WAWASAN ASIS

Belajar BISINDO untuk Guru: 10 Kosakata Dasar di Sekolah

Belajar BISINDO untuk guru bisa dimulai dari 10 kosakata dasar yang paling sering dipakai di sekolah, langsung dari pengguna BISINDO.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Wawasan

Peluncuran Program Pendidikan Bilingual untuk murid Tuli oleh Kemendikdasmen pada Juni 2026 menegaskan bahwa Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) adalah bagian penting dari pendidikan murid Tuli. Belajar BISINDO untuk guru dan warga sekolah adalah cara paling sederhana untuk membuat murid Tuli merasa diterima.

Anda tidak perlu langsung fasih. Mulailah belajar BISINDO dari kosakata yang paling sering dipakai di sekolah.

10 kosakata yang paling berguna di sekolah

  1. Halo / selamat pagi: untuk menyapa murid di gerbang dan di kelas.
  2. Terima kasih: untuk menghargai bantuan dan usaha murid.
  3. Maaf: untuk meminta maaf atau meminta perhatian dengan sopan.
  4. Tolong: untuk meminta bantuan atau memberi instruksi dengan santun.
  5. Nama: untuk berkenalan. Komunitas Tuli biasa memberi "nama isyarat" kepada seseorang.
  6. Guru: untuk memperkenalkan diri dan peran Anda.
  7. Belajar: untuk mengajak murid memulai kegiatan.
  8. Paham / mengerti: untuk mengecek apakah murid sudah menangkap penjelasan.
  9. Ulangi: untuk meminta atau menawarkan penjelasan sekali lagi.
  10. Bagus / hebat: untuk memberi pujian. Pujian yang tulus berdampak besar pada rasa percaya diri murid.

Kami sengaja tidak menjelaskan gerakan tangan setiap isyarat dalam tulisan. Bahasa isyarat melibatkan bentuk tangan, gerakan, posisi, dan ekspresi wajah sekaligus, sehingga sulit dipelajari dengan benar hanya dari deskripsi teks.

Cara belajar BISINDO untuk guru

Cara terbaik belajar BISINDO adalah dari orang Tuli sendiri:

  • Komunitas atau organisasi Tuli di daerah Anda. Banyak yang membuka kelas BISINDO untuk umum.
  • Guru atau murid Tuli di sekolah Anda. Minta izin dan tanyakan apakah mereka bersedia berbagi beberapa isyarat dasar.
  • Video pembelajaran BISINDO yang dibuat oleh pengajar Tuli. Pastikan sumbernya dari komunitas Tuli agar isyaratnya tepat.

Perhatikan variasi daerah

BISINDO memiliki variasi antardaerah, mirip logat dalam bahasa lisan. Isyarat untuk kata yang sama bisa berbeda di Jakarta, Yogyakarta, atau Makassar. Karena itu, ikuti isyarat yang dipakai murid dan komunitas Tuli di sekitar sekolah Anda.

Tips agar komunikasi lancar

  • Tatap mata murid. Dalam budaya Tuli, kontak mata menunjukkan perhatian.
  • Ekspresi wajah adalah bagian dari bahasa. Ekspresi membantu membedakan pertanyaan, pernyataan, dan perasaan.
  • Jangan ragu salah. Murid Tuli biasanya menghargai usaha orang dengar yang mau belajar.
  • Siapkan kertas dan pena. Menulis tetap menjadi jembatan yang baik saat isyarat belum cukup.

Ajak seluruh warga sekolah

Murid Tuli tidak hanya berinteraksi dengan guru kelas. Ajak juga satpam, petugas perpustakaan, petugas kantin, dan teman sekelas belajar beberapa isyarat dasar. Sekolah yang ramah Tuli dibangun bersama.

ASIS: sekolah yang mengenal setiap anaknya

Belajar BISINDO adalah wujud kepedulian: sekolah berusaha memahami anak dengan caranya sendiri. Semangat yang sama menjadi dasar ASIS. Kami membangun ASIS dengan visi agar setiap anak dikenali utuh, bukan hanya lewat nilai.

Di ASIS, guru dapat mencatat perkembangan komunikasi dan belajar setiap murid, lalu orang tua bisa membacanya lewat ASIS Mobile. Pengumuman sekolah sampai lewat notifikasi aplikasi, sehingga informasi penting tetap bisa diakses dalam bentuk tulisan oleh murid dan orang tua Tuli.

ASIS gratis untuk semua sekolah, termasuk SLB dan sekolah inklusif. Untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ, tersedia Basmalah yang juga gratis. Mulai di asis.id.

Latar: RRI – Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Bilingual Murid Tuli.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.