Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Alur tujuan pembelajaran disusun dari CP, dirumuskan menjadi TP, lalu diurutkan. Panduan langkah, contoh format tabel IPA fase D, dan daftar cek untuk guru.
Alur tujuan pembelajaran (ATP) adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun berurutan dan logis untuk mencapai capaian pembelajaran dalam satu fase. Jika CP adalah tujuan akhir perjalanan, ATP adalah peta rutenya: tujuan mana yang dicapai lebih dulu, mana yang menyusul, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan. Panduan ini berisi langkah praktis menyusun ATP, contoh format tabel untuk IPA fase D, cara menentukan urutan, dan daftar cek sebelum ATP dipakai.
Penting: contoh di bawah disederhanakan untuk latihan. Sesuaikan dengan CP resmi terbaru dan kondisi sekolah Bapak/Ibu. Pembahasan konseptual tentang hubungan CP, TP, dan ATP ada di artikel "ATP Alur Tujuan Pembelajaran: Hubungannya dengan CP dan TP", sedangkan contoh untuk matematika ada di "ATP Matematika Fase B".
ATP idealnya disusun sebelum tahun ajaran dimulai, bersama guru mata pelajaran yang mengajar di fase yang sama. Untuk SMP, guru IPA kelas 7, 8, dan 9 sebaiknya duduk bersama karena fase D mencakup tiga tahun.
Sekolah boleh memakai ATP contoh dari pemerintah atau sumber lain, lalu memodifikasinya. Yang penting, guru memahami logika urutannya, bukan sekadar menyalin.
Ambil CP fase yang diajar dan pisahkan per elemen. Untuk IPA, misalnya, ada elemen pemahaman konsep dan keterampilan proses.
Pecah setiap kalimat menjadi kompetensi (kata kerja) dan konten (materi). Satu kalimat CP biasanya menghasilkan dua sampai lima potongan.
Setiap potongan dirumuskan menjadi TP yang memuat kompetensi, konten, dan bila perlu konteks. Contoh: "Murid dapat mengklasifikasikan zat menjadi unsur, senyawa, dan campuran berdasarkan ciri-cirinya."
Tentukan urutan berdasarkan salah satu atau gabungan prinsip berikut:
Bagi TP ke kelas dan semester, lalu perkirakan jam pelajaran (JP) yang dibutuhkan. Pastikan total JP sesuai alokasi mata pelajaran dalam struktur kurikulum.
| No | Elemen | Tujuan pembelajaran | Kelas/semester | Alokasi | Asesmen |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Keterampilan proses | Murid dapat melakukan pengukuran besaran dengan alat ukur yang tepat | 7/1 | 8 JP | Praktik dan lembar pengamatan |
| 2 | Pemahaman konsep | Murid dapat mengklasifikasikan zat menjadi unsur, senyawa, dan campuran | 7/1 | 10 JP | Tes tertulis dan peta konsep |
| 3 | Pemahaman konsep | Murid dapat menjelaskan perubahan fisika dan kimia dalam kehidupan sehari-hari | 7/1 | 8 JP | Laporan pengamatan |
| 4 | Keterampilan proses | Murid dapat memisahkan campuran dengan metode yang sesuai sifat zat | 7/1 | 8 JP | Praktik dan rubrik |
| 5 | Pemahaman konsep | Murid dapat mendeskripsikan ciri makhluk hidup dan mengklasifikasikannya | 7/2 | 10 JP | Tes dan proyek kecil |
| 6 | Pemahaman konsep | Murid dapat menjelaskan interaksi makhluk hidup dalam ekosistem | 7/2 | 10 JP | Proyek pengamatan lingkungan |
Perhatikan logika urutannya: pengukuran (TP 1) menjadi keterampilan dasar sebelum percobaan zat; klasifikasi zat (TP 2) mendahului perubahan zat (TP 3); pemisahan campuran (TP 4) memakai pemahaman TP 2 dan TP 3.
Kondisi sekolah tidak selalu ideal. Beberapa penyesuaian yang sering dibutuhkan:
Penyesuaian ini sebaiknya dicatat langsung di dokumen alur tujuan pembelajaran sekolah agar guru berikutnya memahami alasannya.
Setiap baris ATP, atau gabungan beberapa baris, menjadi dasar satu modul ajar. Modul ajar berisi rincian kegiatan, media, dan asesmen untuk mencapai TP tersebut. Untuk menyusunnya, baca "Cara Menyusun Modul Ajar: Langkah Praktis di ASIS" dan "Modul Ajar: Komponen, Contoh Ringkas, dan Tips Guru".
Tidak wajib. Guru boleh memakai atau memodifikasi ATP contoh yang tersedia. Yang penting guru memahami dan menyesuaikannya dengan konteks murid.
ATP adalah urutan TP dalam satu fase. Program tahunan menjadwalkan TP tersebut ke dalam kalender satu tahun ajaran, lengkap dengan minggu efektif.
Tidak ada angka baku. Jumlah TP mengikuti keluasan CP dan alokasi waktu. Yang penting setiap TP bisa dicapai dalam beberapa pertemuan.
Boleh, bila hasil asesmen menunjukkan murid membutuhkan urutan berbeda. Catat perubahan dan alasannya untuk revisi tahun berikutnya.
Tidak ada format baku. Tabel paling umum karena mudah dibaca, tetapi bagan alir juga boleh dipakai.
Tantangan setelah ATP selesai adalah menjaganya tetap terpakai. ATP sering tersimpan di berkas terpisah, sementara modul ajar, jurnal mengajar, dan nilai berjalan sendiri-sendiri.
ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka untuk menyusun dan menyalin modul ajar, jurnal mengajar untuk mencatat apa yang benar-benar diajarkan setiap pertemuan, dan e-Rapor Kurikulum Merdeka yang mengolah nilai. Di Pustaka, guru bisa mengikuti alur perencanaan kurikulum dari CP ke TP lalu ATP dengan acuan terbaru. Guru tetap yang memutuskan TP dan ATP; ASIS membantu menyimpan dan menghubungkan hasil kerja guru dari perencanaan sampai rapor. Pustaka menyediakan buku pelajaran pemerintah sebagai rujukan materi.
ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data tidak dijual. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id dan buka pustaka.asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.