SIM MA: Modul Penting dan Prioritas Penerapan di Aliyah
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Cara menyusun kesepakatan kelas bersama murid di awal semester: langkah diskusi, contoh per jenjang, konsekuensi logis, dan cara merawatnya.
Kesepakatan kelas adalah sekumpulan aturan perilaku yang dirumuskan guru bersama murid, ditulis dalam kalimat positif, dan disetujui semua pihak di awal semester. Bedanya dengan tata tertib biasa: murid ikut memikirkan alasannya, sehingga mereka merasa memiliki aturan itu. Cara menyusunnya cukup satu sampai dua jam pelajaran: ajak murid membayangkan kelas yang nyaman, kumpulkan usulan, kelompokkan, rumuskan ulang menjadi kalimat positif, lalu sepakati konsekuensinya.
Panduan ini membahas langkah demi langkah, contoh untuk SD, SMP, dan SMA, cara menentukan konsekuensi yang adil, serta cara menjaga agar aturan tidak hanya menjadi poster yang menguning di dinding.
Aturan yang dibuat sepihak oleh guru sering dipatuhi hanya ketika guru ada di ruangan. Begitu guru keluar, kelas kembali gaduh. Murid tidak merasa aturan itu milik mereka.
Ketika murid ikut merumuskan, ada tiga hal yang berubah:
Pendekatan ini juga menjadi pintu masuk disiplin positif, yang menekankan tanggung jawab dan pemulihan alih-alih hukuman.
Jangan datang ke kelas dengan tangan kosong. Siapkan:
Buka dengan pertanyaan sederhana: "Kelas seperti apa yang membuat kalian betah belajar?" dan "Apa yang membuat kalian tidak nyaman di kelas?" Minta murid menulis jawaban di kertas tempel, satu ide per kertas. Untuk kelas rendah SD, guru bisa menuliskan jawaban yang diucapkan murid.
Tempel semua kertas di papan. Bersama murid, kelompokkan ide yang mirip. Biasanya muncul kelompok seperti: cara berbicara, menjaga barang, kebersihan, waktu, dan saling membantu.
Usulan murid sering berbentuk larangan: "Jangan ribut", "Jangan menyontek". Ajak mereka mengubahnya menjadi perilaku yang diharapkan.
| Usulan awal | Rumusan positif |
|---|---|
| Jangan ribut saat guru menjelaskan | Kami mendengarkan saat orang lain berbicara |
| Jangan mengambil barang teman | Kami meminta izin sebelum memakai barang orang lain |
| Jangan buang sampah sembarangan | Kami menjaga kelas tetap bersih |
| Jangan telat | Kami datang tepat waktu dan siap belajar |
| Jangan mengejek | Kami berbicara dengan sopan dan menghargai perbedaan |
Kalimat positif memberi tahu apa yang harus dilakukan, bukan hanya apa yang dilarang.
Daftar yang terlalu panjang tidak akan diingat. Lakukan pemungutan suara sederhana atau gabungkan butir yang tumpang tindih. Lima sampai tujuh butir sudah cukup untuk satu kelas.
Tanyakan: "Kalau ada yang lupa, apa yang sebaiknya terjadi?" Arahkan agar konsekuensi bersifat logis dan memulihkan, bukan mempermalukan (bagian berikutnya membahas ini lebih rinci).
Tulis hasil akhir di kertas plano dengan rapi. Semua murid dan guru membubuhkan tanda tangan atau cap jari. Pajang di tempat yang terlihat. Simpan juga fotonya sebagai dokumentasi wali kelas.
Konsekuensi yang baik punya tiga ciri: berkaitan langsung dengan perilakunya, wajar beratnya, dan menghormati martabat murid.
| Perilaku | Hukuman yang kurang tepat | Konsekuensi logis |
|---|---|---|
| Mencoret meja | Berdiri di depan kelas | Membersihkan meja yang dicoret |
| Terlambat mengumpulkan tugas | Nilai nol tanpa kesempatan | Menyelesaikan tugas di jam istirahat bersama guru |
| Mengejek teman | Dimarahi di depan kelas | Berbicara empat mata dan meminta maaf secara langsung |
| Merusak alat praktik | Didenda uang | Membantu merapikan alat praktik berikutnya |
Hindari hukuman fisik, kata-kata yang merendahkan, atau mengumumkan nama di depan teman. Selain tidak efektif, praktik tersebut bertentangan dengan semangat budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Gunakan kalimat pendek dan gambar.
Kesepakatan kelas yang baik adalah dokumen hidup. Beberapa kebiasaan yang membantu:
Guru sudah menyiapkan daftar, murid hanya diminta setuju. Murid cepat menangkap bahwa diskusinya pura-pura. Biarkan kata-kata murid tetap terlihat dalam rumusan akhir.
Terlalu banyak butir. Lima belas aturan sama dengan tidak ada aturan. Pilih yang paling penting.
Konsekuensi tidak diterapkan konsisten. Bila satu murid ditegur dan murid lain dibiarkan, kepercayaan pada kesepakatan runtuh.
Tidak dikomunikasikan ke orang tua. Orang tua yang tahu isi kesepakatan bisa ikut menguatkannya di rumah.
Tata tertib berlaku untuk seluruh sekolah dan ditetapkan sekolah. Kesepakatan di tingkat kelas disusun bersama murid, lebih spesifik pada kebiasaan di kelas itu, dan tidak boleh bertentangan dengan tata tertib sekolah.
Di minggu pertama tahun ajaran atau semester baru, sebelum kebiasaan kelas terbentuk. Bila kelas sudah berjalan, tetap bisa disusun ulang dengan memulai dari masalah yang sedang dirasakan.
Bisa. Guru menuliskan usulan yang diucapkan murid, lalu melengkapinya dengan gambar. Gunakan maksimal lima butir yang sangat sederhana.
Ajak berbicara empat mata untuk memahami penyebabnya. Bila berulang, catat polanya dan libatkan orang tua serta guru BK. Hindari mempermalukan murid di depan teman.
Perlu. Tinjau setidaknya tengah semester. Butir yang sudah menjadi kebiasaan boleh diganti dengan perilaku lain yang perlu dilatih.
Kesepakatan sering gagal bukan karena isinya buruk, tetapi karena catatan pelaksanaannya tercecer. Teguran ada di ingatan guru A, pujian di buku guru B, dan wali kelas baru tahu ada masalah ketika sudah membesar. Padahal pola perilaku murid hanya terlihat bila catatannya terkumpul di satu tempat.
ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Di ASIS, catatan perkembangan masuk ke profil murid yang utuh, sehingga wali kelas dan guru BK melihat gambaran yang sama. Layanan BK membantu menindaklanjuti murid yang perlu pendampingan, dan wali kelas bisa mengabarkan perkembangan ke orang tua lewat notifikasi aplikasi atau kotak masuk aplikasi, lengkap dengan jam tenang. Setiap peran hanya melihat data yang ia perlukan.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.