WAWASAN ASIS

Analisis Hasil Penilaian: Langkah, Format, dan Contoh

Panduan analisis hasil penilaian untuk guru: analisis butir soal, ketercapaian per tujuan pembelajaran, pemetaan murid, format tabel, dan contoh perhitungan.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

Analisis hasil penilaian adalah kegiatan mengolah hasil asesmen untuk menjawab tiga pertanyaan: soal mana yang bermasalah, tujuan pembelajaran mana yang belum tercapai, dan murid mana yang membutuhkan bantuan atau tantangan tambahan. Tanpa analisis, nilai hanya menjadi angka di daftar nilai. Dengan analisis, nilai menjadi dasar perbaikan soal, perbaikan cara mengajar, serta program remedial dan pengayaan. Artikel ini memberi langkah praktis, format tabel, dan contoh perhitungan yang bisa langsung dipakai guru.

Tiga lapis analisis

Lapis Pertanyaan Hasil yang dipakai untuk
Butir soal Apakah soal terlalu mudah, terlalu sulit, atau tidak membedakan? Memperbaiki bank soal
Tujuan pembelajaran TP mana yang capaiannya rendah di kelas ini? Memperbaiki pembelajaran
Murid Siapa yang sudah dan belum mencapai KKTP? Remedial dan pengayaan

Tidak semua asesmen perlu dianalisis ketiga lapisnya. Asesmen formatif harian cukup dianalisis per TP dan per murid. Asesmen sumatif akhir lingkup materi atau akhir semester layak dianalisis lengkap.

Langkah 1: siapkan tabel skor

Susun skor per murid per butir soal. Contoh asesmen sumatif IPAS kelas V, 10 soal pilihan ganda, 8 murid (nama fiktif, data diringkas):

Murid S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 Total
Alya 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9
Bima 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 8
Citra 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 7
Dani 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 7
Euis 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0 5
Fikri 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 5
Gina 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 3
Hadi 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 3

Angka 1 berarti benar, 0 berarti salah. Untuk soal uraian, isi dengan skor yang diperoleh.

Langkah 2: analisis butir soal

Tingkat kesukaran

Rumus yang umum dipakai: P = jumlah murid yang menjawab benar : jumlah murid.

Kriteria yang lazim dipakai: P 0,00–0,30 sukar; 0,31–0,70 sedang; 0,71–1,00 mudah.

Daya pembeda

Urutkan murid berdasarkan total skor, bagi menjadi kelompok atas dan bawah (di contoh ini 4 atas dan 4 bawah). Rumus: D = (benar kelompok atas : jumlah kelompok atas) – (benar kelompok bawah : jumlah kelompok bawah).

Makin tinggi D, makin baik soal membedakan murid yang sudah dan belum menguasai materi. Nilai D negatif berarti murid yang lemah justru lebih banyak menjawab benar, tanda soal perlu diperiksa.

Hasil untuk beberapa butir

Soal Benar P Kategori Benar atas (4) Benar bawah (4) D Keputusan
S1 8 1,00 Mudah 4 4 0,00 Terlalu mudah, tidak membedakan
S4 3 0,38 Sedang 3 0 0,75 Baik
S6 2 0,25 Sukar 0 2 –0,50 Periksa kunci dan kalimat soal
S8 4 0,50 Sedang 4 0 1,00 Sangat baik

Soal S6 menarik: murid kelompok atas semuanya salah. Kemungkinan kuncinya keliru, kalimatnya ambigu, atau ada pengecoh yang terlalu meyakinkan. Untuk menulis pengecoh yang baik, lihat "Menulis Pengecoh Pilihan Ganda".

Pada kelas kecil seperti contoh ini, angka P dan D hanya petunjuk awal. Gunakan bersama penilaian guru terhadap isi soal.

Langkah 3: analisis per tujuan pembelajaran

Kelompokkan soal sesuai TP yang diukur.

TP Soal Skor maksimal kelas Skor diperoleh Persentase Catatan
TP1: menjelaskan bagian tubuh hewan dan fungsinya S1, S2, S3 24 20 83% Tercapai
TP2: menjelaskan rantai makanan S4, S5, S6 24 9 38% Perlu pembelajaran ulang
TP3: menjelaskan dampak perubahan lingkungan S7, S8, S9, S10 32 21 66% Cukup, perlu penguatan

TP2 jelas menjadi prioritas. Karena hampir seluruh kelas kesulitan, masalahnya kemungkinan pada cara pembelajaran, bukan pada murid tertentu. Guru dapat mengajarkan ulang dengan pendekatan lain, misalnya kartu rantai makanan atau simulasi.

Langkah 4: pemetaan murid

Bandingkan capaian murid dengan KKTP yang ditetapkan. Misalkan sekolah menetapkan murid dianggap mencapai TP bila menjawab benar minimal dua pertiga soal pada TP tersebut.

Murid TP1 TP2 TP3 Tindak lanjut
Alya Tercapai Tercapai Tercapai Pengayaan
Bima Tercapai Tercapai Tercapai Pengayaan
Citra Tercapai Belum Tercapai Remedial TP2
Euis Tercapai Belum Belum Remedial TP2 dan TP3
Gina Belum Belum Belum Pendampingan intensif, cek penyebab
Hadi Belum Belum Belum Pendampingan intensif, cek penyebab

Untuk murid seperti Gina dan Hadi, lihat juga data lain: kehadiran, catatan wali kelas, atau kemampuan membaca. Nilai rendah di semua TP bisa jadi bukan masalah IPAS. Langkah merancang tindak lanjutnya dibahas di "Program Remedial dan Pengayaan: Format dan Contoh".

Langkah 5: tulis kesimpulan dan tindak lanjut

Format ringkas yang bisa dilampirkan:

Bagian Isi
Identitas Mapel, kelas, asesmen, tanggal
Ringkasan Rata-rata kelas, jumlah murid mencapai dan belum mencapai
Temuan butir soal Soal yang perlu direvisi beserta alasannya
Temuan per TP TP dengan capaian rendah
Tindak lanjut pembelajaran Perubahan strategi mengajar
Tindak lanjut murid Daftar remedial dan pengayaan
Rencana waktu Kapan tindak lanjut dilakukan

Kesalahan umum

Hanya menghitung rata-rata kelas. Rata-rata 70 bisa menyembunyikan TP yang capaiannya 38%.

Tidak memperbaiki soal yang bermasalah. Soal yang sama dipakai lagi tahun depan dengan masalah yang sama.

Remedial berupa tes ulang yang sama. Remedial seharusnya pembelajaran ulang, lalu asesmen.

Analisis dikerjakan tetapi tidak dibaca. Bagikan temuan ke forum guru mapel agar menjadi pembelajaran bersama.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah analisis hasil penilaian wajib dibuat?

Ikuti kebijakan sekolah. Di luar kewajiban administratif, analisis adalah cara paling langsung untuk memperbaiki pembelajaran.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan?

Dengan tabel yang sudah disiapkan atau aplikasi yang menghitung otomatis, analisis satu kelas bisa selesai dalam satu jam pelajaran.

Apakah soal uraian bisa dianalisis?

Bisa. Tingkat kesukaran dihitung dari rata-rata skor dibagi skor maksimal. Daya pembeda dihitung dengan membandingkan rata-rata kelompok atas dan bawah.

Bagaimana bila hampir semua murid belum mencapai KKTP?

Itu tanda perlu meninjau pembelajaran, soal, atau KKTP-nya. Diskusikan dengan rekan guru sebelum memutuskan.

Apakah hasil analisis perlu disampaikan ke murid?

Sampaikan dalam bentuk umpan balik: bagian yang sudah dikuasai dan bagian yang perlu diperbaiki. Lihat "Umpan Balik Asesmen yang Membuat Murid Mau Memperbaiki".

ASIS: Analisis yang Tidak Dimulai dari Mengetik Ulang Skor

Akar masalah analisis hasil penilaian adalah pekerjaan memindahkan skor dari lembar jawaban ke tabel sebelum analisis bisa dimulai. Karena melelahkan, analisis sering dilewatkan.

ASIS mempersingkat jalan itu. Soal disusun di bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, asesmen bisa dilakukan lewat CBT atau ujian kertas dengan lembar jawaban ber-QR, sehingga skor tidak perlu diketik ulang, dan nilai bermuara di e-Rapor Kurikulum Merdeka. Guru tinggal membaca hasilnya dan menyusun tindak lanjut, sementara bank soal komunitas membantu guru berbagi soal yang sudah teruji.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.