WAWASAN ASIS

Akreditasi PAUD: Hal Khusus yang Dinilai Asesor

Akreditasi PAUD kini di bawah BSANP dengan peringkat A/B/C. Kenali hal khas yang diamati asesor di TK dan KB serta contoh buktinya.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kepemimpinan & Mutu

Akreditasi PAUD menilai mutu layanan satuan pendidikan anak usia dini, seperti TK, KB, TPA, dan SPS, berdasarkan apa yang benar-benar dialami anak setiap hari. Sejak Permendikdasmen 14/2026, lembaga akreditasi untuk pendidikan anak usia dini, dasar, dan menengah berubah dari BAN-PDM menjadi BSANP, dengan hasil berupa peringkat A, B, atau C. Rentang nilai lama seperti 91–100 adalah aturan BAN-PDM dan tidak lagi menjadi acuan. Yang tetap sama: asesor lebih banyak mengamati praktik, bukan sekadar menghitung dokumen. Artikel ini membahas hal-hal yang khas di PAUD, contoh bukti yang relevan, dan langkah persiapan yang realistis.

Apa yang berbeda dari akreditasi sekolah

Akreditasi di jenjang PAUD tidak bisa disamakan dengan SD atau SMP. Anak usia dini belajar melalui bermain, hubungan dengan orang dewasa sangat menentukan, dan kesehatan serta pengasuhan menjadi bagian dari layanan. Karena itu, perhatian asesor di PAUD umumnya mengarah pada hal-hal berikut:

Aspek Mengapa khas di PAUD
Kualitas interaksi guru dan anak Anak belajar melalui percakapan, pujian yang tepat, dan pertanyaan terbuka
Pembelajaran melalui bermain Bermain adalah cara utama anak belajar, bukan selingan
Lingkungan yang aman dan merangsang Ruang, alat main, dan halaman memengaruhi keselamatan dan eksplorasi
Layanan kesehatan, gizi, dan pengasuhan Kebutuhan dasar anak harus terpenuhi agar bisa belajar
Kemitraan dengan orang tua Orang tua adalah pendidik pertama dan utama
Transisi ke SD Persiapan yang menyenangkan, tanpa tes calistung
Asesmen autentik Pengamatan, catatan anekdot, hasil karya, bukan ujian tertulis

Rincian butir penilaian mengikuti instrumen yang ditetapkan BSANP. Bapak/Ibu perlu merujuk instrumen dan panduan resmi terbaru, karena tulisan ini hanya merangkum fokus yang umumnya diperhatikan.

Hal khusus yang diamati asesor

1. Interaksi guru dengan anak

Asesor biasanya mengamati bagaimana guru menyapa anak, merespons pertanyaan, menenangkan anak yang menangis, dan mengajak anak berpikir. Contoh praktik yang baik:

  • Guru berjongkok sejajar mata anak saat berbicara.
  • Guru bertanya "Bagaimana caranya supaya menaramu tidak roboh?" alih-alih langsung memperbaiki.
  • Guru menyebut usaha anak secara spesifik, misalnya "Kamu sabar sekali menyusun balok sampai tinggi."
  • Konflik antaranak diselesaikan dengan membantu anak mengungkapkan perasaan, bukan sekadar menghukum.

2. Kegiatan bermain yang bermakna

Asesor melihat apakah anak punya pilihan kegiatan, waktu bermain yang cukup, dan apakah kegiatan terhubung dengan tujuan pembelajaran. Lembar kerja yang seragam untuk seluruh kelas sepanjang hari bukan tanda pembelajaran yang baik di PAUD.

3. Lingkungan yang aman, bersih, dan merangsang

  • Alat main tidak tajam, tidak berkarat, dan sesuai usia.
  • Ada area untuk bermain tenang dan bermain aktif.
  • Karya anak dipajang setinggi mata anak.
  • Toilet bersih dan aman untuk ukuran anak.
  • Ada prosedur penjemputan yang jelas.

4. Kesehatan, gizi, dan pengasuhan

Bukti yang relevan antara lain catatan pertumbuhan anak, kebiasaan cuci tangan, makan bersama dengan bekal sehat, kerja sama dengan puskesmas atau posyandu, dan pencatatan alergi atau kebutuhan khusus anak.

5. Kemitraan dengan orang tua

Asesor bisa berbincang dengan orang tua untuk mengetahui apakah mereka mendapat informasi tentang perkembangan anak, dilibatkan dalam kegiatan, dan merasa didengar.

6. Transisi ke SD

Lembaga diharapkan membantu anak siap bersekolah secara sosial, emosional, dan kemandirian. Perlu diingat, Permendikdasmen 3/2025 Pasal 11 ayat (5) melarang tes calistung sebagai syarat masuk SD, sehingga PAUD tidak perlu memaksakan drill membaca dan menulis demi persiapan masuk SD. Pembahasan lengkap ada di transisi PAUD ke SD.

7. Asesmen dan pelaporan perkembangan

Asesor dapat menanyakan bagaimana guru mengetahui perkembangan anak. Jawaban yang kuat ditunjukkan dengan catatan anekdot, hasil karya berseri, foto proses, dan rapor naratif yang personal.

Contoh bukti yang relevan

Fokus Contoh bukti
Interaksi Praktik langsung saat diamati, rekaman kegiatan, refleksi guru
Bermain bermakna Jadwal harian, rencana pembelajaran, foto kegiatan sentra atau area
Lingkungan Kondisi ruang dan halaman, daftar pemeriksaan keamanan alat main
Kesehatan dan gizi Catatan pertumbuhan, jadwal kerja sama dengan puskesmas, menu bekal sehat
Kemitraan orang tua Catatan pertemuan, buku penghubung, dokumentasi kegiatan bersama
Asesmen Catatan anekdot, portofolio anak, rapor naratif

Bukti terbaik adalah praktik yang terlihat saat asesor datang. Dokumen hanya mendukung, bukan pengganti.

Langkah persiapan tiga bulan

Waktu Kegiatan
Bulan 1 Pelajari instrumen resmi, lakukan evaluasi diri bersama semua guru, tetapkan tiga prioritas perbaikan
Bulan 2 Perbaiki praktik: interaksi, penataan ruang, kebiasaan sehat; rapikan catatan perkembangan anak
Bulan 3 Simulasi pengamatan antarguru, siapkan bukti pendukung, informasikan kepada orang tua

Fokuskan perbaikan pada praktik sehari-hari. Lembaga yang mendadak menghias kelas sehari sebelum visitasi biasanya justru tampak tidak alami.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Menumpuk dokumen tanpa praktik yang sesuai.
  2. Memamerkan kemampuan calistung anak sebagai bukti mutu.
  3. Kelas terlalu penuh hiasan sehingga anak sulit fokus.
  4. Guru tampil "berbeda" saat diamati, sehingga anak bingung dengan rutinitas yang berubah.
  5. Mengabaikan suara orang tua, padahal mereka bisa diwawancarai.

Checklist akreditasi PAUD

  • Instrumen dan panduan BSANP terbaru sudah dipelajari
  • Evaluasi diri dilakukan bersama seluruh guru
  • Jadwal harian memberi waktu bermain yang cukup
  • Alat main aman dan sesuai usia
  • Catatan perkembangan dan pertumbuhan anak tersedia
  • Ada bukti kemitraan dengan orang tua
  • Transisi ke SD dirancang tanpa tes calistung
  • Rapor naratif personal untuk setiap anak

Pertanyaan yang sering diajukan

Siapa yang melaksanakan akreditasi PAUD sekarang?

Sejak Permendikdasmen 14/2026, BAN-PDM berubah menjadi BSANP, yang menetapkan hasil akreditasi dalam peringkat A, B, atau C.

Apakah rentang nilai 91–100 untuk peringkat A masih berlaku?

Tidak. Rentang nilai tersebut adalah aturan BAN-PDM lama. Rujuk ketentuan BSANP terbaru.

Apa yang paling menentukan hasil akreditasi PAUD?

Praktik nyata yang diamati, terutama kualitas interaksi guru dengan anak, pembelajaran melalui bermain, dan lingkungan yang aman.

Apakah anak harus sudah bisa membaca untuk menunjukkan mutu TK?

Tidak. Tes calistung dilarang untuk masuk SD, dan mutu PAUD dilihat dari perkembangan anak secara menyeluruh.

Bagaimana jika lembaga kecil dengan fasilitas terbatas?

Fasilitas sederhana tetap bisa aman, bersih, dan merangsang. Asesor menilai pemanfaatan dan praktik, bukan kemewahan.

ASIS: Catatan Tumbuh Kembang yang Siap Saat Asesor Datang

Akar masalah persiapan akreditasi PAUD adalah bukti yang baru dikumpulkan menjelang visitasi. Catatan anekdot tersebar di buku guru, foto kegiatan di ponsel pribadi, dan catatan pertumbuhan di map yang berbeda.

ASIS memiliki modul PAUD dengan catatan tumbuh kembang, sehingga pengamatan harian, kehadiran, dan catatan pertumbuhan tersimpan di profil anak yang utuh sepanjang tahun. Kabar perkembangan bisa disampaikan kepada orang tua lewat notifikasi aplikasi yang gratis tanpa batas, dengan jam tenang, yang sekaligus menjadi bukti kemitraan. Layanan UKS membantu mencatat kesehatan anak.

ASIS gratis untuk semua sekolah, termasuk TK, KB, dan PAUD, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.