WAWASAN ASIS

Rapor Siswa: Isi, Cara Menyusun, dan Cara Membacanya

Panduan rapor siswa Kurikulum Merdeka untuk wali kelas: isi rapor, langkah menyusun, contoh deskripsi capaian, catatan wali kelas, dan tips membagikan.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

Rapor siswa adalah laporan resmi sekolah kepada siswa dan orang tua tentang capaian belajar selama satu semester. Dalam Kurikulum Merdeka, rapor siswa bukan hanya deretan angka, melainkan juga deskripsi capaian per mata pelajaran, catatan kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, kehadiran, serta catatan wali kelas. Rapor yang baik menjawab dua pertanyaan orang tua: "Anak saya sudah bisa apa?" dan "Apa yang perlu dibantu di rumah?" Panduan ini menjelaskan isi rapor, langkah menyusunnya, contoh deskripsi, dan cara membagikannya agar bermakna.

Isi rapor siswa Kurikulum Merdeka

Secara umum, rapor memuat bagian-bagian berikut. Format rinci mengikuti ketentuan dan kebijakan sekolah.

Bagian Isi Penyusun
Identitas Nama, NISN, kelas, fase, semester, tahun ajaran Operator
Nilai mata pelajaran Nilai akhir dan deskripsi capaian Guru mapel
Kokurikuler Catatan kegiatan kokurikuler dan perkembangan dimensi profil lulusan Koordinator, wali kelas
Ekstrakurikuler Nama kegiatan dan keterangan Pembina ekstrakurikuler
Kehadiran Sakit, izin, tanpa keterangan Wali kelas
Catatan wali kelas Gambaran perkembangan dan saran Wali kelas
Kenaikan kelas Keputusan naik atau tidak (semester genap) Rapat dewan guru

Sejak Permendikdasmen 13/2025, projek penguatan profil pelajar Pancasila digantikan kegiatan kokurikuler, dan profil lulusan memiliki 8 dimensi. Sesuaikan bagian rapor dengan ketentuan ini. Penjelasan dimensinya ada di artikel "8 Dimensi Profil Lulusan".

Langkah menyusun rapor siswa

1. Pastikan data dasar benar

Nama sesuai akta, NISN, dan kelas harus benar sebelum rapor dicetak. Kesalahan nama di rapor sering baru disadari orang tua saat penerimaan.

2. Kumpulkan nilai dari semua guru mapel

Wali kelas memeriksa kelengkapan nilai per mapel. Tetapkan tenggat yang jelas, misalnya dua minggu sebelum pembagian rapor.

3. Periksa deskripsi capaian

Setiap guru mapel menulis deskripsi berdasarkan tujuan pembelajaran yang paling dikuasai dan yang perlu ditingkatkan. Wali kelas memeriksa agar tidak ada deskripsi kosong atau salin-tempel.

4. Lengkapi kokurikuler, ekstrakurikuler, dan kehadiran

Minta data dari pembina dan koordinator kegiatan. Rekap kehadiran diambil dari presensi harian.

5. Tulis catatan wali kelas

Catatan ini adalah bagian paling personal. Tulis berdasarkan pengamatan sepanjang semester, bukan kesan minggu terakhir.

6. Validasi dan kunci

Kepala Sekolah atau Wakasek Kurikulum meninjau. Setelah dikunci, perubahan harus melalui prosedur dan tercatat.

Cara mengolah nilai dari sumatif dibahas di artikel "Cara Mengolah Nilai Rapor Kurikulum Merdeka dari Sumatif".

Contoh deskripsi capaian

Deskripsi yang baik spesifik, positif, dan menunjukkan langkah berikutnya.

Kurang informatif Lebih bermakna
"Baik dalam matematika." "Ananda menunjukkan penguasaan yang baik dalam operasi pecahan dan membaca diagram batang. Perlu penguatan dalam menyelesaikan soal cerita perbandingan."
"Perlu belajar lebih giat." "Ananda sudah mampu menulis teks deskripsi dengan struktur yang runtut. Perlu bimbingan dalam memilih kata yang lebih beragam."
"Cukup." "Ananda mampu menjelaskan bagian-bagian sistem pencernaan. Perlu penguatan dalam menghubungkan fungsi organ dengan gangguan kesehatan yang umum."

Contoh catatan wali kelas

Catatan wali kelas sebaiknya berisi tiga hal: kekuatan, perkembangan, dan saran.

"Selama semester ini Ananda Bima aktif dalam diskusi kelompok dan sering membantu teman yang kesulitan. Kehadirannya sangat baik. Ananda mulai lebih percaya diri saat presentasi. Di rumah, Ananda dapat diajak membaca bersama 15 menit setiap hari untuk memperkuat pemahaman bacaan."

Hindari catatan yang membandingkan siswa dengan teman sekelas atau memberi label negatif.

Membagikan rapor siswa

Pembagian rapor adalah kesempatan berdialog dengan orang tua, bukan sekadar serah terima buku.

  • Atur jadwal per kelompok agar setiap orang tua mendapat waktu bicara beberapa menit.
  • Mulai dari kekuatan siswa sebelum membahas yang perlu ditingkatkan.
  • Libatkan siswa, terutama di SMP dan SMA, untuk menyampaikan refleksinya sendiri.
  • Sepakati satu atau dua langkah yang bisa dilakukan di rumah.
  • Catat masukan orang tua untuk ditindaklanjuti semester berikutnya.

Banyak sekolah kini juga menyediakan rapor digital. Pertimbangannya dibahas di artikel "Rapor Digital vs Rapor Cetak: Ketentuan dan Pertimbangan".

Kesalahan yang sering terjadi

Deskripsi seragam untuk semua siswa. Orang tua merasa rapor tidak menggambarkan anaknya.

Nilai terlambat dari guru mapel. Wali kelas lembur menjelang pembagian. Tetapkan tenggat bertahap.

Kehadiran tidak cocok dengan presensi. Rekap diketik ulang dan salah. Ambil langsung dari data presensi.

Revisi tanpa jejak. Nilai diubah setelah rapor dicetak tanpa catatan. Simpan riwayat perubahan.

Catatan wali kelas negatif dan umum. Misalnya "Ananda malas". Ganti dengan pengamatan dan saran yang konkret.

Daftar cek sebelum rapor dibagikan

  • Identitas siswa sesuai akta dan data resmi.
  • Nilai dan deskripsi semua mapel lengkap.
  • Bagian kokurikuler sesuai ketentuan terbaru.
  • Ekstrakurikuler dan kehadiran terisi.
  • Catatan wali kelas personal dan berisi saran.
  • Rapor sudah ditinjau dan dikunci.
  • Jadwal pembagian sudah diumumkan ke orang tua.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa isi rapor siswa Kurikulum Merdeka?

Identitas, nilai dan deskripsi capaian per mapel, kokurikuler, ekstrakurikuler, kehadiran, dan catatan wali kelas, serta keputusan kenaikan kelas di semester genap.

Apakah rapor siswa masih memuat P5?

Sejak Permendikdasmen 13/2025, P5 digantikan kegiatan kokurikuler. Bagian rapor disesuaikan dengan ketentuan tersebut.

Bagaimana menulis deskripsi capaian yang baik?

Sebutkan tujuan pembelajaran yang sudah dikuasai dan yang perlu ditingkatkan dengan bahasa positif dan spesifik.

Bolehkah rapor dibagikan secara digital?

Boleh sesuai kebijakan sekolah dan ketentuan yang berlaku. Banyak sekolah memadukan rapor digital dengan versi cetak bertanda tangan.

Apa yang dilakukan bila ada kesalahan setelah rapor dibagikan?

Laporkan ke wali kelas, perbaiki melalui prosedur sekolah, dan catat perubahannya. Rapor yang sudah diperbaiki diserahkan kembali.

ASIS: Rapor Tersusun dari Data yang Dicatat Sepanjang Semester

Akar masalah penyusunan rapor adalah data yang baru dikumpulkan di akhir semester: nilai di berkas guru, kehadiran di buku, dan catatan di ingatan wali kelas. Akibatnya rapor tersusun terburu-buru dan kurang bermakna.

ASIS menyusun rapor dari data yang dicatat sepanjang semester. Presensi lewat pindai QR atau pengenalan wajah langsung menjadi rekap kehadiran, nilai dari guru mapel mengalir ke e-Rapor Kurikulum Merdeka, dan catatan perkembangan di profil murid membantu wali kelas menulis catatan yang personal. Orang tua bisa melihat rapor anaknya dan menerima kabar lewat notifikasi aplikasi gratis tanpa batas.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.