WAWASAN ASIS

Rapor Peserta Didik: Komponen dan Contoh Pengisian

Panduan rapor peserta didik Kurikulum Merdeka: komponen yang wajib ada, contoh pengisian tiap bagian, deskripsi capaian, catatan wali kelas, dan kesalahan umum.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

Rapor peserta didik adalah laporan hasil belajar yang menggambarkan capaian peserta didik selama satu semester: nilai dan deskripsi tiap mata pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler dan kokurikuler, kehadiran, serta catatan wali kelas. Dalam Kurikulum Merdeka, rapor tidak lagi sekadar daftar angka. Deskripsi capaian menjadi bagian penting karena di sanalah guru menjelaskan apa yang sudah dikuasai peserta didik dan apa yang perlu didampingi.

Panduan ini membahas komponen rapor peserta didik satu per satu, contoh pengisian, dan kesalahan yang sering terjadi. Format resmi dapat berbeda sedikit antarjenjang dan antara sekolah dan madrasah, jadi selalu cocokkan dengan panduan terbaru yang berlaku di satuan pendidikan Bapak/Ibu.

Komponen umum rapor peserta didik

Bagian Isi Pengisi
Identitas Nama, NISN/NIS, kelas, fase, semester, tahun ajaran Operator, wali kelas
Mata pelajaran Nilai akhir dan deskripsi capaian Guru mapel
Kokurikuler Catatan kegiatan kokurikuler sesuai ketentuan terbaru Koordinator, wali kelas
Ekstrakurikuler Nama kegiatan dan keterangan/predikat Pembina
Ketidakhadiran Jumlah sakit, izin, tanpa keterangan Wali kelas
Catatan wali kelas Perkembangan umum dan saran Wali kelas
Tanggapan orang tua Ruang tanggapan, bila disediakan Orang tua
Keterangan kenaikan Pada semester genap Wali kelas, sesuai rapat
Pengesahan Tanda tangan wali kelas, Kepala Sekolah, orang tua Masing-masing

Cara mengisi setiap bagian

1. Identitas

Kesalahan identitas paling memalukan dan paling mudah dicegah. Ambil nama dan nomor induk dari data induk, jangan diketik ulang. Pastikan ejaan sesuai akta kelahiran atau dokumen resmi, karena rapor sering dipakai sebagai lampiran pendaftaran ke jenjang berikutnya.

2. Nilai dan deskripsi mata pelajaran

Nilai akhir diolah dari hasil sumatif sesuai kebijakan sekolah. Deskripsi capaian sebaiknya memuat dua hal: tujuan pembelajaran yang paling dikuasai dan tujuan pembelajaran yang perlu ditingkatkan.

Contoh deskripsi Bahasa Indonesia kelas IV:

Ananda menunjukkan penguasaan yang sangat baik dalam menceritakan kembali isi teks narasi dengan runtut. Perlu bimbingan dalam menulis paragraf dengan ejaan dan tanda baca yang tepat.

Contoh deskripsi Matematika kelas VIII:

Ananda mampu menyelesaikan persamaan linear satu variabel dengan tepat. Perlu penguatan dalam menyajikan data dalam diagram dan menafsirkannya.

Hindari deskripsi umum seperti "Ananda sudah baik, tingkatkan lagi" yang tidak memberi informasi apa pun kepada orang tua.

3. Kokurikuler

Sejak Permendikdasmen 13/2025, P5 bergeser menjadi kegiatan kokurikuler yang dapat berupa pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau bentuk lain. Cara pelaporannya mengikuti panduan terbaru dari kementerian dan kebijakan sekolah. Tuliskan kegiatan yang benar-benar dijalani peserta didik dan perkembangan yang teramati.

4. Ekstrakurikuler

Tulis nama kegiatan dan keterangan singkat yang menggambarkan keaktifan dan capaian.

Contoh: Pramuka, "Aktif mengikuti latihan dan mampu memimpin regu saat kegiatan perkemahan." Contoh lain ada di artikel "Contoh Deskripsi Nilai Ekstrakurikuler di Rapor".

5. Ketidakhadiran

Ambil dari rekap presensi harian. Pastikan pembedaan sakit, izin, dan tanpa keterangan konsisten sepanjang semester. Bila sekolah memakai kode tambahan seperti dispensasi, jelaskan cara menghitungnya. Penjelasan kode dibahas di "Kode Absensi Sakit Izin Alpa: Arti S, I, A, dan D".

6. Catatan wali kelas

Catatan wali kelas adalah bagian yang paling sering dibaca orang tua. Pola yang aman: kekuatan, perkembangan, lalu saran yang bisa dilakukan di rumah.

Contoh:

Raka semakin percaya diri berbicara di depan kelas dan sering membantu teman yang kesulitan. Semester depan, Raka perlu membiasakan diri mengumpulkan tugas tepat waktu. Pendampingan orang tua dalam membuat jadwal belajar di rumah akan sangat membantu.

Kumpulan contoh lain tersedia di "Contoh Catatan Wali Kelas di Rapor per Karakter Murid".

Langkah kerja wali kelas menjelang pembagian rapor

  1. Periksa identitas seluruh peserta didik di rombel.
  2. Pantau kelengkapan nilai dan deskripsi dari semua guru mapel.
  3. Ambil rekap presensi dan nilai ekstrakurikuler.
  4. Tulis catatan wali kelas untuk setiap peserta didik.
  5. Cetak atau tampilkan pratinjau, lalu baca ulang satu per satu.
  6. Serahkan untuk pengesahan Kepala Sekolah.
  7. Siapkan pertemuan pembagian rapor dan poin yang perlu dibicarakan dengan orang tua tertentu.

Kesalahan yang sering ditemukan

  • Deskripsi kontradiktif dengan nilai. Nilai 65 tetapi deskripsi "sangat baik dalam semua materi".
  • Deskripsi seragam satu kelas. Orang tua yang membandingkan rapor anak akan menyadarinya.
  • Catatan bernada menghakimi. "Anak ini malas" sebaiknya diganti dengan perilaku yang teramati dan saran.
  • Presensi tidak cocok dengan catatan harian. Ini sering memicu keberatan orang tua.
  • Nama berbeda dengan data induk. Merepotkan saat rapor dipakai untuk pendaftaran.

Membicarakan rapor dengan orang tua

Rapor peserta didik baru bermakna bila dibicarakan. Saat pembagian rapor:

  • mulai dari kekuatan anak,
  • tunjukkan satu atau dua hal yang perlu didampingi, lengkap dengan contoh,
  • sepakati satu langkah konkret untuk semester depan,
  • jangan membandingkan dengan peserta didik lain.

Untuk peserta didik dengan capaian di bawah kriteria, siapkan rencana tindak lanjut agar pertemuan berakhir dengan solusi, bukan sekadar kabar buruk.

Menyimpan arsip rapor

Setelah dibagikan, rapor peserta didik dan leger nilai perlu disimpan rapi. Arsip ini dibutuhkan saat peserta didik pindah sekolah, mendaftar ke jenjang berikutnya, atau meminta legalisir. Simpan versi digital dengan penamaan berkas yang konsisten, misalnya tahun ajaran, semester, kelas, lalu nama, dan pastikan ada cadangan di luar satu komputer.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah rapor peserta didik wajib memuat angka?

Rapor Kurikulum Merdeka umumnya memuat nilai akhir dan deskripsi. Ikuti format yang berlaku di jenjang dan satuan pendidikan Bapak/Ibu.

Siapa yang menulis deskripsi capaian?

Guru mata pelajaran menulis deskripsi mapelnya. Wali kelas menulis catatan umum dan memeriksa kelengkapan.

Bolehkah rapor dibagikan secara digital?

Rujuk ketentuan yang berlaku dan kebijakan dinas atau Kemenag setempat. Banyak sekolah membagikan versi digital sekaligus menyimpan versi cetak sebagai arsip.

Bagaimana jika orang tua keberatan dengan nilai?

Tunjukkan bukti asesmen dan catatan proses. Bila ada kekeliruan, perbaiki sesuai prosedur dan sahkan ulang.

Berapa panjang catatan wali kelas yang ideal?

Dua sampai empat kalimat sudah cukup, asalkan spesifik dan memuat saran yang bisa dijalankan.

ASIS: Rapor Peserta Didik dari Data yang Sudah Tercatat

Kesalahan di rapor jarang karena guru tidak teliti. Penyebabnya adalah data yang disalin berkali-kali: nama dari buku induk, nilai dari berkas guru, presensi dari buku harian, semuanya diketik ulang dalam waktu singkat.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Identitas peserta didik diambil dari data induk hasil impor file ekspor Dapodik atau EMIS, rekap kehadiran dari presensi harian, dan nilai dari guru mapel, lalu disatukan di e-Rapor Kurikulum Merdeka. Catatan perkembangan yang ditulis sepanjang semester di profil peserta didik menjadi bahan catatan wali kelas, dan orang tua menerima kabar lewat notifikasi aplikasi gratis tanpa batas.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

Sumber: detikEdu, Permendikdasmen 13 Tahun 2025

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.