WAWASAN ASIS

Absensi GPS Siswa: Cara Memakainya dengan Bijak

Absensi GPS siswa untuk PKL, kegiatan luar sekolah, dan pembelajaran jarak jauh: kapan dipakai, cara mengatur lokasi, dan menjaga privasi murid di ASIS.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Panduan

Absensi GPS siswa adalah cara mencatat kehadiran dengan memanfaatkan lokasi ponsel murid. Saat murid menekan tombol hadir, aplikasi mencocokkan posisinya dengan lokasi yang sudah ditetapkan sekolah. Cara ini sangat membantu ketika murid tidak berada di gedung sekolah, misalnya saat PKL di perusahaan, kegiatan kemah, atau pembelajaran jarak jauh. Namun presensi berbasis lokasi juga punya batas dan menyangkut privasi. Artikel ini membahas kapan presensi GPS tepat dipakai, alur umumnya di ASIS, kesalahan yang sering terjadi, dan alternatif manual bagi sekolah yang belum memakai aplikasi.

Masalah presensi di luar gedung sekolah

Guru pembimbing PKL di sebuah SMK harus memantau 36 murid yang tersebar di 14 tempat praktik. Selama ini, presensi dikirim lewat foto selfie ke grup percakapan. Setiap pagi ratusan foto masuk, dan di akhir bulan guru harus menghitung ulang dari galeri ponsel.

Sekolah lain menghadapi masalah serupa saat kegiatan luar: murid yang ikut lomba di kota lain, kunjungan industri, atau kegiatan pramuka di bumi perkemahan. Buku presensi tidak praktis dibawa, dan murid tersebar di beberapa titik.

Kapan presensi GPS tepat dipakai

Situasi Cocok? Catatan
PKL di tempat industri Sangat cocok Lokasi per tempat PKL
Kegiatan luar sekolah Cocok Lokasi sementara untuk hari kegiatan
Pembelajaran jarak jauh Bergantung kebijakan Pertimbangkan privasi rumah murid
Presensi harian di gedung sekolah Kurang ideal Pindai QR atau wajah biasanya lebih cepat dan pasti
Murid SD kelas awal Kurang ideal Banyak yang belum memegang ponsel sendiri

Prinsipnya, presensi GPS dipakai saat murid memang tidak bisa dicatat secara langsung oleh guru.

Mengapa perlu diatur dengan hati-hati

Lokasi termasuk data pribadi. Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU 27/2022) menggolongkan data anak sebagai data pribadi spesifik, dan pemrosesannya memerlukan persetujuan orang tua atau wali. Karena itu, sekolah sebaiknya:

  • menjelaskan kepada orang tua untuk apa lokasi dipakai,
  • hanya mengambil lokasi saat murid melakukan presensi, bukan melacak terus-menerus,
  • membatasi siapa yang bisa melihat data lokasi.

Langkah umum menggunakan absensi GPS siswa di ASIS

Materi Panduan ASIS "Cara Menggunakan Presensi GPS Murid" menjelaskan bahwa presensi lokasi dilakukan murid dari perangkatnya sendiri, dan hanya bila sekolah mengaktifkan alur ini. Lokasi adalah data sensitif, sehingga pemakaiannya harus mengikuti kebijakan sekolah yang sudah disampaikan ke orang tua.

Sebelum memulai

Murid memerlukan akun aktif, izin lokasi di perangkat, koneksi internet, serta berada pada waktu dan area yang diizinkan sekolah. Aturan waktu dan area ditetapkan sekolah, bukan dipilih murid.

Langkah di ASIS

  1. Masuk dengan akun murid dan buka Presensi Lokasi. Baca informasi sesi yang tersedia sebelum mengirim apa pun.
  2. Izinkan akses lokasi hanya saat diminta. Pastikan titik lokasi dan waktu yang tampil di layar masuk akal.
  3. Kirim presensi satu kali dan tunggu konfirmasi. Jangan menekan tombol berulang kali karena bisa memicu catatan ganda.
  4. Periksa status di portal murid. Bila ada kendala, minta guru pembimbing atau petugas presensi meninjau rekap.

Dari sisi sekolah, guru pembimbing atau petugas presensi cukup meninjau rekap dan menindaklanjuti catatan yang janggal, misalnya dengan mengonfirmasi ke murid atau pembimbing di tempat kegiatan.

Periksa hasilnya

Status hadir muncul pada tanggal dan sesi yang tepat tanpa duplikasi, dan petugas dapat melihat dari mana catatan itu berasal.

Jika hasil belum sesuai

Bila lokasi tidak terbaca, periksa izin lokasi di peramban atau aplikasi, GPS perangkat, koneksi, dan aturan area. Gunakan prosedur presensi alternatif yang disahkan sekolah. Memalsukan lokasi bukan jalan keluar dan sebaiknya diatur sanksinya dalam tata tertib absensi GPS siswa.

Langkah lengkap: Cara Menggunakan Presensi GPS Murid

Radius yang masuk akal

Radius terlalu sempit membuat murid gagal presensi karena sinyal GPS di dalam gedung kurang akurat. Radius terlalu lebar membuat presensi kehilangan makna. Mulailah dengan radius sedang, lalu sesuaikan setelah pekan pertama berdasarkan keluhan yang muncul.

Tips dari pengalaman sekolah

  1. Uji coba di satu kelompok dulu. Misalnya satu kelas PKL selama dua pekan.
  2. Sediakan jalur cadangan. Bila ponsel murid rusak atau sinyal hilang, pembimbing industri bisa mengonfirmasi lewat guru.
  3. Gabungkan dengan jurnal harian. Untuk PKL, presensi menunjukkan murid hadir, jurnal menunjukkan apa yang dikerjakan.
  4. Tetapkan jam presensi. Presensi di luar jam yang wajar perlu konfirmasi.
  5. Bicarakan dengan murid soal kejujuran. Teknologi membantu, tetapi budaya jujur tetap yang utama.

Contoh pengaturan untuk PKL

Sebuah SMK jurusan otomotif menempatkan 12 murid di empat bengkel mitra. Sekolah menyepakati area presensi untuk setiap bengkel, jam presensi masuk antara 07.00 dan 08.30, serta jam pulang setelah 15.00. Murid yang presensi di luar radius tidak langsung dianggap alpa, tetapi dikonfirmasi dulu oleh guru pembimbing. Setiap Jumat, guru pembimbing mencocokkan rekap absensi GPS siswa dengan catatan pembimbing di bengkel. Dengan pola ini, guru tidak lagi membuka ratusan foto, dan pembimbing industri cukup mengonfirmasi kasus yang memang janggal.

Kesalahan umum

  • Memakai presensi GPS untuk semua kegiatan, termasuk di gedung sekolah, sehingga antrean dan keluhan sinyal bertambah.
  • Tidak meminta persetujuan orang tua sebelum mengaktifkan presensi lokasi.
  • Menetapkan titik lokasi yang salah, misalnya alamat kantor pusat perusahaan, bukan lokasi praktik.
  • Langsung memberi status alpa kepada murid yang gagal presensi tanpa konfirmasi.
  • Membiarkan data lokasi bisa dilihat semua guru.

Alternatif manual tanpa aplikasi

Bagi sekolah yang belum memakai aplikasi, presensi kegiatan luar tetap bisa dirapikan.

  1. Buat lembar presensi per lokasi yang ditandatangani pembimbing di tempat.
  2. Untuk PKL, minta pembimbing industri mengisi rekap kehadiran mingguan.
  3. Bila memakai foto, tetapkan satu formulir daring dengan kolom nama, tanggal, jam, dan lokasi, bukan kiriman ke grup.
  4. Guru pembimbing merekap setiap Jumat dan melaporkannya ke wakasek.

Daftar cek sebelum mengaktifkan presensi GPS

  • Kegiatan yang memakai presensi GPS sudah ditetapkan.
  • Orang tua sudah mendapat penjelasan dan memberi persetujuan.
  • Titik lokasi dan radius sudah diuji di tempat.
  • Murid sudah memasang ASIS Mobile dan bisa masuk.
  • Jalur cadangan saat ponsel bermasalah sudah disepakati.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah absensi GPS siswa melacak murid sepanjang hari?

Tidak semestinya. Lokasi cukup diambil saat murid melakukan presensi. Sampaikan hal ini kepada orang tua agar tidak muncul kekhawatiran.

Bagaimana jika murid tidak punya ponsel?

Gunakan cara lain, misalnya presensi oleh pembimbing atau guru pendamping. Presensi GPS sebaiknya bukan satu-satunya cara.

Apakah presensi GPS bisa dipalsukan?

Selalu ada kemungkinan, misalnya dengan aplikasi pemalsu lokasi. Karena itu, gabungkan dengan konfirmasi pembimbing dan jurnal kegiatan.

Apakah tersedia untuk iPhone?

ASIS Mobile saat ini tersedia untuk Android. Murid tanpa ponsel Android bisa dicatat lewat cara lain yang disediakan sekolah.

Apakah presensi GPS cocok untuk pembelajaran jarak jauh?

Bisa, tetapi pertimbangkan privasi lokasi rumah murid. Banyak sekolah memilih presensi berbasis tugas atau kehadiran di kelas daring untuk situasi ini.

ASIS: Presensi yang Mengikuti Murid di Mana pun Belajar

Akar masalah presensi di luar gedung adalah catatan yang tercecer: foto di grup percakapan, lembar tanda tangan di tempat PKL, dan rekap yang disusun ulang setiap akhir bulan.

ASIS menyediakan beragam cara presensi dalam satu sistem: pindai QR dan pengenalan wajah untuk di sekolah, presensi GPS untuk kegiatan di luar, serta presensi per mapel. Semua tercatat di rekap yang sama, dan untuk murid PKL bisa dipadukan dengan modul PKL. Orang tua mendapat kabar lewat notifikasi aplikasi yang gratis tanpa batas.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dihitung per lembaga. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah yang gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.