Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Absensi GPS siswa untuk PKL, kegiatan luar sekolah, dan pembelajaran jarak jauh: kapan dipakai, cara mengatur lokasi, dan menjaga privasi murid di ASIS.
Absensi GPS siswa adalah cara mencatat kehadiran dengan memanfaatkan lokasi ponsel murid. Saat murid menekan tombol hadir, aplikasi mencocokkan posisinya dengan lokasi yang sudah ditetapkan sekolah. Cara ini sangat membantu ketika murid tidak berada di gedung sekolah, misalnya saat PKL di perusahaan, kegiatan kemah, atau pembelajaran jarak jauh. Namun presensi berbasis lokasi juga punya batas dan menyangkut privasi. Artikel ini membahas kapan presensi GPS tepat dipakai, alur umumnya di ASIS, kesalahan yang sering terjadi, dan alternatif manual bagi sekolah yang belum memakai aplikasi.
Guru pembimbing PKL di sebuah SMK harus memantau 36 murid yang tersebar di 14 tempat praktik. Selama ini, presensi dikirim lewat foto selfie ke grup percakapan. Setiap pagi ratusan foto masuk, dan di akhir bulan guru harus menghitung ulang dari galeri ponsel.
Sekolah lain menghadapi masalah serupa saat kegiatan luar: murid yang ikut lomba di kota lain, kunjungan industri, atau kegiatan pramuka di bumi perkemahan. Buku presensi tidak praktis dibawa, dan murid tersebar di beberapa titik.
| Situasi | Cocok? | Catatan |
|---|---|---|
| PKL di tempat industri | Sangat cocok | Lokasi per tempat PKL |
| Kegiatan luar sekolah | Cocok | Lokasi sementara untuk hari kegiatan |
| Pembelajaran jarak jauh | Bergantung kebijakan | Pertimbangkan privasi rumah murid |
| Presensi harian di gedung sekolah | Kurang ideal | Pindai QR atau wajah biasanya lebih cepat dan pasti |
| Murid SD kelas awal | Kurang ideal | Banyak yang belum memegang ponsel sendiri |
Prinsipnya, presensi GPS dipakai saat murid memang tidak bisa dicatat secara langsung oleh guru.
Lokasi termasuk data pribadi. Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU 27/2022) menggolongkan data anak sebagai data pribadi spesifik, dan pemrosesannya memerlukan persetujuan orang tua atau wali. Karena itu, sekolah sebaiknya:
Materi Panduan ASIS "Cara Menggunakan Presensi GPS Murid" menjelaskan bahwa presensi lokasi dilakukan murid dari perangkatnya sendiri, dan hanya bila sekolah mengaktifkan alur ini. Lokasi adalah data sensitif, sehingga pemakaiannya harus mengikuti kebijakan sekolah yang sudah disampaikan ke orang tua.
Murid memerlukan akun aktif, izin lokasi di perangkat, koneksi internet, serta berada pada waktu dan area yang diizinkan sekolah. Aturan waktu dan area ditetapkan sekolah, bukan dipilih murid.
Dari sisi sekolah, guru pembimbing atau petugas presensi cukup meninjau rekap dan menindaklanjuti catatan yang janggal, misalnya dengan mengonfirmasi ke murid atau pembimbing di tempat kegiatan.
Status hadir muncul pada tanggal dan sesi yang tepat tanpa duplikasi, dan petugas dapat melihat dari mana catatan itu berasal.
Bila lokasi tidak terbaca, periksa izin lokasi di peramban atau aplikasi, GPS perangkat, koneksi, dan aturan area. Gunakan prosedur presensi alternatif yang disahkan sekolah. Memalsukan lokasi bukan jalan keluar dan sebaiknya diatur sanksinya dalam tata tertib absensi GPS siswa.
Langkah lengkap: Cara Menggunakan Presensi GPS Murid
Radius terlalu sempit membuat murid gagal presensi karena sinyal GPS di dalam gedung kurang akurat. Radius terlalu lebar membuat presensi kehilangan makna. Mulailah dengan radius sedang, lalu sesuaikan setelah pekan pertama berdasarkan keluhan yang muncul.
Sebuah SMK jurusan otomotif menempatkan 12 murid di empat bengkel mitra. Sekolah menyepakati area presensi untuk setiap bengkel, jam presensi masuk antara 07.00 dan 08.30, serta jam pulang setelah 15.00. Murid yang presensi di luar radius tidak langsung dianggap alpa, tetapi dikonfirmasi dulu oleh guru pembimbing. Setiap Jumat, guru pembimbing mencocokkan rekap absensi GPS siswa dengan catatan pembimbing di bengkel. Dengan pola ini, guru tidak lagi membuka ratusan foto, dan pembimbing industri cukup mengonfirmasi kasus yang memang janggal.
Bagi sekolah yang belum memakai aplikasi, presensi kegiatan luar tetap bisa dirapikan.
Tidak semestinya. Lokasi cukup diambil saat murid melakukan presensi. Sampaikan hal ini kepada orang tua agar tidak muncul kekhawatiran.
Gunakan cara lain, misalnya presensi oleh pembimbing atau guru pendamping. Presensi GPS sebaiknya bukan satu-satunya cara.
Selalu ada kemungkinan, misalnya dengan aplikasi pemalsu lokasi. Karena itu, gabungkan dengan konfirmasi pembimbing dan jurnal kegiatan.
ASIS Mobile saat ini tersedia untuk Android. Murid tanpa ponsel Android bisa dicatat lewat cara lain yang disediakan sekolah.
Bisa, tetapi pertimbangkan privasi lokasi rumah murid. Banyak sekolah memilih presensi berbasis tugas atau kehadiran di kelas daring untuk situasi ini.
Akar masalah presensi di luar gedung adalah catatan yang tercecer: foto di grup percakapan, lembar tanda tangan di tempat PKL, dan rekap yang disusun ulang setiap akhir bulan.
ASIS menyediakan beragam cara presensi dalam satu sistem: pindai QR dan pengenalan wajah untuk di sekolah, presensi GPS untuk kegiatan di luar, serta presensi per mapel. Semua tercatat di rekap yang sama, dan untuk murid PKL bisa dipadukan dengan modul PKL. Orang tua mendapat kabar lewat notifikasi aplikasi yang gratis tanpa batas.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dihitung per lembaga. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah yang gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.