Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Akomodasi yang layak disabilitas di sekolah: pengertian, bedanya dengan aksesibilitas, contoh penerapan per jenis hambatan, saat ujian, dan cara mencatatnya.
Akomodasi yang layak disabilitas adalah penyesuaian dan modifikasi yang tepat dan diperlukan agar murid penyandang disabilitas dapat belajar dan dinilai setara dengan teman-temannya. Penyesuaian ini bersifat individual: murid tunanetra butuh hal yang berbeda dengan murid autisme atau murid dengan hambatan motorik. Yang penting, tujuan belajarnya tetap, sementara cara mengakses, mengerjakan, atau menunjukkan hasil belajar disesuaikan.
Kewajiban ini punya dasar hukum yang jelas. UU 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas menjamin hak pendidikan, dan PP 13/2020 mengatur akomodasi yang layak untuk peserta didik penyandang disabilitas. Artikel ini tidak membahas pasal demi pasal, tetapi fokus pada contoh penerapan di sekolah reguler, sekolah inklusi, dan SLB. Untuk langkah awal menjadi sekolah inklusif, lihat "Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif: 8 Langkah Awal".
Tiga istilah ini sering tertukar.
| Istilah | Pengertian singkat | Contoh |
|---|---|---|
| Aksesibilitas | Kemudahan umum yang berlaku untuk semua orang | Ramp di pintu masuk, toilet yang lebar |
| Akomodasi yang layak | Penyesuaian untuk kebutuhan individu tertentu | Waktu ujian tambahan untuk murid dengan disleksia |
| Modifikasi kurikulum | Perubahan pada tujuan atau materi belajar | Target capaian disesuaikan untuk murid hambatan intelektual |
Akomodasi yang layak disabilitas tidak menurunkan standar. Murid tetap mengejar tujuan yang sama, hanya caranya yang disesuaikan. Modifikasi dipakai bila tujuan itu sendiri perlu diubah, dan biasanya tertuang dalam program pembelajaran individual.
Contoh di bawah bersifat umum. Setiap murid perlu dilihat secara individual, idealnya berdasarkan asesmen dan diskusi dengan orang tua serta guru pendamping khusus.
Penilaian sering menjadi titik paling sensitif. Akomodasi yang lazim:
Tuliskan akomodasi ini dalam dokumen sebelum ujian, bukan diputuskan pengawas di ruang. Untuk ujian yang diselenggarakan pihak luar, ikuti ketentuan penyelenggara dan ajukan kebutuhan akomodasi sesuai prosedurnya.
Raka (nama fiktif), murid kelas 7 dengan low vision, baru masuk ke SMP negeri reguler. Setelah pertemuan dengan orang tua, wali kelas, guru BK, dan guru pendamping dari unit layanan disabilitas, sekolah menyepakati:
Hasilnya, Raka mengikuti pelajaran yang sama dengan teman-temannya. Tidak ada tujuan belajar yang diturunkan, hanya cara aksesnya yang disesuaikan.
Sekolah juga bisa berkonsultasi dengan unit layanan disabilitas di daerahnya. Lihat "Unit Layanan Disabilitas Pendidikan: Fungsi dan Akses".
Kepala Sekolah memegang kunci keberhasilan akomodasi. Guru yang mau menyesuaikan cara mengajar tetap butuh dukungan: waktu untuk berkoordinasi, sarana sederhana seperti pencetak huruf besar, dan kepastian bahwa penyesuaian yang mereka lakukan diakui sekolah. Kepala Sekolah juga yang memastikan anggaran kecil untuk kebutuhan akomodasi masuk ke rencana kegiatan dan anggaran sekolah.
Sampaikan pula komitmen sekolah kepada seluruh warga, misalnya dalam rapat awal tahun dan pertemuan orang tua. Pesan yang jelas dari pimpinan mengurangi anggapan bahwa akomodasi adalah perlakuan istimewa.
Tidak. Kewajiban akomodasi berlaku di semua satuan pendidikan yang menerima murid penyandang disabilitas, termasuk sekolah reguler.
Sebagian besar tidak. Tempat duduk, waktu tambahan, huruf lebih besar, dan instruksi tertulis hampir tanpa biaya. Yang dibutuhkan adalah kemauan dan koordinasi.
Sekolah bersama orang tua, berdasarkan asesmen dan masukan guru serta tenaga profesional. Kepala Sekolah menetapkan dan memastikan pelaksanaannya.
Sekolah tetap bisa memberi dukungan berdasarkan pengamatan dan asesmen guru, sambil mendorong orang tua mendapatkan pemeriksaan profesional.
Tidak perlu mengetahui detail kondisi murid. Namun membangun budaya kelas yang menerima perbedaan sangat membantu agar akomodasi tidak dianggap aneh.
Akar masalah akomodasi di sekolah sering adalah informasi yang tersimpan di kepala satu orang. Saat wali kelas berganti atau guru mapel baru masuk, kesepakatan yang dulu dibuat dengan susah payah terlupakan.
ASIS memiliki modul inklusi serta PPI untuk mencatat kebutuhan murid, program individual, dan catatan perkembangannya di profil murid yang utuh. Guru yang berwenang bisa melihat informasi yang mereka perlukan sesuai peran, tanpa membuka data ke semua orang. Layanan BK dan kerja sama dengan psikolog atau mitra profesional juga tercatat di tempat yang sama.
ASIS gratis untuk semua sekolah, termasuk SLB dan sekolah inklusi. Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.