WAWASAN ASIS

Contoh RKAS SD dengan Prioritas Peningkatan Literasi

Contoh RKAS SD berprioritas literasi: alur dari rapor pendidikan, tabel anggaran per komponen, porsi buku minimal, dan kesalahan yang sering terjadi.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Keuangan Sekolah

Contoh RKAS SD berprioritas literasi dimulai dari satu masalah nyata di rapor pendidikan, misalnya capaian literasi yang masih rendah, lalu diterjemahkan menjadi kegiatan dan baris anggaran yang saling terhubung. Hasilnya bukan sekadar daftar belanja, melainkan rencana yang bisa dipertanggungjawabkan: buku bacaan berjenjang, pojok baca kelas, pelatihan guru, dan asesmen membaca. Artikel ini memberi alur, contoh tabel terisi, dan daftar cek sebelum RKAS diajukan.

Prinsip RKAS berbasis data

RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) disusun berdasarkan perencanaan berbasis data. Artinya, kegiatan yang dianggarkan sebaiknya menjawab masalah yang terlihat di rapor pendidikan dan hasil refleksi sekolah, bukan menyalin RKAS tahun lalu.

Untuk tahun anggaran 2026, juknis pengelolaan dana BOSP diatur dalam Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026, yang mencabut Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2025. Untuk Dana BOS Reguler, ketentuan pentingnya: paling sedikit 10 persen untuk buku, pemeliharaan sarana prasarana paling banyak 20 persen, serta honor non-ASN paling banyak 20 persen untuk sekolah negeri dan 40 persen untuk sekolah swasta. Selalu cocokkan dengan juknis terbaru dan arahan dinas setempat sebelum menetapkan angka.

Alur menyusun RKAS berprioritas literasi

1. Identifikasi masalah dari rapor pendidikan

Misalnya: kemampuan literasi murid berada di kategori "sedang" dan banyak murid kelas 4 belum memahami teks informasi. Catat juga temuan guru kelas: koleksi buku bacaan sedikit dan tidak sesuai jenjang.

2. Cari akar masalah

Lakukan refleksi bersama guru. Contoh akar masalah: buku bacaan tidak berjenjang, waktu membaca tidak terjadwal, dan guru belum terbiasa dengan strategi membaca pemahaman.

3. Tetapkan kegiatan pembenahan

Setiap akar masalah diterjemahkan menjadi kegiatan. Hindari kegiatan seremonial yang tidak menyentuh akar masalah.

4. Hitung kebutuhan dan masukkan ke komponen

Rinci volume, satuan, dan harga satuan yang wajar. Masukkan ke komponen penggunaan dana yang sesuai di juknis.

Contoh RKAS SD: kegiatan literasi

Berikut contoh untuk SD fiktif dengan 12 rombel dan anggaran BOSP Rp240.000.000 per tahun. Angka hanya ilustrasi untuk menunjukkan cara menghubungkan masalah dan anggaran.

Akar masalah Kegiatan Rincian Volume Perkiraan biaya
Buku tidak berjenjang Pengadaan buku bacaan berjenjang Buku cerita dan nonfiksi sesuai level 400 eksemplar Rp20.000.000
Buku teks kurang Pengadaan buku teks utama Melengkapi rasio buku per murid Sesuai kekurangan Rp6.000.000
Pojok baca tidak ada Rak dan perlengkapan pojok baca kelas Rak sederhana, karpet, label level 12 kelas Rp7.200.000
Guru belum terampil Lokakarya strategi membaca pemahaman Narasumber, bahan, konsumsi 2 kali Rp4.000.000
Waktu membaca tak terjadwal Program 15 menit membaca harian Jurnal baca murid, lembar pantau 1 tahun Rp1.500.000
Kemajuan tidak terukur Asesmen membaca awal dan akhir Penggandaan instrumen 2 kali Rp1.200.000

Pengadaan buku pada contoh RKAS SD di atas sekitar Rp26.000.000 atau kurang lebih 10,8 persen dari anggaran, sehingga memenuhi porsi minimal buku. Sisa anggaran dialokasikan ke komponen lain seperti langganan daya dan jasa, pemeliharaan, administrasi, dan honor sesuai batas yang berlaku.

Ringkasan alokasi per komponen

Komponen Contoh alokasi Catatan
Pengembangan perpustakaan dan buku Rp33.200.000 Termasuk pojok baca kelas
Kegiatan pembelajaran Rp30.000.000 Termasuk program membaca harian
Asesmen Rp12.000.000 Asesmen sumatif dan membaca
Pengembangan profesi guru Rp10.000.000 Lokakarya literasi, komunitas belajar
Administrasi kegiatan sekolah Rp24.000.000 ATK, penggandaan, rapat
Langganan daya dan jasa Rp30.000.000 Listrik, air, internet
Pemeliharaan sarana prasarana Rp40.000.000 Di bawah batas 20 persen
Honor Rp45.000.000 Mengikuti batas sesuai status sekolah
Lain-lain sesuai juknis Rp15.800.000 Penerimaan murid baru, multimedia
Total Rp240.000.000

Nama dan jumlah komponen dapat berubah antartahun, jadi gunakan daftar komponen di juknis yang berlaku.

Indikator keberhasilan

Bagian yang paling sering terlewat dalam contoh RKAS SD di internet adalah indikator. RKAS yang baik mencantumkan cara mengukur hasil. Untuk kegiatan literasi, misalnya:

  • Persentase murid kelas 1–3 yang membaca lancar naik dari asesmen awal ke akhir.
  • Setiap kelas memiliki pojok baca dengan minimal 30 judul berjenjang.
  • Setiap murid tercatat membaca minimal satu buku per bulan di jurnal baca.
  • Seluruh guru kelas mengikuti dua lokakarya dan menerapkan satu strategi membaca pemahaman.

Kesalahan yang sering terjadi

Menyalin RKAS tahun lalu. Masalah sekolah berubah, sehingga kegiatan dan anggaran juga perlu berubah.

Buku dibeli tanpa kurasi. Buku yang tidak sesuai jenjang hanya memenuhi rak. Libatkan guru kelas dan pustakawan dalam memilih judul.

Kegiatan tanpa indikator. Lokakarya dianggarkan, tetapi tidak ada rencana tindak lanjut di kelas.

Belanja menumpuk di akhir tahun. Rencanakan jadwal belanja per tahap penyaluran agar kegiatan berjalan sejak awal tahun ajaran.

Bukti belanja tidak lengkap. Siapkan kuitansi, nota, dan dokumentasi sejak awal agar SPJ tidak tertunda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah contoh RKAS SD ini bisa langsung dipakai?

Contoh ini sebaiknya dijadikan kerangka. Angka, komponen, dan kegiatan harus disesuaikan dengan rapor pendidikan, jumlah murid, dan juknis yang berlaku di tahun berjalan.

Siapa yang terlibat dalam penyusunan RKAS?

Kepala Sekolah, Bendahara, guru, dan komite sekolah. Pelibatan guru penting agar kegiatan benar-benar menjawab kebutuhan kelas.

Buku apa saja yang termasuk porsi minimal buku?

Porsi buku diarahkan untuk pengembangan perpustakaan, termasuk buku teks dan nonteks. Rujuk juknis terbaru untuk rinciannya.

Bagaimana bila anggaran tidak cukup untuk semua kegiatan literasi?

Tetapkan prioritas dari akar masalah paling berpengaruh, misalnya buku berjenjang dan waktu membaca harian. Kegiatan lain bisa dijadwalkan pada tahun berikutnya.

Kapan RKAS boleh diubah?

Perubahan RKAS dimungkinkan sesuai mekanisme di juknis, biasanya disertai alasan dan persetujuan pihak terkait. Ikuti prosedur dinas setempat.

ASIS: RKAS, Belanja, dan SPJ dalam Satu Alur

RKAS sering disusun di lembar kerja, belanja dicatat di buku kas terpisah, dan bukti disimpan di map. Saat SPJ disusun, Bendahara harus mencocokkan semuanya secara manual, dan kegiatan literasi yang sudah direncanakan sulit dipantau kemajuannya.

ASIS menyatukan modul keuangan untuk tagihan, tabungan, kas, RKAS, dan SPJ, sehingga rencana dan realisasi bisa dilihat berdampingan. Kepala Sekolah dapat menetapkan target literasi di Dashboard Goal, perpustakaan sekolah tercatat di modul perpustakaan, dan murid bisa membaca buku pelajaran pemerintah di Pustaka tanpa biaya tambahan. Tiap peran hanya melihat menu dan data yang ia perlukan.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai menyusun RKAS di asis.id.

Sumber: Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026 tentang Juknis Pengelolaan Dana BOSP

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.