WAWASAN ASIS

Aplikasi e-Rapor Kurikulum Merdeka: Fitur Wajib

Fitur wajib aplikasi e-rapor kurikulum merdeka: deskripsi capaian, kokurikuler dan P5, catatan wali kelas, hak akses, plus cara mengujinya di sekolah.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Wawasan

Aplikasi e-rapor kurikulum merdeka yang baik harus melakukan tiga hal: mengubah nilai guru menjadi deskripsi capaian yang bermakna, menampung kokurikuler/P5 dan ekstrakurikuler tanpa berkas terpisah, dan mencetak rapor yang rapi tanpa wali kelas menyalin data berulang kali. Jika satu dari tiga hal itu masih dikerjakan manual di lembar kerja, aplikasinya belum menyelesaikan masalah.

Di bawah ini Bapak/Ibu akan menemukan daftar fitur wajib, fitur yang sebaiknya ada, kesalahan umum, dan skenario uji yang bisa dijalankan sebelum musim rapor tiba.

Apa yang berubah dari rapor lama

Rapor Kurikulum Merdeka tidak lagi menumpuk banyak kolom KI/KD. Fokusnya adalah capaian murid terhadap tujuan pembelajaran, dituliskan dalam kalimat yang bisa dipahami orang tua. Komponen yang umum muncul di rapor:

Komponen Isi Siapa yang mengisi
Identitas Data murid, rombel, fase, semester Operator/TU
Intrakurikuler Nilai akhir dan deskripsi capaian per mapel Guru mapel
Kokurikuler Deskripsi perkembangan dari kegiatan kokurikuler (dulu identik dengan P5) Guru atau tim pelaksana kokurikuler
Ekstrakurikuler Nama kegiatan dan predikat/keterangan Pembina ekskul
Ketidakhadiran Sakit, izin, tanpa keterangan Otomatis dari presensi
Catatan wali kelas Catatan perkembangan dan saran Wali kelas

Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 mengubah ketentuan kokurikuler: bentuknya kini dapat berupa pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dan/atau cara lain, dengan arah pada delapan dimensi profil lulusan. Kementerian menegaskan P5 tidak dihapus, hanya diubah bentuknya. Format detail dapat berbeda per jenjang dan per pembaruan panduan, jadi pastikan aplikasi mudah menyesuaikan templat.

Fitur wajib aplikasi e-rapor kurikulum merdeka

1. Pengolahan nilai berbasis tujuan pembelajaran

Guru harus bisa memasukkan nilai formatif dan sumatif per tujuan pembelajaran, lalu aplikasi menghitung nilai akhir sesuai bobot yang ditetapkan sekolah. Bobot harus bisa diatur, bukan dikunci oleh penyedia.

2. Penyusun deskripsi capaian

Ini fitur yang paling menghemat waktu. Aplikasi menyusun deskripsi dari tujuan pembelajaran yang paling dikuasai dan yang perlu ditingkatkan. Guru tetap harus bisa menyunting kalimatnya, karena tidak ada mesin yang lebih tahu murid daripada gurunya.

Contoh deskripsi yang baik untuk murid fiktif bernama Rania:

Rania menunjukkan penguasaan yang baik dalam menyusun teks prosedur dengan urutan langkah yang jelas. Perlu pendampingan dalam menggunakan kata hubung yang tepat antarparagraf.

3. Modul kokurikuler

Aplikasi perlu menyimpan rencana kegiatan kokurikuler, dimensi profil lulusan yang dikuatkan, dan catatan perkembangan per murid. Hasilnya langsung masuk ke rapor tanpa diunggah ulang.

4. Presensi yang tersambung

Jumlah sakit, izin, dan alpa sebaiknya diambil dari data presensi harian, bukan dihitung manual oleh wali kelas di akhir semester.

5. Hak akses berlapis

Guru mapel hanya mengisi mapel dan rombel yang ia ampu. Wali kelas melihat seluruh nilai rombelnya. Kepala Sekolah menyetujui dan mengesahkan. Tanpa pembagian ini, risiko nilai tertimpa sangat besar.

6. Pratinjau dan cetak massal

Wali kelas harus bisa melihat pratinjau, memperbaiki, lalu mencetak satu rombel sekaligus ke PDF dengan tanda tangan dan kop sekolah.

Fitur yang sebaiknya ada

  • Riwayat perubahan nilai, agar jelas siapa mengubah apa dan kapan.
  • Kunci nilai setelah batas waktu, supaya rapor yang sudah dicetak tidak berubah diam-diam.
  • Akses orang tua untuk melihat rapor digital lewat aplikasi.
  • Impor data murid dari file ekspor Dapodik/EMIS agar operator tidak mengetik ulang.
  • Catatan perkembangan sepanjang semester sehingga catatan wali kelas tidak ditulis dari ingatan semata.

Kesalahan umum saat memilih

  1. Hanya melihat tampilan cetak rapor. Rapor cantik tidak berarti proses input mudah. Uji dari sisi guru mapel.
  2. Mengabaikan kokurikuler. Banyak sekolah baru sadar di akhir semester bahwa nilai projek harus diolah di berkas terpisah.
  3. Tidak menguji di HP. Banyak guru mengisi nilai dari ponsel. Pastikan input nilai nyaman di layar kecil.
  4. Memilih aplikasi yang hanya berdiri sendiri. Jika e-Rapor tidak tersambung ke presensi dan data murid, pekerjaan menyalin tetap ada.

Skenario uji dua minggu sebelum musim rapor

Hari Kegiatan uji Indikator berhasil
1–2 Impor data satu rombel Data murid lengkap tanpa ketik ulang
3–5 Dua guru mapel isi nilai Nilai akhir terhitung sesuai bobot
6–7 Susun deskripsi capaian Guru cukup menyunting, bukan menulis dari nol
8–9 Isi kokurikuler dan ekskul Tampil di pratinjau rapor
10 Wali kelas tulis catatan Catatan tersimpan per murid
11–12 Cetak satu rombel PDF rapi, kop dan tanda tangan benar

Jika semua indikator tercapai, aplikasi e-rapor kurikulum merdeka tersebut layak dipakai penuh. Jika ada yang gagal, catat dan tanyakan ke penyedia sebelum memutuskan.

Pertanyaan untuk penyedia aplikasi e-rapor kurikulum merdeka

Sebelum rapat keputusan, ajukan pertanyaan berikut secara tertulis dan simpan jawabannya:

  1. Jika panduan rapor diperbarui pemerintah, berapa lama templat aplikasi ikut diperbarui, dan apakah ada biaya tambahan?
  2. Apakah bobot nilai, predikat, dan rentang nilai bisa diatur sendiri oleh sekolah?
  3. Apakah data nilai semester lalu tetap tersimpan dan bisa dibuka saat murid naik kelas atau pindah rombel?
  4. Bagaimana jika ada murid pindahan di tengah semester? Apakah nilai dari sekolah asal bisa dicatat?
  5. Apakah sekolah bisa mengunduh seluruh data rapor dalam format yang umum jika suatu saat berganti sistem?

Jawaban yang kabur untuk pertanyaan nomor satu dan lima patut diwaspadai. Rapor adalah dokumen resmi yang disimpan bertahun-tahun, sehingga keberlanjutan data sama pentingnya dengan kemudahan input.

Variasi per jenjang

Kebutuhan aplikasi e-rapor kurikulum merdeka berbeda di tiap jenjang:

  • SD/MI: banyak mapel diampu guru kelas, sehingga tampilan input per rombel lebih penting daripada per mapel.
  • SMP/MTs: guru mapel mengajar banyak rombel; fitur salin bobot dan tujuan pembelajaran antarrombel sangat membantu.
  • SMA/SMK: perhatikan mapel pilihan dan, untuk SMK, catatan PKL yang perlu tercermin dalam rapor.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah e-Rapor Kurikulum Merdeka wajib memakai aplikasi tertentu?

Tidak ada kewajiban memakai satu merek. Yang penting, isi rapor memenuhi ketentuan penilaian yang berlaku dan data murid sesuai dengan data resmi sekolah.

Bolehkah deskripsi capaian disusun otomatis?

Boleh sebagai bantuan, asalkan guru meninjau dan menyuntingnya. Deskripsi tetap tanggung jawab guru.

Bagaimana jika sekolah memakai bobot penilaian sendiri?

Pilih aplikasi yang bobotnya bisa diatur per mapel atau per sekolah. Hindari aplikasi yang mengunci rumus.

Apakah rapor kokurikuler harus terpisah dari rapor utama?

Tergantung kebijakan sekolah dan panduan terbaru. Aplikasi yang baik bisa mencetak keduanya, baik digabung maupun terpisah.

Apakah orang tua bisa melihat rapor dari ponsel?

Bisa, jika aplikasi menyediakan akses wali murid. Pastikan akses dibuka setelah rapor disahkan Kepala Sekolah.

ASIS: e-Rapor yang Mengambil Data dari Kegiatan Harian

Masalah musim rapor jarang soal mencetak. Masalahnya adalah data yang tercecer: nilai di buku guru, presensi di rekap wali kelas, projek di lembar terpisah, lalu semuanya disalin ulang dalam satu minggu yang melelahkan. ASIS memegang prinsip "data dicatat sekali, dipakai berkali-kali" agar musim rapor tidak lagi menjadi musim lembur.

e-Rapor Kurikulum Merdeka di ASIS mengambil kehadiran dari presensi harian dan memakai data murid dari profil yang utuh. Catatan perkembangan yang ditulis guru sepanjang semester bisa menjadi bahan catatan wali kelas. Setiap peran hanya melihat menu dan data yang ia perlukan, jadi guru mapel mengisi mapelnya dan wali kelas memantau seluruh rombel. Setelah disahkan, wali murid menerima kabar lewat notifikasi aplikasi. Untuk menyiapkan pembelajaran, guru juga bisa membuka perangkat ajar dan buku pelajaran pemerintah di Pustaka.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dihitung per lembaga, bukan per murid. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah secara gratis. Coba e-Rapor ASIS sebelum musim rapor berikutnya di asis.id.

Sumber: detikEdu, Permendikdasmen 13 Tahun 2025; Antara, Kemendikdasmen tegaskan tidak hapus P5

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.