SIM MA: Modul Penting dan Prioritas Penerapan di Aliyah
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Contoh modul ajar SKI MA tentang dakwah Walisongo: tujuan, langkah tiga pertemuan, LKPD peta strategi dakwah, asesmen, dan rubrik siap pakai.
Modul ajar SKI MA tentang dakwah Walisongo ini dirancang untuk tiga pertemuan dengan satu pertanyaan besar: mengapa Islam bisa diterima luas di Jawa melalui jalan damai? Murid tidak sekadar menghafal sembilan nama dan makam, tetapi menganalisis strategi dakwah tiap tokoh, menghubungkannya dengan kondisi masyarakat saat itu, lalu menarik pelajaran untuk dakwah di era digital. Contoh di bawah dapat disesuaikan dengan capaian pembelajaran, alokasi waktu, dan buku teks yang dipakai madrasah.
Struktur kurikulum madrasah kini mengacu pada KMA 450 Tahun 2024 yang telah diubah dengan KMA 1503 Tahun 2025, menggantikan KMA 347 Tahun 2022. Sebelum memakai contoh ini, cocokkan fase, capaian pembelajaran SKI, dan alokasi jam pelajaran dengan dokumen kurikulum madrasah terbaru serta buku teks SKI dari Kementerian Agama. Contoh ini mengasumsikan materi Islam di Nusantara dibahas di kelas XI; geser bila madrasah Bapak/Ibu menempatkannya di kelas lain.
Modul ini juga memakai kerangka pembelajaran mendalam: praktik pedagogis yang aktif, kemitraan pembelajaran, lingkungan belajar yang mendukung, dan pemanfaatan digital secara bijak. Kerangka lengkapnya dibahas di modul ajar pembelajaran mendalam.
Berikut identitas modul ajar SKI MA yang dipakai dalam contoh ini.
| Komponen | Isi |
|---|---|
| Mata pelajaran | Sejarah Kebudayaan Islam |
| Jenjang / kelas | MA / XI (sesuaikan) |
| Materi | Strategi dakwah Walisongo di Jawa |
| Alokasi waktu | 3 pertemuan x 2 JP |
| Model | Pembelajaran berbasis masalah dan diskusi kelompok ahli (jigsaw) |
| Sarana | Peta Jawa, kartu tokoh, buku teks SKI, proyektor bila ada |
Setelah mengikuti pembelajaran, murid dapat:
Pemahaman bermakna: Dakwah yang menghargai budaya dan menjawab kebutuhan masyarakat lebih mudah diterima daripada dakwah yang memaksa.
Pertanyaan pemantik:
| Tokoh | Wilayah utama | Pendekatan yang dikenal dalam tradisi |
|---|---|---|
| Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) | Gresik | Perdagangan, pengobatan, kepedulian kepada rakyat kecil |
| Sunan Ampel | Surabaya | Pendidikan pesantren, kaderisasi dai |
| Sunan Bonang | Tuban | Seni musik dan tembang |
| Sunan Drajat | Lamongan | Kepedulian sosial dan ajaran kedermawanan |
| Sunan Giri | Gresik | Pendidikan, permainan dan tembang anak |
| Sunan Kalijaga | Demak | Wayang, tembang, budaya Jawa |
| Sunan Kudus | Kudus | Arsitektur dan toleransi terhadap kebiasaan masyarakat setempat |
| Sunan Muria | Lereng Muria | Dakwah di pedesaan, pertanian, dan nelayan |
| Sunan Gunung Jati | Cirebon | Pemerintahan dan perluasan dakwah ke Jawa Barat |
Catatan untuk guru: banyak karya, seperti tembang atau permainan tertentu, dikaitkan dengan tokoh Walisongo melalui tradisi lisan dan babad. Ajarkan murid membedakan antara fakta sejarah yang didukung sumber dan atribusi tradisi. Ini latihan berpikir kritis yang sangat penting dalam SKI.
Pendahuluan (15 menit). Salam, doa, dan presensi. Guru memutar atau menyanyikan satu tembang Jawa yang dikenal sebagai karya dakwah, lalu bertanya: "Apa pesan dalam lagu ini? Mengapa disampaikan lewat lagu?"
Inti (60 menit).
Penutup (15 menit). Refleksi singkat: tokoh mana yang paling menarik dan mengapa. Tugas membaca materi tokoh sesuai kartu.
Pendahuluan (10 menit). Murid berpindah ke kelompok ahli sesuai tokoh yang dipegang.
Inti (65 menit).
Penutup (15 menit). Kuis singkat lima soal untuk memeriksa pemahaman.
Pendahuluan (10 menit). Guru menampilkan contoh konten dakwah di media sosial, yang santun dan yang provokatif, tanpa menyebut akun.
Inti (65 menit).
Penutup (15 menit). Refleksi tertulis: satu nilai keteladanan Walisongo yang akan diterapkan.
| Pertanyaan | Jawaban kelompok |
|---|---|
| Nama tokoh dan wilayah dakwah | |
| Kondisi masyarakat saat itu | |
| Strategi atau media dakwah yang dipakai | |
| Mengapa strategi itu efektif? | |
| Peninggalan yang masih ada | |
| Mana yang fakta sejarah, mana yang atribusi tradisi? | |
| Pelajaran untuk masa kini | |
| Sumber yang dipakai |
Diagnostik (awal pertemuan 1). Tiga pertanyaan lisan: siapa Walisongo yang kamu kenal, apa yang kamu ketahui tentangnya, dan dari mana kamu tahu.
Formatif. Pengamatan diskusi kelompok ahli, LKPD, dan kuis lima soal.
Sumatif. Produk konten dakwah dan esai pendek: "Bandingkan dua strategi dakwah Walisongo dan jelaskan mana yang paling relevan untuk lingkunganmu."
| Kriteria | 1 | 2 | 3 | 4 |
|---|---|---|---|---|
| Ketepatan fakta | Banyak keliru | Sebagian tepat | Tepat | Tepat dan menyebut sumber |
| Analisis strategi | Hanya menyebut | Menjelaskan satu alasan | Membandingkan dua strategi | Mengaitkan dengan kondisi sosial |
| Relevansi masa kini | Tidak ada | Umum | Konkret | Konkret dan mempertimbangkan etika |
| Kesantunan konten | Kurang santun | Cukup | Santun | Santun, menarik, berbasis sumber |
Untuk sudut pandang sejarah umum, guru bisa membandingkan dengan contoh di modul ajar sejarah SMA.
Struktur kurikulum madrasah mengacu pada KMA 450 Tahun 2024 yang diubah dengan KMA 1503 Tahun 2025. Cocokkan capaian pembelajaran dan alokasi jam dengan dokumen terbaru.
Ajak murid membedakan fakta yang didukung bukti dengan atribusi tradisi. Kisah tradisi tetap bernilai sebagai sumber nilai, tetapi perlu diberi label yang jujur.
Cocok. Kelas besar justru terbantu karena setiap murid bertanggung jawab atas satu bagian materi dan mengajarkannya ke kelompok asal.
Gunakan peta cetak, kartu tokoh, dan buku teks. Pertemuan ketiga bisa memakai contoh konten yang ditulis guru di papan.
Contoh ini memakai tiga pertemuan dua jam pelajaran. Sesuaikan dengan alokasi jam di struktur kurikulum madrasah dan kedalaman materi yang diharapkan.
Guru madrasah sering menyusun modul ajar SKI MA dengan sungguh-sungguh, lalu kehilangannya di flashdisk atau laptop lama. Nilai LKPD, kuis, dan produk ditulis di buku, kemudian diketik ulang saat rapor. Waktu yang seharusnya untuk menyiapkan diskusi justru habis untuk administrasi.
ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka yang bisa disusun dan disimpan per mapel, bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, dan e-Rapor Kurikulum Merdeka yang menerima nilai langsung dari guru. Buku pelajaran pemerintah tersedia di pustaka.asis.id. Untuk madrasah yang memakai RDM, paket ASIS Pro juga menyediakan hosting RDM.
ASIS gratis untuk semua sekolah dan madrasah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.