WAWASAN ASIS

Modul Ajar Adalah? Pengertian dan Komponen Wajibnya

Modul ajar adalah perangkat ajar untuk merencanakan pembelajaran. Pahami pengertian, komponen minimum, bedanya dengan RPP, dan kerangka pembelajaran mendalam.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

Modul ajar adalah perangkat ajar yang digunakan guru untuk merencanakan dan melaksanakan pembelajaran agar murid mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Di dalamnya ada tujuan, langkah kegiatan, rencana asesmen, serta media dan sumber belajar yang dibutuhkan. Modul ajar bisa disusun sendiri, diadaptasi dari contoh yang ada, atau dimodifikasi sesuai karakteristik murid. Artikel ini menjelaskan pengertian modul ajar, komponen minimum dan komponen lengkapnya, perbedaannya dengan RPP, kaitannya dengan kerangka pembelajaran mendalam, serta contoh ringkas yang terisi.

Pengertian modul ajar secara sederhana

Bayangkan modul ajar sebagai "skenario" pembelajaran. Skenario ini menjawab empat pertanyaan:

  1. Apa yang ingin dicapai murid? (tujuan pembelajaran)
  2. Bagaimana murid akan belajar? (langkah dan kegiatan)
  3. Bagaimana guru tahu murid sudah mencapainya? (asesmen)
  4. Apa yang dibutuhkan? (media, bahan, sumber belajar)

Dalam Kurikulum Merdeka, modul ajar adalah salah satu bentuk perangkat ajar, bersama buku teks, video, dan bahan lain. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih, mengadaptasi, atau menyusun sendiri, selama tetap mengacu pada capaian pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran.

Komponen minimum modul ajar

Panduan pembelajaran dan asesmen Kurikulum Merdeka menyebutkan bahwa modul ajar setidaknya memuat:

Komponen Isi Pertanyaan kunci
Tujuan pembelajaran Kompetensi yang ingin dicapai Apa yang harus bisa dilakukan murid?
Langkah atau kegiatan pembelajaran Urutan kegiatan pembuka, inti, penutup Bagaimana murid belajar?
Rencana asesmen Asesmen awal, formatif, dan sumatif Bagaimana mengetahui ketercapaian?
Media pembelajaran Bahan, alat, dan sumber belajar Apa yang diperlukan?

Bila keempat komponen ini ada, sebuah dokumen sudah dapat disebut modul ajar. Komponen lain bersifat melengkapi dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.

Komponen lengkap yang sering dipakai

Banyak sekolah memakai format yang lebih lengkap, terbagi dalam tiga bagian:

Informasi umum

  • identitas penyusun, satuan pendidikan, fase dan kelas, alokasi waktu,
  • kompetensi awal yang perlu dimiliki murid,
  • dimensi profil lulusan yang dikembangkan,
  • sarana dan prasarana,
  • target murid (reguler, perlu pendampingan, atau berkebutuhan khusus),
  • model atau moda pembelajaran.

Komponen inti

  • tujuan pembelajaran,
  • pemahaman bermakna,
  • pertanyaan pemantik,
  • kegiatan pembelajaran,
  • asesmen,
  • pengayaan dan remedial,
  • refleksi guru dan murid.

Lampiran

  • lembar kerja murid,
  • bahan bacaan guru dan murid,
  • glosarium,
  • daftar pustaka.

Sejak Permendikdasmen 13/2025, profil lulusan memiliki delapan dimensi. Sesuaikan bagian dimensi profil lulusan dalam modul ajar dengan rumusan terbaru tersebut.

Modul ajar dan pembelajaran mendalam

Kerangka pembelajaran mendalam menekankan empat hal yang bisa tercermin dalam modul ajar:

Unsur kerangka Wujud dalam modul ajar
Praktik pedagogis Strategi dan langkah kegiatan yang membuat murid berpikir, bukan sekadar mendengar
Kemitraan pembelajaran Keterlibatan orang tua, teman sebaya, atau mitra di luar sekolah
Lingkungan pembelajaran Pengaturan ruang fisik, budaya kelas, dan ruang virtual
Pemanfaatan digital Penggunaan teknologi yang mendukung tujuan, bukan sekadar hiasan

Pengalaman belajar yang dirancang sebaiknya bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. Contoh lengkap modul dengan kerangka ini ada di modul ajar pembelajaran mendalam.

Perbedaan modul ajar dan RPP

Aspek RPP Modul ajar
Kurikulum asal Kurikulum 2013 Kurikulum Merdeka
Isi Rencana kegiatan Rencana kegiatan plus asesmen, lembar kerja, dan bahan
Acuan Kompetensi dasar Capaian pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran
Fleksibilitas Format cenderung baku Guru boleh menyesuaikan format

Pada praktiknya, RPP yang sudah memuat komponen minimum di atas dapat dianggap setara modul ajar. Pembahasan lebih rinci: perbedaan modul ajar dan RPP.

Contoh ringkas modul ajar yang terisi

Berikut contoh singkat untuk IPAS kelas 4 (fiktif):

Komponen Isi
Tujuan pembelajaran Murid dapat menjelaskan perubahan wujud benda dengan contoh di sekitar
Pertanyaan pemantik "Ke mana perginya es batu di gelas setelah beberapa menit?"
Kegiatan pembuka Guru menaruh es batu di gelas, murid memprediksi apa yang terjadi
Kegiatan inti Kelompok mengamati es mencair, air dipanaskan, dan embun di gelas dingin; mencatat di lembar pengamatan
Kegiatan penutup Murid menggambar siklus perubahan wujud dan menuliskan satu contoh di rumah
Asesmen Awal: tanya jawab; formatif: lembar pengamatan; sumatif: soal uraian singkat
Media Es batu, gelas, lilin dan panci kecil dengan pengawasan guru, lembar kerja
Diferensiasi Murid yang perlu pendampingan mengamati satu peristiwa dengan kartu bergambar

Contoh ini sengaja dibuat singkat untuk menunjukkan bahwa modul ajar tidak harus tebal. Yang penting setiap bagian saling terhubung: tujuan diukur oleh asesmen, dan kegiatan mengantar murid ke tujuan.

Cara menyusun modul ajar langkah demi langkah

  1. Pilih tujuan pembelajaran dari alur tujuan pembelajaran.
  2. Kenali murid lewat asesmen awal atau catatan sebelumnya.
  3. Tentukan bukti belajar: apa yang akan dikerjakan murid untuk menunjukkan ia sudah mencapai tujuan.
  4. Rancang kegiatan yang mengantar murid ke bukti itu.
  5. Siapkan media dan lembar kerja.
  6. Rencanakan diferensiasi untuk murid dengan kebutuhan berbeda.
  7. Setelah mengajar, tulis refleksi dan perbaiki modul.

Kesalahan yang sering terjadi

Modul tebal tetapi tidak dipakai. Modul ajar adalah alat kerja, bukan dokumen untuk dikumpulkan saja.

Tujuan tidak terukur. "Murid memahami" sulit diases. Gunakan kata kerja yang bisa diamati.

Asesmen tidak sesuai tujuan. Tujuan menuntut menjelaskan, tetapi asesmen hanya pilihan ganda hafalan.

Menyalin utuh tanpa adaptasi. Contoh modul dari luar perlu disesuaikan dengan kondisi murid dan sekolah.

Pertanyaan yang sering diajukan

Modul ajar adalah dokumen wajib?

Guru perlu memiliki perencanaan pembelajaran. Bentuknya bisa modul ajar atau dokumen setara yang memuat komponen minimum, sesuai kebijakan sekolah dan ketentuan yang berlaku.

Apa saja komponen minimum modul ajar?

Tujuan pembelajaran, langkah atau kegiatan pembelajaran, rencana asesmen, serta media pembelajaran.

Apakah modul ajar harus disusun sendiri?

Tidak harus. Guru boleh memakai, mengadaptasi, atau memodifikasi modul yang sudah ada, asalkan disesuaikan dengan murid dan konteks sekolah.

Berapa halaman idealnya modul ajar?

Tidak ada ketentuan jumlah halaman. Modul yang ringkas tetapi lengkap dan dipakai lebih baik daripada modul tebal yang tidak dipakai.

Apakah modul ajar sama dengan buku teks?

Tidak. Buku teks berisi materi, sedangkan modul ajar adalah rencana bagaimana materi dipelajari dan diases, dan bisa memakai buku teks sebagai salah satu sumber.

ASIS: Perangkat Ajar yang Terhubung dengan Asesmen dan Rapor

Banyak guru menyusun modul ajar dengan serius, tetapi modul itu terpisah dari catatan asesmen dan rapor. Nilai dari asesmen yang dirancang dalam modul harus diketik ulang di tempat lain, dan refleksi pembelajaran jarang terbawa ke tahun berikutnya.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Guru dapat menyimpan perangkat ajar Kurikulum Merdeka, menyusun soal di bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, dan nilai yang dicatat mengalir ke e-Rapor Kurikulum Merdeka. Buku pelajaran pemerintah tersedia di Pustaka, dan guru bisa memperdalam praktik lewat kursus daring di Akademi ASIS.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.