WAWASAN ASIS

AKMI Asesmen Kompetensi Madrasah: Tujuan dan Persiapan

AKMI asesmen kompetensi madrasah dijelaskan: empat kompetensi yang diukur, bedanya dengan ujian, cara bersiap, dan memakai hasilnya untuk perbaikan.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Madrasah

AKMI asesmen kompetensi madrasah adalah asesmen yang diselenggarakan Kementerian Agama untuk memetakan kemampuan murid madrasah dalam empat kompetensi: literasi membaca, numerasi, sains, dan sosial budaya. AKMI bukan ujian kelulusan. Hasilnya dipakai sebagai data diagnostik, yaitu bahan bagi madrasah dan pemangku kebijakan untuk memperbaiki pembelajaran. Pada pelaksanaan awal tahun 2021 untuk jenjang MI, Kemenag melaporkan AKMI diikuti 12.809 madrasah ibtidaiyah di 34 provinsi.

Artikel ini menjelaskan tujuan AKMI, apa yang diukur, cara madrasah bersiap tanpa "drilling" soal, dan yang paling penting: cara memakai hasilnya.

Mengapa AKMI diadakan

Madrasah memiliki kekhasan yang tidak sepenuhnya tergambar dalam asesmen umum, misalnya penguatan nilai keagamaan dan moderasi beragama. AKMI dirancang untuk memberi potret kompetensi murid madrasah sekaligus memperhatikan kekhasan tersebut.

Tujuan utamanya dapat diringkas menjadi tiga:

  1. Diagnostik. Mengetahui kekuatan dan kelemahan kompetensi murid sebagai dasar perbaikan pembelajaran.
  2. Pemetaan mutu. Memberi gambaran mutu madrasah secara lebih luas bagi Kemenag.
  3. Dasar intervensi. Menjadi rujukan program peningkatan mutu dan kebijakan, termasuk penguatan moderasi beragama.

Empat kompetensi yang diukur

Kompetensi Gambaran umum Contoh kemampuan yang dilatih di kelas
Literasi membaca Memahami, menggunakan, dan merefleksikan teks Menemukan gagasan utama, menyimpulkan isi bacaan
Numerasi Menggunakan matematika dalam konteks nyata Membaca tabel dan grafik, memecahkan soal cerita
Sains Memahami gejala alam dan cara kerja ilmiah Mengamati, menduga, menjelaskan dengan bukti
Sosial budaya Memahami kehidupan sosial dan keberagaman, termasuk moderasi beragama Menghargai perbedaan, menganalisis masalah sosial sekitar

Kompetensi ini tidak terikat pada satu mata pelajaran. Literasi membaca, misalnya, dibangun lewat Bahasa Indonesia, Akidah Akhlak, Fikih, IPA, dan semua mata pelajaran yang memakai teks.

AKMI berbeda dari ujian akhir

Banyak kebingungan muncul karena AKMI disamakan dengan ujian. Perbedaannya jelas.

Aspek AKMI Ujian akhir madrasah
Tujuan Diagnostik dan pemetaan mutu Menentukan kelulusan atau capaian akhir
Yang diukur Kompetensi lintas mata pelajaran Capaian pembelajaran mata pelajaran
Dampak pada murid Tidak menentukan kelulusan Menjadi salah satu dasar kelulusan
Penggunaan hasil Perbaikan pembelajaran dan kebijakan Laporan hasil belajar murid

Karena tidak menentukan kelulusan, AKMI asesmen kompetensi madrasah sebaiknya dijalani apa adanya. Hasil yang jujur jauh lebih berguna daripada hasil yang "dipoles". Madrasah yang membantu murid secara berlebihan justru kehilangan peta kelemahan yang sebenarnya.

Siapa pesertanya

Jenjang, kelas, dan cara pemilihan peserta mengikuti petunjuk teknis Kemenag pada tahun pelaksanaan. Pada pelaksanaan awal, misalnya, sebagian madrasah menjadi peserta dan sebagian lain menjadi kelompok pembanding untuk mengevaluasi dampak program. Untuk tahun berjalan, rujuk juknis dan pengumuman terbaru dari Kemenag pusat, kantor wilayah, atau kantor Kemenag kabupaten/kota.

Persiapan yang benar: perkuat kebiasaan belajar

Persiapan terbaik bukan latihan soal massal menjelang hari pelaksanaan, melainkan membangun kebiasaan berpikir sepanjang tahun.

Literasi membaca

  • Biasakan membaca 15 menit di awal pelajaran dengan teks beragam: cerita, berita, infografis, dan teks keagamaan.
  • Ajukan pertanyaan tingkat lanjut: "Mengapa tokoh itu bersikap demikian?" bukan hanya "Siapa nama tokohnya?"
  • Manfaatkan buku pelajaran pemerintah dan bacaan di perpustakaan madrasah.

Numerasi

  • Sisipkan soal cerita kontekstual di mata pelajaran lain, misalnya menghitung zakat fitrah atau membaca jadwal salat.
  • Latih membaca tabel dan grafik sederhana.

Sains

  • Lakukan pengamatan sederhana di lingkungan madrasah.
  • Minta murid menjelaskan dengan bukti, bukan hafalan definisi.

Sosial budaya

  • Diskusikan peristiwa di sekitar dengan sudut pandang yang beragam.
  • Latih sikap menghargai perbedaan dalam kegiatan kelas sehari-hari.

Persiapan teknis bagi madrasah

Bila AKMI dilaksanakan dengan perangkat komputer, siapkan hal teknis berikut sesuai juknis:

Persiapan Penanggung jawab Catatan
Data murid akurat Operator Pastikan data peserta sesuai data resmi
Perangkat dan jaringan Proktor atau teknisi Uji coba beberapa hari sebelumnya
Jadwal dan ruang Wakil kurikulum Hindari bentrok dengan kegiatan lain
Pengenalan format Guru kelas atau wali kelas Kenalkan cara mengerjakan, bukan menghafal soal

Peran setiap pihak di madrasah

AKMI asesmen kompetensi madrasah hanya bermanfaat bila setiap pihak tahu perannya, sebelum dan sesudah pelaksanaan.

Pihak Sebelum pelaksanaan Sesudah hasil keluar
Kepala Madrasah Memastikan kesiapan data, ruang, dan perangkat Memimpin pembahasan hasil dan menetapkan prioritas
Wakil kurikulum Menyusun jadwal dan mengoordinasikan guru Memasukkan tindak lanjut ke rencana pembelajaran
Guru mata pelajaran Membiasakan membaca, bernalar, dan memecahkan masalah Menyesuaikan strategi mengajar sesuai kompetensi yang lemah
Operator Memeriksa data peserta Mengarsipkan hasil agar bisa dibandingkan antartahun
Orang tua Menenangkan anak, menjelaskan bahwa ini bukan ujian Mendukung kebiasaan membaca di rumah

Yang perlu dijaga, murid tidak boleh merasa tertekan. Sampaikan bahwa asesmen ini membantu madrasah mengajar lebih baik, bukan menilai pribadi mereka.

Memakai hasil AKMI untuk perbaikan

Bagian ini paling sering terlewat. Hasil diterima, dibaca sekilas, lalu disimpan. Padahal, nilai sebenarnya dari AKMI asesmen kompetensi madrasah ada pada tindak lanjutnya.

  1. Baca hasil bersama dewan guru. Jangan hanya Kepala Madrasah yang tahu.
  2. Cari pola. Kompetensi mana yang paling lemah? Apakah ada perbedaan antarkelas?
  3. Temukan akar masalah. Misalnya numerasi lemah karena murid jarang mengerjakan soal cerita.
  4. Tetapkan dua tindakan. Contoh: pojok baca kelas dan satu soal cerita harian lintas mata pelajaran.
  5. Masukkan ke perencanaan. Kaitkan dengan program kerja dan anggaran madrasah.
  6. Pantau dengan asesmen formatif sepanjang tahun, tanpa menunggu AKMI berikutnya.

Kaitan dengan asesmen lain

Madrasah juga dapat mengikuti asesmen yang diselenggarakan pemerintah secara nasional. Mulai 2026, Asesmen Nasional digabung dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Informasi umum tentang asesmen nasional ada di artikel asesmen nasional AKM dan survei karakter. Pastikan madrasah memahami jadwal dan ketentuan masing-masing agar tidak tumpang tindih.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah AKMI menentukan kelulusan murid?

Tidak. AKMI bersifat diagnostik untuk perbaikan pembelajaran dan pemetaan mutu, bukan penentu kelulusan.

Apakah semua madrasah wajib mengikuti AKMI?

Kepesertaan mengikuti juknis Kemenag pada tahun pelaksanaan. Tanyakan ke kantor Kemenag kabupaten/kota untuk kepastian.

Perlukah murid mengikuti bimbingan khusus untuk AKMI?

Tidak perlu. Yang lebih berguna adalah membiasakan membaca, bernalar, dan memecahkan masalah dalam pembelajaran sehari-hari.

Apa beda AKMI dan Asesmen Nasional?

AKMI diselenggarakan Kemenag untuk madrasah dan memasukkan kompetensi sosial budaya. Asesmen Nasional diselenggarakan secara nasional dan sejak 2026 digabung dengan TKA.

Bagaimana bila hasil madrasah rendah?

Jadikan titik awal. Pilih satu atau dua kompetensi prioritas, susun tindakan, lalu pantau perkembangannya secara rutin.

ASIS: Data Belajar Madrasah yang Siap Dibaca Kapan Saja

Hasil asesmen sering berhenti di laporan karena madrasah tidak punya data harian yang bisa dibandingkan. Nilai tersebar di buku guru, presensi di kertas, dan catatan perkembangan murid hilang ketika wali kelas berganti.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Madrasah dapat mengimpor file ekspor EMIS yang sudah dimiliki, lalu mengelola presensi, e-Rapor Kurikulum Merdeka, dan bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru dalam satu akun. Dashboard Goal membantu Kepala Madrasah menetapkan target perbaikan, misalnya penguatan literasi, dan memantaunya per peran. Untuk bacaan, Pustaka menyediakan buku pelajaran pemerintah BSE/SIBI.

ASIS gratis untuk semua sekolah dan madrasah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

Sumber: Antara: Kemenag gelar asesmen kompetensi di 12.809 madrasah ibtidaiyah

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.