WAWASAN ASIS

Contoh Rapor SLB dan Deskripsi Capaian Murid

Contoh rapor SLB Kurikulum Merdeka beserta deskripsi capaian murid untuk tunanetra, tunarungu, tunagrahita, dan autis, plus cara menulis yang jujur dan positif.

Tim Wawasan ASIS Ditinjau oleh Tim Konten ASIS Pendidikan Inklusi
Ilustrasi guru SLB menyerahkan rapor kepada orang tua murid, murid berkebutuhan khusus bermain balok, contoh rapor SLB

Rapor SLB adalah laporan capaian belajar murid di sekolah luar biasa yang disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang sudah disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap murid. Berbeda dengan rapor sekolah umum, rapor SLB tidak bisa sekadar membandingkan murid dengan standar kelas. Yang dilaporkan adalah kemajuan murid dari titik awalnya sendiri, ditulis dengan bahasa yang jujur, spesifik, dan bisa dipahami orang tua.

Artikel ini berisi struktur rapor, contoh deskripsi capaian untuk beberapa ragam kekhususan, panduan menulis, dan kesalahan yang sering terjadi. Contoh di sini bersifat ilustrasi; format resmi mengikuti ketentuan sekolah dan aplikasi rapor yang berlaku.

Ilustrasi guru menulis deskripsi capaian murid di buku rapor SLB terbuka, alat bantu belajar di sekitar meja

Prinsip rapor di SLB

  1. Berbasis asesmen awal. Capaian dibandingkan dengan kondisi murid saat asesmen awal, bukan dengan teman sekelas.
  2. Mengikuti program pembelajaran individual. Banyak SLB menyusun program individual untuk tiap murid; rapor melaporkan kemajuan program itu.
  3. Deskriptif. Angka saja tidak cukup menggambarkan perkembangan murid berkebutuhan khusus.
  4. Menyebut dukungan yang diperlukan. Misalnya "dengan bantuan isyarat visual" atau "secara mandiri".
  5. Positif tetapi jujur. Kemajuan diakui, hal yang belum tercapai disampaikan dengan saran tindak lanjut.

Penyesuaian kurikulum di SLB dibahas lebih rinci di "Kurikulum Merdeka SLB: Fase dan Penyesuaiannya".

Struktur rapor SLB

Bagian Isi
Identitas Nama, kelas, fase, ragam kekhususan, semester
Capaian mata pelajaran Nilai atau predikat dan deskripsi per mapel
Program kebutuhan khusus Misalnya orientasi dan mobilitas, bina komunikasi, bina diri
Kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler Partisipasi dan capaian
Kehadiran Sakit, izin, tanpa keterangan
Catatan wali kelas Ringkasan perkembangan dan saran untuk orang tua
Tanda tangan Wali kelas, Kepala Sekolah, orang tua

Contoh deskripsi capaian per ragam kekhususan

Nama dalam contoh adalah fiktif.

Murid tunanetra (SDLB, fase B)

Bahasa Indonesia: Bima mampu membaca teks pendek dalam huruf Braille dengan lancar dan menceritakan kembali isi bacaan secara runtut. Bima perlu berlatih menulis Braille dengan spasi yang tepat antar kata.

Orientasi dan mobilitas: Bima dapat berjalan mandiri dari kelas ke kantin dan toilet menggunakan tongkat. Rute ke lapangan masih memerlukan pendampingan.

Murid tunarungu (SMPLB, fase D)

Matematika: Salsa memahami operasi pecahan dengan bantuan gambar dan menyelesaikan soal cerita sederhana secara mandiri. Soal cerita yang panjang perlu disajikan dengan kalimat pendek dan ilustrasi.

Bina komunikasi: Salsa aktif berkomunikasi dengan bahasa isyarat dan mulai membaca gerak bibir untuk kata-kata yang sering dipakai di kelas. Latihan percakapan dengan teman dengar perlu dilanjutkan.

Murid tunagrahita (SDLB, fase A)

Bina diri: Raka dapat mencuci tangan dengan sabun dan memakai sepatu tanpa tali secara mandiri. Mengancingkan baju masih memerlukan bantuan sebagian.

Matematika: Raka mengenal bilangan 1 sampai 10 dan dapat menghitung benda konkret hingga lima. Raka belajar paling baik dengan benda nyata seperti kancing dan sendok.

Murid autis (SDLB, fase B)

Interaksi sosial: Dimas mulai mau bermain bergiliran dengan satu teman selama sekitar 10 menit dengan bantuan jadwal bergambar. Perubahan kegiatan mendadak masih membuat Dimas cemas, sehingga pemberitahuan sebelumnya sangat membantu.

IPAS: Dimas dapat menyebutkan bagian tanaman dan fungsinya dengan bantuan kartu gambar. Dimas menunjukkan minat besar pada tema tumbuhan.

Rumus menulis deskripsi

Pakai pola sederhana:

Kemampuan yang sudah dicapai + kondisi atau dukungan + hal yang perlu dilatih

Unsur Contoh
Kemampuan yang dicapai "mampu membaca teks pendek dalam huruf Braille"
Kondisi atau dukungan "dengan bantuan gambar", "secara mandiri", "dengan pendampingan"
Yang perlu dilatih "perlu berlatih menulis dengan spasi yang tepat"

Kata yang sebaiknya dihindari

Hindari Ganti dengan
"Tidak mampu" "Belum mampu, sedang berlatih ..."
"Lambat" "Membutuhkan waktu lebih untuk ..."
"Nakal" atau "susah diatur" Perilaku spesifik dan pemicunya
"Cacat" Ragam kekhususan atau murid berkebutuhan khusus
Kalimat yang sama untuk semua murid Deskripsi khas setiap murid

Contoh catatan wali kelas untuk orang tua

Semester ini Raka menunjukkan kemajuan besar dalam bina diri. Ia sekarang mencuci tangan dan memakai sepatu sendiri tanpa diingatkan. Di rumah, Bapak/Ibu bisa melanjutkan dengan memberi kesempatan Raka memakai baju berkancing besar setiap pagi. Terima kasih atas kerja samanya, terutama dalam menjaga rutinitas tidur Raka yang sangat membantu konsentrasinya di kelas.

Menyampaikan rapor kepada orang tua

  • Sediakan waktu bicara empat mata, tidak hanya membagikan dokumen.
  • Mulai dari kemajuan, lalu hal yang perlu dilatih.
  • Tunjukkan contoh hasil karya atau video singkat kegiatan bila ada dan sudah disetujui orang tua.
  • Sepakati satu atau dua target bersama untuk semester berikutnya.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menyalin deskripsi dari murid lain dengan mengganti nama saja.
  • Membandingkan murid dengan standar sekolah umum tanpa penyesuaian.
  • Deskripsi terlalu umum, misalnya "baik" atau "perlu bimbingan".
  • Program kebutuhan khusus tidak dilaporkan, padahal menjadi inti pembelajaran di SLB.
  • Catatan perkembangan baru dikumpulkan menjelang pembagian rapor.

Menyiapkan bahan sepanjang semester

Deskripsi yang spesifik hanya mungkin bila bahannya dikumpulkan sejak awal semester. Kebiasaan sederhana yang membantu:

  • tulis satu catatan pengamatan singkat per murid per pekan untuk setiap target program individual,
  • simpan contoh hasil karya, misalnya lembar kerja, gambar, atau rekaman membaca, dengan tanggal,
  • catat tingkat bantuan yang dibutuhkan murid: penuh, sebagian, isyarat, atau mandiri,
  • minta guru program kebutuhan khusus dan terapis, bila ada, menyerahkan catatan bulanan.

Dengan bahan ini, wali kelas cukup membaca ulang catatan dan merangkumnya. Perubahan tingkat bantuan dari awal ke akhir semester sering menjadi kalimat paling bermakna di rapor.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya rapor SLB dengan rapor sekolah umum?

Rapor di SLB melaporkan capaian berdasarkan tujuan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan murid, termasuk program kebutuhan khusus seperti bina diri atau orientasi mobilitas.

Apakah rapor SLB memakai angka?

Bisa memakai nilai atau predikat sesuai ketentuan sekolah, tetapi deskripsi tetap menjadi bagian terpenting untuk menggambarkan perkembangan murid.

Bagaimana menulis capaian murid yang perkembangannya sangat kecil?

Laporkan kemajuan sekecil apa pun secara spesifik, misalnya dari "dengan bantuan penuh" menjadi "dengan bantuan sebagian". Itu kemajuan nyata bagi murid dan orang tua.

Siapa yang menyusun rapor di SLB?

Wali kelas bersama guru mapel dan guru program kebutuhan khusus, berdasarkan catatan pengamatan sepanjang semester.

Apakah orang tua boleh memberi masukan untuk rapor?

Sangat dianjurkan. Pengamatan orang tua di rumah melengkapi gambaran perkembangan murid dan membantu menyusun target semester berikutnya.

ASIS: Rapor SLB yang Disusun dari Catatan Sepanjang Semester

Rapor yang baik di SLB membutuhkan catatan pengamatan yang rutin. Masalahnya, catatan itu sering tersebar di buku guru, lembar program individual, dan ponsel pribadi, sehingga deskripsi rapor ditulis dari ingatan di akhir semester.

ASIS membantu guru SLB mencatat perkembangan murid di profil murid yang utuh sepanjang semester, termasuk layanan inklusi dan PPI. Catatan itu kemudian menjadi bahan e-Rapor Kurikulum Merdeka, sehingga deskripsi capaian lebih spesifik dan tidak disalin antarmurid. Orang tua bisa menerima kabar perkembangan lewat notifikasi aplikasi, tidak hanya saat pembagian rapor.

ASIS gratis untuk semua sekolah, termasuk SLB, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.