WAWASAN ASIS

Laporan Bulanan Perpustakaan Sekolah: Contoh Lengkap

Contoh laporan bulanan perpustakaan sekolah dengan statistik kunjungan, peminjaman, koleksi, dan kegiatan literasi, plus cara membaca angkanya.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Panduan

Laporan bulanan perpustakaan adalah ringkasan kegiatan perpustakaan sekolah selama satu bulan yang disampaikan kepada Kepala Sekolah. Isinya minimal mencakup statistik kunjungan, statistik peminjaman, perkembangan koleksi, kegiatan literasi, kendala, dan rencana bulan berikutnya. Laporan yang baik tidak berhenti pada angka, tetapi menjelaskan apa arti angka itu, misalnya kelas mana yang jarang berkunjung dan buku apa yang paling diminati.

Berikut contoh utuh yang bisa langsung disalin dan disesuaikan, disusul cara mengumpulkan data dan membaca hasilnya.

Kerangka laporan bulanan perpustakaan

  1. Identitas dan periode laporan
  2. Ringkasan utama
  3. Statistik kunjungan
  4. Statistik peminjaman
  5. Perkembangan koleksi
  6. Kegiatan literasi
  7. Kendala dan tindak lanjut
  8. Rencana bulan berikutnya
  9. Pengesahan

Contoh laporan bulanan perpustakaan

LAPORAN BULANAN PERPUSTAKAAN SMP Harapan Bangsa (nama fiktif) Periode: Oktober Disusun oleh: Kepala Perpustakaan

1. Ringkasan utama

Pada bulan Oktober, perpustakaan dikunjungi 1.240 kali, naik 18 persen dibanding September. Peminjaman mencapai 486 eksemplar. Kenaikan terbesar terjadi pada minggu kedua bersamaan dengan kegiatan Bulan Bahasa. Kelas 9 masih menjadi kelompok dengan kunjungan terendah.

2. Statistik kunjungan

Kunjungan per minggu

Minggu Kunjungan Rata-rata per hari
Minggu 1 248 50
Minggu 2 382 76
Minggu 3 326 65
Minggu 4 284 57
Total 1.240 62

Kunjungan per jenjang

Jenjang Jumlah murid Kunjungan Kunjungan per murid
Kelas 7 192 520 2,7
Kelas 8 188 446 2,4
Kelas 9 186 198 1,1
Guru dan tenaga kependidikan 42 76 1,8

Tujuan kunjungan

Tujuan Persentase
Meminjam atau mengembalikan buku 39%
Membaca di tempat 27%
Mengerjakan tugas 22%
Kegiatan literasi terjadwal 12%

3. Statistik peminjaman

Peminjaman per kategori

Kategori Eksemplar Persentase
Fiksi dan cerita 214 44%
Buku pelajaran 128 26%
Pengetahuan umum 86 18%
Biografi 34 7%
Agama 24 5%
Total 486 100%

Lima judul paling banyak dipinjam

  1. Novel remaja petualangan (32 kali)
  2. Ensiklopedia sains populer (21 kali)
  3. Kumpulan cerita rakyat Nusantara (18 kali)
  4. Komik sejarah (16 kali)
  5. Buku panduan menggambar (14 kali)

Keterlambatan pengembalian: 37 eksemplar terlambat lebih dari tujuh hari, 12 di antaranya dari kelas 9.

4. Perkembangan koleksi

Keterangan Jumlah
Koleksi awal bulan 6.820 eksemplar
Buku baru masuk (pembelian dan hibah) 64 eksemplar
Buku rusak berat, dikeluarkan dari koleksi 11 eksemplar
Buku hilang 3 eksemplar
Koleksi akhir bulan 6.870 eksemplar

Buku baru telah diberi nomor induk, label nomor panggil, dan dicatat di katalog.

5. Kegiatan literasi

Tanggal Kegiatan Peserta
Minggu 1 Bedah buku oleh murid kelas 8 45 murid
Minggu 2 Lomba resensi Bulan Bahasa 38 murid
Minggu 2 Kunjungan kelas terjadwal kelas 7 192 murid
Minggu 4 Pameran buku baru Terbuka

6. Kendala dan tindak lanjut

Kendala Tindak lanjut
Kunjungan kelas 9 rendah karena jadwal padat menjelang asesmen Menyediakan koleksi latihan soal dan pojok belajar tenang
Keterlambatan pengembalian meningkat Pengingat kepada wali kelas dan orang tua
Satu komputer katalog rusak Diajukan perbaikan ke bagian sarana prasarana

7. Rencana bulan November

  1. Membuka pojok belajar kelas 9 di jam istirahat kedua.
  2. Mengadakan kunjungan kelas terjadwal untuk kelas 8.
  3. Menindaklanjuti 37 buku terlambat.
  4. Mengusulkan pengadaan judul fiksi populer sesuai minat murid.

Mengetahui, Kepala Sekolah ........ | Kepala Perpustakaan ........

Cara mengumpulkan datanya

Kunjungan

Gunakan buku tamu atau daftar hadir pengunjung yang mencatat nama, kelas, tanggal, dan tujuan. Cara yang lebih cepat adalah pindai kartu anggota atau kode QR saat masuk, sehingga data terekam tanpa menulis.

Peminjaman

Catat setiap transaksi: judul, nomor induk, peminjam, tanggal pinjam, dan tanggal kembali. Dari catatan ini lahir statistik kategori, judul terpopuler, dan keterlambatan.

Koleksi

Gunakan buku induk sebagai rujukan. Setiap penambahan dan pengurangan dicatat pada hari yang sama, termasuk buku yang dikeluarkan karena rusak.

Cara membaca angka dalam laporan

Kunjungan per murid lebih jujur daripada total kunjungan. Kelas dengan murid lebih banyak tentu menyumbang kunjungan lebih banyak. Membagi dengan jumlah murid menunjukkan minat yang sebenarnya.

Bandingkan dengan bulan sebelumnya. Kenaikan atau penurunan lebih bermakna daripada angka tunggal.

Hubungkan dengan kalender sekolah. Penurunan di masa asesmen atau libur adalah wajar, tetapi perlu dicatat.

Perhatikan kategori. Bila peminjaman didominasi buku pelajaran, mungkin koleksi bacaan menarik masih kurang.

Kesalahan umum dalam membuat laporan

Hanya menyalin angka tanpa analisis. Kepala Sekolah butuh tahu apa yang perlu diputuskan.

Data dihitung ulang di akhir bulan. Rekap harian atau mingguan jauh lebih akurat.

Tidak mencantumkan rencana. Laporan bulanan perpustakaan seharusnya menjadi dasar perbaikan, bukan sekadar arsip.

Format berubah setiap bulan. Pakai format yang sama agar tren mudah dibandingkan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa isi minimal laporan bulanan perpustakaan?

Statistik kunjungan, statistik peminjaman, perkembangan koleksi, kegiatan literasi, kendala, dan rencana bulan berikutnya.

Siapa yang menerima laporan bulanan perpustakaan?

Kepala Sekolah sebagai penerima utama. Ringkasannya juga bisa dibagikan kepada wakil kepala bidang kurikulum dan wali kelas.

Bagaimana menghitung rata-rata kunjungan per hari?

Bagi total kunjungan dengan jumlah hari perpustakaan buka pada bulan tersebut, bukan jumlah hari kalender.

Perlukah grafik dalam laporan?

Grafik sederhana seperti tren kunjungan per bulan membantu Kepala Sekolah menangkap pola dengan cepat.

Bagaimana bila perpustakaan belum punya sistem pencatatan digital?

Mulailah dengan buku tamu dan buku peminjaman yang rapi, lalu rekap setiap pekan. Beralih ke sistem digital bisa dilakukan bertahap.

ASIS: Statistik Perpustakaan Tersedia tanpa Rekap Manual

Laporan perpustakaan sering tertunda karena datanya harus dihitung dari buku tamu dan buku peminjaman yang tebal. Petugas menghabiskan waktu menjumlahkan angka, padahal waktunya lebih berharga untuk mendampingi murid membaca.

ASIS menyediakan modul perpustakaan untuk mencatat koleksi, keanggotaan, peminjaman, dan pengembalian dalam satu tempat. Karena data murid dan kelas sudah ada di ASIS, statistik per kelas bisa disusun tanpa mengetik ulang nama. Pengingat keterlambatan bisa sampai ke orang tua lewat notifikasi aplikasi yang gratis tanpa batas. Murid juga dapat membaca buku pelajaran pemerintah BSE/SIBI di Pustaka melalui pustaka.asis.id, sehingga perpustakaan sekolah punya perpanjangan tangan digital.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.