SIM MA: Modul Penting dan Prioritas Penerapan di Aliyah
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Cara impor data GTK (guru dan tendik) dari file ekspor Dapodik atau EMIS ke ASIS: persiapan berkas, pemeriksaan hasil, dan pembagian peran.
Impor data GTK adalah langkah memindahkan data guru dan tenaga kependidikan dari file ekspor Dapodik atau EMIS ke aplikasi sekolah, tanpa mengetik ulang nama, NIP atau NUPTK, jabatan, dan status kepegawaian satu per satu. Untuk operator, langkah ini menentukan banyak hal sesudahnya: jadwal mengajar, presensi pegawai, penggajian, hingga akun masuk setiap guru. Artikel ini menjelaskan mengapa impor GTK perlu dilakukan dengan cermat, alur umumnya di ASIS, kesalahan yang sering terjadi, dan cara menata data GTK secara manual bila sekolah belum memakai aplikasi.
Di banyak sekolah, data guru tersimpan di beberapa tempat sekaligus: Dapodik atau EMIS untuk pelaporan resmi, Excel TU untuk penggajian, dan buku presensi untuk kehadiran. Setiap kali ada guru baru, mutasi, atau perubahan status dari honorer menjadi PPPK, operator harus memperbarui semuanya.
Kesalahan kecil berdampak besar. Guru yang namanya ditulis berbeda di jadwal dan di daftar gaji bisa terlewat honornya. Tenaga kependidikan yang tidak tercatat tidak bisa melakukan presensi pegawai.
ASIS tidak terhubung langsung dengan Dapodik maupun EMIS dan tidak mengirim data balik. Sekolah cukup menggunakan file ekspor yang sudah dimiliki. Pemutakhiran data resmi tetap dilakukan di Dapodik atau EMIS sesuai jadwal dari kementerian masing-masing.
Data GTK juga termasuk data pribadi. Simpan file ekspor di komputer sekolah, jangan dibagikan di grup percakapan, dan hapus salinan sementara setelah impor selesai.
Materi Panduan ASIS "Cara Mengimpor Data Guru dan Tendik dari Dapodik dan EMIS" menjelaskan bahwa berkas unduhan Dapodik atau EMIS bisa diunggah tanpa diubah formatnya. Sistem membaca nama, NUPTK, NIP, status kepegawaian, nomor telepon, dan tugas tambahan dari berkas tersebut.
Unduh berkas Daftar Guru atau Daftar Tendik dari Dapodik (.xlsx atau .xls), atau berkas GTK dari EMIS Kemenag. Pastikan berkas tidak dikunci kata sandi, dan gunakan data hasil pemutakhiran semester berjalan.

Formulir Impor Guru & Tendik: pilih kotak Dapodik atau EMIS sesuai asal berkas, lalu unggah tanpa mengubah format.
Setelah impor data GTK selesai, langkah berikutnya di luar materi impor adalah menautkan akun dan membagikan peran sesuai tugas masing-masing.
Buka lagi Kepegawaian, lalu Guru & Tendik. Periksa nama, NIP, NUPTK, dan status kepegawaian untuk memastikan seluruh staf tercatat benar.
Bila ada baris yang tidak masuk, periksa apakah NUPTK atau NIP mengandung spasi atau simbol. Rapikan di berkas sumber, lalu lakukan impor ulang.
Langkah lengkap: Cara Mengimpor Data Guru dan Tendik dari Dapodik dan EMIS
| Pegawai | Contoh peran di ASIS |
|---|---|
| Guru mapel | Guru, jurnal mengajar, penilaian |
| Wali kelas | Wali kelas, presensi kelas, catatan perkembangan |
| Wakasek kurikulum | Kurikulum, jadwal, e-Rapor |
| Bendahara | Keuangan, tagihan, kas |
| Staf TU | Operator, surat, data induk |
| Pustakawan | Perpustakaan |
Satu orang bisa memiliki beberapa peran dalam satu akun. ASIS menyediakan 45 peran pengguna, dan tiap peran hanya melihat menu yang ia perlukan.
Ibu Rahma (nama fiktif) adalah guru IPA, wali kelas VIII B, sekaligus pembina KIR. Setelah impor data GTK, operator cukup memberinya tiga peran dalam satu akun: guru mapel, wali kelas, dan pembina kegiatan. Ia tidak perlu tiga kata sandi berbeda, dan setiap menu yang muncul sesuai tugasnya. Bandingkan dengan cara lama ketika namanya ditulis di tiga daftar terpisah dan harus diperbarui satu per satu.
Sekolah yang belum memakai aplikasi tetap bisa menata data GTK dengan rapi.
Bisa, misalnya di awal tahun ajaran. Pastikan aplikasi mengenali pegawai yang sudah ada agar tidak tercatat ganda, dan periksa hasilnya setiap kali impor.
Tambahkan secara manual atau melalui berkas Excel sesuai templat. Status kepegawaiannya dicatat apa adanya.
Tidak. File ekspor berisi data kepegawaian, bukan data penggajian sekolah. Komponen gaji diatur di modul penggajian.
Sebaiknya operator atau kepala TU yang ditunjuk. Batasi akses agar data pegawai tidak diubah oleh banyak orang.
Tidak. ASIS tidak mengirim data balik. Perubahan resmi tetap dilakukan di Dapodik atau EMIS.
Akar masalah data guru di sekolah adalah pencatatan berulang. Nama guru yang sama ditulis di jadwal, daftar hadir, daftar gaji, dan SK, dengan ejaan yang bisa berbeda di setiap berkas.
Dengan ASIS, operator cukup mengimpor file ekspor Dapodik atau EMIS sekali. Data itu langsung dipakai untuk penugasan mengajar, generator jadwal tanpa bentrok, presensi pegawai lewat pindai QR atau pengenalan wajah, penggajian, dan surat SK. Setiap guru masuk dengan akunnya sendiri dan hanya melihat menu sesuai perannya.
ASIS gratis untuk semua sekolah dan madrasah. Basmalah, dari ekosistem ASIS, gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.