WAWASAN ASIS

Akreditasi Madrasah BAN-PDM: Persiapan Khusus Madrasah

Panduan akreditasi madrasah BAN-PDM: empat komponen IA 2024, pengisian DKA di Sispena, visitasi dua hari, dan persiapan khas MI, MTs, serta MA.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kepemimpinan & Mutu

Akreditasi madrasah BAN-PDM kini memakai Instrumen Akreditasi 2024 (IA 2024) yang sama untuk sekolah dan madrasah jenjang dasar dan menengah. Fokusnya bergeser dari kelengkapan dokumen ke kinerja nyata: bagaimana guru mengajar, bagaimana kepala madrasah memimpin, bagaimana iklim belajar terasa, dan bagaimana hasil belajar murid. Persiapan terbaik bukan menumpuk berkas, melainkan membiasakan praktik baik yang bisa dilihat asesor.

Artikel ini menjelaskan komponen IA 2024, alur akreditasi, dan hal-hal khas yang perlu disiapkan MI, MTs, dan MA.

Mengenal BAN-PDM dan IA 2024

BAN-PDM (Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah) melaksanakan akreditasi untuk satuan pendidikan di bawah Kemendikdasmen maupun Kementerian Agama. Untuk madrasah, kantor wilayah dan kantor Kemenag kabupaten/kota ikut terlibat dalam pelaksanaannya. Catatan: melalui Permendikdasmen Nomor 14 Tahun 2026, BAN-PDM diubah menjadi Badan Standar dan Akreditasi Nasional Pendidikan (BSANP), jadi pantau ketentuan teknis terbaru dari lembaga tersebut.

Menurut pedoman penjelasan IA 2024 untuk jenjang dasar dan menengah, instrumen mengukur empat komponen:

Komponen Gambaran fokusnya
Kinerja pendidik dalam mengelola proses pembelajaran Dukungan sosial emosional, pengelolaan kelas, pembelajaran efektif dan bermakna, penguatan keimanan, nalar, kebangsaan, dan karakter
Kepemimpinan kepala sekolah/madrasah dalam pengelolaan Rincian butir dan indikator: rujuk pedoman resmi
Iklim lingkungan belajar Rincian butir dan indikator: rujuk pedoman resmi
Hasil belajar Antara lain dilihat dari data asesmen nasional dan indikator kualitas layanan lain

Fokus komponen pertama di atas diambil dari butir-butir dalam pedoman; komponen pertama dirinci menjadi 4 butir dan 16 indikator. Untuk komponen kedua sampai keempat, pelajari rincian butirnya langsung di pedoman. Instrumen disusun selaras dengan Standar Nasional Pendidikan dan Rapor Pendidikan, sehingga data hasil asesmen nasional ikut menjadi gambaran hasil belajar. Rujuk dokumen resmi terbaru di laman BAN-PDM karena rincian bisa diperbarui.

Alur akreditasi secara garis besar

1. Pra-visitasi: mengisi DKA di Sispena

Madrasah mengisi Deskripsi Kinerja Asesi (DKA) di laman Sispena. DKA berisi uraian praktik nyata madrasah untuk setiap butir. Tulis apa yang benar-benar terjadi, bukan kalimat ideal dari buku.

2. Visitasi dua hari

Agenda visitasi dirancang untuk dua hari. Asesor mengamati pembelajaran di kelas, mewawancarai kepala madrasah, guru, murid, dan orang tua, serta menelaah dokumen pendukung.

3. Pascavisitasi

Asesor melakukan validasi, menyusun catatan, dan memberi saran perbaikan. Hasil akhir ditetapkan oleh BAN-PDM.

Hal khusus yang perlu disiapkan madrasah

Pembelajaran keagamaan ikut diamati

IA 2024 memuat indikator yang mencakup pembelajaran yang membangun keimanan. Bagi madrasah, ini berarti pembelajaran Al-Qur'an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, SKI, dan Bahasa Arab ikut menjadi cermin kualitas. Pastikan guru mata pelajaran agama juga siap diamati, bukan hanya guru mata pelajaran umum.

Program pembiasaan harus tampak nyata

Banyak madrasah punya program salat duha, tadarus, atau hafalan juz tertentu. Asesor akan melihat apakah program itu berjalan dan berdampak, bukan hanya tertulis. Siapkan catatan pelaksanaan dan contoh perkembangan murid.

Data madrasah konsisten

Data murid, guru, dan rombel di EMIS sebaiknya sama dengan data yang madrasah pakai sehari-hari. Selisih jumlah murid atau guru sering memicu pertanyaan saat visitasi. Lakukan pencocokan data sebulan sebelum pengisian DKA.

Madrasah swasta dan yayasan

Untuk madrasah swasta, peran yayasan dalam dukungan sumber daya dan pembinaan kepala madrasah biasanya ikut digali. Siapkan bukti keputusan yayasan yang relevan, seperti pengangkatan guru dan rencana pengembangan.

Rencana persiapan enam bulan

Waktu Kegiatan
Bulan 1 Bentuk tim, pelajari IA 2024, evaluasi diri jujur per komponen
Bulan 2 Tetapkan 3–4 prioritas perbaikan dari hasil evaluasi diri
Bulan 3–4 Supervisi akademik, observasi kelas sejawat, perbaiki iklim belajar
Bulan 5 Kumpulkan bukti praktik, rapikan data, tulis draf DKA
Bulan 6 Finalisasi DKA, simulasi wawancara, siapkan kelas untuk diamati

Tips menulis DKA yang kuat

  • Sertakan contoh konkret: kelas mana, kegiatan apa, hasilnya apa.
  • Jujur menulis tantangan dan langkah perbaikan; asesor menghargai refleksi.
  • Hindari salin-tempel kalimat dari pedoman.
  • Pastikan apa yang ditulis bisa dibuktikan saat visitasi.

Contoh evaluasi diri singkat per komponen

Sebelum menulis DKA, lakukan evaluasi diri yang jujur. Contoh untuk MTs fiktif:

Komponen Kondisi saat ini Prioritas perbaikan
Kinerja pendidik Sebagian guru masih dominan ceramah Observasi kelas sejawat dua kali per semester
Kepemimpinan Supervisi berjalan, tindak lanjut belum tercatat Catat tindak lanjut setiap supervisi
Iklim belajar Ada laporan ejekan di asrama putra Bentuk tim antiperundungan, libatkan pembina asrama
Hasil belajar Numerasi di bawah harapan Program penguatan numerasi lintas mata pelajaran

Tabel seperti ini menjadi kerangka DKA yang jujur sekaligus rencana kerja. Dalam akreditasi madrasah BAN-PDM, refleksi yang disertai langkah nyata jauh lebih meyakinkan daripada klaim bahwa semua sudah sempurna.

Libatkan pengawas madrasah sejak awal

Pengawas madrasah dari Kemenag kabupaten/kota bisa menjadi teman diskusi yang berharga. Undang pengawas untuk melihat hasil evaluasi diri dan memberi masukan sebelum DKA dikirim. Masukan dari pihak luar sering menangkap hal yang terlewat oleh tim internal.

Bukti yang perlu disiapkan

Tidak ada daftar dokumen wajib yang harus ditumpuk, tetapi bukti berikut biasanya membantu:

  • Modul ajar dan catatan refleksi guru.
  • Hasil supervisi akademik dan tindak lanjutnya.
  • Data kehadiran murid dan guru.
  • Catatan layanan BK dan penanganan perundungan.
  • Rapor dan analisis hasil belajar.
  • Program pembiasaan keagamaan beserta catatan pelaksanaannya.
  • Notulen rapat yang menunjukkan keputusan berbasis data.

Kesalahan umum saat persiapan

  • Membuat dokumen baru menjelang visitasi. Asesor mudah membedakan dokumen yang hidup dan dokumen yang dibuat semalam.
  • Hanya kepala madrasah dan operator yang terlibat. Guru dan murid justru yang diwawancarai.
  • Menyiapkan kelas "pertunjukan". Asesor mengamati beberapa kelas; konsistensi lebih penting.
  • Mengabaikan suara murid. Iklim belajar dinilai juga dari pengalaman murid, termasuk rasa aman.
  • Data tidak sinkron antara EMIS, rapor, dan buku induk.

Variasi per jenjang

  • MI: perhatikan pembelajaran literasi dan numerasi dasar, serta suasana kelas yang ramah anak.
  • MTs: iklim antiperundungan dan pendampingan masa remaja.
  • MA: pembelajaran berbasis penalaran, bimbingan karier, dan program peminatan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah akreditasi madrasah BAN-PDM berbeda dengan sekolah umum?

Instrumennya sama, yaitu IA 2024 untuk jenjang dasar dan menengah. Bedanya ada pada konteks madrasah, seperti pembelajaran keagamaan dan peran Kemenag dalam pelaksanaan.

Apa itu DKA?

Deskripsi Kinerja Asesi, yaitu uraian praktik madrasah yang diisi di Sispena sebelum visitasi.

Berapa lama visitasi berlangsung?

Agenda visitasi dirancang untuk dua hari.

Apakah dokumen fisik masih diperlukan?

Dokumen tetap berguna sebagai bukti, tetapi fokus IA 2024 adalah kinerja yang bisa diamati dan dikonfirmasi lewat wawancara.

Kapan sebaiknya mulai persiapan akreditasi madrasah BAN-PDM?

Idealnya sepanjang tahun sebagai budaya mutu. Bila jadwal sudah dekat, rencana enam bulan di atas bisa menjadi pegangan.

ASIS: Bukti Kinerja yang Terkumpul Setiap Hari

Akar masalah persiapan akreditasi adalah bukti yang tercecer. Presensi ada di buku, catatan BK di map konselor, rapor di aplikasi lain, dan notulen rapat di laptop pribadi. Menjelang visitasi, tim madrasah lembur mengumpulkan semuanya.

ASIS membantu madrasah mengumpulkan bukti praktik baik sebagai bagian dari kerja harian. Data awal bisa diimpor dari file ekspor EMIS yang sudah dimiliki, lalu presensi murid dan pegawai, e-Rapor Kurikulum Merdeka, layanan BK, perangkat ajar, serta profil murid yang utuh tersimpan di satu tempat. Dashboard Goal membantu kepala madrasah menetapkan target per peran dan memantau kemajuannya. Bagi pengawas dan yayasan, Ruang Yayasan/Pengawas memberi gambaran tanpa harus meminta laporan berulang.

ASIS gratis untuk semua sekolah dan madrasah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Madrasah yang memakai RDM juga bisa memanfaatkan hosting RDM di paket ASIS Pro. Silakan mulai di asis.id.

Sumber: BAN-PDM: Pedoman Penjelasan Instrumen Akreditasi 2024 Dasmen; Komunitas Belajar: Permendikdasmen Nomor 14 Tahun 2026

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.