SIM MA: Modul Penting dan Prioritas Penerapan di Aliyah
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Penjelasan KIB dan KIR sekolah, perbedaan keduanya, cara mencetak dari data aset, serta tips membuat label inventaris yang awet dan mudah dipindai.
KIB dan KIR sekolah adalah dua dokumen inventaris yang paling sering diminta saat pemeriksaan sarana prasarana. KIB atau Kartu Inventaris Barang merangkum aset menurut jenisnya, sedangkan KIR atau Kartu Inventaris Ruangan menampilkan daftar barang yang ada di satu ruang. Pelengkapnya adalah label inventaris yang ditempel pada setiap barang. Ketiganya akan mudah dibuat bila data aset sudah tercatat rapi per lokasi. Artikel ini menjelaskan perbedaannya, cara mencetaknya di ASIS, tips label, dan cara manual.
Di banyak sekolah, KIR ditulis tangan atau diketik ulang menjelang akreditasi atau kunjungan pengawas. Setelah ditempel, kartu itu jarang diperbarui. Setahun kemudian isinya sudah tidak sesuai: kursi bertambah, lemari dipindah, komputer rusak.
Label inventaris pun bernasib serupa. Ditulis dengan spidol di stiker kertas, lalu luntur atau terkelupas dalam beberapa bulan. Saat pemeriksaan fisik, petugas tidak bisa mencocokkan barang dengan catatan karena kodenya hilang.
| Dokumen | Isi utama | Disusun menurut | Dipakai untuk |
|---|---|---|---|
| KIB | Daftar aset beserta kode, tahun, harga, sumber dana | Jenis atau golongan aset | Laporan aset dan pemeriksaan |
| KIR | Daftar barang di satu ruang beserta jumlah dan kondisi | Ruang | Ditempel di ruang, pemeriksaan fisik |
| Label | Kode barang, nama sekolah, tahun | Per barang | Identitas fisik barang |
Di lingkungan pemerintah daerah, KIB biasanya dibagi ke beberapa golongan, misalnya tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, dan seterusnya. Format resmi bisa berbeda antardaerah, jadi sekolah negeri sebaiknya mengikuti format dari dinas atau pengelola barang milik daerah setempat. Sekolah swasta menyesuaikan dengan pedoman yayasan.
Dokumen yang bagus hanya lahir dari data yang bagus. Pastikan:
Bila belum, baca dulu artikel "Pencatatan Aset Sekolah per Lokasi: Panduan Praktis".
Langkah berikut mengikuti materi resmi Panduan ASIS. Dokumen cetak hanya sebaik data sumbernya, jadi pemeriksaan data didahulukan sebelum mencetak.
Sebelum memulai. Pastikan kode aset tidak ada yang kembar, dan kategori, lokasi, kondisi, serta identitas sekolah sudah diperiksa.
Periksa hasilnya. Jumlah dan kode pada dokumen cocok dengan daftar aset, dan setiap label menunjuk tepat satu barang.
Jika belum sesuai. Bila KIR suatu ruang kosong atau barang muncul di ruang yang salah, cek lokasi pada profil aset. Hindari menyunting dokumen hasil cetak secara manual, karena perbedaan itu tidak akan tercatat di sistem.
Langkah lengkap: Cara Mencetak KIB, KIR, dan Label Inventaris.
KIR sebaiknya dicetak ulang ketika:
Karena data sudah tersimpan, mencetak ulang hanya butuh beberapa menit, bukan mengetik ulang dari awal.
Agar KIB dan KIR sekolah tetap mutakhir, pembagian tugas yang jelas lebih penting daripada alatnya. Contoh pembagian yang lazim:
| Peran | Tugas |
|---|---|
| Wakasek sarpras | Menyetujui data aset, menandatangani KIR |
| Petugas TU sarpras | Memasukkan data, mencetak KIB, KIR, dan label |
| Penanggung jawab ruang | Memeriksa kecocokan KIR dengan isi ruang, melapor perubahan |
| Kepala Sekolah | Mengesahkan rekap aset tahunan |
Penanggung jawab ruang, misalnya wali kelas atau kepala laboratorium, adalah mata dan telinga sarpras. Mereka yang pertama tahu bila ada barang hilang, rusak, atau dipindahkan.
Cara ini bisa berjalan, tetapi setiap perubahan aset tetap harus disalin ke beberapa berkas.
KIB mengelompokkan aset menurut jenisnya untuk keperluan laporan, sedangkan KIR menampilkan barang yang ada di satu ruang dan biasanya ditempel di ruang tersebut.
Sangat disarankan, terutama ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan kantor. KIR memudahkan pemeriksaan fisik dan menegaskan tanggung jawab ruang.
Minimal kode barang dan nama sekolah. Banyak sekolah menambahkan tahun perolehan dan kode QR untuk mempercepat pemindaian.
Untuk sekolah negeri, ikuti format pengelola barang milik daerah setempat. Sekolah swasta menyesuaikan dengan aturan yayasan.
Setiap ada perubahan isi ruang, dan minimal setelah stok opname tahunan.
Kartu inventaris yang usang lahir dari pencatatan ganda: data aset di satu berkas, KIR diketik di berkas lain, label ditulis tangan. Setiap perubahan harus disalin berkali-kali, dan akhirnya tidak ada yang menyalin.
Di ASIS, aset dicatat sekali dalam modul sarana prasarana lengkap dengan lokasi ruangnya. Dari data yang sama, sekolah dapat mencetak KIB, KIR, dan label inventaris, lalu memakainya kembali saat stok opname, pemeliharaan, peminjaman, atau penghapusan aset.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah dari ekosistem ASIS gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Pelajari langkah lengkapnya di asis.id.
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.