WAWASAN ASIS

Domain Website Yayasan: Cara Menghubungkannya di ASIS

Cara memilih dan menghubungkan domain website yayasan ke situs ASIS: persiapan, pengaturan DNS secara umum, kesalahan umum, dan tips agar tidak putus.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Panduan

Domain website yayasan adalah alamat resmi yang dipakai orang tua, calon donatur, dan mitra untuk menemukan yayasan di internet. Alamat seperti "namayayasan.or.id" terasa lebih meyakinkan daripada alamat panjang milik penyedia lain. Di ASIS, setiap lembaga mendapat subdomain gratis, dan yayasan yang ingin memakai domain sendiri bisa menghubungkannya melalui paket ASIS Plus. Artikel ini menjelaskan cara memilih domain website yayasan, alur umum menghubungkannya ke situs ASIS, kesalahan yang sering terjadi, dan pilihan bagi yayasan yang belum memakai ASIS.

Masalah umum situs yayasan

Banyak yayasan pernah punya situs, lalu situsnya hilang. Polanya mirip: situs dibuat oleh alumni atau relawan, domain didaftarkan atas nama pribadi, lalu orang itu pindah kota atau lupa memperpanjang. Setahun kemudian domain kedaluwarsa dan alamat situs berpindah tangan.

Masalah lain yang sering terjadi:

  • yayasan dan setiap unit sekolah memakai alamat berbeda yang tidak saling terkait,
  • tidak ada yang tahu kata sandi panel domain,
  • surel resmi yayasan masih memakai layanan surel gratis dengan nama acak.

Mengapa domain sendiri penting untuk yayasan

Domain sendiri bukan soal gengsi. Ada tiga manfaat praktis:

  1. Kepercayaan. Orang tua dan donatur lebih yakin pada alamat yang mencerminkan nama resmi lembaga.
  2. Kesinambungan. Selama domain diperpanjang, alamat situs tetap sama meskipun pengurus atau penyedia situs berganti.
  3. Pencarian. Domain yang konsisten membantu situs yayasan dikenali mesin pencari dari waktu ke waktu.

Memilih nama domain website yayasan

Pertimbangkan hal berikut sebelum membeli:

Pertimbangan Saran Contoh
Ekstensi Ekstensi organisasi Indonesia umumnya cocok untuk yayasan; ikuti persyaratan pengelola domain namayayasan.or.id
Panjang Pendek, mudah diucapkan nurulilmi.or.id
Ejaan Hindari tanda hubung berlebihan dan angka hindari nurul-ilmi-2.or.id
Kepemilikan Atas nama yayasan, bukan pribadi data pendaftar = yayasan
Perpanjangan Bayar beberapa tahun sekaligus bila memungkinkan catat tanggal jatuh tempo

Setiap ekstensi domain Indonesia memiliki persyaratan dokumen sendiri dari pengelola domain dan registrar. Periksa ketentuan terbaru di registrar sebelum mendaftar.

Alur umum menghubungkan domain website yayasan di ASIS

Situs yayasan di ASIS bisa memakai subdomain gratis atau domain milik yayasan sendiri; domain sendiri tersedia mulai paket ASIS Plus. Saat mengubah DNS, pastikan layanan yang sudah berjalan, seperti surel dan domain sekolah, tidak ikut terputus.

Sebelum memulai

Siapkan akses ke panel DNS, domain yang sah atas nama yayasan, catatan rekaman DNS lama, dan kontak pengelola teknis.

Langkah di ASIS

  1. Buka Alamat Web Yayasan. Bila memakai subdomain, periksa dulu ketersediaannya di menu Alamat Web Yayasan.
  2. Masukkan domain sendiri. Tulis alamat domain dengan tepat dan ikuti instruksi verifikasi yang ditampilkan.
  3. Ubah DNS sesuai petunjuk. Simpan nilai lama sebagai cadangan sebelum mengubah apa pun, lalu beri waktu untuk propagasi.
  4. Verifikasi dan uji. Jalankan verifikasi di ASIS, kemudian buka halaman utama, tulisan, halaman sekolah, dan kontak melalui alamat baru.

Periksa hasilnya

Situs yayasan terbuka melalui HTTPS, halaman sekolah yang benar tertaut, dan surel lama tetap berjalan.

Jika hasil belum sesuai

Bila domain belum terverifikasi, periksa kembali DNS dan bukti kepemilikan. Jangan melepas alamat lama sebelum alamat baru benar-benar stabil.

Langkah lengkap: Cara Menghubungkan Domain Situs Yayasan.

Menata alamat yayasan dan unit sekolah

Yayasan dengan beberapa unit bisa memilih pola alamat yang rapi. Contohnya:

  • yayasan memakai domain utama, misalnya nurulilmi.or.id,
  • unit memakai alamat terpisah sesuai kebutuhan, atau tetap di subdomain gratis,
  • halaman utama yayasan menautkan ke situs setiap unit.

Pola ini membuat orang tua mudah berpindah dari profil yayasan ke informasi unit yang mereka cari, misalnya halaman SPMB SD.

Daftar cek setelah domain aktif

Begitu domain website yayasan sudah tersambung, lakukan pemeriksaan berikut dalam pekan pertama:

  • Alamat dengan dan tanpa "www" sama-sama membuka situs yayasan.
  • Ikon gembok tampil di peramban, artinya koneksi aman.
  • Halaman profil, kontak, dan unit sekolah terbuka tanpa galat.
  • Surel resmi yayasan tetap bisa mengirim dan menerima pesan.
  • Alamat baru sudah tercantum di profil media sosial dan kop surat.
  • Tanggal jatuh tempo domain tercatat di kalender bersama pengurus.
  • Dua pengurus sudah mengetahui cara masuk ke panel domain.

Pemeriksaan sederhana ini mencegah keluhan orang tua yang menemukan situs tidak bisa dibuka tepat ketika pendaftaran murid baru sedang ramai.

Tips dan kesalahan umum

Tips

  • Simpan data akses panel domain di dokumen milik yayasan, bukan di ponsel satu orang.
  • Pasang pengingat perpanjangan sebulan sebelum jatuh tempo.
  • Setelah domain aktif, perbarui alamat di media sosial, kop surat, dan spanduk.

Kesalahan umum

  • Menghapus catatan DNS surel. Saat mengatur DNS untuk situs, jangan menghapus catatan yang dipakai layanan surel resmi.
  • Mengubah DNS lalu panik. Situs tidak langsung berpindah; tunggu propagasi sebelum mengubah lagi.
  • Mendaftarkan domain atas nama pribadi. Ini sumber masalah saat pengurus berganti.
  • Membiarkan alamat lama tetap tersebar. Arahkan pengunjung ke alamat baru dan perbarui tautan lama.

Pilihan bagi yayasan yang belum memakai ASIS

Yayasan yang memakai layanan situs lain tetap bisa mengikuti prinsip yang sama:

  1. Beli domain atas nama yayasan dan catat tanggal kedaluwarsa.
  2. Ikuti petunjuk DNS dari penyedia situs yang dipakai.
  3. Pastikan sertifikat keamanan (HTTPS) aktif.
  4. Simpan dokumen akses di folder yayasan dan bagikan ke dua orang pengurus.
  5. Tinjau situs setiap semester: apakah kontak, alamat, dan berita masih terbaru.

Jika belum siap membeli domain, subdomain gratis sudah cukup untuk memulai. Isi situs yang berguna jauh lebih penting daripada alamat yang bagus tetapi kosong.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah domain website yayasan wajib berbayar?

Tidak wajib. ASIS memberi subdomain gratis. Domain sendiri dibeli di registrar dan dihubungkan melalui paket ASIS Plus.

Berapa lama domain aktif setelah DNS diatur?

Biasanya beberapa menit sampai sekitar satu hingga dua hari, tergantung propagasi DNS.

Apakah surel yayasan terganggu saat domain dihubungkan?

Tidak, selama catatan DNS untuk surel tidak dihapus. Tambahkan catatan untuk situs tanpa mengubah catatan surel.

Bisakah unit sekolah memakai domain berbeda dari yayasan?

Bisa. Setiap unit dapat memakai subdomain gratis atau domain sendiri sesuai paket lembaganya.

Siapa yang sebaiknya memegang akses panel domain?

Yayasan, dengan minimal dua pengurus yang mengetahui akses. Hindari bergantung pada satu orang atau pihak luar.

ASIS: Situs Yayasan yang Tidak Hilang Saat Pengurus Berganti

Akar masalah situs yayasan yang hilang adalah ketergantungan pada satu orang: satu relawan yang membuat situs, satu akun pribadi yang memegang domain. Ketika orang itu pergi, situs ikut pergi.

ASIS memberi situs sekolah dan yayasan dengan subdomain gratis yang dikelola dari akun lembaga, bukan akun pribadi. Ketika yayasan siap memakai domain website yayasan sendiri, paket ASIS Plus menyediakan penghubungan domain dan pengaturan SEO, sementara paket ASIS Pro menambah pembuat situs dan dukungan prioritas. Berita dan profil unit bisa dikelola dalam satu ekosistem.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.