WAWASAN ASIS

Alternatif SPR School: Dipasang Sendiri atau Cloud?

Mencari alternatif SPR School Project? Perbandingan jujur model dipasang sendiri dan cloud per Oktober 2026, kelebihan SPRSP, dan kapan ASIS cocok.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Perbandingan

Operator yang mencari alternatif SPR School biasanya tidak sedang mencari "aplikasi yang lebih baik" secara umum. Pertanyaannya lebih spesifik: apakah sekolah mau terus mengelola aplikasi yang dipasang di server sendiri, atau beralih ke layanan cloud yang tidak perlu instalasi? Halaman ini merangkum SPR School Project (SPRSP) secara adil berdasarkan data yang kami cek per Oktober 2026, membandingkan dua model pemasangan itu, lalu menempatkan ASIS sebagai salah satu pilihan, termasuk kapan SPRSP justru lebih cocok.

Mengenal SPR School Project

SPR School Project adalah karya pengembang lokal yang dikelola di bawah nama SPR Encrypter Service. Sasarannya sekolah dengan pengguna murid, guru, dan GTK. Yang paling menonjol dari SPRSP adalah ritme pengembangannya: dalam rentang 17 Agustus sampai 6 Oktober 2026 saja tercatat 9 rilis, dari versi 2.3.4 hingga 2.4.3. Untuk produk lokal, konsistensi seperti ini patut diapresiasi.

Fitur yang ditampilkan di situsnya cukup luas:

  • presensi RFID murid dan GTK yang tetap berjalan saat jaringan terganggu,
  • integrasi Dapodik (disebut di catatan rilis),
  • tagihan murid, buku kas, honor GTK, dan KSP,
  • manajemen yayasan, LMS, dan dukungan panel interaktif (IFP),
  • perpustakaan digital, kokurikuler, dan jurnal guru,
  • editor kartu pelajar dan website sekolah,
  • pemilihan model AI per tahap ujian,
  • integrasi Ruijie dan kontrol PC lab (SSH, WOL, Exambro; tutorialnya terbit 13 Oktober 2026),
  • integrasi mobile (versi 2.4.3).

Kelebihan SPRSP yang patut diakui

SPRSP kuat di area yang jarang digarap aplikasi sekolah lain, yaitu integrasi perangkat keras. Presensi RFID, perangkat jaringan Ruijie, kontrol PC di lab komputer, dan panel interaktif bisa dikelola dari satu sistem. Alat presensinya sendiri, SPR Attendance V.1.0, dijual lewat Shopee.

Karena dipasang di server sekolah, SPRSP juga cocok untuk sekolah yang sudah punya server atau lab sendiri dan internetnya tidak stabil. Presensi RFID tetap jalan walau koneksi sedang putus.

Dua model: dipasang sendiri vs cloud

Inti perbandingan alternatif SPR School sebenarnya ada di model pemasangan. Per Oktober 2026, SPRSP tersedia sebagai installer Windows dan untuk VPS, dengan replikasi lokal ke cloud. ASIS berbasis cloud dan dibuka lewat peramban atau ASIS Mobile tanpa instalasi.

Aspek Dipasang sendiri (model SPRSP) Cloud (model ASIS)
Tempat aplikasi Server Windows sekolah atau VPS Server penyedia layanan
Saat internet putus Fungsi lokal tetap jalan Ujian di HP bisa luring; fitur lain butuh internet
Pembaruan Dipasang operator, kadang berurutan Otomatis dari penyedia
Cadangan data Diatur sekolah Diurus penyedia
Perangkat keras Bisa dihubungkan langsung (RFID, lab) Memakai kamera ponsel/tablet
Kebutuhan tenaga IT Ada yang paham server Operator biasa cukup

Model dipasang sendiri memberi kendali penuh dan tahan terhadap internet yang naik turun. Imbalannya, sekolah memikul pekerjaan server: listrik, cadangan, keamanan, dan pembaruan. Model cloud memindahkan pekerjaan itu ke penyedia, tetapi sekolah bergantung pada koneksi internet.

Soal pembaruan

Rilis yang sering adalah kabar baik, tetapi pada model dipasang sendiri setiap rilis perlu dipasang oleh operator. Catatan SPRSP menunjukkan sebagian pembaruan bersifat berantai, misalnya 2.4.2.1 dipasang sebelum 2.4.2.2. Bagi sekolah dengan operator yang sigap, ini wajar. Bagi sekolah yang operatornya merangkap guru, jadwal pembaruan bisa tertinggal.

Mengapa sekolah mencari alternatif SPR School

Dari obrolan dengan operator, ada tiga alasan yang paling sering muncul.

  1. Tidak ada tenaga yang mengurus server. Sekolah tanpa lab atau tanpa staf IT kesulitan menjaga server Windows atau VPS tetap sehat.
  2. Ingin pembaruan berjalan sendiri. Operator ingin fokus pada data, bukan memasang versi baru.
  3. Butuh kepastian biaya. Per Oktober 2026, harga perangkat lunak SPRSP tidak dipublikasikan di situsnya; pengembang menerima donasi lewat GoPay dan DANA. Sekolah yang perlu menyusun RKAS biasanya ingin angka tertulis sejak awal.

ASIS sebagai salah satu pilihan

ASIS adalah platform manajemen sekolah dengan empat aplikasi dalam satu akun: asis.id (web), ASIS Mobile (Android), Pustaka (perpustakaan digital berisi buku pelajaran pemerintah), dan Studio (9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif). Tersedia 57 modul (7 inti, 50 opsional) dan 45 peran pengguna.

Yang relevan bagi sekolah pengguna SPRSP:

  • presensi murid dan pegawai lewat pindai QR atau pengenalan wajah, tanpa membeli alat khusus,
  • data awal dari impor file ekspor Dapodik atau EMIS; ASIS tidak terhubung langsung ke Dapodik dan tidak mengirim data balik,
  • tagihan, tabungan, kas, RKAS, penggajian, dan koperasi simpan pinjam,
  • CBT dan ujian kertas, bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru,
  • Ruang Yayasan multi-sekolah dan situs sekolah dengan subdomain gratis,
  • Pustaka, Studio, Akademi ASIS, dan Basmalah untuk pesantren.

Tabel perbandingan SPRSP dan ASIS

Data per Oktober 2026, dari situs resmi masing-masing.

Aspek SPR School Project ASIS
Pemasangan Installer Windows dan VPS Cloud, tanpa instalasi
Pembaruan Manual, sebagian berantai Otomatis
Presensi RFID, tetap jalan saat jaringan terganggu QR, wajah, GPS, dukungan fingerprint; butuh internet
Data Dapodik Mengklaim integrasi Impor file ekspor Dapodik/EMIS
Perangkat keras RFID, Ruijie, kontrol lab, IFP Tidak fokus ke perangkat keras
Pustaka, Studio, Basmalah, Akademi Tidak terlihat Tersedia
Harga Tidak dipublikasikan; menerima donasi Rp0 sampai Rp1 juta per tahun per lembaga (Ultra: hubungi tim)
Uji coba Tidak disebut Paket Rp0 tanpa masa trial

Data dapat berubah; hubungi kami bila ada koreksi.

Kapan SPRSP tetap pilihan yang lebih tepat

Kami tidak menganggap semua sekolah harus pindah. SPRSP layak dipertahankan bila:

  • internet sekolah sering putus dan presensi harus tetap berjalan saat luring,
  • sekolah sudah memakai alat RFID dan kartu pelajar fisik,
  • lab komputer perlu dikendalikan terpusat (SSH, WOL, Exambro) atau memakai perangkat Ruijie,
  • ada operator atau staf IT yang nyaman mengelola server dan rutin memasang pembaruan.

Untuk sekolah seperti ini, kekuatan integrasi perangkat keras SPRSP sulit digantikan aplikasi cloud mana pun.

Daftar cek sebelum memutuskan

  • Seberapa sering internet sekolah putus dalam sebulan?
  • Siapa yang memasang pembaruan dan membuat cadangan?
  • Apakah alat RFID atau perangkat lab menjadi kebutuhan utama?
  • Apakah biaya tahunan perlu tertulis untuk RKAS?
  • Data apa saja yang perlu diekspor dari sistem lama?

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah ASIS bisa dipakai tanpa internet?

Sebagian. ASIS berbasis cloud: ujian di HP bisa dikerjakan murid secara luring, tetapi fitur lain, termasuk presensi, butuh koneksi internet. Bila presensi harus tetap jalan saat internet putus, sistem yang dipasang di server lokal lebih sesuai.

Apakah ASIS mendukung presensi RFID?

Tidak. Presensi di ASIS memakai pindai QR, pengenalan wajah, atau GPS dengan ponsel atau tablet, ditambah dukungan fingerprint, sehingga tidak perlu membeli pembaca kartu.

Apakah data dari SPRSP bisa dipindahkan ke ASIS?

Bisa lewat impor file Excel serta file ekspor Dapodik atau EMIS. Ekspor dulu data murid, kelas, dan guru dari sistem lama, lalu ikuti format di Panduan ASIS.

Berapa biaya ASIS?

Paket ASIS Rp0 mencakup semua aplikasi dan situs subdomain. Paket berbayar Rp300 ribu sampai Rp1 juta per tahun per lembaga, bukan per murid.

Mengapa memilih ASIS sebagai alternatif SPR School?

Bila sekolah tidak punya tenaga untuk mengurus server dan ingin pembaruan otomatis, model cloud ASIS mengurangi pekerjaan teknis. Bila perangkat keras dan kerja luring untuk semua fungsi lebih penting, SPRSP tetap pilihan yang masuk akal.

ASIS: Operator Mengurus Data, Bukan Server

Banyak operator memegang dua pekerjaan sekaligus: mengelola data sekolah dan merawat server. Waktu habis untuk memasang pembaruan, mengecek cadangan, dan memastikan komputer server tidak mati saat listrik padam.

ASIS dibangun agar sekolah bisa melepas pekerjaan server itu. Aplikasinya berjalan di cloud, pembaruan berlangsung otomatis, dan prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali" membuat data murid yang diimpor sekali langsung dipakai presensi QR atau wajah, tagihan, e-Rapor, dan pengumuman ke wali murid lewat notifikasi aplikasi gratis tanpa batas. Pembahasan lebih teknis ada di artikel "Server Sekolah Lokal atau Cloud: Panduan Teknis Operator".

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan coba dan bandingkan sendiri di asis.id.

Sumber: SPR School Project (dicek 18 Oktober 2026).

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.