WAWASAN ASIS

Contoh Modul Ajar Bahasa Arab MI: Kosakata Dasar

Contoh modul ajar bahasa Arab MI kelas 1 tentang kosakata benda di kelas: tujuan, langkah tiga pertemuan, permainan kosakata, asesmen, dan diferensiasi.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Madrasah

Modul ajar bahasa Arab MI untuk kosakata dasar sebaiknya dirancang agar murid mendengar, mengucapkan, dan memakai mufradat dalam konteks nyata, bukan sekadar menghafal daftar kata. Di kelas awal madrasah ibtidaiyah, murid baru mengenal huruf hijaiah dan belum lancar membaca tulisan Arab, sehingga pembelajaran perlu bertumpu pada benda konkret, gambar, gerak, dan lagu. Berikut contoh modul ajar bahasa Arab MI kelas 1 bertema "benda di kelas" untuk tiga pertemuan, lengkap dengan permainan, asesmen, dan diferensiasi. Struktur kurikulum madrasah saat ini mengacu pada KMA 450/2024 sebagaimana diubah dengan KMA 1503/2025, jadi sesuaikan capaian dan alokasi waktu dengan ketentuan tersebut dan kebijakan madrasah.

Informasi umum

Komponen Isi
Satuan pendidikan MI (contoh: MI Nurul Huda)
Kelas/fase Kelas 1 / Fase A
Mata pelajaran Bahasa Arab
Tema Benda di kelas (al-adawat al-madrasiyyah)
Alokasi waktu 3 pertemuan x 2 JP (sesuaikan dengan struktur kurikulum madrasah)
Model Pembelajaran berbasis permainan dan total physical response
Sarana Benda nyata di kelas, kartu gambar, kartu kata Arab, lagu sederhana

Tujuan pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, murid mampu:

  1. Menyimak dan menunjuk benda di kelas ketika guru menyebut namanya dalam bahasa Arab.
  2. Mengucapkan minimal enam kosakata benda di kelas dengan pelafalan yang benar.
  3. Menggunakan pola "hadza ..." (ini ...) untuk menyebut benda di sekitarnya.
  4. Mengenali bentuk tulisan Arab dari kosakata yang dipelajari.

Kosakata inti

Bahasa Arab (latin) Arti
kitabun buku
qalamun pena
kursiyyun kursi
maktabun meja
babun pintu
nafidzatun jendela
mimsahatun penghapus
sabburatun papan tulis

Di kelas, tulis kosakata dengan huruf Arab berharakat lengkap. Transliterasi latin di tabel ini hanya untuk membantu guru; jangan jadikan acuan utama bagi murid.

Pemahaman bermakna

Murid memahami bahwa benda-benda yang mereka pakai setiap hari punya nama dalam bahasa Arab, bahasa Al-Qur'an, sehingga belajar bahasa Arab dimulai dari lingkungan terdekat.

Pertanyaan pemantik

  • "Benda apa saja yang ada di kelas kita?"
  • "Tahukah kalian apa bahasa Arabnya buku?"

Langkah pembelajaran

Pertemuan 1: Mendengar dan menunjuk

Pembuka (10 menit)

  • Salam, doa, dan presensi dalam bahasa Arab sederhana: murid menjawab "na'am" atau "hadir".
  • Guru mengangkat buku dan bertanya, "Ma hadza?" lalu menjawab sendiri, "Hadza kitabun."

Inti (50 menit)

  • Guru memperkenalkan empat kosakata pertama (kitabun, qalamun, kursiyyun, maktabun) dengan menunjuk benda nyata dan mengucapkan tiga kali. Murid menirukan.
  • Permainan "Tunjuk cepat": guru menyebut kosakata, murid menunjuk atau menyentuh bendanya.
  • Permainan "Simon berkata" versi Arab: "Ilmas al-kursiyya" (sentuh kursi). Gunakan gerak agar murid aktif.

Penutup (10 menit)

  • Murid menyebut kosakata yang diingat.
  • Refleksi: "Kata mana yang paling mudah? Mana yang paling sulit?"

Pertemuan 2: Mengucapkan dan menyebut

Pembuka (10 menit)

  • Mengulang empat kosakata dengan lagu sederhana memakai nada lagu anak yang dikenal murid.

Inti (50 menit)

  • Perkenalan empat kosakata baru (babun, nafidzatun, mimsahatun, sabburatun).
  • Latihan pola "Hadza ...": murid berpasangan, satu menunjuk benda, satu lagi menyebut "Hadza babun".
  • Permainan "Kantong misteri": guru memasukkan benda kecil ke kantong, murid meraba dan menebak dalam bahasa Arab.

Penutup (10 menit)

  • Murid menempel kartu kata di benda yang sesuai di kelas. Kartu dibiarkan tertempel selama sepekan.

Pertemuan 3: Mengenal tulisan dan menampilkan

Pembuka (10 menit)

  • Tebak benda dari gerakan guru.

Inti (50 menit)

  • Memasangkan kartu gambar dengan kartu tulisan Arab.
  • Mewarnai lembar kerja bergambar benda, lalu menebalkan tulisan Arab di bawahnya.
  • Tampil berkelompok: setiap kelompok memperkenalkan "kelas kami" dengan menyebut tiga benda.

Penutup (10 menit)

  • Refleksi dan apresiasi.
  • Pesan untuk di rumah: murid menyebut tiga benda di rumah kepada orang tua dengan pola "hadza ...".

Asesmen

Jenis Teknik Instrumen
Diagnostik Tanya jawab singkat di awal Daftar murid yang sudah mengenal kosakata Arab
Formatif Pengamatan saat permainan Daftar periksa: menunjuk benar, mengucap benar
Sumatif lingkup materi Unjuk kerja Murid menyebut enam benda dengan pola "hadza ..."

Contoh rubrik unjuk kerja:

Kriteria Mulai berkembang Berkembang Cakap
Jumlah kosakata 1–2 kata 3–5 kata 6 kata atau lebih
Pelafalan Banyak keliru Sebagian tepat Tepat dan jelas
Pola kalimat Belum memakai pola Memakai dengan bantuan Memakai mandiri

Diferensiasi

  • Murid yang membutuhkan dukungan: fokus pada empat kosakata, gunakan gambar dan gerak, beri pasangan teman.
  • Murid yang sudah mahir: tambahkan kosakata seperti haqibatun (tas) atau mistaratun (penggaris), dan pola "Ma hadza?" untuk bertanya kepada teman.
  • Murid dengan gaya belajar kinestetik: perbanyak permainan sentuh dan gerak.

Melibatkan orang tua

Banyak orang tua murid MI ingin membantu, tetapi tidak menguasai bahasa Arab. Kirimkan daftar kosakata pekan ini beserta cara bacanya dan saran kegiatan singkat, misalnya meminta anak menyebut tiga benda di rumah setiap malam. Orang tua cukup mendengarkan dan memberi pujian. Kebiasaan kecil ini memperkuat ingatan murid tanpa membebani keluarga.

Tips mengembangkan modul ajar bahasa Arab MI

  • Gunakan bahasa Arab sesering mungkin untuk instruksi sederhana di kelas, misalnya "ijlis" (duduklah) dan "qum" (berdirilah).
  • Batasi kosakata baru maksimal empat sampai lima per pertemuan.
  • Ulangi kosakata lama di pertemuan berikutnya.
  • Kaitkan dengan pembelajaran lain, misalnya menghitung benda di kelas dengan bilangan Arab di tema berikutnya.

Lihat juga struktur mapel PAI dan bahasa Arab di madrasah dan kebijakan kurikulum madrasah Kemenag.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa isi modul ajar bahasa Arab MI?

Informasi umum, tujuan pembelajaran, kosakata atau materi inti, langkah pembelajaran, asesmen, dan diferensiasi, disesuaikan dengan struktur kurikulum madrasah.

Berapa kosakata yang ideal untuk satu pertemuan di kelas 1?

Sekitar empat sampai lima kosakata baru, dengan pengulangan kosakata lama.

Apakah murid kelas 1 harus bisa menulis Arab?

Belum harus lancar. Fokus pada menyimak dan berbicara, dengan pengenalan bentuk tulisan secara bertahap.

Kurikulum apa yang menjadi acuan madrasah saat ini?

Struktur kurikulum madrasah mengacu pada KMA 450/2024 sebagaimana diubah dengan KMA 1503/2025.

Bagaimana menilai kemampuan berbicara murid?

Gunakan unjuk kerja dengan rubrik sederhana: jumlah kosakata, pelafalan, dan penggunaan pola kalimat.

ASIS: Perangkat Ajar dan Rapor Madrasah dalam Satu Tempat

Guru MI sering menyusun modul ajar di satu berkas, mencatat hasil pengamatan di buku, lalu mengetik ulang nilai ke rapor. Ketika guru berganti, modul dan catatan perkembangan murid ikut hilang.

ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka, e-Rapor, dan profil murid yang utuh dalam satu akun, sehingga hasil asesmen formatif tercatat dan bisa dipakai saat menyusun rapor. Untuk madrasah yang memakai RDM, paket ASIS Pro menyediakan hosting RDM. Bahan bacaan tambahan tersedia di Pustaka.

ASIS gratis untuk semua sekolah dan madrasah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.