WAWASAN ASIS

Kegiatan Sumpah Pemuda di Sekolah: Ide Bermakna per Jenjang

Ide kegiatan Sumpah Pemuda di sekolah yang bermakna, bukan sekadar seremonial: contoh per jenjang PAUD sampai SMA, jadwal sepekan, dan cara refleksinya.

Tim Wawasan ASIS Ditinjau oleh Tim Konten ASIS Wawasan
Ilustrasi upacara Sumpah Pemuda di halaman sekolah: siswa berseragam merah putih berbaris, guru memimpin, hiasan merah putih

Kegiatan Sumpah Pemuda di sekolah sering berhenti di upacara, lomba baju adat, dan foto bersama. Semua itu tidak salah, tetapi murid jarang pulang dengan pemahaman baru. Padahal tiga ikrar yang dibacakan pada Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928, sangat dekat dengan kehidupan murid hari ini: menghargai teman dari daerah lain, memakai bahasa Indonesia dengan baik, dan merasa memiliki tanah air.

Artikel ini berisi ide kegiatan yang bermakna untuk setiap jenjang, contoh jadwal sepekan menjelang 28 Oktober, cara mengaitkannya dengan pembelajaran, dan contoh amanat singkat untuk pembina upacara. Untuk tema dan pedoman resmi peringatan tahun 2026, rujuk pengumuman resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Ilustrasi siswa tampil membaca puisi dan bermusik di panggung sekolah pada peringatan Sumpah Pemuda

Prinsip kegiatan yang bermakna

Sebelum memilih kegiatan, periksa dengan tiga pertanyaan:

  1. Apakah murid berbuat, bukan hanya menonton?
  2. Apakah ada kaitan dengan kehidupan murid sekarang?
  3. Apakah ada refleksi setelahnya?

Kegiatan yang menjawab "ya" untuk ketiganya biasanya lebih membekas daripada acara meriah satu hari.

Ide kegiatan per jenjang

PAUD, TK, dan RA

  • Pojok Nusantara: anak membawa satu benda atau foto makanan khas daerah asal keluarganya, lalu bercerita singkat.
  • Lagu daerah bergantian: setiap hari satu lagu daerah dari provinsi yang berbeda.
  • Bermain bersama: permainan tradisional seperti engklek atau gobak sodor yang menuntut kerja sama.

Fokusnya bukan sejarah, tetapi rasa senang mengenal teman yang berbeda.

SD dan MI

  • Peta asal-usul kelas: murid menanyakan asal daerah kakek-nenek, lalu menandainya di peta Indonesia di dinding kelas.
  • Kamus kelas: setiap murid menyumbang satu kata dari bahasa daerahnya beserta padanan bahasa Indonesianya.
  • Surat untuk teman di pulau lain: murid menulis surat pendek dalam bahasa Indonesia yang baik, bisa ditukar dengan sekolah mitra di daerah lain.
  • Drama singkat kelas tinggi: adegan para pemuda dari berbagai perkumpulan daerah yang sepakat bersatu.

SMP dan MTs

  • Diskusi "bahasa di media sosial": murid mengumpulkan contoh unggahan, lalu membahas kapan bahasa santai wajar dan kapan bahasa baku diperlukan.
  • Wawancara tokoh lokal: murid mewawancarai tokoh masyarakat dari suku atau agama berbeda tentang pengalaman hidup berdampingan.
  • Proyek kecil antikelompok eksklusif: setiap kelas merancang satu aturan kelas yang mencegah murid dikucilkan.
  • Lomba pidato tiga menit tentang arti persatuan bagi remaja masa kini.

SMA, SMK, dan MA

  • Kajian dokumen: membaca teks putusan Kongres Pemuda II dan membandingkan konteks 1928 dengan tantangan persatuan saat ini, misalnya hoaks dan polarisasi.
  • Kampanye literasi digital: murid membuat konten pendek tentang cara memeriksa kebenaran informasi.
  • Forum lintas sekolah: OSIS mengundang perwakilan sekolah lain untuk berdiskusi.
  • Aksi nyata di SMK: jurusan multimedia membuat video profil keragaman sekolah, jurusan kuliner menyajikan makanan dari berbagai daerah untuk acara bersama.

Contoh jadwal sepekan

Hari Kegiatan Pelaksana
Senin Pengantar sejarah singkat di kelas dan pembagian tugas Guru kelas atau guru sejarah
Selasa Kamus kelas atau wawancara tokoh Murid per kelompok
Rabu Pameran karya di koridor sekolah OSIS dan wali kelas
Kamis Diskusi atau lomba pidato Guru Bahasa Indonesia
Jumat Refleksi tertulis dan permainan tradisional Wali kelas
28 Oktober Upacara dan pembacaan ikrar Pembina upacara

Sesuaikan dengan kalender sekolah. Bila 28 Oktober jatuh pada hari libur, upacara bisa digeser ke hari sekolah terdekat sesuai arahan dinas setempat.

Mengaitkan dengan pembelajaran dan kokurikuler

Kegiatan ini mudah dikaitkan dengan mata pelajaran:

  • Bahasa Indonesia: menulis surat, pidato, atau teks eksposisi tentang persatuan.
  • Pendidikan Pancasila: keberagaman dan persatuan.
  • IPS dan Sejarah: pergerakan nasional.
  • Seni Budaya: lagu daerah dan tari.

Bagi sekolah yang merancang kegiatan kokurikuler, rangkaian sepekan ini bisa menjadi pembelajaran kolaboratif lintas disiplin yang menyentuh dimensi kewargaan dan kolaborasi dalam profil lulusan.

Contoh amanat singkat pembina upacara

Berikut contoh amanat orisinal yang bisa disesuaikan:

Anak-anakku, hampir seratus tahun yang lalu, para pemuda dari berbagai daerah berkumpul di Jakarta. Mereka berbeda bahasa, berbeda kebiasaan, bahkan berbeda perkumpulan. Namun mereka sepakat tentang satu hal: kita satu tanah air, satu bangsa, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Hari ini kalian tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk meneruskan ikrar itu. Cukup mulai dari kelas sendiri. Ajak teman yang sering sendirian untuk bergabung. Pakai bahasa yang santun, baik saat berbicara maupun saat menulis di ponsel. Jangan ikut menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya.

Persatuan tidak dibangun dengan upacara saja, tetapi dengan kebiasaan kecil setiap hari. Selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Cara refleksi setelah kegiatan

Refleksi membuat kegiatan Sumpah Pemuda di sekolah tidak berhenti di hari peringatan. Ajukan pertanyaan sederhana, lisan atau tertulis:

  • Apa hal baru yang kamu ketahui tentang temanmu pekan ini?
  • Kapan kamu merasa berbeda dari orang lain, dan bagaimana rasanya?
  • Satu kebiasaan apa yang akan kamu lakukan untuk menjaga persatuan di kelas?

Jawaban murid bisa dikumpulkan wali kelas sebagai bahan catatan perkembangan karakter.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Lomba baju adat yang membebani orang tua dengan biaya sewa kostum.
  • Kegiatan hanya diikuti perwakilan, sementara murid lain menonton.
  • Tidak ada refleksi, sehingga makna kegiatan cepat hilang.
  • Memakai tema peringatan yang belum diumumkan resmi.

Pembagian peran panitia

Agar kegiatan Sumpah Pemuda di sekolah tidak dibebankan pada satu orang, bagi peran sejak dua pekan sebelumnya:

Peran Tugas
Wakasek kesiswaan Koordinator umum, menyusun jadwal sepekan
Guru Bahasa Indonesia Kamus kelas, lomba pidato, surat untuk teman
Guru Sejarah atau IPS Pengantar sejarah dan kajian dokumen
Wali kelas Peta asal-usul, refleksi, pengumpulan karya
Pembina OSIS Pameran, forum lintas sekolah, dokumentasi
Pembina upacara Amanat dan susunan upacara

Menyesuaikan dengan kondisi sekolah

Tidak semua sekolah punya murid dari banyak daerah. Sekolah di desa yang muridnya hampir seragam tetap bisa menjalankan kegiatan Sumpah Pemuda di sekolah dengan bermakna, misalnya bertukar surat atau video dengan sekolah mitra di provinsi lain, mengenal bahasa daerah tetangga, atau membahas perbedaan yang ada di dalam kelas sendiri, seperti perbedaan minat, kemampuan, dan latar keluarga. Persatuan bukan hanya soal suku, tetapi juga soal menerima teman yang berbeda dari kita.

Sekolah inklusi juga bisa memakai momen ini untuk menekankan bahwa semua murid, termasuk murid berkebutuhan khusus, adalah bagian penuh dari komunitas kelas. Pastikan setiap kegiatan bisa diikuti semua murid dengan penyesuaian yang diperlukan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kapan Sumpah Pemuda diikrarkan?

Pada 28 Oktober 1928, dalam Kongres Pemuda II di Jakarta.

Apa contoh kegiatan Sumpah Pemuda di sekolah yang murah?

Kamus kelas bahasa daerah, peta asal-usul keluarga, permainan tradisional, dan pidato tiga menit. Semuanya tidak memerlukan biaya kostum atau hadiah besar.

Apakah upacara 28 Oktober wajib?

Ikuti arahan resmi pemerintah dan dinas setempat untuk peringatan tahun berjalan.

Bagaimana melibatkan orang tua?

Minta orang tua menceritakan asal daerah keluarga atau menyumbang resep makanan daerah untuk pameran kelas.

Apa tema Hari Sumpah Pemuda 2026?

Rujuk pengumuman resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga, termasuk logo dan pedoman peringatannya.

ASIS: Kegiatan Sekolah yang Terencana dan Terdokumentasi

Kegiatan hari besar sering disiapkan mendadak: pengumuman ke orang tua terlambat, pembagian tugas lewat pesan berantai, dan dokumentasi tersebar di ponsel guru. Setelah acara selesai, tidak ada jejak yang bisa dipakai tahun berikutnya.

ASIS membantu sekolah merencanakan dan mencatat kegiatan seperti ini. Pengumuman sampai ke wali murid lewat notifikasi aplikasi atau pesan massal WhatsApp, OSIS dan ekstrakurikuler bisa dikelola dalam modul organisasi murid, refleksi murid tersimpan sebagai catatan perkembangan di profil murid yang utuh, dan dokumentasi bisa diterbitkan sebagai berita di situs sekolah dengan subdomain gratis. Studio juga menyediakan aktivitas dan kuis interaktif untuk materi sejarah dan kebangsaan.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.