleh satu butir.
Tidak wajib serinci sumatif. Namun daftar TP dan indikator singkat tetap membantu guru memilih pertanyaan yang tepat.
Tergantung jumlah TP dan waktu. Pastikan setiap TP diukur oleh beberapa butir agar kesimpulan tentang capaian murid lebih dapat dipercaya.
Boleh sebagai bantuan awal, tetapi guru wajib meninjau kesesuaian dengan TP, konteks kelas, dan ketepatan isi sebelum dipakai.
Simpan kisi-kisi beserta butir soal dalam bank soal yang diberi label TP dan level kognitif, sehingga semester depan guru cukup memilih dan memperbarui.
Banyak guru menyusun kisi-kisi di satu berkas, menulis soal di berkas lain, lalu mengetik ulang semuanya saat mencetak naskah dan mengoreksi. Ketika semester berikutnya tiba, berkas lama sulit ditemukan dan pekerjaan dimulai dari nol lagi.
ASIS menyediakan bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru sebelum dipakai, sehingga butir soal bisa disimpan dan dipakai ulang sesuai TP. Guru dapat mencetak lembar jawaban ber-QR untuk asesmen tertulis, lalu nilai mengalir ke e-Rapor Kurikulum Merdeka tanpa diketik ulang. Perangkat ajar Kurikulum Merdeka juga tersedia untuk menjaga keselarasan TP, kegiatan, dan asesmen.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.