WAWASAN ASIS

Model Pembelajaran Sentra: Jenis Sentra dan Jadwal Rotasi

Panduan model pembelajaran sentra untuk PAUD: jenis sentra, empat pijakan, contoh jadwal rotasi mingguan, penataan ruang, dan catatan perkembangan anak.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui PAUD & TK

Model pembelajaran sentra adalah cara mengajar di PAUD dengan membagi kegiatan ke dalam beberapa pusat main (sentra), misalnya sentra balok, main peran, bahan alam, seni, dan persiapan. Setiap hari satu kelompok anak bermain di satu sentra bersama guru yang menyiapkan pijakan atau dukungan belajar, lalu kelompok berpindah sentra sesuai jadwal rotasi. Dengan cara ini, anak mendapat pengalaman main yang beragam dan terencana sepanjang minggu.

Panduan ini menjelaskan jenis sentra yang umum, empat pijakan dalam satu sesi, contoh jadwal rotasi untuk lembaga dengan ruang dan guru terbatas, serta cara mencatat perkembangan anak tanpa menambah beban administrasi.

Gagasan dasar model sentra

Model ini berangkat dari keyakinan bahwa anak belajar melalui main. Main yang dimaksud bukan sekadar bebas tanpa arah, melainkan main yang lingkungannya disiapkan guru dengan tujuan tertentu.

Ada tiga jenis main yang biasanya disiapkan secara seimbang:

Jenis main Contoh Yang berkembang
Main sensorimotor Bermain air, pasir, meremas adonan Indra, motorik halus dan kasar
Main peran Pura-pura menjadi penjual, dokter, petani Bahasa, sosial-emosional, imajinasi
Main pembangunan Menyusun balok, menggambar, membentuk lilin Kognitif, kreativitas, perencanaan

Jenis sentra yang umum

Sentra balok

Anak membangun dengan balok unit berbagai ukuran. Mereka belajar ukuran, keseimbangan, pola, dan bekerja sama. Sediakan balok yang cukup agar setiap anak bisa membangun tanpa berebut.

Sentra main peran

Dibagi menjadi main peran besar (anak berperan dengan tubuhnya sendiri, misalnya menjadi penjual di pasar) dan main peran kecil (anak menggerakkan boneka atau miniatur). Sentra ini menguatkan bahasa dan kemampuan sosial.

Sentra bahan alam

Anak bermain dengan air, pasir, daun, biji-bijian, dan tanah. Sentra ini kaya pengalaman sensorimotor dan sains sederhana, misalnya mengamati benda yang tenggelam dan terapung.

Sentra seni atau kreativitas

Anak menggambar, melukis, menempel, dan membentuk. Fokusnya pada proses berkarya, bukan hasil yang seragam.

Sentra persiapan

Anak bermain dengan kegiatan keaksaraan dan matematika awal, seperti mengenal simbol, mengelompokkan, dan menghitung benda. Kegiatan tetap berbentuk main, bukan lembar kerja berderet.

Sentra lain yang sesuai kekhasan lembaga

Banyak lembaga menambahkan sentra agama atau imtaq, sentra musik, atau sentra memasak. Pilih sesuai visi lembaga dan sumber daya yang ada.

Empat pijakan dalam satu sesi

Pijakan adalah dukungan guru yang membantu anak mencapai perkembangan berikutnya.

1. Pijakan lingkungan main

Sebelum anak datang, guru menata sentra: alat dan bahan cukup, terbagi untuk tiga jenis main, dan mudah dijangkau. Penataan ini adalah bagian terpenting dari perencanaan.

2. Pijakan sebelum main

Anak duduk melingkar bersama guru sekitar 10–15 menit. Guru menyapa, membaca cerita terkait tema, mengenalkan bahan yang tersedia, dan menyepakati aturan main seperti cara mengambil dan mengembalikan alat.

3. Pijakan selama main

Anak bermain sekitar 45–60 menit. Guru berkeliling, mengamati, bertanya terbuka, dan memberi bantuan seperlunya. Di sini guru mencatat perkembangan anak.

4. Pijakan setelah main

Anak membereskan alat bersama, lalu duduk melingkar kembali. Mereka menceritakan apa yang dimainkan dan dibuat. Guru menguatkan kosakata dan konsep yang muncul.

Contoh jadwal rotasi mingguan

Berikut contoh untuk lembaga dengan lima kelompok anak dan lima sentra. Setiap kelompok berpindah sentra setiap hari.

Hari Kelompok A Kelompok B Kelompok C Kelompok D Kelompok E
Senin Balok Main peran Bahan alam Seni Persiapan
Selasa Main peran Bahan alam Seni Persiapan Balok
Rabu Bahan alam Seni Persiapan Balok Main peran
Kamis Seni Persiapan Balok Main peran Bahan alam
Jumat Persiapan Balok Main peran Bahan alam Seni

Bila ruang dan guru terbatas

Lembaga kecil sering hanya punya dua ruang dan dua guru. Ada beberapa pilihan:

  • Satu sentra per hari untuk semua anak. Senin semua anak di sentra balok, Selasa di main peran, dan seterusnya.
  • Dua sentra bergantian. Satu ruang dipakai untuk sentra yang membutuhkan tempat luas (balok atau main peran), satu ruang untuk sentra meja (seni atau persiapan).
  • Sentra luar ruang. Halaman bisa menjadi sentra bahan alam.

Prinsipnya, setiap anak tetap mengalami semua sentra dalam satu sampai dua minggu. Tuliskan pola rotasi yang dipilih di papan informasi kelas agar guru pendamping dan orang tua tahu anak sedang berada di sentra mana.

Contoh jadwal harian

Waktu Kegiatan
07.30–08.00 Penyambutan dan main bebas
08.00–08.30 Kegiatan pembuka bersama: berdoa, bernyanyi, gerak
08.30–08.45 Transisi ke sentra, ke kamar kecil
08.45–09.00 Pijakan sebelum main
09.00–10.00 Pijakan selama main
10.00–10.15 Membereskan dan pijakan setelah main
10.15–10.45 Makan bersama dan istirahat
10.45–11.00 Penutup dan pulang

Mencatat perkembangan anak

Pengamatan selama main adalah bahan utama penilaian perkembangan. Agar tidak membebani, gunakan cara berikut:

  • Fokus pada tiga sampai lima anak per hari, bukan seluruh kelompok.
  • Catat singkat: apa yang dilakukan, apa yang dikatakan, dan perkembangan yang tampak.
  • Lengkapi dengan foto karya atau kegiatan.
  • Kumpulkan catatan per anak untuk bahan laporan perkembangan.

Contoh catatan: "Rabu, sentra balok. Nara menyusun menara setinggi enam balok dan berkata, 'Ini rumah untuk kucing.' Ia mulai menghitung balok sampai enam."

Kesalahan umum dalam menerapkan model pembelajaran sentra

  • Sentra hanya nama ruang. Alat tidak cukup atau tidak diganti sesuai tema, sehingga anak bosan.
  • Pijakan sebelum main terlalu lama. Anak sudah gelisah sebelum bermain.
  • Guru terlalu banyak mengarahkan. Anak hanya meniru contoh guru.
  • Sentra persiapan berubah menjadi les menulis. Kegiatan kehilangan sifat main.
  • Pengamatan tidak dicatat. Laporan perkembangan akhirnya ditulis dari ingatan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah model pembelajaran sentra cocok untuk lembaga kecil?

Cocok, dengan penyesuaian. Lembaga kecil dapat menjalankan satu sentra per hari untuk semua anak atau memakai halaman sebagai sentra tambahan.

Berapa jumlah sentra yang ideal?

Tidak ada angka baku. Banyak lembaga memakai empat sampai enam sentra. Yang penting, ketiga jenis main tersedia secara seimbang.

Apa bedanya model sentra dengan model area atau sudut?

Pada model sentra, kelompok anak berpindah ke satu sentra dalam satu sesi dengan pijakan yang terencana. Pada model area atau sudut, anak biasanya memilih beberapa sudut dalam satu ruang.

Bagaimana menilai anak dalam model sentra?

Melalui pengamatan selama main, catatan anekdot, hasil karya, dan foto. Bahan ini disusun menjadi laporan perkembangan anak.

Apakah tema tetap dipakai?

Banyak lembaga memakai tema atau topik untuk mengikat kegiatan di semua sentra, misalnya tema "pasar" yang muncul di main peran, balok, dan seni.

ASIS: Catatan Main Anak yang Tidak Hilang di Buku Guru

Model pembelajaran sentra kaya pengamatan, tetapi catatannya mudah tercecer: di buku tulis guru, di foto ponsel pribadi, dan di kertas tempel. Saat menyusun laporan perkembangan, guru harus mengumpulkan semuanya lagi.

ASIS menyediakan modul PAUD dengan catatan tumbuh kembang dan profil anak yang utuh. Guru dapat mencatat pengamatan singkat setiap hari, dan catatan itu terkumpul per anak sebagai bahan laporan. Sesuai prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali", jadwal rotasi sentra dan presensi juga tersimpan di sistem yang sama. Orang tua menerima kabar lewat notifikasi aplikasi yang gratis tanpa batas, lengkap dengan jam tenang.

ASIS gratis untuk semua lembaga PAUD dan sekolah. Untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ, Basmalah juga gratis. Silakan mulai di asis.id.

Sumber: JAPI Unitri: Pendampingan Penerapan Model Pembelajaran Sentra

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.