WAWASAN ASIS

IPAS SD: Pengertian dan Cara Mengajarkannya

Apa itu IPAS SD di Kurikulum Merdeka, mengapa IPA dan IPS digabung, mulai kelas berapa, dan cara mengajarkannya dengan contoh unit dan asesmen.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

IPAS SD adalah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial dalam Kurikulum Merdeka yang memadukan IPA dan IPS menjadi satu mapel. Alasannya sederhana: anak usia SD memandang dunia secara utuh, belum terkotak-kotak menjadi "alam" dan "sosial". IPAS diajarkan secara mandiri mulai kelas III (Fase B) hingga kelas VI (Fase C). Cara mengajarkannya yang paling efektif adalah berangkat dari satu fenomena nyata, lalu menyelidikinya dari sisi alam dan sisi manusia.

Artikel ini menjelaskan alasan penggabungan, cakupan per fase, keterampilan proses yang dilatih, contoh unit pembelajaran terpadu, asesmen, dan kesalahan yang sering terjadi.

Mengapa IPA dan IPS digabung

Bayangkan topik sampah plastik di sungai dekat sekolah. Dari sisi IPA, murid belajar tentang sifat benda, pencemaran, dan dampaknya bagi makhluk hidup. Dari sisi IPS, murid belajar tentang kebiasaan warga, peran pemerintah desa, dan kegiatan ekonomi di sekitar sungai. Keduanya tidak bisa dipisahkan jika ingin memahami masalahnya secara utuh.

Penggabungan ini bertujuan:

  • melatih murid melihat hubungan antara alam dan kehidupan manusia;
  • mengurangi pengulangan materi yang tumpang tindih;
  • memberi ruang lebih untuk inkuiri dan projek;
  • menyiapkan murid sebelum IPA dan IPS dipelajari lebih mendalam di SMP.

Cakupan per fase

Fase Kelas Fokus umum
A I–II IPAS belum diajarkan sebagai mapel tersendiri; pengenalan lingkungan dapat diintegrasikan dalam mapel lain
B III–IV Mengenal diri, lingkungan sekitar, makhluk hidup, wujud benda, energi sederhana, keragaman budaya dan lingkungan sosial terdekat
C V–VI Sistem dalam tubuh dan alam, perubahan lingkungan, kegiatan ekonomi, sejarah dan keragaman Indonesia

Rincian capaian pembelajaran mengikuti keputusan BSKAP yang berlaku. Selalu rujuk dokumen capaian pembelajaran terbaru sebelum menyusun alur tujuan pembelajaran.

Keterampilan proses yang dilatih

IPAS bukan sekadar menghafal fakta. Murid dilatih menjalani siklus penyelidikan:

  1. Mengamati fenomena di sekitar.
  2. Mempertanyakan dan memprediksi apa yang terjadi dan mengapa.
  3. Merencanakan dan melakukan penyelidikan, misalnya percobaan sederhana atau wawancara warga.
  4. Memproses dan menganalisis data yang dikumpulkan.
  5. Mengevaluasi dan merefleksi hasil penyelidikan.
  6. Mengomunikasikan temuan secara lisan, tertulis, atau visual.

Contoh unit terpadu: "Air di Sekitar Rumahku" (kelas IV)

Fenomena pemantik

Sumur di beberapa rumah warga mulai kering saat kemarau, sementara saat hujan jalan desa tergenang.

Pertanyaan pemantik

  • Dari mana air sumur berasal?
  • Mengapa saat kemarau sumur kering, tetapi saat hujan terjadi genangan?
  • Bagaimana warga menghemat dan mengelola air?

Alur kegiatan (sekitar 4 minggu)

Minggu Sisi IPA Sisi IPS Kegiatan
1 Siklus air sederhana Sumber air warga sekitar Mengamati, menggambar siklus air, peta sumber air di lingkungan
2 Penyerapan air oleh tanah Kebiasaan warga memakai air Percobaan resapan tanah berpasir, tanah liat, dan tanah berumput; wawancara keluarga
3 Air bersih dan kesehatan Peran pengurus RT dan warga dalam mengelola air Uji kejernihan air sederhana, mendengarkan cerita narasumber
4 Menghemat air Gotong royong warga Membuat poster atau usulan lubang resapan untuk sekolah

Produk akhir

Kelompok mempresentasikan temuan dan satu usulan aksi, misalnya jadwal piket mematikan keran atau usulan sumur resapan kepada Kepala Sekolah.

Asesmen IPAS SD

Asesmen formatif

  • Lembar pengamatan percobaan.
  • Pertanyaan singkat di akhir sesi, misalnya "Tulis satu hal yang kamu pelajari hari ini".
  • Catatan guru tentang keterlibatan murid dalam diskusi.

Asesmen sumatif

  • Kinerja: laporan percobaan sederhana.
  • Produk: poster atau peta beserta penjelasan.
  • Tertulis: soal berbasis stimulus, misalnya tabel curah hujan dan pemakaian air keluarga.

Contoh rubrik penyelidikan

Kriteria Perlu bimbingan Cukup Baik Sangat baik
Mengamati Pengamatan belum sesuai fokus Mencatat sebagian hasil Mencatat hasil dengan lengkap Mencatat lengkap dan menemukan pola
Menjelaskan hubungan alam dan sosial Belum mengaitkan Mengaitkan dengan bantuan Mengaitkan secara mandiri Mengaitkan dan memberi contoh baru
Mengomunikasikan Belum runtut Cukup runtut Runtut dan jelas Runtut, jelas, dan menarik

Tips mengajar IPAS SD di kelas

  • Mulai dari lingkungan terdekat. Halaman sekolah, pasar, sawah, atau kampung adalah laboratorium terbaik.
  • Satu fenomena, banyak sudut. Jangan mengajar IPA di jam pertama lalu IPS di jam kedua seolah dua mapel terpisah.
  • Gunakan alat sederhana. Botol bekas, gelas plastik, dan tanah dari halaman sudah cukup untuk banyak percobaan.
  • Libatkan orang tua. Tugas wawancara keluarga membuat pembelajaran tersambung ke rumah.
  • Beri ruang bertanya. Pertanyaan murid sering menjadi pintu masuk materi berikutnya.

Menyusun alur tujuan pembelajaran

Sebelum mengajar, guru perlu menurunkan capaian pembelajaran IPAS SD menjadi tujuan pembelajaran yang lebih kecil, lalu menyusunnya menjadi alur. Langkah praktisnya:

  1. Baca capaian pembelajaran fase yang diampu, tandai kata kerja dan konten utamanya.
  2. Kelompokkan konten menjadi beberapa tema yang dekat dengan lingkungan murid, misalnya air, makanan, atau pasar.
  3. Untuk setiap tema, tulis dua sampai empat tujuan pembelajaran yang mencakup sisi alam dan sisi sosial.
  4. Urutkan dari yang konkret ke yang abstrak, dari lingkungan terdekat ke yang lebih luas.
  5. Tetapkan asesmen untuk setiap tujuan agar jelas kapan murid dianggap tuntas.

Alur ini tidak perlu sempurna di awal. Revisi setiap akhir semester berdasarkan pengalaman mengajar dan hasil asesmen murid.

Kesalahan umum

  • Mengajarkan IPAS sebagai dua bab terpisah dalam satu buku.
  • Terlalu banyak ceramah dan menghafal istilah.
  • Melewatkan sisi IPS karena dianggap "hanya hafalan".
  • Tidak menyesuaikan contoh dengan lingkungan murid, misalnya membahas kereta bawah tanah untuk murid desa pesisir.

Variasi untuk sekolah dengan kondisi berbeda

  • Sekolah di kota: fenomena kemacetan, sampah rumah tangga, atau ruang terbuka hijau.
  • Sekolah di desa: pertanian, sungai, dan musim tanam.
  • Sekolah di pesisir: pasang surut, ekosistem pantai, dan mata pencaharian nelayan.
  • Kelas inklusi: sediakan alat peraga konkret dan pembagian peran sesuai kemampuan setiap murid.

Pertanyaan yang sering diajukan

Mulai kelas berapa IPAS SD diajarkan?

IPAS diajarkan sebagai mapel tersendiri mulai kelas III (Fase B) sampai kelas VI (Fase C).

Apakah IPAS menggantikan IPA dan IPS sepenuhnya?

Di SD, ya. IPA dan IPS digabung menjadi IPAS. Di SMP, keduanya kembali menjadi mapel terpisah.

Apakah guru kelas harus menguasai IPA dan IPS sekaligus?

Ya, dalam tingkat dasar. Guru dapat bekerja sama dalam kelompok kerja guru dan memanfaatkan buku pelajaran resmi sebagai rujukan.

Bagaimana jika sekolah tidak punya laboratorium?

Tidak masalah. Banyak penyelidikan IPAS cukup dilakukan di halaman sekolah dengan alat sederhana.

Bagaimana menilai sisi IPS dalam projek?

Gunakan rubrik yang menilai kemampuan murid mengaitkan fenomena dengan kehidupan masyarakat, bukan hanya hafalan nama tempat atau tokoh.

ASIS: Bahan Ajar IPAS di Satu Tempat, Nilai Langsung ke Rapor

Mengajar IPAS secara terpadu butuh persiapan: mencari bahan, merancang percobaan, membuat rubrik, lalu memasukkan nilai ke rapor. Masalahnya, bahan tersebar di banyak tempat dan nilai sering diketik ulang dari lembar pengamatan ke rapor. Waktu guru habis untuk administrasi, bukan merancang pembelajaran yang menarik.

ASIS memegang prinsip "data dicatat sekali, dipakai berkali-kali". Guru bisa membuka buku pelajaran IPAS dari pemerintah (BSE/SIBI) di Pustaka dan memakai aktivitas serta lab interaktif di Studio untuk memperkuat konsep seperti siklus air atau perubahan wujud benda. Perangkat ajar Kurikulum Merdeka disusun di ASIS, bank soal membantu menyimpan soal berbasis stimulus dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, dan nilai langsung mengalir ke e-Rapor Kurikulum Merdeka.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai siapkan pembelajaran IPAS di asis.id.

Sumber: Quipper, Mengapa IPAS mulai diajarkan di kelas III; Tirto, Struktur Kurikulum Merdeka SD/MI

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.