WAWASAN ASIS

Murid Disleksia: Cara Mengenali dan Membantunya di Kelas

Panduan guru mengenali murid disleksia: tanda per jenjang, bedanya dengan malas belajar, strategi multisensori, dan akomodasi asesmen di kelas.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Pendidikan Inklusi

Murid disleksia adalah murid yang mengalami kesulitan belajar spesifik dalam membaca, mengeja, dan mengenali kata, padahal kecerdasannya umumnya rata-rata atau di atas rata-rata dan ia sudah mendapat kesempatan belajar yang memadai. Disleksia bukan tanda malas atau bodoh. Guru dapat membantunya dengan mengenali tanda sejak dini, mengajar dengan pendekatan multisensori, memberi akomodasi saat asesmen, dan bekerja sama dengan orang tua serta tenaga profesional. Panduan ini merangkum langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan di kelas reguler.

Disleksia bukan malas belajar

Banyak murid disleksia dicap malas, ceroboh, atau kurang berusaha karena nilai membacanya rendah, padahal ia bisa menjawab pertanyaan lisan dengan baik. Perbedaannya bisa dilihat dari pola berikut:

Disleksia Kurang motivasi
Kesulitan konsisten pada membaca dan mengeja meski sudah berusaha keras Kesulitan muncul di banyak hal, terkait minat
Pemahaman lisan baik, bahkan menonjol Pemahaman lisan dan tulis sama-sama rendah
Sering tertukar huruf mirip seperti b dan d Jarang ada pola kesalahan khusus
Cepat lelah saat membaca Menghindari semua tugas, tidak hanya membaca
Sering ada riwayat keluarga dengan kesulitan serupa Tidak ada pola khusus

Diagnosis disleksia hanya dapat ditegakkan oleh tenaga profesional, seperti psikolog. Peran guru adalah mengamati, mencatat, dan merujuk.

Tanda-tanda per jenjang

Kelas awal SD

  • sulit mengenal dan mengingat huruf serta bunyinya,
  • sering tertukar huruf b dan d, p dan q, atau m dan w,
  • membaca sangat lambat dan terbata-bata dibanding teman sekelas,
  • sulit memecah kata menjadi suku kata,
  • sulit menghafal urutan seperti nama hari atau bulan.

Kelas atas SD dan SMP

  • membaca lambat dan sering menebak kata dari huruf awal,
  • ejaan tidak konsisten, kata yang sama ditulis berbeda-beda,
  • tulisan tangan sulit dibaca,
  • menghindari membaca di depan kelas,
  • butuh waktu lebih lama untuk mengerjakan soal cerita meski paham konsepnya.

SMA

  • membaca teks panjang sangat melelahkan,
  • kesulitan mencatat sambil mendengarkan,
  • kesulitan mempelajari bahasa asing,
  • kemampuan berpikir dan berdiskusi jauh lebih baik daripada hasil tulisannya.

Langkah guru saat menduga murid disleksia

  1. Amati dan catat selama beberapa pekan: jenis kesalahan membaca dan menulis, kecepatan membaca, perbedaan antara kemampuan lisan dan tulis.
  2. Diskusikan dengan guru BK atau guru pendamping khusus bila sekolah memilikinya.
  3. Bicara dengan orang tua dengan bahasa yang tidak menghakimi. Sampaikan hasil pengamatan, bukan label.
  4. Sarankan pemeriksaan profesional bila pola kesulitan menetap.
  5. Mulai menyesuaikan cara mengajar tanpa menunggu hasil diagnosis.

Strategi mengajar di kelas

Pendekatan multisensori

Murid disleksia belajar lebih baik bila melibatkan beberapa indera sekaligus: melihat, mendengar, meraba, dan bergerak.

  • huruf dari amplas atau pasir yang diraba sambil menyebut bunyinya,
  • menulis huruf besar di udara atau di nampan berisi pasir,
  • kartu suku kata berwarna,
  • bertepuk tangan untuk setiap suku kata.

Penyesuaian bahan ajar

Penyesuaian Contoh
Teks lebih sederhana Kalimat pendek, paragraf pendek
Tampilan ramah baca Huruf tanpa kait, ukuran lebih besar, spasi longgar
Bantuan visual Gambar, diagram, peta pikiran
Audio Membacakan teks atau memakai rekaman
Penanda Penggaris atau kertas pembatas untuk mengikuti baris

Di kelas sehari-hari

  • Jangan meminta murid membaca nyaring di depan kelas tanpa persiapan. Beri teks lebih dulu bila ingin ia membaca.
  • Tulis instruksi penting di papan dan sampaikan secara lisan.
  • Beri waktu lebih untuk menyalin, atau berikan catatan tercetak.
  • Pecah tugas panjang menjadi langkah-langkah kecil.
  • Puji usaha dan kemajuan, bukan hanya hasil.

Akomodasi saat asesmen

Akomodasi tidak menurunkan standar. Akomodasi memberi kesempatan yang adil bagi murid untuk menunjukkan apa yang ia pahami.

  • waktu tambahan,
  • soal dibacakan, terutama untuk mata pelajaran selain Bahasa,
  • jawaban lisan untuk sebagian soal,
  • lembar soal dengan huruf besar dan spasi longgar,
  • penilaian tidak mengurangi skor karena kesalahan ejaan pada mata pelajaran yang tidak menilai ejaan.

Catat akomodasi yang diberikan agar konsisten antarguru dan antarsemester.

Contoh kasus

Raka, kelas III, pandai bercerita tentang dinosaurus dan cepat menjawab pertanyaan lisan IPAS. Namun, ia membaca sangat lambat, sering tertukar b dan d, dan menangis setiap diminta membaca nyaring. Wali kelasnya mencatat pola ini selama satu bulan, lalu berdiskusi dengan orang tua. Sambil menunggu pemeriksaan, guru memberi kartu huruf bertekstur, membacakan soal IPAS, dan mengganti membaca nyaring dengan membaca berpasangan. Dalam beberapa bulan, Raka lebih percaya diri dan mulai mau membaca kalimat pendek di depan kelompok kecil.

Nama dan kasus di atas fiktif, hanya untuk ilustrasi.

Menjaga harga diri murid

Dampak disleksia yang paling berat sering bukan pada nilai, tetapi pada harga diri. Murid yang bertahun-tahun merasa tertinggal bisa menyimpulkan dirinya bodoh. Guru dapat mencegahnya dengan memberi ruang bagi kekuatan murid, misalnya menjadi penyaji lisan dalam kelompok, menggambar peta konsep, atau memimpin percobaan. Hindari membandingkan hasil bacanya dengan teman di depan kelas, dan rayakan kemajuan kecil secara pribadi.

Kerja sama dengan orang tua

  • Sampaikan kekuatan anak terlebih dahulu sebelum kesulitannya.
  • Sepakati strategi yang sama di rumah dan di sekolah, misalnya membaca bersama sepuluh menit setiap hari dengan buku yang menarik minat anak.
  • Ajak orang tua mencatat kemajuan kecil di rumah.
  • Bila ada hasil pemeriksaan profesional, jadikan dasar penyesuaian rencana belajar.

Kesalahan umum

  • Mencap murid malas atau bodoh.
  • Memaksa membaca nyaring di depan kelas.
  • Menunggu diagnosis sebelum mengubah cara mengajar.
  • Memberi hukuman karena tulisan atau ejaan berantakan.

Dengan pendekatan yang tepat, murid disleksia bisa berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah disleksia bisa disembuhkan?

Disleksia adalah kondisi yang menetap, tetapi dengan intervensi yang tepat kemampuan membaca dapat meningkat dan murid bisa belajar dengan baik.

Siapa yang berwenang mendiagnosis disleksia?

Tenaga profesional seperti psikolog. Guru berperan mengamati, mencatat, dan merujuk.

Apakah murid disleksia harus pindah ke SLB?

Umumnya tidak. Murid disleksia dapat belajar di sekolah reguler atau sekolah inklusi dengan penyesuaian pembelajaran dan asesmen.

Bagaimana membedakan disleksia dengan murid yang baru belajar membaca?

Pada murid yang baru belajar, kesulitan berkurang dengan latihan. Pada disleksia, kesulitan menetap dan tidak sebanding dengan usaha serta kemampuan lisannya.

Apakah memberi waktu tambahan itu tidak adil bagi murid lain?

Tidak. Akomodasi membantu murid menunjukkan pemahamannya tanpa terhalang kesulitan membaca, bukan memberi keuntungan.

ASIS: Catatan Pengamatan yang Tidak Hilang Saat Murid Naik Kelas

Murid dengan kesulitan belajar sering harus "dimulai dari nol" setiap tahun karena catatan pengamatan guru sebelumnya tidak sampai ke guru baru. Akomodasi yang sudah terbukti membantu pun hilang begitu murid naik kelas.

ASIS menyediakan modul inklusi dan profil murid yang utuh, sehingga catatan perkembangan, strategi yang berhasil, dan akomodasi yang diberikan tersimpan dan bisa dilihat guru berikutnya sesuai peran. Guru BK dapat mencatat layanan pendampingan, dan komunikasi dengan orang tua berjalan lewat notifikasi aplikasi atau surel. Bahan bacaan pendukung juga tersedia di Pustaka, sementara aktivitas interaktif di Studio bisa menjadi variasi belajar multisensori.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.