WAWASAN ASIS

Modul Ajar IPS SMP Interaksi Sosial: Contoh Lengkap

Contoh modul ajar IPS SMP interaksi sosial kelas 7: tujuan, pertanyaan pemantik, langkah tiga pertemuan, LKPD pengamatan, asesmen, rubrik, dan refleksi.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Wawasan

Modul ajar IPS SMP interaksi sosial berikut dirancang untuk kelas 7 fase D dalam tiga pertemuan. Murid tidak hanya menghafal syarat dan bentuk interaksi sosial, tetapi mengamati interaksi nyata di lingkungan sekolah dan sekitarnya, lalu menganalisis apakah interaksi itu mengarah pada kerja sama atau konflik. Modul ini memuat identitas, tujuan pembelajaran, pertanyaan pemantik, langkah kegiatan, LKPD pengamatan, asesmen, rubrik, dan refleksi. Silakan sesuaikan dengan kondisi kelas dan alur tujuan pembelajaran di sekolah Bapak/Ibu.

Identitas modul

Komponen Isi
Satuan pendidikan SMP (contoh: SMP Negeri 3 Cilacap, fiktif)
Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
Fase/Kelas D / 7
Topik Interaksi sosial
Alokasi waktu 3 pertemuan x 2 JP (40 menit)
Model Pembelajaran berbasis masalah dengan pengamatan lapangan
Sarana Lembar pengamatan, kartu peran, papan tulis, ponsel guru untuk dokumentasi

Tujuan pembelajaran

Setelah mengikuti rangkaian pembelajaran, murid mampu:

  1. Menjelaskan pengertian dan syarat terjadinya interaksi sosial (kontak dan komunikasi) dengan contoh dari lingkungan sendiri.
  2. Membedakan bentuk interaksi sosial asosiatif dan disosiatif berdasarkan hasil pengamatan.
  3. Mengusulkan cara mengubah interaksi disosiatif menjadi asosiatif dalam situasi di sekolah.

Pemahaman bermakna dan pertanyaan pemantik

Pemahaman bermakna: setiap hari kita berinteraksi dengan orang lain. Cara kita berinteraksi menentukan apakah lingkungan menjadi tempat yang rukun atau penuh konflik.

Pertanyaan pemantik:

  • Apa yang terjadi jika satu hari penuh kamu tidak berbicara dengan siapa pun?
  • Mengapa tawar-menawar di pasar jarang berakhir dengan bertengkar?
  • Pernahkah kamu melihat perselisihan di kelas yang akhirnya berubah menjadi kerja sama?

Langkah pembelajaran

Pertemuan 1: Syarat interaksi sosial

Pendahuluan (10 menit)

  • Salam, doa, presensi.
  • Permainan "pesan berantai": satu pesan dibisikkan dari murid ke murid, lalu dibandingkan dengan pesan awal.
  • Guru bertanya: "Mengapa pesannya berubah? Apa yang dibutuhkan agar komunikasi berhasil?"

Kegiatan inti (60 menit)

  • Murid membaca teks singkat tentang kontak sosial dan komunikasi dari buku teks.
  • Dalam kelompok, murid membuat peta konsep: kontak primer dan sekunder, komunikasi langsung dan tidak langsung, beserta contoh dari kehidupan mereka.
  • Guru menjelaskan tugas pengamatan untuk pertemuan berikutnya: mengamati satu interaksi di kantin, gerbang sekolah, atau pasar dekat rumah selama 10 menit.

Penutup (10 menit)

  • Murid menulis satu contoh kontak dan satu contoh komunikasi yang mereka alami pagi ini.
  • Guru membagikan LKPD pengamatan.

Pertemuan 2: Bentuk interaksi sosial

Pendahuluan (10 menit)

  • Beberapa murid menceritakan singkat hasil pengamatan.

Kegiatan inti (60 menit)

  • Guru menjelaskan bentuk interaksi asosiatif (kerja sama, akomodasi, asimilasi, akulturasi) dan disosiatif (persaingan, kontravensi, konflik) dengan contoh lokal.
  • Kelompok mengelompokkan hasil pengamatan anggota ke dalam tabel bentuk interaksi.
  • Setiap kelompok memilih satu temuan yang paling menarik dan menjelaskan alasannya.

Penutup (10 menit)

  • Kuis singkat lima soal tentang bentuk interaksi.
  • Guru mengumumkan kegiatan bermain peran di pertemuan ketiga.

Pertemuan 3: Dari konflik menuju kerja sama

Pendahuluan (10 menit)

  • Guru menampilkan situasi: dua kelompok piket saling menyalahkan karena kelas kotor.

Kegiatan inti (60 menit)

  • Kelompok menerima kartu situasi berbeda, misalnya rebutan lapangan saat istirahat atau perbedaan pendapat dalam kerja kelompok.
  • Kelompok bermain peran dua versi: versi yang berakhir konflik dan versi yang berakhir kerja sama atau akomodasi.
  • Kelompok lain mengamati dan menuliskan apa yang mengubah arah interaksi.

Penutup (10 menit)

  • Refleksi bersama dan penilaian diri.

LKPD pengamatan interaksi sosial

Pertanyaan Jawaban murid
Lokasi dan waktu pengamatan
Siapa saja yang terlibat?
Apa yang mereka lakukan dan katakan?
Jenis kontak (primer/sekunder)
Jenis komunikasi (langsung/tidak langsung)
Bentuk interaksi menurutmu
Alasanmu
Apa yang bisa membuat interaksi ini lebih baik?

Ingatkan murid untuk mengamati dengan sopan, tidak merekam orang tanpa izin, dan tidak menuliskan nama orang yang diamati.

Asesmen

Jenis Teknik Instrumen
Diagnostik Tanya jawab pertemuan 1 Pertanyaan pemantik
Formatif Peta konsep, kuis, observasi bermain peran Lembar observasi, kuis 5 soal
Sumatif Laporan pengamatan dan usulan solusi Rubrik

Rubrik laporan pengamatan

Kriteria Mulai berkembang Berkembang Cakap Mahir
Deskripsi interaksi Kurang jelas Jelas sebagian Jelas dan runtut Rinci dan runtut
Identifikasi bentuk Tidak tepat Tepat tanpa alasan Tepat dengan alasan Tepat dengan alasan dan kaitan teori
Usulan solusi Tidak ada Umum Spesifik dan masuk akal Spesifik, masuk akal, mempertimbangkan pihak lain

Kaitan dengan profil lulusan dan kokurikuler

Modul ajar IPS SMP interaksi sosial ini melatih beberapa dimensi profil lulusan, terutama kolaborasi, komunikasi, dan kewargaan. Saat bermain peran, murid belajar mendengarkan pihak lain dan mencari jalan tengah. Saat mengamati, murid melatih penalaran kritis karena harus memberi alasan atas klasifikasi yang dipilih.

Bila sekolah merancang kegiatan kokurikuler lintas mata pelajaran, topik ini mudah dikembangkan. Misalnya, murid kelas 7 membuat kampanye "Kantin Rukun" bersama guru Bahasa Indonesia untuk menulis poster ajakan, dan guru Pendidikan Pancasila untuk membahas nilai musyawarah.

Diferensiasi

  • Murid yang perlu dukungan: LKPD dengan pilihan jawaban untuk bentuk interaksi, contoh pengamatan yang sudah terisi.
  • Murid yang siap tantangan: membandingkan dua interaksi di tempat berbeda dan menjelaskan faktor yang memengaruhi.
  • Gaya belajar beragam: laporan boleh berupa tulisan, komik empat panel, atau rekaman suara singkat.

Refleksi

Refleksi murid: Interaksi apa yang paling sering kamu alami? Apakah lebih banyak asosiatif atau disosiatif? Apa yang ingin kamu ubah?

Refleksi guru: Apakah pengamatan lapangan berjalan aman? Kelompok mana yang kesulitan mengidentifikasi bentuk interaksi? Bagaimana memperbaikinya di kelas berikutnya?

Pertanyaan yang sering diajukan

Bisakah modul ajar IPS SMP interaksi sosial ini dipakai tanpa pengamatan di luar sekolah?

Bisa. Pengamatan cukup dilakukan di lingkungan sekolah, misalnya kantin, perpustakaan, atau saat upacara. Bisa juga memakai video pendek yang diputar guru.

Berapa jam pelajaran yang dibutuhkan untuk modul ajar IPS SMP interaksi sosial ini?

Contoh ini memakai 3 x 2 JP. Sekolah dengan alokasi berbeda bisa menggabungkan pertemuan 2 dan 3 atau menambah satu pertemuan untuk presentasi.

Bagaimana mengaitkan modul ini dengan pembelajaran mendalam?

Pengamatan nyata, diskusi kelompok, dan bermain peran memberi murid pengalaman memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Kemitraan dengan warga sekitar juga memperkaya pembelajaran.

Apakah perlu izin orang tua untuk pengamatan di pasar?

Jika pengamatan dilakukan di luar jam sekolah dan di luar lingkungan sekolah, sebaiknya dilakukan bersama orang tua atau diganti dengan lokasi yang aman di sekitar rumah.

ASIS: Modul Ajar, Asesmen, dan Rapor dalam Satu Alur

Guru IPS sering menyusun modul ajar di satu dokumen, membuat kuis di tempat lain, dan merekap nilai di lembar kerja terpisah. Saat rapor tiba, semua harus dikumpulkan ulang.

ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka, bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, dan e-Rapor Kurikulum Merdeka dalam satu akun. Kuis bisa dibuat dan dipakai ulang, aktivitas interaktif tersedia di Studio, dan buku teks IPS dari pemerintah bisa dibuka di Pustaka. Nilai yang dicatat sekali langsung dipakai lagi untuk rapor.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.