SIM MA: Modul Penting dan Prioritas Penerapan di Aliyah
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Panduan deteksi dini tumbuh kembang (DDTK) di PAUD: peran guru, aspek yang diamati, jadwal skrining, kerja sama Puskesmas, dan komunikasi ke orang tua.
Deteksi dini tumbuh kembang (DDTK) adalah kegiatan rutin untuk menemukan sedini mungkin penyimpangan pertumbuhan, perkembangan, pendengaran, penglihatan, dan perilaku pada anak usia dini. Di Indonesia, kegiatan ini merupakan bagian dari program Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) yang dikembangkan Kementerian Kesehatan. Guru PAUD tidak mendiagnosis. Perannya adalah mengamati anak setiap hari, mencatat secara objektif, menyampaikan temuan kepada orang tua dengan bijak, dan bekerja sama dengan Puskesmas atau Posyandu untuk skrining dan rujukan.
Guru PAUD melihat anak beberapa jam sehari, beberapa hari seminggu, bersama teman sebayanya. Guru bisa membandingkan anak dengan rentang perkembangan seusianya secara alami, sesuatu yang sulit dilakukan orang tua yang hanya melihat anaknya sendiri.
Banyak hambatan perkembangan memberi hasil terbaik bila ditangani sejak dini. Keterlambatan bicara, gangguan pendengaran ringan, atau masalah penglihatan sering baru disadari saat anak masuk SD dan kesulitan mengikuti pelajaran. PAUD bisa memangkas jeda itu.
Perlu diingat, deteksi dini tumbuh kembang bukan kegiatan sekali setahun saat ada kunjungan petugas. Ia adalah kebiasaan mengamati yang menyatu dengan kegiatan harian: saat anak berlari di halaman, menggunting, bercerita di depan kelas, atau makan bersama. Semakin rutin guru mencatat, semakin cepat pola yang perlu perhatian terlihat.
| Aspek | Contoh yang diamati | Alat atau cara yang umum |
|---|---|---|
| Pertumbuhan fisik | Berat badan, tinggi badan, lingkar kepala | Timbangan, alat ukur tinggi, pita ukur, grafik pertumbuhan di Buku KIA |
| Perkembangan | Gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian | Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) oleh tenaga terlatih |
| Pendengaran | Respons terhadap panggilan, kejelasan bicara | Tes daya dengar oleh tenaga terlatih |
| Penglihatan | Memicingkan mata, menabrak benda, mendekatkan buku | Tes daya lihat oleh tenaga terlatih |
| Mental emosional dan perilaku | Tantrum berlebihan, menarik diri, sangat sulit fokus | Kuesioner dan pengamatan oleh tenaga terlatih |
Instrumen skrining resmi beserta cara penggunaannya diatur dalam pedoman SDIDTK. Guru sebaiknya mengikuti pelatihan dari Puskesmas atau dinas setempat sebelum memakai instrumen apa pun, dan tidak menyimpulkan hasil di luar kewenangannya.
Dalam pedoman SDIDTK, skrining perkembangan dilakukan berkala sesuai umur anak, lebih sering pada usia di bawah dua tahun dan lebih jarang setelahnya. Untuk lembaga PAUD, pola berikut bisa disesuaikan:
| Waktu | Kegiatan | Pelaksana |
|---|---|---|
| Setiap hari | Pengamatan perilaku dan perkembangan saat bermain | Guru kelas |
| Setiap bulan | Penimbangan dan pengukuran tinggi | Guru bersama kader atau tenaga kesehatan |
| Setiap semester | Rekap catatan perkembangan per anak | Guru kelas dan Kepala PAUD |
| Sesuai jadwal Puskesmas | Skrining perkembangan, daya dengar, daya lihat | Tenaga kesehatan atau guru terlatih |
| Bila ada tanda khusus | Komunikasi dengan orang tua dan rujukan | Guru, Kepala PAUD, orang tua |
Lembaga yang berdekatan dengan Posyandu dapat menyelaraskan jadwal penimbangan agar anak tidak diukur dua kali dalam bulan yang sama.
Catatan guru akan dibaca orang tua dan mungkin tenaga kesehatan. Catatan yang baik menggambarkan perilaku, bukan menilai anak.
| Catatan yang kurang tepat | Catatan yang lebih tepat |
|---|---|
| Dimas anaknya hiperaktif. | Selama kegiatan meronce 10 menit, Dimas berdiri dan berpindah tempat 6 kali. |
| Nisa telat bicara. | Usia 3 tahun 4 bulan. Saat bercerita tentang gambar, Nisa memakai satu sampai dua kata per ucapan. |
| Raka pemalu sekali. | Dalam dua minggu, Raka belum bergabung dalam permainan kelompok, tetapi bermain sendiri di dekat teman. |
Nama di atas fiktif. Catat tanggal, kegiatan, durasi, dan perilaku yang terlihat. Pola dari beberapa catatan lebih bermakna daripada satu kejadian.
Daftar berikut bukan alat diagnosis, melainkan tanda yang layak didiskusikan dan dikonsultasikan ke tenaga kesehatan:
Percakapan ini sering paling sulit. Beberapa prinsip:
Pendekatan PAUD holistik integratif mendorong layanan pendidikan, kesehatan, gizi, dan pengasuhan berjalan bersama. Langkah praktisnya:
Untuk kegiatan stimulasi sehari-hari di kelas, artikel belajar melalui bermain di PAUD memberi banyak contoh kegiatan sesuai aspek perkembangan.
Pengamatan harian dilakukan guru. Skrining dengan instrumen resmi dilakukan tenaga kesehatan atau guru yang sudah dilatih sesuai pedoman SDIDTK.
KPSP adalah instrumen dalam pedoman SDIDTK. Sebaiknya guru mengikuti pelatihan dari Puskesmas atau dinas sebelum memakainya, dan hasilnya dikomunikasikan dengan tenaga kesehatan.
Banyak lembaga melakukannya setiap bulan, bersamaan dengan jadwal Posyandu atau kunjungan tenaga kesehatan. Ikuti kesepakatan dengan Puskesmas setempat.
Hormati keputusan orang tua, tetap catat pengamatan, dan tawarkan kembali setelah beberapa waktu dengan data tambahan. Jaga hubungan baik agar komunikasi tetap terbuka.
Tidak persis. Asesmen PAUD menilai capaian pembelajaran, sedangkan DDTK berfokus pada penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan. Keduanya saling melengkapi.
Kendala terbesar DDTK di PAUD adalah catatan yang terputus. Hasil timbang tercatat di buku, pengamatan guru di kertas lain, dan orang tua hanya mendengar ringkasan saat pembagian rapor. Pola yang seharusnya terlihat sejak dini akhirnya terlewat.
ASIS memiliki fitur PAUD dengan catatan tumbuh kembang, sehingga hasil pengukuran dan pengamatan perkembangan tersimpan per anak dan bisa dilihat kembali dari waktu ke waktu. Data kesehatan juga dapat dicatat lewat fitur UKS, dan orang tua menerima kabar melalui notifikasi aplikasi yang gratis tanpa batas, lengkap dengan jam tenang. Penjelasan lebih lengkap ada di artikel aplikasi PAUD.
ASIS gratis untuk semua sekolah termasuk PAUD, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.