WAWASAN ASIS

Contoh Rapor Perkembangan Anak TK Kurikulum Merdeka

Contoh rapor perkembangan anak TK Kurikulum Merdeka berbentuk narasi per elemen capaian fase fondasi, lengkap dengan contoh kalimat.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui PAUD & TK

Rapor perkembangan anak TK dalam Kurikulum Merdeka ditulis dalam bentuk narasi, bukan angka atau ceklis bintang. Guru menceritakan apa yang sudah dicapai anak, bukti dari kegiatan sehari-hari, apa yang sedang berkembang, dan bagaimana orang tua bisa mendukung di rumah. Narasi disusun mengikuti tiga elemen capaian pembelajaran fase fondasi: nilai agama dan budi pekerti; jati diri; serta dasar-dasar literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni. Artikel ini memberi contoh rapor terisi, rumus menulis paragraf, dan kesalahan yang sering membuat rapor terasa seragam.

Prinsip rapor PAUD Kurikulum Merdeka

Sebelum menulis, pahami prinsip berikut:

  • Menggambarkan, bukan menghakimi. Tulis apa yang terlihat, bukan label seperti "nakal" atau "malas".
  • Berbasis bukti. Setiap pernyataan sebaiknya bersumber dari catatan anekdot, hasil karya, foto berseri, atau ceklis pengamatan.
  • Personal. Dua anak tidak boleh memiliki narasi yang sama persis.
  • Berorientasi pada langkah selanjutnya. Orang tua perlu tahu apa yang bisa dilakukan di rumah.
  • Tidak membandingkan anak dengan teman sekelasnya.

Rumus satu paragraf per elemen

Gunakan empat bagian dalam setiap paragraf:

  1. Yang sudah bisa dilakukan anak.
  2. Bukti atau contoh dari kegiatan nyata.
  3. Yang sedang berkembang atau perlu dukungan.
  4. Saran untuk orang tua.

Contoh singkat: "Nadia sudah mampu menyebutkan lima rukun Islam dan mengikuti doa sebelum makan dengan tertib. Saat kegiatan makan bersama pekan lalu, ia mengingatkan temannya untuk berdoa. Nadia masih belajar menunggu giliran saat berwudu. Bunda dapat melatihnya dengan mengajak antre saat berwudu di masjid."

Contoh rapor perkembangan anak TK terisi

Berikut contoh untuk anak kelompok B (5–6 tahun), semester ganjil. Nama dan lembaga fiktif.

LAPORAN PERKEMBANGAN ANAK TK Pelangi Ceria — Kelompok B — Semester Ganjil 2026/2027 Nama anak: Rizky Aditya Guru kelas: Bu Dewi Lestari

Nilai agama dan budi pekerti

Rizky sudah hafal doa sebelum dan sesudah makan, doa sebelum tidur, serta tiga surat pendek: Al-Fatihah, An-Nas, dan Al-Ikhlas. Ia mengikuti gerakan salat dhuha bersama dengan urutan yang tepat. Dalam kegiatan berbagi bekal, Rizky menawarkan roti kepada teman yang lupa membawa bekal tanpa diminta. Rizky masih belajar mengucapkan maaf ketika tidak sengaja menyenggol teman. Ayah dan Bunda dapat memberi contoh mengucapkan maaf dan terima kasih dalam kegiatan sehari-hari di rumah.

Jati diri

Rizky datang ke sekolah dengan ceria dan sudah mampu berpisah dengan orang tua di gerbang. Ia dapat memakai dan melepas sepatu sendiri, serta merapikan mainan setelah bermain di sentra balok. Rizky senang bermain peran sebagai dokter dan mampu menceritakan perasaannya, misalnya, "Aku sedih karena menaraku jatuh." Saat kalah dalam permainan, ia masih perlu waktu untuk menenangkan diri. Di rumah, Ayah dan Bunda dapat mengajak Rizky bermain permainan sederhana yang ada menang dan kalahnya, lalu membicarakan perasaannya setelah bermain.

Dasar-dasar literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni

Rizky mengenali sebagian besar huruf dalam namanya dan mulai menuliskan namanya sendiri dengan beberapa huruf yang masih terbalik. Ia senang mendengarkan cerita dan dapat menceritakan kembali isi buku "Kancil dan Buaya" dengan bahasanya sendiri. Rizky mampu membilang benda sampai 15 dan mengelompokkan kancing berdasarkan warna serta ukuran. Di sentra bahan alam, ia membuat jembatan dari stik es krim dan menjelaskan mengapa jembatannya perlu tiang di tengah. Rizky masih belajar menggunting mengikuti garis lengkung. Kegiatan menggunting gambar dari majalah bekas di rumah akan membantu kelenturan jarinya.

Catatan kehadiran dan kesehatan

Hadir 82 hari, sakit 3 hari, izin 2 hari. Tinggi dan berat badan tercatat dalam kartu pertumbuhan dan berada dalam batas normal menurut catatan pemeriksaan sekolah.

Refleksi orang tua

(Kolom diisi orang tua: hal yang diamati di rumah dan harapan untuk semester berikutnya.)

Bahan bukti yang dikumpulkan sepanjang semester

Teknik Contoh bukti Elemen yang terdukung
Catatan anekdot Rizky menawarkan roti kepada teman Agama dan budi pekerti
Hasil karya Gambar keluarga, jembatan stik es krim Literasi dan STEAM
Foto berseri Tahap membangun menara balok Jati diri, STEAM
Ceklis Kemampuan memakai sepatu sendiri Jati diri
Rekaman suara Menceritakan kembali buku cerita Literasi

Tanpa bukti seperti ini, guru akan kesulitan menulis narasi yang personal. Teknik pengumpulannya kami bahas dalam artikel teknik asesmen PAUD dan contoh catatan anekdot.

Kalimat yang sebaiknya dihindari dan penggantinya

Hindari Ganti dengan
"Ananda sudah baik." "Ananda mampu memakai sepatu sendiri dan merapikan mainan."
"Ananda belum bisa membaca." "Ananda mengenali huruf dalam namanya dan senang menyimak cerita."
"Ananda nakal di kelas." "Ananda masih belajar menunggu giliran saat bermain bersama."
"Ananda lebih pintar dari temannya." (hindari membandingkan)
"Berkembang Sesuai Harapan" saja Narasi yang menjelaskan contoh perilaku

Tips agar menulis rapor tidak memakan waktu berhari-hari

  1. Catat setiap hari, sedikit-sedikit. Dua atau tiga catatan anekdot per hari untuk anak berbeda sudah cukup.
  2. Rotasi fokus. Tetapkan 4–5 anak sebagai fokus pengamatan setiap hari, sehingga dalam satu pekan semua anak teramati.
  3. Kelompokkan catatan per elemen sejak awal, jangan menunggu akhir semester.
  4. Siapkan bank kalimat pembuka, tetapi isi bukti dan saran harus spesifik untuk tiap anak.
  5. Bacakan rapor saat pertemuan dengan orang tua, bukan hanya diserahkan, agar orang tua memahami maksudnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah rapor perkembangan anak TK masih memakai BB, MB, BSH, BSB?

Kurikulum Merdeka menekankan laporan naratif yang menggambarkan perkembangan anak. Bila lembaga masih memakai kategori, sertakan narasi yang menjelaskan contoh perilaku agar maknanya jelas bagi orang tua.

Berapa panjang narasi untuk tiap elemen?

Satu paragraf berisi empat sampai enam kalimat biasanya cukup: capaian, bukti, hal yang berkembang, dan saran.

Bolehkah menulis kekurangan anak di rapor?

Boleh, dengan bahasa yang menggambarkan proses, misalnya "masih belajar", dan disertai saran dukungan, bukan label negatif.

Apakah orang tua perlu mengisi bagian rapor?

Banyak lembaga menyediakan kolom refleksi orang tua. Ini memperkuat kemitraan antara sekolah dan keluarga.

Kapan rapor perkembangan anak TK dibagikan?

Umumnya setiap akhir semester, dengan laporan perkembangan singkat di tengah semester bila lembaga menyediakannya.

ASIS: Catatan Harian yang Menjadi Rapor Narasi

Akar masalah rapor PAUD adalah catatan pengamatan yang menumpuk di buku, ponsel, dan map hasil karya. Di akhir semester, guru harus menyusun ulang semuanya untuk 15 sampai 20 anak, sehingga narasi akhirnya terasa seragam.

ASIS memiliki modul PAUD dengan catatan tumbuh kembang, sehingga pengamatan harian guru tersimpan di profil anak yang utuh dan bisa dipakai sebagai bahan rapor. Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali: kehadiran, catatan pertumbuhan, dan pengamatan bermuara ke tempat yang sama, dan orang tua menerima kabar lewat notifikasi aplikasi yang gratis tanpa batas, dengan jam tenang.

ASIS gratis untuk semua sekolah, termasuk TK dan PAUD, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.