WAWASAN ASIS

Aplikasi Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka: Cara Memilih

Cara memilih aplikasi perangkat ajar Kurikulum Merdeka: kriteria, alur dari CP ke modul ajar, peran AI yang wajar, dan daftar cek untuk guru dan sekolah.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

Aplikasi perangkat ajar Kurikulum Merdeka membantu guru menyusun, menyimpan, dan memakai ulang perangkat pembelajaran seperti tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, modul ajar, bahan ajar, dan asesmen. Aplikasi yang baik bukan mesin yang menulis semuanya untuk guru. Ia menata pekerjaan guru, memudahkan kolaborasi tim mapel, dan menyambungkan perangkat ajar dengan asesmen serta rapor. Artikel ini membahas kebutuhan guru, kriteria memilih aplikasi perangkat ajar Kurikulum Merdeka, peran AI yang wajar, dan daftar cek sebelum memutuskan.

Mengapa perangkat ajar perlu ditata

Perangkat ajar di banyak sekolah tersebar: modul ajar di folder laptop guru, salinan cetak di map supervisi, dan versi revisi di grup pesan. Akibatnya:

  • guru baru tidak menemukan perangkat ajar yang sudah pernah disusun seniornya,
  • tim mapel menyusun dokumen yang sama secara terpisah,
  • modul ajar tidak selaras dengan asesmen yang benar-benar dipakai,
  • saat supervisi, guru mencetak ulang dokumen yang sebetulnya sudah ada.

Kebijakan terbaru juga menambah lapisan. Permendikdasmen 13/2025 memperkenalkan kerangka pembelajaran mendalam dengan empat komponen: praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital. P5 juga digantikan kegiatan kokurikuler. Perangkat ajar perlu bisa diperbarui dengan mudah mengikuti perubahan seperti ini.

Komponen perangkat ajar yang perlu dikelola

Komponen Isi Disusun oleh
Capaian pembelajaran (CP) Ditetapkan pemerintah per fase Rujukan resmi
Tujuan pembelajaran (TP) Turunan CP yang terukur Guru atau tim mapel
Alur tujuan pembelajaran (ATP) Urutan TP dalam satu fase Tim mapel
Modul ajar Rencana kegiatan, media, asesmen Guru
Bahan ajar Buku, lembar kerja, media Guru, buku pemerintah
Asesmen Soal, rubrik, instrumen Guru

Aplikasi perangkat ajar Kurikulum Merdeka yang baik menyimpan komponen ini dalam satu tempat dan saling terhubung. TP yang tercantum di modul ajar adalah TP yang sama yang dinilai di rekap nilai dan muncul di deskripsi rapor.

Kriteria memilih aplikasi

Guru tetap memegang keputusan

Waspadai janji "modul ajar jadi dalam satu klik". Modul ajar yang baik disusun dengan mempertimbangkan murid di kelas. AI boleh membantu memberi ide atau draf, tetapi guru harus meninjau, mengubah, dan memutuskan.

Mudah dipakai ulang dan disunting

Modul ajar tahun lalu seharusnya bisa disalin dan disesuaikan, bukan diketik dari awal.

Mendukung kerja tim mapel

Guru Bahasa Indonesia kelas VII di satu sekolah bisa berbagi perangkat ajar dan saling memberi masukan. Fitur berbagi dalam lingkup sekolah sangat membantu.

Tersambung dengan asesmen dan rapor

Bank soal yang terkait TP memudahkan guru menyusun asesmen. Hasil asesmen lalu mengalir ke rekap nilai dan rapor.

Akses ke bahan ajar resmi

Kemudahan membuka buku pelajaran pemerintah dan media interaktif mempercepat persiapan.

Bisa dipantau Kepala Sekolah

Kepala Sekolah dan Wakasek Kurikulum perlu melihat kesiapan perangkat ajar tanpa meminta guru mencetak semuanya.

Alur kerja yang disarankan

  1. Tim mapel membaca CP fase yang diampu dan menyepakati TP serta ATP di awal tahun.
  2. Guru menyusun modul ajar untuk setiap unit, memakai template sekolah. Draf bantuan AI boleh dipakai sebagai titik awal, lalu disesuaikan.
  3. Guru menyiapkan asesmen dari bank soal yang terkait TP. Soal yang dibuat dengan bantuan AI ditinjau satu per satu.
  4. Pembelajaran berlangsung. Guru mencatat refleksi singkat setelah unit selesai: apa yang berhasil, apa yang perlu diubah.
  5. Nilai masuk ke rekap dan dipakai untuk deskripsi rapor.
  6. Akhir tahun, tim mapel merevisi perangkat ajar berdasarkan refleksi dan hasil asesmen.

Contoh: tim IPA kelas VIII di sebuah SMP negeri menyepakati sembilan TP semester ganjil. Satu guru menyusun modul ajar unit sistem pernapasan, guru lain menyusun unit sistem peredaran darah, lalu saling meninjau. Tahun berikutnya, mereka cukup merevisi berdasarkan catatan refleksi.

Peran AI yang wajar dalam perangkat ajar

AI dapat membantu:

  • memberi ide kegiatan pembuka atau pemantik,
  • menyusun draf soal sesuai TP,
  • menyederhanakan bahasa bacaan untuk murid yang kesulitan membaca.

AI tidak boleh menggantikan:

  • penilaian guru tentang kesiapan murid,
  • keputusan diferensiasi untuk murid tertentu,
  • pemeriksaan kebenaran isi dan kesesuaian budaya.

Setiap keluaran AI wajib ditinjau guru sebelum dipakai di kelas.

Kesalahan yang sering terjadi

Mengejar kelengkapan dokumen, bukan kualitas pembelajaran. Modul ajar tebal belum tentu dipakai di kelas. Lebih baik ringkas tetapi benar-benar menjadi pegangan.

Setiap guru menyusun sendiri. Tim mapel yang berbagi kerja menghasilkan perangkat ajar lebih baik dengan waktu lebih sedikit.

Asesmen tidak selaras dengan TP. Soal yang tidak mengukur TP membuat rekap nilai dan deskripsi rapor menjadi tidak bermakna.

Tidak ada refleksi. Tanpa catatan setelah mengajar, revisi tahun berikutnya hanya mengganti tanggal.

Mengandalkan unduhan dari internet. Perangkat ajar dari luar boleh jadi inspirasi, tetapi harus disesuaikan dengan karakter murid, sarana sekolah, dan budaya setempat.

Daftar cek aplikasi perangkat ajar Kurikulum Merdeka

Pertanyaan Ya/Tidak
Komponen TP, modul ajar, dan asesmen saling terhubung?
Modul ajar bisa disalin dan disunting ulang?
Bisa berbagi dengan tim mapel di sekolah?
Bantuan AI menghasilkan draf yang wajib ditinjau guru?
Tersambung dengan bank soal, nilai, dan rapor?
Mudah membuka buku pelajaran resmi?
Kepala Sekolah bisa memantau kesiapan?
Biaya per lembaga dan data tidak dijual?

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah modul ajar wajib disusun dalam aplikasi?

Tidak. Format dan media penyusunan diserahkan kepada sekolah. Aplikasi membantu menata dan memakai ulang, tetapi bukan kewajiban.

Bolehkah memakai modul ajar buatan orang lain?

Boleh sebagai referensi, asalkan disesuaikan dengan kondisi murid dan sekolah. Modul ajar yang hanya disalin tanpa penyesuaian kurang bermanfaat.

Apakah perangkat ajar perlu disesuaikan dengan kokurikuler?

Ya, karena P5 telah digantikan kegiatan kokurikuler. Rencana kokurikuler disusun mengikuti panduan terbaru dan dapat dikaitkan dengan mata pelajaran.

Apakah AI bisa membuat TP dan ATP secara otomatis?

Sebaiknya tidak diandalkan. TP dan ATP perlu disusun tim mapel berdasarkan CP dan konteks sekolah. AI paling tepat dipakai untuk ide dan draf yang kemudian ditinjau.

Bagaimana dengan madrasah?

Madrasah mengikuti struktur kurikulum sesuai KMA 450/2024 yang telah diubah dengan KMA 1503/2025. Perangkat ajar disesuaikan dengan ketentuan tersebut.

ASIS: Perangkat Ajar yang Tersambung dengan Asesmen dan Rapor

Akar masalah perangkat ajar adalah dokumen yang terputus: modul ajar di satu folder, soal di file lain, nilai di lembar kerja, dan rapor di aplikasi berbeda. Guru menyusun ulang hal yang sama setiap tahun.

ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka yang berada dalam satu akun dengan bank soal berbantuan AI yang wajib ditinjau guru dan e-Rapor Kurikulum Merdeka, sesuai prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Guru juga bisa membuka buku pelajaran pemerintah di Pustaka dan memakai 57 lab interaktif di Studio untuk memperkaya pembelajaran.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.