SIM MA: Modul Penting dan Prioritas Penerapan di Aliyah
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Standar toilet sekolah bersih menurut aturan sarana prasarana: syarat fisik, akses disabilitas, daftar periksa harian, dan jadwal perawatan.
Standar toilet sekolah bersih menurut Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2023 tentang standar sarana dan prasarana mencakup empat syarat: toilet sesuai dengan usia, jenis kelamin, dan jumlah warga sekolah; berfungsi dengan baik dan bersih; terletak di area yang mudah dijangkau dan aman; serta sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas. Toilet juga berfungsi sebagai fasilitas sanitasi sekaligus tempat cuci tangan dan muka. Aturan ini tidak menetapkan rasio jumlah toilet per murid secara angka, sehingga sekolah perlu menilai sendiri kecukupannya. Artikel ini menerjemahkan syarat tersebut menjadi daftar periksa, jadwal perawatan, dan kebiasaan yang membuat toilet tetap layak setiap hari.
Toilet yang kotor bukan hanya soal kenyamanan. Murid yang enggan memakai toilet sekolah cenderung menahan buang air kecil, mengurangi minum, atau minta pulang lebih awal. Murid perempuan yang sedang menstruasi bisa tidak masuk sekolah bila tidak ada toilet yang bersih, tertutup, dan dilengkapi tempat sampah.
Toilet juga menjadi wajah sekolah. Orang tua yang berkunjung saat penerimaan murid baru sering menilai kepedulian sekolah dari kondisi toiletnya. Asesor dan pengawas pun memperhatikan sanitasi sebagai bagian dari lingkungan belajar yang aman dan sehat.
Toilet dianggap berfungsi bila air mengalir, kloset tidak tersumbat, pintu bisa dikunci dari dalam, lampu menyala, dan ventilasi cukup. Bersih berarti lantai kering, tidak berbau menyengat, tidak ada sampah berserakan, dan dinding bebas coretan.
Letak toilet sebaiknya tidak terlalu jauh dari ruang kelas, tetapi juga tidak di sudut tersembunyi yang sulit diawasi. Jalur menuju toilet perlu penerangan dan tidak licin. Aspek keamanan ini penting untuk mencegah perundungan dan tindakan tidak pantas.
Minimal satu toilet perlu dapat diakses pengguna kursi roda: pintu cukup lebar, ruang di dalam cukup untuk berputar, ada pegangan rambat di samping kloset, dan jalur masuk tanpa anak tangga atau dilengkapi ram landai.
| Aspek | Kondisi yang diharapkan | Ya/Tidak |
|---|---|---|
| Air | Mengalir di kloset dan wastafel | |
| Sabun | Tersedia di setiap wastafel | |
| Kloset | Tidak tersumbat, tidak retak | |
| Lantai | Kering, tidak licin | |
| Bau | Tidak menyengat | |
| Pintu | Bisa dikunci dari dalam | |
| Lampu dan ventilasi | Berfungsi | |
| Tempat sampah | Tertutup, tidak penuh | |
| Tisu atau gayung | Tersedia sesuai kebiasaan setempat | |
| Penanda | Laki-laki/perempuan jelas |
Tempelkan daftar ini di balik pintu ruang kebersihan atau gudang, lalu isi oleh petugas setiap pagi dan siang. Daftar ini menjadi alat sederhana untuk memastikan standar toilet sekolah bersih benar-benar dijalankan, bukan hanya diumumkan.
Untuk SD kelas atas, SMP, dan SMA, sediakan di toilet perempuan:
Sosialisasikan cara membuang pembalut dengan benar agar kloset tidak tersumbat. Materi kesehatan reproduksi remaja bisa disampaikan melalui UKS dan guru BK.
| Frekuensi | Kegiatan | Pelaksana |
|---|---|---|
| Setiap pagi sebelum murid datang | Bersihkan lantai, kloset, wastafel, isi sabun | Petugas kebersihan |
| Setelah istirahat pertama dan kedua | Cek cepat, buang sampah, keringkan lantai | Petugas kebersihan |
| Setiap pekan | Sikat dinding dan sudut, cek saluran | Petugas kebersihan |
| Setiap bulan | Periksa kebocoran, keran, lampu, pintu | Petugas sarpras |
| Setiap semester | Evaluasi menyeluruh dan rencana perbaikan | Wakil Kepala Sekolah sarpras dan Kepala Sekolah |
Murid boleh dilibatkan dalam menjaga kebersihan, misalnya mengingatkan teman menyiram kloset atau melaporkan kerusakan. Namun, membersihkan toilet sebagai hukuman tidak sejalan dengan disiplin positif dan sebaiknya dihindari.
Toilet yang dibersihkan dua kali sehari tetap bisa kotor dalam satu jam bila kebiasaan penggunanya belum terbentuk. Langkah yang membantu:
Kebutuhan rutin seperti sabun, pembersih lantai, dan alat kebersihan sebaiknya masuk ke rencana anggaran tahunan sekolah, bukan dibeli mendadak saat habis. Perbaikan besar, misalnya membangun toilet ramah disabilitas atau menambah unit, bisa direncanakan bertahap melalui RKAS, dana yayasan untuk sekolah swasta, atau dukungan komite dan mitra, sesuai ketentuan penggunaan dana yang berlaku.
Toilet guru bersih, toilet murid terabaikan. Standar yang sama harus berlaku untuk semua.
Toilet dikunci agar tetap bersih. Murid tidak bisa memakai fasilitas yang menjadi haknya.
Sabun tidak pernah ada. Wastafel tanpa sabun membuat kebiasaan cuci tangan sulit dibentuk.
Kerusakan kecil dibiarkan. Keran bocor dan kloset tersumbat yang tidak segera diperbaiki membuat toilet cepat rusak dan ditinggalkan.
Tidak ada toilet yang bisa diakses murid berkebutuhan khusus. Ini menyulitkan sekolah yang menerima murid dengan disabilitas.
Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2023 tentang standar sarana dan prasarana mengatur bahwa toilet wajib ada di setiap satuan pendidikan dan harus memenuhi syarat sesuai usia, jenis kelamin, jumlah warga, bersih, aman, dan ramah disabilitas.
Aturan tersebut tidak menyebut rasio angka, hanya mensyaratkan jumlah sesuai warga satuan pendidikan. Sekolah dapat menilainya dari antrean saat istirahat dan rujuk juknis teknis yang berlaku.
Aturan mensyaratkan toilet sesuai jenis kelamin. Dalam praktik, pemisahan toilet laki-laki dan perempuan adalah cara paling jelas untuk memenuhinya.
Kepala Sekolah bertanggung jawab secara keseluruhan, dengan petugas kebersihan sebagai pelaksana harian dan Wakil Kepala Sekolah bidang sarpras sebagai pengawas.
Lakukan penyesuaian kecil yang bisa segera dikerjakan, seperti pegangan rambat dan ram landai, lalu rencanakan perbaikan lebih besar secara bertahap.
Toilet sekolah jarang rusak dalam semalam. Masalahnya menumpuk karena laporan kerusakan hanya disampaikan lisan, daftar periksa kebersihan tidak pernah direkap, dan kebutuhan sabun serta alat kebersihan tidak tercatat dalam anggaran. Akibatnya, standar toilet sekolah bersih sulit dipertahankan.
ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Modul sarana prasarana ASIS membantu mencatat aset dan kondisi ruang, modul UKS mendukung program kesehatan sekolah, dan modul keuangan mencakup RKAS sehingga kebutuhan perawatan bisa direncanakan sejak awal tahun. Kepala Sekolah dan petugas sarpras melihat informasi yang sama tanpa harus menunggu laporan manual. Bacaan terkait: aplikasi UKS.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Sumber: Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2023 tentang Standar Sarana dan Prasarana
SIM MA adalah sistem informasi manajemen madrasah aliyah. Kenali modul pentingnya, cara menentukan prioritas, dan urutan penerapan per semester.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.