SIM MA: Modul Penting dan Prioritas Penerapan di Aliyah
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Profil peserta didik untuk pemetaan awal pembelajaran: kesiapan belajar, minat, latar belakang, contoh format terisi, dan cara memakainya di kelas.
Profil peserta didik adalah gambaran ringkas tentang setiap peserta didik yang dipakai guru untuk merancang pembelajaran: kesiapan belajar, minat, cara ia paling nyaman belajar, latar belakang, dan kebutuhan khusus bila ada. Profil ini biasanya disusun di awal tahun atau awal lingkup materi melalui asesmen awal, angket, dan pengamatan. Panduan ini menjelaskan isi profil, cara mengumpulkan datanya, contoh format terisi, cara memakainya untuk membagi kelompok dan memilih strategi, serta perbedaannya dengan istilah lain yang mirip.
Istilah ini sering tertukar dengan dua hal lain:
| Istilah | Maksud | Siapa yang memakai |
|---|---|---|
| Profil peserta didik (pemetaan) | Gambaran kesiapan, minat, dan kebutuhan untuk merancang pembelajaran | Guru mapel dan guru kelas |
| Profil lulusan | Delapan dimensi profil lulusan yang menjadi tujuan pendidikan menurut Permendikdasmen 13/2025 | Seluruh satuan pendidikan |
| Data peserta didik | Identitas dan data administratif | Operator dan wali kelas |
Artikel ini membahas yang pertama. Delapan dimensi profil lulusan dibahas di artikel "8 Dimensi Profil Lulusan dan Contoh Penerapannya di Kelas", sedangkan profil yang dikelola wali kelas untuk pembinaan ada di "Profil Siswa: Isi, Format, dan Cara Wali Kelas Mengisinya".
Seberapa jauh peserta didik menguasai kemampuan prasyarat untuk materi yang akan dipelajari. Ini bagian terpenting dan diperoleh dari asesmen awal (diagnostik kognitif).
Topik, kegiatan, atau hobi yang disukai. Minat membantu guru memilih contoh dan konteks yang menarik.
Apakah peserta didik lebih nyaman bekerja sendiri atau berkelompok, lebih suka berdiskusi atau menulis. Catatan ini berguna untuk variasi kegiatan, tetapi jangan memberi label kaku seperti "anak visual" lalu hanya mengajar dengan satu cara.
Bahasa yang dipakai di rumah, akses internet atau gawai, jarak rumah, dan hal lain yang memengaruhi belajar.
Hambatan penglihatan, pendengaran, kesulitan membaca, atau kebutuhan lain yang memerlukan akomodasi. Bila ada program pembelajaran individual, guru perlu mengetahuinya.
| Sumber | Contoh | Kapan |
|---|---|---|
| Asesmen awal kognitif | 5–10 soal prasyarat | Awal lingkup materi |
| Angket minat | "Kegiatan yang paling kamu sukai di waktu luang?" | Awal tahun |
| Pengamatan | Cara peserta didik bekerja dalam kelompok | Pekan pertama |
| Catatan wali kelas dan guru BK | Kondisi keluarga, kebutuhan khusus | Awal tahun, dengan batas kerahasiaan |
| Percakapan singkat | Tanya jawab lima menit | Sepanjang pekan pertama |
Angket yang pendek lebih jujur dijawab. Lima pertanyaan berikut cukup untuk awal tahun:
Untuk peserta didik kelas rendah SD, pertanyaan bisa diajukan secara lisan atau dengan pilihan gambar.
Asesmen awal sebaiknya tidak dinilai dan tidak masuk rapor. Tujuannya memetakan, bukan menghakimi.
Kelas: VII-C · Mapel: IPA · Lingkup materi: Zat dan perubahannya
| Nama (fiktif) | Kesiapan (hasil asesmen awal) | Minat | Preferensi | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| Arif | Mahir: membedakan wujud zat | Memasak | Praktik langsung | Bisa membantu teman saat praktikum |
| Bunga | Perlu bimbingan: belum membedakan perubahan fisika dan kimia | Menggambar | Berpasangan | Butuh gambar dan contoh konkret |
| Citra | Cukup | Sepak bola | Diskusi kelompok | Akses internet terbatas di rumah |
| Danu | Perlu bimbingan | Gim | Bekerja sendiri | Kesulitan membaca teks panjang, ada PPI |
Format ini satu baris per peserta didik. Guru tidak perlu menulis panjang; yang penting informasinya bisa langsung dipakai.
Arif yang suka memasak bisa diberi contoh perubahan zat saat menggoreng telur. Citra yang suka sepak bola bisa diajak mengamati perubahan pada bola yang dipompa.
Peserta didik dengan akses internet terbatas tidak diberi tugas rumah yang wajib daring. Peserta didik dengan kesulitan membaca diberi teks lebih pendek atau dibacakan.
Di SD kelas rendah, guru kelas lebih banyak mengandalkan pengamatan dan percakapan karena peserta didik belum lancar mengisi angket. Di SMP dan SMA, peserta didik bisa mengisi angket sendiri dan bahkan diajak merefleksikan cara belajarnya. Di SMK, minat terhadap bidang keahlian dan pengalaman praktik menjadi bagian penting.
Profil bukan dokumen sekali jadi. Kesiapan berubah setiap lingkup materi, dan minat bisa berubah sepanjang tahun. Perbarui kolom kesiapan setiap kali asesmen awal baru dilakukan.
Profil memuat informasi sensitif, seperti kondisi keluarga dan kebutuhan khusus. Simpan di tempat yang hanya bisa diakses guru terkait, jangan ditempel di dinding kelas, dan jangan dibagikan di grup obrolan. Data anak termasuk data pribadi spesifik menurut UU 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Di awal tahun untuk minat dan latar belakang, dan di awal setiap lingkup materi untuk kesiapan belajar.
Bagian kesiapan belajar memang khas per mapel. Bagian minat, latar belakang, dan kebutuhan khusus bisa diambil dari catatan bersama agar tidak dikumpulkan berulang.
Sebaiknya tidak. Asesmen awal dipakai untuk merancang pembelajaran, bukan untuk menilai.
Koordinasikan dengan guru pendamping khusus atau koordinator inklusi, dan sesuaikan akomodasi dengan program pembelajaran individualnya.
Bagian yang relevan boleh dibahas, misalnya kesiapan dan minat. Catatan sensitif disampaikan dengan hati-hati dan sesuai kebijakan sekolah.
Akar masalah profil yang tidak terpakai adalah data yang dikumpulkan berulang oleh setiap guru, disimpan di kertas masing-masing, lalu hilang di tengah semester.
ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Profil peserta didik di ASIS memuat catatan perkembangan dari wali kelas, guru, dan layanan BK sesuai hak akses masing-masing. Guru bisa menyusun asesmen awal dari bank soal dengan bantuan AI yang tetap ditinjau guru, dan layanan inklusi menyimpan program pembelajaran individual bagi yang membutuhkan. Setiap peran hanya melihat data yang diperlukannya.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.