WAWASAN ASIS

Usulan Pengadaan Barang Sekolah: Alur dan Contohnya

Cara menyusun usulan pengadaan barang sekolah: data kebutuhan, alasan, prioritas, persetujuan, sampai penerimaan barang dan pencatatan aset.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Panduan

Usulan pengadaan barang sekolah adalah permintaan tertulis untuk membeli atau menambah sarana, misalnya kursi kelas, proyektor, komputer laboratorium, atau alat olahraga, lengkap dengan alasan, jumlah, perkiraan biaya, dan prioritasnya. Usulan yang baik membantu pimpinan memutuskan dengan cepat dan memastikan anggaran dipakai untuk kebutuhan yang paling mendesak. Artikel ini menjelaskan isi usulan yang kuat, alur dari pengajuan hingga barang diterima dan dicatat sebagai aset, langkah umum di ASIS, serta cara manual untuk sekolah yang belum memakai aplikasi.

Masalah nyata: usulan yang datang lewat obrolan

Usulan pengadaan di banyak sekolah datang lewat obrolan di ruang guru atau pesan singkat ke Kepala Sekolah: "Bu, laboratorium butuh mikroskop baru." Tidak ada data berapa mikroskop yang rusak, berapa murid per kelas, atau berapa perkiraan harganya. Saat penyusunan RKAS, usulan seperti ini mudah terlupa atau kalah dengan usulan yang disampaikan lebih lantang.

Masalah lain muncul setelah barang dibeli. Barang datang, langsung dipakai, tetapi tidak pernah dicatat sebagai aset. Setahun kemudian saat stok opname, barang itu dianggap temuan yang tidak jelas asal-usulnya.

Mengapa usulan tertulis penting

  • Keputusan lebih adil. Semua usulan dibandingkan dengan data yang sama.
  • Selaras dengan RKAS. Usulan yang masuk tepat waktu bisa dimasukkan ke perencanaan anggaran.
  • Akuntabel. Ada jejak siapa yang mengusulkan, siapa yang menyetujui, dan mengapa.
  • Berkesinambungan. Barang yang diterima langsung masuk ke data aset dengan sumber dana yang jelas.

Isi usulan yang kuat

Bagian Isi Contoh
Pengusul Nama, jabatan, unit Kepala laboratorium IPA
Barang Nama dan spesifikasi umum Mikroskop binokuler
Jumlah Kebutuhan riil 6 unit
Alasan Masalah yang diselesaikan 8 dari 12 mikroskop rusak berat, praktikum bergantian terlalu lama
Bukti Data pendukung Riwayat kerusakan, hasil stok opname
Perkiraan biaya Kisaran harga dari beberapa sumber Sesuai survei harga
Prioritas Mendesak, penting, bisa ditunda Mendesak
Waktu dibutuhkan Kapan harus tersedia Sebelum semester genap

Alasan berbasis data jauh lebih meyakinkan. Riwayat kerusakan dan hasil stok opname adalah bukti terbaik bahwa barang memang dibutuhkan.

Alur usulan pengadaan barang sekolah di ASIS

Langkah di bawah mengikuti materi resmi Panduan ASIS. Panduan itu membedakan dengan tegas usulan pengadaan dari aset yang sudah dimiliki: barang yang baru diusulkan belum boleh tercatat sebagai aset.

Sebelum memulai. Siapkan kebutuhan unit pengusul, spesifikasi minimum, perkiraan harga, data stok lama, dan sumber anggaran yang direncanakan.

  1. Buka usulan pengadaan untuk unit yang mengajukan, misalnya laboratorium IPA atau tata usaha.
  2. Jelaskan kebutuhannya, lalu periksa apakah aset serupa masih bisa dipakai atau dipindahkan dari ruang lain.
  3. Isi spesifikasi, jumlah, perkiraan biaya, dan bukti pendukung, seperti foto barang rusak atau penawaran harga.
  4. Ajukan persetujuan sesuai kewenangan dan pantau keputusannya sebelum transaksi pembelian dilakukan.

Setelah barang dibeli dan diterima, barulah barang diperiksa dan dicatat sebagai aset beserta lokasinya.

Periksa hasilnya. Setiap usulan punya alasan, pemilik, dan keputusan, dan tidak ada barang yang tercatat seolah sudah diterima.

Jika belum sesuai. Bila usulan ditolak, baca alasannya lalu revisi kebutuhan melalui alur resmi. Jangan mengirim usulan yang sama berulang kali.

Langkah lengkap: Cara Mengajukan Pengadaan Aset Sekolah.

Menentukan prioritas

Ketika usulan banyak dan anggaran terbatas, gunakan pertanyaan sederhana berikut:

  1. Apakah menyangkut keselamatan? Misalnya alat pemadam api atau instalasi listrik.
  2. Apakah menghambat pembelajaran inti? Misalnya kursi kurang sehingga murid berdiri.
  3. Berapa banyak murid atau guru yang terdampak?
  4. Apakah ada alternatif sementara, misalnya meminjam dari unit lain?
  5. Apakah biayanya masuk akal dibanding manfaatnya?

Usulan yang menjawab "ya" untuk keselamatan dan pembelajaran inti biasanya menjadi prioritas utama.

Contoh usulan dari wali kelas

Ibu Sari, wali kelas 7C di sebuah SMP di Kabupaten Kediri, mencatat bahwa enam kursi di kelasnya patah dan sudah dilaporkan sebagai kerusakan berat dua bulan lalu. Murid terpaksa meminjam kursi dari kelas sebelah setiap pagi. Ia membuat usulan pengadaan enam kursi dengan lampiran foto dan nomor laporan kerusakan sebelumnya.

Wakasek sarpras menggabungkan usulan itu dengan usulan serupa dari dua kelas lain menjadi satu usulan 15 kursi. Kepala Sekolah menyetujui dan memasukkannya ke perubahan RKAS. Saat kursi datang, petugas TU memeriksa jumlah dan kondisinya, mencatatnya sebagai aset di ruang masing-masing, lalu menempel label. Seluruh jejak, dari laporan kerusakan sampai aset baru, tersimpan dalam satu rangkaian.

Pemeriksaan saat barang diterima

Tahap penerimaan sering dianggap sepele, padahal di sinilah usulan pengadaan barang sekolah diuji. Periksa hal berikut sebelum menandatangani tanda terima:

  • Jumlah barang sesuai pesanan.
  • Spesifikasi sesuai yang disetujui.
  • Tidak ada kerusakan fisik atau cacat.
  • Kelengkapan seperti kabel, buku manual, dan kartu garansi ada.
  • Nota atau faktur lengkap dan disimpan untuk pelaporan.

Bila ada yang tidak sesuai, catat dalam berita acara dan selesaikan dengan penyedia sebelum barang dipakai.

Kesalahan umum

  1. Usulan tanpa alasan dan bukti. Sulit dinilai dan mudah ditolak.
  2. Usulan ganda dari beberapa guru untuk kebutuhan yang sama.
  3. Mengusulkan merek tertentu tanpa alasan teknis. Cukup tulis spesifikasi yang dibutuhkan.
  4. Lupa pemeriksaan penerimaan. Barang kurang atau tidak sesuai baru ketahuan berbulan-bulan kemudian.
  5. Barang baru tidak dicatat sebagai aset. Menyulitkan stok opname dan pelaporan.

Cara manual bagi sekolah tanpa ASIS

  1. Buat formulir usulan pengadaan barang sekolah sesuai tabel isi usulan di atas.
  2. Kumpulkan usulan di satu map atau folder bersama dengan nomor urut.
  3. Rekap semua usulan di lembar kerja dengan kolom status dan keputusan.
  4. Bahas dalam rapat penyusunan RKAS.
  5. Saat barang datang, buat berita acara penerimaan dan catat di buku inventaris.

Pembelian dengan dana BOSP mengikuti juknis yang berlaku, saat ini Permendikdasmen 8/2026, dan sekolah negeri juga mengikuti ketentuan pengelolaan barang milik daerah.

Pertanyaan yang sering diajukan

Siapa yang boleh mengajukan usulan pengadaan barang sekolah?

Guru, wali kelas, kepala laboratorium, pustakawan, atau unit lain yang membutuhkan. Pengelola sarpras lalu memeriksa dan meneruskannya ke pimpinan.

Kapan waktu terbaik mengajukan usulan?

Sebelum penyusunan RKAS tahun berikutnya. Usulan mendesak di tengah tahun bisa diajukan untuk perubahan anggaran.

Apakah perlu melampirkan penawaran harga?

Sangat membantu untuk perkiraan biaya. Untuk proses pembelian itu sendiri, ikuti ketentuan pengadaan yang berlaku.

Bagaimana jika usulan ditolak?

Minta catatan alasannya. Usulan bisa diperbaiki, dilengkapi data, atau diajukan kembali pada periode anggaran berikutnya.

Apakah barang hibah juga lewat usulan pengadaan?

Tidak harus, tetapi barang hibah tetap perlu diperiksa saat diterima dan dicatat sebagai aset dengan sumber hibah.

ASIS: dari kebutuhan sampai aset tercatat

Usulan pengadaan sering kalah bukan karena tidak penting, tetapi karena tidak punya data. Setelah barang dibeli, pencatatannya pun terlupa, sehingga siklusnya terputus.

ASIS menghubungkan laporan kerusakan, stok opname, usulan pengadaan, dan pencatatan aset dalam modul sarana prasarana. Pengusul bisa melampirkan bukti yang sudah tercatat, pimpinan memutuskan dengan data, dan barang yang diterima langsung masuk ke daftar aset per ruang lengkap dengan sumber dananya. Data ini juga mendukung penyusunan RKAS di modul keuangan.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah dari ekosistem ASIS gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.