WAWASAN ASIS

Aplikasi Manajemen MTs: Kriteria, Skor Uji, dan Biaya

Cara memilih aplikasi manajemen MTs: kriteria khas madrasah tsanawiyah, matriks skor uji coba berbobot, hitungan biaya tiga tahun, dan pertanyaan wajib.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Madrasah

Aplikasi manajemen MTs adalah perangkat lunak untuk mengelola pekerjaan harian madrasah tsanawiyah: data murid dan guru, jadwal dengan banyak guru mapel, presensi, jurnal mengajar, nilai, layanan BK, kedisiplinan, ujian, keuangan, dan komunikasi dengan wali murid. Memilihnya adalah keputusan yang akan dirasakan selama bertahun-tahun, karena memindahkan data dari satu aplikasi ke aplikasi lain tidak pernah mudah.

Artikel ini memberi alat bantu yang konkret: kriteria khas MTs, matriks skor uji coba berbobot, cara menghitung biaya tiga tahun, dan pertanyaan wajib untuk penyedia. Pembahasan untuk semua jenjang madrasah ada di "Aplikasi Manajemen Madrasah: Kriteria, Checklist, Biaya", sedangkan versi untuk MI dibahas di "Aplikasi Manajemen MI: Kriteria, Checklist, dan Biaya".

Kebutuhan khas MTs yang harus diuji

MTs berbeda dari MI dan sekolah umum dalam beberapa hal yang langsung memengaruhi pilihan aplikasi manajemen MTs:

  • Guru mapel, bukan guru kelas. Satu rombel diajar 12–15 guru. Presensi per mapel dan jurnal mengajar menjadi penting.
  • Jadwal padat. Mapel umum ditambah Al-Qur'an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, SKI, dan Bahasa Arab, sering dengan guru yang mengajar di madrasah lain.
  • Masa remaja. Layanan BK, poin kedisiplinan, dan catatan prestasi lebih sering dipakai dibanding di MI.
  • Ujian dan asesmen. Ujian berbasis komputer maupun kertas untuk asesmen madrasah dan tryout.
  • Ekstrakurikuler dan OSIS. Pramuka, hadrah, tilawah, olahraga, dan organisasi murid.
  • Penerimaan murid baru. Persaingan antarmadrasah membuat pendaftaran daring yang rapi menjadi nilai tambah.
  • Aplikasi resmi. EMIS untuk pendataan dan RDM untuk rapor di banyak MTs.

Matriks skor uji coba berbobot

Daripada memilih aplikasi manajemen MTs berdasarkan kesan saat demo, beri skor setiap aplikasi setelah uji coba dua minggu. Skala 1 (buruk) sampai 5 (sangat baik), lalu kalikan bobot.

Kriteria Bobot Aplikasi A Aplikasi B Aplikasi C
Kemudahan guru mapel mengisi presensi dan jurnal 20%
Jadwal pelajaran tanpa bentrok 10%
Nilai dan rapor, termasuk kecocokan dengan RDM 15%
BK, kedisiplinan, dan prestasi 10%
Keuangan: tagihan, bukti bayar, tabungan 10%
Komunikasi dengan wali murid 10%
Keamanan data dan hak akses per peran 10%
Biaya tiga tahun 10%
Dukungan dan panduan 5%
Skor total 100%

Bobot di atas adalah contoh. MTs yang masalah utamanya keuangan bisa menaikkan bobot keuangan, asalkan disepakati sebelum uji coba dimulai, bukan setelah melihat hasil.

Siapa yang memberi skor

  • Dua guru mapel (satu senior, satu muda) untuk kemudahan pengisian.
  • Wakamad kurikulum untuk jadwal, nilai, dan rapor.
  • Wakamad kesiswaan dan guru BK untuk kesiswaan dan BK.
  • Bendahara untuk keuangan.
  • Operator untuk keamanan, data, dan dukungan.
  • Kepala madrasah untuk biaya dan keputusan akhir.

Menghitung biaya tiga tahun

Biaya tahun pertama sering terlihat murah. Hitunglah tiga tahun agar gambaran lebih jujur. Contoh MTs dengan 450 murid:

Komponen Model per murid (ilustrasi) Model per lembaga
Langganan tahun 1 450 × Rp8.000 × 12 = Rp43.200.000 Rp0–Rp1.000.000
Langganan tahun 2 (murid jadi 480) 480 × Rp8.000 × 12 = Rp46.080.000 Sama
Langganan tahun 3 (murid jadi 500) 500 × Rp8.000 × 12 = Rp48.000.000 Sama
Biaya notifikasi atau pesan Tanyakan Tanyakan
Potongan pembayaran SPP Tanyakan Tanyakan
Pelatihan dan pindah data Tanyakan Tanyakan
Total tiga tahun ± Rp137 juta + biaya lain Rp0–Rp3 juta + biaya lain

Tarif per murid di atas adalah ilustrasi dalam rentang Rp5.000–Rp15.000 per murid per bulan, bukan harga penyedia tertentu. Ganti dengan angka penawaran yang Bapak/Ibu terima.

Pertanyaan wajib untuk penyedia

  1. Apakah harga per murid, per rombel, atau per lembaga? Apakah bisa naik setiap tahun?
  2. Apakah ada biaya per pesan untuk notifikasi kepada wali murid?
  3. Apakah pembayaran SPP melewati rekening penyedia atau langsung ke rekening madrasah?
  4. Bagaimana data awal dimasukkan? Apakah cukup dengan file ekspor EMIS tanpa menyerahkan akun?
  5. Bagaimana hubungan dengan RDM?
  6. Siapa yang bisa melihat catatan BK dan data keuangan keluarga?
  7. Apakah data dijual, dipakai untuk iklan, atau dibagikan kepada pihak lain?
  8. Bisakah semua data diekspor bila madrasah berhenti?
  9. Di mana panduan, dan berapa lama waktu tanggapan bila ada kendala?

Rencana uji coba dua minggu

Hari Kegiatan
1–2 Impor data contoh satu tingkat, misalnya kelas VII
3–4 Susun jadwal kelas VII, guru mapel mencoba presensi dan jurnal
5–7 Isi nilai satu asesmen, wali kelas melihat rekap
8–9 Bendahara menerbitkan tagihan contoh dan menerima bukti bayar contoh
10–11 Guru BK dan wakamad kesiswaan mencoba pencatatan kasus fiktif
12–13 Kirim pengumuman ke beberapa wali murid sukarelawan
14 Isi matriks skor bersama, putuskan

Gunakan data contoh atau data terbatas dengan persetujuan, bukan seluruh data murid, selama uji coba.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Memutuskan berdasarkan demo penjual, bukan uji coba guru.
  • Hanya menghitung biaya tahun pertama.
  • Tidak melibatkan guru BK sehingga hak akses catatan sensitif terabaikan.
  • Mengubah bobot kriteria setelah melihat hasil.
  • Tidak menanyakan cara mengambil kembali data.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya aplikasi manajemen MTs dengan EMIS?

EMIS adalah pendataan resmi Kemenag untuk pelaporan. Aplikasi manajemen dipakai untuk pekerjaan harian madrasah seperti presensi, jadwal, nilai, BK, dan keuangan.

Berapa lama uji coba yang ideal?

Dua minggu dengan skenario yang jelas sudah cukup untuk melihat apakah guru dan staf nyaman memakainya.

Apakah perlu memilih aplikasi dengan fitur terbanyak?

Tidak. Pilih yang paling cocok dengan kebutuhan utama MTs dan paling mudah dipakai guru. Fitur yang tidak dipakai tidak memberi manfaat.

Bagaimana bila skor dua aplikasi hampir sama?

Lihat biaya tiga tahun, keamanan data, dan kemudahan ekspor. Ketiganya menentukan risiko jangka panjang.

Siapa yang mengambil keputusan akhir?

Kepala madrasah, berdasarkan matriks skor tim dan, untuk MTs swasta, persetujuan yayasan.

ASIS: Aplikasi Manajemen MTs Tanpa Biaya per Murid

Akar masalah pemilihan aplikasi di MTs adalah keputusan yang diambil dari demo dan harga tahun pertama, lalu baru terasa beratnya di tahun ketiga ketika jumlah murid bertambah dan data sudah terlanjur terkunci.

ASIS dihitung per lembaga, bukan per murid. Data awal diimpor dari file ekspor EMIS tanpa menyerahkan akun, lalu dipakai bersama oleh presensi per mapel, jurnal mengajar, generator jadwal tanpa bentrok, layanan BK, prestasi dan kedisiplinan, CBT dan ujian kertas, SPMB online, tagihan dengan bukti bayar, dan e-Rapor Kurikulum Merdeka. Ada 45 peran pengguna sehingga catatan BK dan keuangan keluarga hanya dilihat yang berwenang. MTs yang memakai RDM dapat memilih ASIS Pro (Rp500 ribu per tahun) untuk hosting RDM dan dukungan prioritas.

ASIS gratis untuk semua sekolah dan madrasah, tanpa iklan, dan data tidak dijual. Basmalah dari ekosistem ASIS gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.