WAWASAN ASIS

Contoh RPPH TK Sederhana yang Bisa Langsung Dipakai

Contoh RPPH TK sederhana dan lengkap: komponen wajib, dua contoh terisi untuk kelompok A dan B, teknik asesmen, serta tips menyusun tanpa ribet.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Panduan

Contoh RPPH TK yang baik tidak perlu panjang. Satu halaman sudah cukup bila memuat identitas kegiatan, tujuan pembelajaran yang jelas, alat dan bahan, langkah kegiatan pembuka-inti-penutup, serta cara guru mengamati perkembangan anak. Artikel ini menyajikan komponen RPPH, dua contoh terisi untuk kelompok A dan kelompok B, dan tips agar rencana harian benar-benar menjadi panduan di kelas, bukan sekadar berkas untuk supervisi.

RPPH dan Kurikulum Merdeka PAUD

RPPH (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian) adalah istilah yang sudah lama akrab bagi guru TK. Dalam Kurikulum Merdeka, perencanaan pembelajaran PAUD lebih fleksibel: satuan PAUD boleh menyusun modul ajar atau rencana pembelajaran dalam format yang sesuai kebutuhan, selama mengacu pada capaian pembelajaran fase Fondasi. Banyak sekolah tetap memakai nama RPPH untuk rencana harian, dan itu tidak masalah.

Capaian pembelajaran fase Fondasi selama ini dirumuskan dalam tiga elemen: nilai agama dan budi pekerti; jati diri; serta dasar-dasar literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni. Pembaruan capaian pembelajaran PAUD ditetapkan dalam Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025, jadi cocokkan rumusan elemen dan tujuan pembelajaran dengan dokumen terbaru.

Komponen RPPH yang ringkas

Komponen Isi Tips
Identitas Satuan PAUD, kelompok, semester, minggu, hari/tanggal Cukup satu baris
Topik Topik atau tema yang sedang berjalan Pilih yang dekat dengan pengalaman anak
Tujuan pembelajaran 2–3 tujuan yang mengacu pada elemen CP Gunakan kata kerja yang bisa diamati
Alat dan bahan Benda yang dipakai Utamakan bahan alam dan bahan bekas
Kegiatan pembuka Salam, doa, cerita, tanya jawab 15–30 menit
Kegiatan inti Main bermakna, pilihan kegiatan Beri anak pilihan
Kegiatan penutup Refleksi, recalling, pesan, doa pulang Tanyakan perasaan dan pengalaman anak
Asesmen Teknik pengamatan yang dipakai Ceklis, catatan anekdot, hasil karya, foto berseri

Contoh RPPH TK kelompok A (usia 4–5 tahun)

Identitas: TK Bina Ceria, Kelompok A, Semester 1, Minggu ke-6, Selasa.

Topik: Aku dan keluargaku, subtopik "Rumahku".

Tujuan pembelajaran:

  1. Anak dapat menyebutkan anggota keluarga di rumah (jati diri).
  2. Anak dapat menyusun balok membentuk bangunan rumah sederhana (dasar rekayasa dan matematika).
  3. Anak dapat berdoa sebelum dan sesudah kegiatan (nilai agama dan budi pekerti).

Alat dan bahan: balok kayu, kardus bekas, krayon, foto keluarga yang dibawa anak.

Kegiatan pembuka (20 menit): salam dan doa bersama; guru bercerita singkat tentang rumah dan keluarga; anak bergantian menunjukkan foto keluarga dan menyebutkan siapa saja di foto.

Kegiatan inti (60 menit), anak memilih:

  • Membangun rumah dari balok di sudut balok.
  • Menggambar anggota keluarga di kertas.
  • Menghias kardus bekas menjadi rumah-rumahan.

Kegiatan penutup (20 menit): anak menceritakan karyanya; guru bertanya "Siapa yang tinggal di rumahmu?"; pesan untuk membantu orang tua di rumah; doa pulang.

Asesmen: catatan anekdot saat anak bercerita tentang keluarga, foto berseri proses membangun balok, hasil karya gambar.

Contoh RPPH TK kelompok B (usia 5–6 tahun)

Identitas: TK Bina Ceria, Kelompok B, Semester 2, Minggu ke-3, Kamis.

Topik: Tanaman di sekitarku, subtopik "Biji tumbuh menjadi kecambah".

Tujuan pembelajaran:

  1. Anak dapat mengamati dan menceritakan perubahan biji kacang hijau (dasar sains dan literasi).
  2. Anak dapat membandingkan panjang kecambah dengan stik es krim (dasar matematika).
  3. Anak dapat bergantian dan sabar menunggu giliran menyiram (jati diri).
  4. Anak dapat mensyukuri ciptaan Tuhan berupa tumbuhan (nilai agama dan budi pekerti).

Alat dan bahan: biji kacang hijau, kapas, gelas plastik bekas, air, stik es krim, kertas gambar.

Kegiatan pembuka (20 menit): salam, doa, bernyanyi lagu tentang tanaman; guru menunjukkan biji yang sudah direndam tiga hari dan bertanya "Apa yang berubah?".

Kegiatan inti (60 menit):

  • Menanam biji di gelas berisi kapas basah, menempel nama sendiri.
  • Mengukur kecambah contoh dengan stik es krim dan menandai panjangnya.
  • Menggambar biji dan kecambah, lalu menceritakan perbedaannya kepada guru.

Kegiatan penutup (20 menit): recalling kegiatan; kesepakatan jadwal menyiram bergiliran; doa pulang.

Asesmen: ceklis kemampuan membandingkan panjang, catatan anekdot cara anak menceritakan perubahan, hasil karya gambar dengan keterangan yang ditulis guru dari ucapan anak.

Teknik asesmen yang cocok untuk TK

Asesmen di PAUD bertujuan memahami perkembangan anak, bukan memberi nilai angka. Teknik yang umum dipakai:

  • Ceklis: mencatat ada atau belum munculnya perilaku tertentu.
  • Catatan anekdot: menuliskan kejadian bermakna secara singkat dan objektif.
  • Hasil karya: gambar, susunan balok, atau prakarya, disertai keterangan ucapan anak.
  • Foto berseri: beberapa foto yang menunjukkan urutan proses anak bermain.

Pilih satu atau dua teknik per hari. Mencoba mengamati semua anak dengan semua teknik sekaligus justru membuat guru kewalahan.

Tips agar RPPH tidak memberatkan

Susun mingguan, rinci harian. Rancang topik dan tujuan untuk satu minggu, lalu RPPH harian cukup memuat kegiatan dan asesmen.

Gunakan ulang dengan variasi. RPPH yang berhasil bisa dipakai lagi tahun berikutnya dengan penyesuaian.

Tulis yang benar-benar dilakukan. RPPH yang realistis lebih berguna daripada RPPH ideal yang tidak pernah dijalankan.

Catat refleksi singkat. Satu atau dua kalimat di bawah RPPH: apa yang berjalan baik, apa yang perlu diubah.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah RPPH masih wajib di Kurikulum Merdeka?

Kurikulum Merdeka memberi keleluasaan format perencanaan. Satuan PAUD boleh memakai modul ajar atau rencana harian seperti RPPH, selama mengacu pada capaian pembelajaran fase Fondasi.

Berapa jumlah tujuan pembelajaran dalam satu RPPH?

Dua sampai empat tujuan sudah cukup. Terlalu banyak tujuan membuat kegiatan tidak fokus dan asesmen sulit dilakukan.

Bolehkah contoh RPPH TK dipakai persis?

Boleh sebagai titik awal, tetapi sesuaikan dengan minat anak, bahan yang tersedia, dan lingkungan sekitar sekolah.

Apa beda RPPH kelompok A dan B?

Kelompok B umumnya mendapat kegiatan dengan langkah lebih banyak, tantangan lebih tinggi, dan dorongan bercerita lebih panjang.

Apakah asesmen harus dilakukan setiap hari?

Pengamatan berlangsung setiap hari, tetapi tidak semua anak dan semua aspek dicatat sekaligus. Bagi fokus pengamatan secara bergilir.

ASIS: Catatan Tumbuh Kembang Anak yang Tidak Tercecer

Rencana harian TK sering terasa sia-sia karena hasil pengamatan tercecer di buku, ponsel guru, dan tumpukan hasil karya. Saat menyusun laporan perkembangan di akhir semester, guru harus mengumpulkan ulang semuanya.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Modul PAUD di ASIS menyediakan catatan tumbuh kembang anak, sehingga catatan anekdot dan hasil pengamatan harian langsung tersimpan di profil anak dan bisa dipakai saat menyusun laporan. Perangkat ajar Kurikulum Merdeka membantu guru menyimpan rencana pembelajaran untuk dipakai ulang, dan orang tua menerima kabar kegiatan lewat notifikasi aplikasi.

ASIS gratis untuk semua sekolah, termasuk TK dan satuan PAUD, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

Sumber: Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran PAUD dan Dikdasmen

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.