SIM MA: Modul Penting dan Prioritas Penerapan di Aliyah
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Panduan program sikat gigi bersama di SD: persiapan alat, langkah menyikat yang benar, jadwal, pemeriksaan gigi bersama puskesmas, dan pencatatan.
Program sikat gigi bersama adalah kegiatan rutin ketika murid menyikat gigi serentak di sekolah dengan cara yang benar, dipandu guru atau kader kesehatan. Program ini sederhana, murah, dan efektif menanamkan kebiasaan, terutama untuk murid SD yang sedang mengalami pergantian gigi susu ke gigi tetap. Jika dipadukan dengan pemeriksaan gigi berkala bersama puskesmas, sekolah bisa menemukan gigi berlubang lebih awal dan merujuk murid sebelum sakit mengganggu belajar. Artikel ini membahas persiapan, langkah pelaksanaan, jadwal, kerja sama pemeriksaan, dan cara mencatat hasilnya.
Gigi berlubang termasuk masalah kesehatan yang paling sering dialami anak usia sekolah di Indonesia. Anak yang sakit gigi bisa sulit berkonsentrasi, enggan makan, bahkan tidak masuk sekolah. Banyak anak sebenarnya sudah menyikat gigi, tetapi caranya kurang tepat atau waktunya kurang efektif, misalnya hanya saat mandi pagi tanpa menyikat sebelum tidur.
Sekolah tidak bisa menggantikan peran orang tua, tetapi bisa:
| Alat | Keterangan |
|---|---|
| Sikat gigi anak | Bulu lembut, kepala kecil, diberi nama |
| Pasta gigi berfluorida | Sesuai usia anak, takaran sebesar biji kacang polong |
| Gelas plastik | Satu per murid, diberi nama |
| Ember atau saluran pembuangan | Untuk berkumur |
| Tempat penyimpanan sikat | Rak berlubang agar sikat kering, tidak saling bersentuhan |
| Model gigi atau gambar | Untuk demonstrasi |
Sekolah bisa meminta murid membawa sikat dan gelas dari rumah, atau menyediakan dari dana UKS dan bantuan mitra. Jika disimpan di sekolah, pastikan sikat diganti sekitar tiga bulan sekali atau saat bulunya mekar.
Pilih halaman atau area terbuka dekat saluran air. Untuk sekolah yang kesulitan air, murid bisa berkumur dengan sedikit air dari gelas masing-masing lalu membuangnya di saluran yang sudah disiapkan.
Libatkan guru UKS, wali kelas, kader dokter kecil, dan bila memungkinkan petugas puskesmas di sesi pertama untuk memberi contoh.
Ajarkan langkah ini dengan hitungan atau lagu agar murid menyikat sekitar dua menit:
Kader dokter kecil bisa memeragakan di depan barisan, sementara guru berkeliling membetulkan cara memegang sikat.
| Pola | Contoh pelaksanaan |
|---|---|
| Pekanan | Setiap Jumat setelah senam pagi |
| Setelah makan bersama | Setelah program makan di sekolah |
| Tematik | Puncak kegiatan saat peringatan hari kesehatan gigi |
Sekolah dengan jadwal padat bisa memulai dari kegiatan pekanan. Konsistensi lebih penting daripada frekuensi tinggi yang hanya bertahan dua minggu.
Program sikat gigi bersama akan lebih kuat jika didukung pemeriksaan gigi berkala. Banyak puskesmas memiliki program kesehatan gigi sekolah. Langkah kerja samanya:
| Kelas | Jumlah diperiksa | Gigi berlubang | Perlu rujukan | Sudah ditindaklanjuti |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 30 | 14 | 6 | 4 |
| 2 | 28 | 12 | 5 | 5 |
| 3 | 31 | 10 | 3 | 2 |
Angka di atas ilustrasi. Data seperti ini membantu sekolah melihat kelas mana yang perlu edukasi lebih intensif dan memantau apakah rujukan benar-benar ditindaklanjuti.
Kebiasaan bertahan jika anak menikmatinya. Beberapa cara sederhana yang bisa dicoba guru:
Sesekali, libatkan kakak kelas sebagai pemandu adik kelas. Murid kelas 5 yang menjadi dokter kecil biasanya bangga mendapat tugas ini, dan adik kelas lebih mudah meniru kakaknya.
Minimal sekali sepekan sudah baik untuk membangun kebiasaan. Yang terpenting rutin dan diikuti edukasi agar murid juga menyikat gigi di rumah, terutama sebelum tidur.
Bisa, dengan bimbingan. Guru dan kader dokter kecil perlu membantu membetulkan gerakan, dan orang tua tetap disarankan mendampingi di rumah.
Gunakan gelas berisi sedikit air untuk setiap murid dan cukup berkumur sekali. Teknik menyikat tetap bisa diajarkan dengan air yang terbatas.
Perawatan menjadi tanggung jawab keluarga, dan bisa memanfaatkan layanan kesehatan yang ditanggung jaminan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Sekolah membantu dengan informasi dan surat rujukan.
Sebaiknya sekolah memberi tahu orang tua terlebih dahulu dan memberi kesempatan bertanya. Ini membangun kepercayaan dan memudahkan tindak lanjut.
Program kesehatan di sekolah sering berhenti setelah kegiatan selesai. Hasil pemeriksaan gigi tersimpan di lembar puskesmas, daftar rujukan ada di meja guru UKS, dan orang tua hanya menerima kabar lewat titipan surat yang kadang tidak sampai.
ASIS memiliki modul UKS yang mencatat kunjungan dan hasil pemeriksaan murid, lalu menyimpannya di profil murid yang utuh. Guru UKS bisa melihat murid mana yang perlu dirujuk dan memantau tindak lanjutnya, sementara orang tua menerima pemberitahuan lewat notifikasi aplikasi yang gratis tanpa batas, dengan jam tenang. Akses diatur per peran sehingga data kesehatan hanya dilihat pihak yang berwenang.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ, termasuk catatan kesehatan santri untuk wali santri. Silakan mulai di asis.id.
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.