WAWASAN ASIS

Cara Membagikan Materi Pembelajaran kepada Murid

Panduan membagikan materi pembelajaran kepada murid secara rapi: format file, penamaan, alur di ASIS, tautan Pustaka dan Studio, serta cara manualnya.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

Membagikan materi pembelajaran kepada murid terdengar sederhana: kirim file, selesai. Kenyataannya, materi yang dikirim lewat grup percakapan cepat tenggelam di antara pesan lain, murid yang ganti ponsel kehilangan file, dan guru harus mengirim ulang setiap kali ada yang bertanya. Cara yang lebih rapi adalah menaruh materi di satu tempat per kelas dan mata pelajaran, dengan judul yang jelas dan petunjuk singkat. Artikel ini membahas prinsip membagikan materi, alur umum di ASIS, pilihan format, kesalahan umum, dan cara manual bagi sekolah yang belum memakai aplikasi.

Masalah yang sering terjadi

Bu Ratna (nama fiktif), guru Bahasa Indonesia SMP, mengajar enam rombel. Setiap pekan ia mengirim ringkasan materi dan lembar kerja ke enam grup kelas. Dalam sebulan, pertanyaan yang sama terus datang: "Bu, file yang minggu lalu di mana?" Ada pula murid yang tidak punya akses ke grup karena memakai ponsel orang tua.

Masalah intinya bukan pada guru atau murid, tetapi pada tempat penyimpanan yang tidak dirancang untuk materi belajar. Grup percakapan bagus untuk pengumuman cepat, tetapi buruk sebagai arsip.

Mengapa cara berbagi materi berpengaruh pada belajar

  • Murid bisa mengulang. Materi yang mudah ditemukan dipakai untuk belajar menjelang ujian.
  • Murid yang absen tidak tertinggal. Mereka bisa membaca materi pertemuan yang terlewat.
  • Orang tua bisa mendampingi. Terutama di SD, orang tua perlu tahu apa yang sedang dipelajari.
  • Guru menghemat waktu. Materi tahun ini bisa dipakai ulang tahun depan dengan sedikit perbaikan.

Jenis materi dan format yang disarankan

Jenis materi Format yang disarankan Tips
Ringkasan atau modul PDF Lebih stabil tampilannya di semua ponsel
Slide presentasi PDF hasil ekspor File presentasi asli sering berat
Video Tautan, bukan unggahan file besar Hemat kuota murid
Lembar kerja PDF atau dokumen yang bisa diisi Sertakan petunjuk pengerjaan
Buku pelajaran Tautan ke Pustaka Buku BSE/SIBI sudah tersedia
Latihan interaktif Tautan ke Studio Lab dan aktivitas interaktif

Ukuran file penting. Banyak murid memakai kuota terbatas. Sebisa mungkin kecilkan PDF dan pisahkan materi panjang menjadi beberapa bagian.

Alur umum membagikan materi pembelajaran di ASIS

Di ASIS, materi dibagikan lewat menu Materi Pembelajaran dan hanya terlihat oleh kelas yang diberi akses. Bentuknya bisa teks, berkas, atau tautan yang aman.

Sebelum memulai

Siapkan empat hal: tujuan belajar yang ingin dicapai, kelas sasaran, sumber materi beserta izin penggunaannya (perhatikan hak cipta), dan alternatif bagi murid dengan koneksi terbatas, misalnya versi ringkas atau salinan cetak.

Langkah di ASIS

  1. Buka Materi Pembelajaran dan cari dulu apakah bahan serupa sudah tersedia, misalnya buatan rekan satu mapel. Langkah ini mencegah materi ganda.
  2. Buat materi dengan judul yang jelas, misalnya "Teks Eksplanasi – Pertemuan 2", lengkap dengan ringkasan tujuan, isi atau lampiran, dan kelas yang berhak melihatnya.
  3. Periksa ukuran berkas dan tautan, lalu pastikan tampilannya tetap terbaca di layar ponsel.
  4. Terbitkan, lalu uji dari portal murid pada kelas sasaran untuk memastikan materi benar-benar muncul.

Periksa hasilnya

Murid di kelas sasaran bisa membuka materi, sementara kelas lain tidak mendapat akses yang tidak semestinya. Ini penting terutama bila Bapak/Ibu mengajar kelas paralel dengan materi berbeda.

Jika hasil belum sesuai

Murid melapor materi tidak muncul? Jangan buru-buru mengunggah ulang. Periksa status publikasi, kelas, periode, dan hak aksesnya terlebih dahulu; sering kali materi sudah tersimpan tetapi belum diterbitkan.

Langkah lengkap: Cara Membagikan Materi Pembelajaran kepada Murid

Memanfaatkan Pustaka dan Studio

ASIS memiliki Pustaka di pustaka.asis.id yang berisi buku pelajaran pemerintah (BSE/SIBI), serta Studio di studio.asis.id dengan 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif. Daripada mengunggah PDF buku yang berat, guru cukup mengarahkan murid ke bab tertentu di Pustaka. Untuk latihan, guru bisa membagikan aktivitas dari Studio.

Contoh susunan materi satu bab

Misalnya untuk bab teks eksplanasi di kelas VIII, guru dapat menyusun materi seperti ini: pertemuan 1 berisi ringkasan pengertian dan struktur teks (PDF dua halaman) serta tautan bab terkait di Pustaka; pertemuan 2 berisi contoh teks beranotasi dan video pendek dalam bentuk tautan; pertemuan 3 berisi lembar kerja dan petunjuk menulis teks sendiri. Dengan susunan seperti ini, murid yang absen di pertemuan 2 cukup membuka materi pertemuan 2 tanpa bertanya ke teman.

Tips agar materi benar-benar dibaca

  • Satu materi, satu tujuan. Sebutkan di deskripsi apa yang harus dikuasai murid setelah membaca.
  • Beri pertanyaan pemantik. Misalnya, "Setelah membaca, tulis dua contoh teks eksplanasi yang pernah kamu temui."
  • Bagikan sebelum pertemuan bila ingin murid membaca lebih dulu, atau sesudahnya sebagai bahan mengulang.
  • Konsisten dalam penamaan. Pakai pola "Bab – Topik – Pertemuan".
  • Kaitkan dengan tugas. Materi yang langsung disertai tugas singkat lebih mungkin dibaca.

Kesalahan umum saat membagikan materi

Mengunggah file mentah yang berat. Video berukuran ratusan megabita membuat murid enggan mengunduh. Gunakan tautan.

Judul tanpa konteks. "Materi 1", "Materi 2" membingungkan ketika jumlahnya sudah puluhan.

Membagikan ke kelas yang salah. Periksa ulang rombel tujuan sebelum menyimpan, terutama bila mengajar kelas paralel dengan materi berbeda.

Memakai materi berhak cipta tanpa izin. Utamakan buku pemerintah di Pustaka, karya guru sendiri, atau sumber yang memang boleh dibagikan.

Tidak memberi petunjuk. Murid, terutama di jenjang SD, perlu tahu apa yang harus dilakukan dengan materi itu.

Untuk sekolah yang belum memakai aplikasi

Membagikan materi pembelajaran tetap bisa dirapikan tanpa aplikasi khusus:

  1. Buat satu folder daring per mata pelajaran, berisi subfolder per kelas.
  2. Atur akses hanya-lihat untuk murid.
  3. Gunakan pola nama file yang konsisten.
  4. Kirim satu tautan folder ke grup kelas di awal semester dan sematkan pesannya.
  5. Siapkan salinan cetak bagi murid yang tidak punya perangkat.

Kekurangannya, guru tidak tahu siapa yang sudah membuka materi, dan materi terpisah dari tugas, nilai, serta presensi.

Daftar periksa sebelum membagikan materi

  • Kelas dan mata pelajaran tujuan sudah benar
  • Judul memuat topik dan pertemuan
  • Ukuran file sudah dikecilkan
  • Ada petunjuk singkat dan tenggat (bila ada)
  • Sumber materi boleh dibagikan
  • Ada alternatif untuk murid tanpa perangkat

Pertanyaan yang sering diajukan

Format apa yang paling aman untuk materi?

PDF untuk teks dan slide, serta tautan untuk video. Format ini terbuka dengan baik di sebagian besar ponsel.

Apakah murid bisa membuka materi dari HP?

Bisa. Murid membuka materi dari portal murid di asis.id atau ASIS Mobile untuk Android.

Bagaimana dengan murid yang tidak punya perangkat?

Sediakan salinan cetak atau waktu akses di laboratorium komputer sekolah. Pastikan tidak ada murid yang tertinggal karena perangkat.

Bisakah materi dipakai ulang tahun depan?

Bisa. Materi yang tersimpan rapi per kelas dan mapel memudahkan guru menyusun ulang untuk tahun ajaran berikutnya.

Apakah boleh membagikan buku pelajaran dalam bentuk PDF?

Untuk buku pemerintah, lebih praktis mengarahkan murid ke Pustaka ASIS yang sudah menyediakan buku BSE/SIBI, sehingga murid tidak perlu mengunduh file besar.

ASIS: Materi, Tugas, dan Buku dalam Satu Akun

Materi sering tercecer karena guru memakai alat yang tidak dirancang untuk belajar: grup percakapan untuk file, folder pribadi untuk arsip, dan pesan terpisah untuk tugas. Murid dan orang tua harus mencari ke banyak tempat.

ASIS menyatukannya. Guru membagikan materi per kelas, menautkan buku dari Pustaka dan aktivitas dari Studio, lalu memberi tugas online yang terhubung dengan nilai. Murid membuka semuanya dari satu akun, dan setiap peran hanya melihat yang ia perlukan.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.