WAWASAN ASIS

Aplikasi Baca Buku Pelajaran: Panduan untuk Murid dan Guru

Kriteria aplikasi baca buku pelajaran yang nyaman di ponsel: koleksi resmi, mudah dicari, ringan, tanpa iklan, plus cara guru memakainya untuk tugas membaca.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

Aplikasi baca buku pelajaran memungkinkan murid membuka buku paket dari ponsel atau laptop kapan saja, tanpa harus membawa buku cetak yang berat atau menunggu giliran meminjam. Bagi guru, aplikasi baca buku pelajaran memudahkan pemberian tugas membaca bab tertentu dan memastikan semua murid memegang bahan yang sama. Artikel ini membahas apa yang membuat aplikasi baca nyaman dipakai, kriteria memilih, cara guru memanfaatkannya, dan daftar cek sebelum direkomendasikan ke murid dan orang tua.

Masalah yang dihadapi murid di rumah

Coba tanyakan kepada murid kelas VIII mengapa tugas membaca tidak dikerjakan. Jawabannya sering mirip:

  • buku paket ditinggal di sekolah karena dipakai bergantian,
  • buku dibawa kakak kelas atau teman sebangku,
  • berkas PDF yang dibagikan guru terlalu besar dan tidak bisa dibuka,
  • tulisan di PDF terlalu kecil saat dibuka di ponsel,
  • murid tidak tahu halaman mana yang dimaksud guru.

Ini bukan semata soal kemalasan. Akses yang sulit membuat murid mudah menyerah. Aplikasi baca yang tepat menghapus alasan-alasan tersebut.

Apa yang membuat aplikasi baca nyaman

Kenyamanan membaca di layar kecil ditentukan oleh hal-hal sederhana. Gunakan tabel ini saat mencoba aplikasi:

Aspek Pertanyaan uji Mengapa penting
Keterbacaan Bisakah tulisan diperbesar dengan jelas? Murid membaca di ponsel
Pencarian Bisakah buku dicari per kelas dan mapel? Menghemat waktu
Navigasi Bisakah langsung ke bab atau halaman tertentu? Tugas guru spesifik
Ukuran Apakah halaman terbuka cepat? Kuota orang tua terbatas
Akun Apakah memakai akun sekolah? Tidak perlu daftar ulang
Gangguan Apakah ada iklan atau sembulan? Fokus belajar

Ajak dua atau tiga murid mencoba aplikasi sebelum sekolah merekomendasikannya. Murid sering menemukan kendala yang tidak terlihat oleh guru.

Kriteria memilih aplikasi baca buku pelajaran

1. Koleksi buku pelajaran resmi

Buku yang tersedia sebaiknya buku pelajaran dari pemerintah, seperti BSE dan SIBI, yang sesuai kurikulum. Dengan begitu, guru tidak khawatir soal legalitas dan edisi.

2. Tersusun per jenjang, kelas, dan mata pelajaran

Murid kelas X tidak perlu menelusuri buku SD. Susunan yang rapi membuat murid langsung menemukan bukunya.

3. Bisa dibuka di web dan Android

Sebagian besar murid memakai ponsel Android, sebagian lain memakai laptop atau komputer sekolah. Aplikasi yang tersedia di keduanya menjangkau semua murid.

4. Satu akun dengan layanan sekolah lain

Murid sudah punya akun untuk melihat jadwal atau nilai. Bila akun yang sama dipakai untuk membaca buku, guru tidak perlu mengurus akun tambahan.

5. Tanpa iklan dan tanpa biaya

Aplikasi baca untuk murid tidak boleh menampilkan iklan. Pastikan juga tidak ada biaya langganan bagi murid atau orang tua.

Cara guru memanfaatkan aplikasi baca

Aplikasi baca bukan hanya untuk murid. Guru bisa memakainya untuk membuat pembelajaran lebih terarah.

Tugas membaca yang spesifik

Alih-alih "baca Bab 3", tulis "baca subbab Fotosintesis halaman 45–48, lalu tulis dua pertanyaan yang muncul". Tugas spesifik lebih mudah dikerjakan dan diperiksa.

Membaca bersama di kelas

Tampilkan halaman buku di layar atau proyektor. Murid yang tidak memegang buku cetak tetap bisa mengikuti.

Rujukan lintas jenjang

Guru kelas VII bisa membuka buku kelas VI untuk mengulang materi prasyarat bagi murid yang tertinggal. Ini membantu pembelajaran berdiferensiasi.

Dipadukan dengan aktivitas

Setelah membaca, berikan kuis singkat atau simulasi interaktif. Membaca yang diikuti kegiatan lebih melekat.

Contoh pekan belajar dengan aplikasi baca

Pak Andi, guru IPS kelas VIII di sebuah MTs fiktif, menyusun pekan belajar seperti ini:

  1. Senin: murid membaca subbab tentang kegiatan ekonomi di rumah lewat aplikasi, lalu mencatat tiga istilah baru.
  2. Rabu: di kelas, Pak Andi menampilkan peta dari buku yang sama di layar dan memimpin diskusi.
  3. Jumat: murid mengerjakan kuis singkat tentang bacaan tersebut.

Karena semua murid bisa mengakses buku yang sama, tidak ada lagi alasan "tidak punya buku".

Membangun kebiasaan membaca mandiri

Akses saja belum cukup. Murid perlu dibiasakan membaca buku pelajaran dengan cara yang aktif. Ajarkan teknik sederhana berikut sejak awal semester:

  1. Lihat sekilas dulu. Baca judul, subjudul, gambar, dan rangkuman bab sebelum membaca isi.
  2. Tulis pertanyaan. Ubah subjudul menjadi pertanyaan, misalnya "Apa itu fotosintesis?"
  3. Baca untuk menjawab. Baca bagian demi bagian sambil mencari jawaban pertanyaan tadi.
  4. Ceritakan ulang. Tutup aplikasi dan jelaskan isi bacaan dengan kata-kata sendiri.
  5. Ulangi esok hari. Buka kembali catatan singkat sebelum pelajaran berikutnya.

Teknik ini membuat waktu membaca di layar lebih bermakna. Guru bisa mencontohkannya di kelas dengan membaca bersama satu subbab, lalu meminta murid mempraktikkannya sendiri di rumah.

Peran orang tua

Orang tua tidak perlu menjadi guru di rumah. Cukup pastikan anak tahu cara membuka aplikasi, sediakan waktu membaca yang tenang, dan sesekali tanyakan, "Tadi baca tentang apa?" Pertanyaan sederhana ini mendorong anak memahami bacaan, bukan sekadar membuka halaman.

Kesalahan yang sering terjadi

Mengirim PDF besar ke grup kelas. Banyak murid gagal mengunduh. Arahkan ke aplikasi yang bisa dibuka per halaman.

Tugas membaca tanpa tindak lanjut. Bila bacaan tidak pernah dibahas, murid menganggapnya tidak penting.

Menganggap semua murid punya ponsel sendiri. Sediakan alternatif, misalnya membaca di perpustakaan sekolah.

Memakai buku edisi lama. Pastikan buku sesuai kurikulum yang berlaku.

Daftar cek sebelum merekomendasikan

Pertanyaan Ya/Tidak
Koleksi buku pelajaran resmi dan sesuai kurikulum?
Tulisan nyaman dibaca di ponsel?
Buku bisa dicari per kelas dan mata pelajaran?
Tersedia di web dan Android?
Memakai akun sekolah yang sama?
Tanpa iklan dan tanpa biaya?

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah aplikasi baca buku pelajaran bisa dipakai murid SD?

Bisa, terutama untuk kelas atas. Untuk kelas awal, sebaiknya dipakai bersama guru atau orang tua.

Apakah murid perlu membeli buku digital?

Untuk buku pelajaran pemerintah yang tersedia di platform resmi, murid tidak perlu membeli.

Bagaimana jika koneksi internet di rumah lemah?

Buka halaman yang dibutuhkan saat ada sinyal, atau baca bersama di sekolah. Platform yang ringan juga lebih bersahabat dengan koneksi lemah.

Apakah guru bisa memakai buku dari jenjang lain?

Bisa, dan justru bermanfaat untuk mengulang materi prasyarat atau memberi pengayaan.

Apakah aplikasi baca menggantikan buku cetak?

Tidak. Aplikasi melengkapi buku cetak agar murid tetap bisa belajar saat buku tidak ada di tangan.

ASIS: Buku Pelajaran Selalu Bisa Dibuka

Akar masalah tugas membaca yang tidak dikerjakan adalah akses: buku tertinggal di sekolah, PDF terlalu besar, dan murid tidak tahu halaman yang dimaksud. Guru akhirnya mengulang materi yang seharusnya sudah dibaca.

ASIS menyediakan Pustaka, perpustakaan digital berisi buku pelajaran pemerintah BSE/SIBI, yang dibuka dengan akun yang sama seperti asis.id, ASIS Mobile di Android, dan Studio. Setelah membaca, guru bisa melanjutkan dengan 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif di Studio. Tanpa iklan, dan data sekolah tidak dijual.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.