SIM MA: Modul Penting dan Prioritas Penerapan di Aliyah
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Contoh LKPD PBL lengkap mengikuti lima sintaks pembelajaran berbasis masalah, versi SD dan SMP, plus rubrik dan tips mengadaptasinya.
Contoh LKPD PBL yang baik bukan sekadar kumpulan soal, melainkan lembar kerja yang memandu murid melewati lima tahap pembelajaran berbasis masalah: orientasi pada masalah, pengorganisasian kelompok, penyelidikan, penyajian hasil, serta analisis dan evaluasi. Masalahnya harus nyata, dekat dengan kehidupan murid, dan tidak punya satu jawaban tunggal. Di bawah ini ada dua contoh utuh, satu untuk SD dan satu untuk SMP, lengkap dengan rubrik dan panduan mengadaptasinya ke mata pelajaran lain.
Sebelum melihat contoh, kenali ciri yang membedakannya dari lembar latihan biasa:
| LKPD latihan biasa | LKPD PBL |
|---|---|
| Dimulai dari materi | Dimulai dari masalah |
| Jawaban tunggal | Beberapa solusi mungkin benar |
| Dikerjakan individu | Dikerjakan kelompok dengan pembagian peran |
| Guru menjelaskan dulu | Murid mencari informasi dulu, guru memfasilitasi |
| Diakhiri skor | Diakhiri presentasi dan refleksi |
Satu LKPD PBL biasanya dipakai untuk dua sampai empat pertemuan, bukan satu jam pelajaran.
Mata pelajaran: IPAS Topik: Pengelolaan sampah dan dampaknya bagi lingkungan Alokasi waktu: 3 × 70 menit Tujuan pembelajaran: Murid mampu mengidentifikasi jenis sampah di lingkungan sekolah dan mengusulkan solusi pengurangan sampah plastik berdasarkan data yang dikumpulkan.
Identitas kelompok Nama kelompok: ............ Anggota dan peran: Ketua ...., Pencatat ...., Pengukur ...., Juru bicara ....
Bacalah cerita berikut.
Setiap hari, petugas kebersihan sekolah mengumpulkan dua kantong besar sampah dari kantin. Sebagian besar berupa gelas plastik, sedotan, dan bungkus makanan. Pak Budi, penjaga sekolah, bertanya: "Bisakah sampah ini dikurangi?"
| Jenis sampah | Jumlah | Bisa dipakai ulang? (ya/tidak) |
|---|---|---|
| Gelas plastik | ||
| Sedotan | ||
| Bungkus makanan | ||
| Lainnya: .... |
Mata pelajaran: Matematika Topik: Fungsi linear Alokasi waktu: 2 × 80 menit Tujuan pembelajaran: Murid mampu memodelkan situasi sehari-hari dengan fungsi linear dan menggunakannya untuk membandingkan pilihan.
Rina tinggal 6 km dari sekolah. Ia bisa naik ojek pangkalan dengan tarif tetap Rp15.000 sekali jalan, atau ojek daring dengan tarif dasar Rp5.000 ditambah Rp2.000 per km. Ibunya bertanya: mana yang lebih hemat dalam sebulan?
| Jarak (km) | 1 | 2 | 4 | 6 | 8 |
|---|---|---|---|---|---|
| Biaya (Rp) |
| Kriteria | 4 (Sangat baik) | 3 (Baik) | 2 (Cukup) | 1 (Perlu bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Merumuskan masalah | Jelas dan spesifik | Jelas | Kurang spesifik | Belum tepat |
| Mengumpulkan data | Lengkap dan rapi | Lengkap | Sebagian | Minim |
| Solusi atau jawaban | Didukung data dan alasan kuat | Didukung data | Alasan lemah | Tanpa alasan |
| Presentasi | Runtut, menarik, semua anggota terlibat | Runtut | Kurang runtut | Tidak runtut |
| Kerja sama | Semua peran berjalan | Sebagian besar berjalan | Didominasi satu orang | Tidak bekerja sama |
Gunakan rubrik ini sebagai asesmen formatif saat kelompok bekerja, lalu sebagai asesmen sumatif pada presentasi akhir bila sesuai rencana guru.
Contoh masalah per mapel: Bahasa Indonesia (menulis surat usulan ke kepala desa), PPKn (aturan kelas yang sering dilanggar), IPS (pasar tradisional yang sepi), Seni (mendesain ulang mading sekolah).
Masalah terlalu mudah. Jika jawabannya bisa ditemukan dalam satu kalimat buku, itu bukan masalah PBL.
Guru langsung memberi solusi. Fasilitasi dengan pertanyaan pancingan, bukan jawaban.
Tidak ada pembagian peran. Akhirnya satu murid bekerja, yang lain menonton.
Lupa refleksi. Tahap evaluasi membantu murid memahami proses berpikirnya sendiri.
Identitas, tujuan pembelajaran, masalah nyata, dan kegiatan untuk lima sintaks PBL, ditambah rubrik penilaian.
Umumnya dua sampai empat pertemuan, tergantung kerumitan masalah dan jenjang.
Cocok bila masalahnya sangat dekat dan sederhana, misalnya kelas yang berantakan, dengan banyak gambar dan bimbingan guru.
Gabungkan nilai kelompok dengan pengamatan individu dan penilaian antarteman memakai rubrik sederhana.
Boleh. Prinsipnya sama, hanya medianya berbeda. Pastikan semua murid punya akses yang setara.
Membuat LKPD PBL membutuhkan waktu, dan kendalanya sering di luar lembar kerja itu sendiri. Sumber bacaan murid harus dicari, hasil kerja kelompok tersimpan di kertas yang mudah hilang, dan catatan pengamatan guru jarang sampai ke rapor.
ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka sebagai titik awal perencanaan. Pustaka di pustaka.asis.id berisi buku pelajaran pemerintah yang bisa menjadi sumber penyelidikan murid, sedangkan Studio di studio.asis.id menyediakan 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif untuk memperkaya tahap penyelidikan. Pengamatan selama kerja kelompok bisa dicatat di profil murid yang utuh, lalu dipakai kembali saat menyusun e-Rapor.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.