WAWASAN ASIS

Alur Tujuan Pembelajaran: Langkah dan Contoh Format

Alur tujuan pembelajaran disusun dari CP, dirumuskan menjadi TP, lalu diurutkan. Panduan langkah, contoh format tabel IPA fase D, dan daftar cek untuk guru.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

Alur tujuan pembelajaran (ATP) adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun berurutan dan logis untuk mencapai capaian pembelajaran dalam satu fase. Jika CP adalah tujuan akhir perjalanan, ATP adalah peta rutenya: tujuan mana yang dicapai lebih dulu, mana yang menyusul, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan. Panduan ini berisi langkah praktis menyusun ATP, contoh format tabel untuk IPA fase D, cara menentukan urutan, dan daftar cek sebelum ATP dipakai.

Penting: contoh di bawah disederhanakan untuk latihan. Sesuaikan dengan CP resmi terbaru dan kondisi sekolah Bapak/Ibu. Pembahasan konseptual tentang hubungan CP, TP, dan ATP ada di artikel "ATP Alur Tujuan Pembelajaran: Hubungannya dengan CP dan TP", sedangkan contoh untuk matematika ada di "ATP Matematika Fase B".

Kapan ATP disusun dan oleh siapa

ATP idealnya disusun sebelum tahun ajaran dimulai, bersama guru mata pelajaran yang mengajar di fase yang sama. Untuk SMP, guru IPA kelas 7, 8, dan 9 sebaiknya duduk bersama karena fase D mencakup tiga tahun.

Sekolah boleh memakai ATP contoh dari pemerintah atau sumber lain, lalu memodifikasinya. Yang penting, guru memahami logika urutannya, bukan sekadar menyalin.

Lima langkah menyusun ATP

Langkah 1: Baca CP per elemen

Ambil CP fase yang diajar dan pisahkan per elemen. Untuk IPA, misalnya, ada elemen pemahaman konsep dan keterampilan proses.

Langkah 2: Bedah kalimat CP

Pecah setiap kalimat menjadi kompetensi (kata kerja) dan konten (materi). Satu kalimat CP biasanya menghasilkan dua sampai lima potongan.

Langkah 3: Rumuskan TP

Setiap potongan dirumuskan menjadi TP yang memuat kompetensi, konten, dan bila perlu konteks. Contoh: "Murid dapat mengklasifikasikan zat menjadi unsur, senyawa, dan campuran berdasarkan ciri-cirinya."

Langkah 4: Urutkan TP menjadi alur tujuan pembelajaran

Tentukan urutan berdasarkan salah satu atau gabungan prinsip berikut:

  • Prasyarat: konsep yang menjadi dasar diletakkan lebih dulu.
  • Konkret ke abstrak: dari yang bisa diamati ke yang memerlukan penalaran.
  • Sederhana ke kompleks: dari mengidentifikasi ke menganalisis dan merancang.
  • Kontekstual: disesuaikan dengan kalender, misalnya topik cuaca menjelang musim hujan.

Langkah 5: Tetapkan kelas, semester, dan alokasi waktu

Bagi TP ke kelas dan semester, lalu perkirakan jam pelajaran (JP) yang dibutuhkan. Pastikan total JP sesuai alokasi mata pelajaran dalam struktur kurikulum.

Contoh format tabel ATP IPA fase D (disederhanakan)

No Elemen Tujuan pembelajaran Kelas/semester Alokasi Asesmen
1 Keterampilan proses Murid dapat melakukan pengukuran besaran dengan alat ukur yang tepat 7/1 8 JP Praktik dan lembar pengamatan
2 Pemahaman konsep Murid dapat mengklasifikasikan zat menjadi unsur, senyawa, dan campuran 7/1 10 JP Tes tertulis dan peta konsep
3 Pemahaman konsep Murid dapat menjelaskan perubahan fisika dan kimia dalam kehidupan sehari-hari 7/1 8 JP Laporan pengamatan
4 Keterampilan proses Murid dapat memisahkan campuran dengan metode yang sesuai sifat zat 7/1 8 JP Praktik dan rubrik
5 Pemahaman konsep Murid dapat mendeskripsikan ciri makhluk hidup dan mengklasifikasikannya 7/2 10 JP Tes dan proyek kecil
6 Pemahaman konsep Murid dapat menjelaskan interaksi makhluk hidup dalam ekosistem 7/2 10 JP Proyek pengamatan lingkungan

Perhatikan logika urutannya: pengukuran (TP 1) menjadi keterampilan dasar sebelum percobaan zat; klasifikasi zat (TP 2) mendahului perubahan zat (TP 3); pemisahan campuran (TP 4) memakai pemahaman TP 2 dan TP 3.

Kolom tambahan yang berguna

  • Kata kunci materi: memudahkan mencari bahan ajar.
  • Profil lulusan: dimensi yang dikembangkan, merujuk pada 8 dimensi profil lulusan.
  • Kaitan lintas mapel: misalnya pengukuran terkait matematika.

Kesalahan umum

  1. TP terlalu luas. "Murid memahami zat" tidak bisa diukur. Gunakan kata kerja operasional.
  2. Urutan mengikuti buku, bukan logika. Buku teks membantu, tetapi urutannya belum tentu sesuai kebutuhan murid.
  3. Alokasi waktu tidak realistis. Total JP melebihi waktu efektif karena lupa menghitung libur dan asesmen.
  4. ATP tidak pernah direvisi. Setelah satu tahun dipakai, catat TP yang ternyata terlalu cepat atau lambat.
  5. Tidak ada asesmen per TP. Tanpa rencana asesmen, sulit mengetahui apakah TP tercapai.

Menyesuaikan ATP untuk kondisi khusus

Kondisi sekolah tidak selalu ideal. Beberapa penyesuaian yang sering dibutuhkan:

  • Kelas rangkap atau sekolah kecil: gabungkan TP yang serumpun agar bisa diajarkan bersama dengan tingkat tugas berbeda.
  • Murid berkebutuhan khusus: TP disesuaikan dalam program pembelajaran individual, tetapi tetap mengacu pada alur yang sama.
  • Waktu efektif berkurang: tandai TP inti yang wajib tercapai dan TP pengayaan yang bisa dipadatkan.

Penyesuaian ini sebaiknya dicatat langsung di dokumen alur tujuan pembelajaran sekolah agar guru berikutnya memahami alasannya.

Dari ATP ke modul ajar

Setiap baris ATP, atau gabungan beberapa baris, menjadi dasar satu modul ajar. Modul ajar berisi rincian kegiatan, media, dan asesmen untuk mencapai TP tersebut. Untuk menyusunnya, baca "Cara Menyusun Modul Ajar: Langkah Praktis di ASIS" dan "Modul Ajar: Komponen, Contoh Ringkas, dan Tips Guru".

Daftar cek ATP sebelum dipakai

  • Semua elemen CP di fase tersebut sudah terwakili.
  • Setiap TP memakai kata kerja yang bisa diamati atau diukur.
  • Urutan TP punya alasan yang bisa dijelaskan.
  • TP sudah dibagi ke kelas dan semester.
  • Total alokasi JP sesuai waktu efektif.
  • Setiap TP punya rencana asesmen.
  • Guru satu fase menyepakati ATP yang sama.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah ATP wajib disusun sendiri oleh guru?

Tidak wajib. Guru boleh memakai atau memodifikasi ATP contoh yang tersedia. Yang penting guru memahami dan menyesuaikannya dengan konteks murid.

Apa bedanya ATP dan program tahunan?

ATP adalah urutan TP dalam satu fase. Program tahunan menjadwalkan TP tersebut ke dalam kalender satu tahun ajaran, lengkap dengan minggu efektif.

Berapa jumlah TP yang ideal dalam satu fase?

Tidak ada angka baku. Jumlah TP mengikuti keluasan CP dan alokasi waktu. Yang penting setiap TP bisa dicapai dalam beberapa pertemuan.

Apakah urutan ATP boleh diubah di tengah tahun?

Boleh, bila hasil asesmen menunjukkan murid membutuhkan urutan berbeda. Catat perubahan dan alasannya untuk revisi tahun berikutnya.

Apakah format ATP harus berupa tabel?

Tidak ada format baku. Tabel paling umum karena mudah dibaca, tetapi bagan alir juga boleh dipakai.

ASIS: Dari Rencana ke Kelas Tanpa Kehilangan Benang Merah

Tantangan setelah ATP selesai adalah menjaganya tetap terpakai. ATP sering tersimpan di berkas terpisah, sementara modul ajar, jurnal mengajar, dan nilai berjalan sendiri-sendiri.

ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka untuk menyusun dan menyalin modul ajar, jurnal mengajar untuk mencatat apa yang benar-benar diajarkan setiap pertemuan, dan e-Rapor Kurikulum Merdeka yang mengolah nilai. Di Pustaka, guru bisa mengikuti alur perencanaan kurikulum dari CP ke TP lalu ATP dengan acuan terbaru. Guru tetap yang memutuskan TP dan ATP; ASIS membantu menyimpan dan menghubungkan hasil kerja guru dari perencanaan sampai rapor. Pustaka menyediakan buku pelajaran pemerintah sebagai rujukan materi.

ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data tidak dijual. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id dan buka pustaka.asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.