WAWASAN ASIS

Pembayaran Sekolah QRIS Virtual Account dan Transfer

Membandingkan pembayaran sekolah QRIS virtual account dan transfer langsung: cara kerja, biaya, verifikasi, dan cara memilih yang cocok bagi Bendahara.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Keuangan Sekolah

Ada tiga cara yang paling sering dipertimbangkan sekolah untuk menerima pembayaran nontunai: transfer langsung ke rekening sekolah, QRIS, dan virtual account. Memilih pembayaran sekolah QRIS virtual account atau transfer biasa pada dasarnya soal menimbang tiga hal: biaya yang muncul di setiap transaksi, cara mencocokkan pembayaran dengan tagihan murid, dan kemudahan bagi wali murid.

Tidak ada satu metode yang paling benar untuk semua sekolah. Panduan ini menjelaskan cara kerja masing-masing, biayanya, kelebihan dan kekurangannya, serta cara Bendahara memilih dan menjalankan prosesnya dengan rapi.

Cara kerja tiga metode pembayaran

Transfer langsung ke rekening sekolah

Wali murid mentransfer ke rekening resmi atas nama sekolah, lalu mengirim atau mengunggah bukti bayar. Bendahara mencocokkan bukti dengan mutasi rekening dan menandai tagihan lunas.

QRIS

QRIS adalah standar kode QR nasional yang ditetapkan Bank Indonesia. Sekolah mendaftar sebagai merchant melalui bank atau penyedia jasa pembayaran, lalu menampilkan kode QR. Wali murid memindai dengan aplikasi bank atau dompet digital. Dana masuk ke rekening sekolah sesuai jadwal penyelesaian dari penyedia.

Virtual account

Virtual account adalah nomor rekening khusus yang dibuat untuk setiap murid atau setiap tagihan. Ketika wali murid membayar ke nomor tersebut, bank langsung tahu pembayaran itu milik siapa. Layanan ini biasanya disediakan bank melalui kerja sama dengan sekolah.

Perbandingan biaya

Dalam memilih skema pembayaran sekolah QRIS virtual account atau transfer, biaya adalah pertimbangan yang sering terlupakan. Untuk QRIS, Bank Indonesia menetapkan biaya layanan yang dibebankan kepada merchant (MDR). Per ketentuan yang berlaku sejak 15 Maret 2025, MDR QRIS kategori khusus pendidikan adalah 0,6 persen.

Ilustrasi sederhana untuk SPP Rp200.000:

Metode Biaya bagi sekolah per transaksi Catatan
Transfer langsung Tidak ada dari sisi penerima Wali murid mungkin menanggung biaya transfer antarbank, tergantung bank dan layanan
QRIS (MDR 0,6%) Rp1.200 Dipotong dari dana yang diterima sekolah
Virtual account Bervariasi Tergantung kesepakatan dengan bank

Kalikan dengan jumlah murid dan bulan. Untuk 400 murid selama 12 bulan, biaya QRIS di atas menjadi sekitar Rp5,76 juta per tahun. Angka ini bukan alasan untuk menolak QRIS, tetapi perlu masuk perhitungan dan kebijakan sekolah: apakah ditanggung sekolah atau dibebankan dengan cara lain sesuai ketentuan.

Biaya virtual account dan transfer antarbank berbeda-beda per bank. Tanyakan langsung kepada bank mitra sebelum memutuskan, termasuk biaya bulanan, biaya per transaksi, dan jadwal dana masuk ke rekening sekolah.

Perbandingan proses pencocokan

Aspek Transfer langsung QRIS Virtual account
Identifikasi pembayar Dari bukti bayar dan mutasi Dari laporan transaksi merchant, perlu dicocokkan Otomatis per nomor murid
Beban verifikasi Bendahara Sedang, perlu rutinitas harian Sedang Rendah
Risiko salah nominal Ada Ada Biasanya nominal dikunci
Kebutuhan kerja sama bank Tidak Ya, pendaftaran merchant Ya, perjanjian layanan

Kelebihan dan kekurangan

Transfer langsung

Kelebihan: sederhana, tanpa pendaftaran khusus, tanpa potongan bagi sekolah, wali murid sudah terbiasa.

Kekurangan: perlu verifikasi manual, bukti bayar bisa tercecer jika tidak ada tempat unggah yang jelas.

QRIS

Kelebihan: praktis bagi wali murid yang terbiasa dengan dompet digital, cocok untuk pembayaran kecil seperti kantin atau koperasi.

Kekurangan: ada MDR, pencocokan dengan tagihan murid tetap perlu dilakukan, dan sekolah harus mengelola akun merchant.

Virtual account

Kelebihan: pencocokan paling mudah karena setiap nomor terhubung ke murid tertentu.

Kekurangan: butuh kerja sama dengan bank, ada biaya layanan, dan sekolah bergantung pada sistem bank untuk laporan.

Cara memilih yang cocok

Gunakan pertanyaan berikut dalam rapat Kepala Sekolah, Bendahara, dan Yayasan:

  1. Berapa jumlah transaksi per bulan? Sekolah dengan ratusan transaksi mungkin terbantu virtual account. Sekolah kecil cukup transfer.
  2. Siapa yang menanggung biaya? Putuskan secara tertulis dan sosialisasikan.
  3. Berapa kapasitas Bendahara? Jika verifikasi bisa dilakukan 30 menit per hari, transfer langsung sudah memadai.
  4. Apa kebiasaan wali murid? Survei singkat bisa menunjukkan metode yang paling nyaman.
  5. Apakah ada kebutuhan pembayaran kecil? Kantin dan koperasi bisa memakai QRIS terpisah dari SPP.

Banyak sekolah akhirnya memakai kombinasi: transfer langsung untuk SPP dan tagihan besar, serta QRIS untuk kantin atau koperasi.

Menjalankan transfer langsung dengan rapi

Karena transfer langsung paling banyak dipakai, berikut cara agar prosesnya tetap tertib:

  • Satu rekening resmi atas nama sekolah. Jangan pernah memakai rekening pribadi.
  • Nominal unik bila perlu. Misalnya menambahkan tiga digit terakhir nomor induk murid pada nominal, untuk memudahkan pencocokan, sesuai kesepakatan dengan wali murid.
  • Tempat unggah bukti yang jelas. Hindari bukti yang dikirim ke ponsel pribadi Bendahara.
  • Jam verifikasi tetap. Misalnya setiap hari pukul 13.00.
  • Status lunas yang bisa dilihat wali murid. Mengurangi pertanyaan berulang.

Contoh kebijakan tertulis

Apa pun pilihannya, tuangkan dalam kebijakan singkat yang disahkan Kepala Sekolah dan diketahui Yayasan. Kebijakan pembayaran sekolah QRIS virtual account atau transfer setidaknya memuat:

  1. Kanal resmi yang diterima sekolah dan nomor atau kode resminya.
  2. Pihak yang menanggung biaya transaksi, bila ada.
  3. Batas waktu pembayaran setiap bulan.
  4. Cara wali murid menyampaikan bukti bayar.
  5. Jadwal verifikasi dan siapa petugasnya.
  6. Prosedur bila terjadi salah transfer atau kelebihan bayar.

Bagikan kebijakan ini kepada wali murid di awal tahun ajaran. Satu halaman yang jelas mencegah puluhan pertanyaan berulang dan menutup peluang penipuan yang mengatasnamakan sekolah.

Kesalahan yang perlu dihindari

Membuka banyak rekening dan kode QR. Semakin banyak kanal, semakin sulit pencocokan dan pengawasan.

Tidak menghitung biaya tahunan. Potongan kecil per transaksi menjadi besar dalam setahun.

Tidak menyimpan jejak verifikasi. Siapa memverifikasi dan kapan harus tercatat.

Mengubah metode di tengah semester tanpa sosialisasi. Wali murid bisa salah transfer ke kanal lama.

Pertanyaan yang sering diajukan

Mana yang lebih murah: pembayaran sekolah QRIS virtual account atau transfer?

Bagi sekolah sebagai penerima, transfer langsung umumnya tanpa potongan. QRIS dikenai MDR, dan virtual account dikenai biaya sesuai kesepakatan bank.

Berapa MDR QRIS untuk lembaga pendidikan?

Berdasarkan ketentuan Bank Indonesia yang berlaku sejak 15 Maret 2025, MDR QRIS kategori khusus pendidikan sebesar 0,6 persen. Cek ketentuan terbaru di situs Bank Indonesia.

Apakah virtual account wajib untuk sekolah besar?

Tidak wajib. Virtual account memudahkan pencocokan, tetapi transfer langsung dengan verifikasi rutin juga bisa berjalan baik.

Bolehkah biaya transaksi dibebankan ke wali murid?

Tergantung kebijakan sekolah, ketentuan penyedia layanan, dan aturan yang berlaku. Putuskan secara tertulis dan transparan.

Bagaimana mencegah salah transfer?

Gunakan satu rekening resmi, cantumkan nomor rekening dan nama pemilik di setiap tagihan, dan minta wali murid mengunggah bukti di kanal resmi.

ASIS: Transfer Langsung yang Rapi, Tanpa Potongan dari ASIS

Akar masalah pembayaran sekolah bukan semata metode, tetapi pencocokan: bukti bayar yang tersebar di ponsel, tagihan di buku, dan mutasi di rekening yang harus disatukan setiap bulan. Di sisi lain, setiap layanan perantara biasanya membawa potongan per transaksi.

ASIS memilih jalur yang sederhana dan jujur. Untuk tagihan sekolah, ASIS tidak memakai QRIS, virtual account, atau payment gateway (QRIS dan virtual account saat ini tersedia untuk tagihan ASIS Kampus). Wali murid mentransfer langsung ke rekening sekolah, mengunggah bukti bayar di aplikasi, dan Bendahara memverifikasinya. Tagihan, status lunas, tabungan, dan kas tercatat di modul keuangan yang sama, dan tidak ada potongan biaya transaksi dari ASIS. Wali murid bisa melihat tagihan dan status pembayarannya sendiri di aplikasi, tanpa harus bertanya ke Bendahara.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

Sumber: Bank Indonesia, MDR QRIS

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.